Thursday, 29 August 2013

Taman Nasional Gunung Merapi (Versiku)


Selalu terpukau dengan gunung. Seperti saat pagi hari melihat ke arah selatan di Surabaya, terlihat Arjuna dan Anjasmara jika penuh ada Bromo pula terlihat. Terpukau sekali lagi pada mereka saat bersantai di lantai 7 rooftop gedung perpustakaan kampusku. Tapi kali ini benar-benar berbeda, bukan terpukau lagi, takjub luar biasa seakan Merapi dapat kusentuh. Setiap hari selama delapan minggu hijrahku, aku menikmatinya mambawaku selalu mengagungkan nama Tuhanku. Rasanya aku ingin benar-benar menghampirinya. Aku menyukainya setelah Arjuna, Merapiku. 
Hari minggu entah minggu keberapa dalam hijrahku, yang kuingat hanya setelah tata pulang ke Surabaya dan meninggalkanku sendirian. Hari minggu itu pukul sembilanan menurut jamku yang diragukan keakuratannya. Kami putuskan untuk mencari tahu ada apa di ujung utara Jakal (Jalan Kaliurang).Yang kutau ada tulisan Taman Nasional Gunung Merapi. Ah berarti ini adalah bagian dari Merapi yang membuatku terpukau itu. Di jalan kulihat plang sepertinya menunjukkan nama tempat rekreasi, ada yang bertuliskan Museum Gunung Merapi ada yang menuliskan Tlogo Putri, ah kesemuanya berbeda arah. Kuputuskan untuk mengikuti arah ke Museum Gunung Merapi.
Di jalan biar kelihatan seperti anak touring :D
Setelah dari gambar itu ada signage untuk menuju museum, ikuti saja jangan takut tersesat itu prinsip saya karena nyasar adalah bagian dari petualangan. Haha...
Dari pintu gerbang inilah wajah gedung Museum Gunung Merapi
Dilihat dari bentuknya dan kondisi yang sedang renovasi, sempat berpikir kalau akan kecewa dengan tempat ini. Yasudah kita masuk saja, di loket terdapat 2 kegiatan yang memerlukan tiket. Pertama untuk menikmati museum itu sendiri dan yang kedua adalah untuk melihat film mengenai Merapi yang diputar di sebuah mini teater di dalam museum. Karena sudah sampai sini, kami putuskan untuk melihat film sekalian. Kalau tidak salah ingat sih kesemuanya masing-masing kami harus membayar 8ribu rupiah. Hehe.... Mari kita lihat kejuatan apa yang ada di dalam museum.
Foto Oleh Eta Rahayu
 Cerita di dalam sini yang paling saya garisbawahi adalah bagaimana kita berterima kasih pada Tuhan karena Merapi telah memberikan waktu pada manusia untuk mencari hidup di dalamnya dan menikmati keindahannya. Jadi hendaknya manusia juga memberikan waktu pada merapi untuk melakukan kegiatannya saat ia mulai batuk. Keluar dari teater mulai masuk ke museum-museumnya bisa lihat seperti yang di bawah ini.
Seperti ngeluarin kekuatan ala film Indosi*r 
Abaikan gambar di atas, haha... Tapi daku sangat tergoda untuk foto dengan pose itu. Ah kukira tak akan menemui sesuatu yang menarik tapi ternyata semuanya menarik. Dari dalam sini kita bisa melihat morfologi Merapi, bagaimana letusannya, ah cocok banget nih buat belajar. Ada peta Indonesia dan peta dunia gede yang menunjukkan di mana titik-titik gunung api aktif. Bisa dipencet nanti lampunya nunjukin letaknya. Keren kan? haha...
Bola dunia raksasa
Foto oleh timer kamera
Ada sesuatu, haha...
Yang di bawah ini kamu dapat mengetahui aliran lahar dinginnya dari erupsi-erupsi besar yang pernah terjadi.
Ini keren entah skala berapa
Setelah terkagum-kagum kami melaksanakan sholat duhur dulu, kemudian berbekal peta Taman Nasional Gunung Merapi (TNGM) yang dibuat signagenya di jalan kami melanjutkan perjalanan menuju Tirtonirmolo dan Tlogo Putri. Ada apa ya di sana? berharap bisa melihat Merapi dari dekat, ah kurang beruntung karena ditutupi kabut. Oh ya, waktu itu mulai hujan abu juga. Di sana sebenarnya ada gardu pandang dan Goa Jepang, banyak monyet liar juga. Yang itu saya takut, tapi kalau Orangutan saya suka :D haha... bersantai sejenak lah ditengah para monyet dan pemandangan yang subhanallah... sebelum menuju ke Goa Jepang. Berhasil atau tidak kami menuju Goa Jepang yang jaraknya kurang lebih 1 kilometer dengan track tanjakan? Hahaha tidak berhasil bung! eman ya? Iya soalnya perjalanan ini waktu puasa takut batal :p Sebenarnya di Kaliurang ini banyak villa sudah sejak jaman Belanda dulu. Para pejabat Belanda menggunakannya sebagai tempat istirahat dan bersantai karena memang di sini indah dan sejuk sekali.
Tirtonirmolo

Lupa nama bukit ini
Tlogo Putri
Kalau gak nekad ga bakal tau tempat-tempat ini nih. Puasa bukan halangan untuk ngetrip dan nyasar. haha...

No comments:

Post a Comment