Monday, 11 January 2016

Mataponsel Jatim Jalan-Jalan: Flashpacker ke Surabaya

MP_Jatim Squad
Sumber: Dokumentasi Pribadi Mataponsel Jatim

Lho ini gimana kok judulnya flashpacker ke Surabaya? Kan kamu orang Surabaya Ndah. Hei, santai gaes. Justru itu saya mau kasih tahu kalau flashpacker ke Surabaya ternyata seru juga lho. Bukan dari pengalaman pribadi tapi berdasarkan yang saya lihat dari teman-teman saya beberapa waktu lalu. Jadi begini ceritanya, saya kan tergabung dalam komunitas Mataponsel yang suka foto-foto pakai kamera ponsel. Nah kebetulan sampai saat ini saya masih dipercaya sebagai moderator untuk room area Mataponsel Jawa Timur atau yang biasa disebut MP_Jatim. Apa hubungannya dengan ide flashpacker kali ini? Justru karena itu, tanggal 15 November 2015 lalu secara serentak seluruh area se-Indonesia mengadakan jalan-jalan museum di area masing-masing. Saya sih merencanakan di Surabaya saja bukan berkunjung ke bagian lain Jawa Timur karena pikir saya bisa lempar event ke member lain di Jatim. Kan ya museum di Jatim bukan cuma Surabaya. Tapi apa daya member dari luar Surabaya malah antusias join jalan-jalan museum di Surabaya.

Nah, berangkat dari antusias member MP_Jatim yang tinggi untuk berkunjung ke Surabaya itulah akhirnya saya jadi mikir buat bikin itinerary sehari tapi seru. Sebagai momod alias moderator dan tuan rumah di Surabaya saya tentu mau bikin jalan-jalan yang berkesan dong ya... Sehari saja tapi full dengan jalan-jalan. Karena tema jalan-jalan kali ini adalah museum jadi saya memilih area Surabaya Utara yang punya seabrek museum dan tinggal pilih yang mana yang mau dikunjungi. Akhirnya setelah menimbang dan rembugan dengan member lain, saya memutuskan untuk mengunjungi Museum 10 Nopember (Tugu Pahlawan), Museum Kesehatan, dan terakhir House of Saampoerna.

Rute itu yang saya ambil karena sesuai arah arus lalu lintas, jadi enggak bakal muter-muter. Dan lagi pula bisa ditempuh dengan angkutan umum. Yang saya prediksi teman-teman saya bakal naik bus dan turun di terminal Purabaya. Dari situ mereka bakal bisa naik bus kota yang lewat Tugu Pahlawan, dari Tugu Pahlawan baru motor-motoran untuk lanjut museum hopping. Atau kalau tetep naik angkutan umum ya banyak angkot di sana.

Museum 10 Nopember (Tugu Pahlawan)

MP_Jatim Squad di Tugu Pahlawan
Sumber: Dokumentasi Pribadi Mataponsel Jatim
Duh siapa sih yang gak tau ikon Kota Surabaya yang satu ini? Setiap orang yang berkunjung ke Surabaya pasti ingin mengunjunginya dan berfoto dengan tugu yang satu ini. Dan karena itu juga saya memasukkan Tugu Pahlawan dalam itinerary Mataponsel Jalan-Jalan Museum. Biar yang dari luar kota dan belum pernah tahu Tugu Pahlawan bisa kenalan secara langsung dengan ikon Kota Surabaya ini. Selain ada tugu dengan hamparan rumput di tanah lapang, tempat ini juga punya museum bawah tanah yang namanya Museum 10 Nopember.

Nah di museumnya ini banyak benda bersejarah yang dipamerkan, seperti senjata yang digunakan untuk mempertahankan kemerdekaan, radio milik Bung Tomo, diorama statis yang menggambarkan masa perjuangan arek-arek Suroboyo, dan rekaman pidato asli Bung Tomo. Selain itu ada juga ruang audio visual untuk menonton film dokumentasi masa mempertahankan kemerdekaan di Surabaya. Ya tentunya bagi pengunjung luar Surabaya kalau berkunjung ke sini bisa jadi awalan untuk mengenali Kota Surabaya yang penuh dengan peristiwa sejarah di tiap sudutnya. Lalu member mataponsel yang ikutan ke sini patut berbahagia karena bisa masuk gratis hanya dengan menunjukkan kartu pelajar atau kartu mahasiswa. Yap, bagi pengunjung dengan status pelajar di sini gratis masuk. Tapi tiket untuk masuk ke sini juga ga mahal kok, Cuma IDR 5000 aja. Setelah haha-hihi di Tugu Pahlawan, kami melanjutkan rute di Museum Kesehatan yang tidak jauh dari Tugu Pahlawan. 

Museum Kesehatan dr. Adhyatama

MP_Jatim Squad di Tugu Pahlawan
Sumber: Dokumentasi Pribadi Mataponsel Jatim


Museum yang terletak di Jalan Indrapura no. 17 ini memang memiliki koleksi barang-barang yang berhubungan dengan kesehatan manusia. Sebagian besar orang atau bahkan semua yang pernah berkunjung ke sana akan mengatakan suasana di dalam museum tersebut adalah menyeramkan. Ya bagaimana tidak? Karena selain memamerkan benda yang lazim dan dapat dinalar dalam hal kesehatan, ada juga benda-benda yang berhubungan dengan dunia mistis. Seperti air-air suci yang entahlah, boneka jelangkung, sampai yang berhubungan dengan santet. Tapi justru di situ daya tarik museum ini. Percaya atau tidak, hal-hal tabu dan mistis seperti itu juga dikaji dalam dunia medis.

Hal menarik bagi saya adalah sebuah pintu bertuliskan ‘Dunia Lain’ yang selalu dalam keadaan terkunci. Kabarnya tak sembarang orang boleh masuk dan saya juga tidak tahu ada apa dalam ruangan tersebut. Ya.. meskipun menyeramkan tapi saya akui museum ini sangat menarik untuk dikunjungi. Apalagi yang tertarik dengan dunia medis atau dunia yang seram-seram. Haha..... Tidak semua menyeramkan ada juga benda di sana yang bisa membuat tertawa kami. Ya datang sendiri ke sana saja lah bagi yang penasaran. Buka setiap hari kok kecuali ada hari libur nasional. Senin-jumat jam operasionalnya mulai dari jam 08:00 – 15:00, sedangkan sabtu-minggu jam 09:00-14:00. Sewaktu museum sudah tutup, kami MP_Jatim sekeluarga malah masih asyik nongkrong di bawah pepohonan sambil memotret toys. Sampai dilihatin orang-orang yang masih di sana. Mereka penasaran kenapa kami dlosoran lalu membidik lensa ponsel ke mainan di tanah. Yaa namanya aja passion. Halah, haha...
Dlosoran Motret Mainan
Sumber: Dokumentasi Pribadi Mataponsel Jatim

Macam-macam hasil foto rontgen
Sumber: Dokumentasi Pribadi D, Indah Nurma

Coba zoom apa itu. Wkwkwk
Sumber: Dokumentasi Pribadi D, Indah Nurma

Diagnosa Kanker Otak oleh Dukun
Sumber: Dokumentasi Pribadi D, Indah Nurma


Museum House of Sampoerna

MP_Jatim Squad di Hos
Sumber: Dokumentasi Pribadi Mataponsel Jatim
House of Sampoerna, museum tentang rokok dan sejarahnya yang berkaitan ini terbatas untuk kalangan usia 18 tahun ke atas. Jadi saat masuk ke dalam museum, kita akan diminta untuk menunjukkan kartu tanda penduduk alias KTP. Yak sebelum menuju ke sini saya sempat bingung karena ada beberapa member yang usianya belum 18 dan bahkan belum punya KTP. Macam mana saya bisa meloloskan mereka masuk? Haha, boleh kali ya kalau diakui sebagai adik, jadi kan ada yang bertanggung jawab. Lha wong bocah kecil aja bisa masuk asal bareng ortunya. Then, yang terjadi? Seorang member yang belum genap 18 tahun ditolak mentah-mentah meski saya ini kakaknya eh tetangganya. Haha... Yasudahlah yang sabar ya nak.

Tukang Foto Juga Suka Narsis Lhoo
Sumber: Dokumentasi Pribadi Mataponsel Jatim
Tapi apa sih yang ada di dalam Museum House of Sampoerna? Dalam satu site sebenarnya ada bangunan museum, cafe, dan galeri seni. Nah di museumnya ini isinya tentang rokok seperti bahan-bahannya, alat cetak bungkusnya, sampai proses pelintingan. Selain itu tentang rokok ada pula tentang pemasaran rokok yang awal mulanya di warung kelontong. Bagian inilah yang khusus boleh dimasuki oleh yang usianya 18 tahun keatas. Tentu ini bagian yang paling seru. Tapi karena saya menemani member yang tidak bisa masuk museum jadinya enggak tahu kehebohan apa yang member lain lakukan di dalam sana. Sebenarnya setiap sudul HoS ini photoable lho dan sejuk. Itu salah satu sebabnya saya menaruh HoS di rute terakhir. Sambil foto-foto sambil ngaso. Pulangnya makan di warung padang depan HoS. Hahaha... Selebihnya bisa dibaca di sini deh ada apa aja di sana.


Yasudah sekilas itu dulu (1000 kata lebih cuma sekilas?). Semoga bisa jadi referensi saat kalian ingin singgah sebentar di Surabaya.