Friday, 20 May 2016

Tumblr Bernama Stasiun Rasa


Yang membuka blog saya beberapa waktu belakangan pasti agak sedikit kecewa karena tidak menemukan tulisan dari hati seperti sebelum-sebelumnya. Dan berpikir bahwa saya berhenti menulis. Sebenarnya saya tidak berhenti menulis, saya tetap menulis bahkan hampir setiap hari di sebuah Tumblr bernama Stasiun Rasa. Mana mungkin saya berhenti menulis karena bagi saya menulis itu adalah cara agar orang lain tahun bahwa saya masih hidup. Seperti yang kalian tahu, Tumblr juga merupakan platform untuk blogging hanya saja tulisan saya yang ada di sana dan di blog ini berbeda. Ada beberapa hal yang membuat saya membedakan tempat untuk menulis.

Mengapa harus berbeda blog?

Stasiun Rasa murni berisi tulisan tentang curhatan yang meskipun tidak sepenuhnya bercerita tentang diri saya sendiri. Tulisan di sana juga tidak terlalu panjang, tidak memerlukan kondisi tulisan yang berisi 5W+1H. Seringnya berisi tulisan pendek, sajak, dan quote yang tiba-tiba muncul di kepala begitu saja. Kebanyakan tentang impian dan cinta. Yaa sebenarnya karena jatuh cinta jadi bisa menulis hampir setiap hari di sana, hehe...

Blog ini berisi tulisan yang panjangnya minimal 350 kata dengan penggunaan kata 'saya' sebagai penunjuk sudut pandang. Berbeda dengan di Tumblr Stasiun Rasa yang saya tulis dengan kata 'aku' sebagai penunjuk sudut pandang. Jadi biarlah di sini berisi artikel yang (sedikit) berbobot dengan kata ganti saya yang terkesan halus. Sedangkan di sana biar jadi aku dengan segala ke-aku-anku. Terkesan seperti punya dua kepribadian ya? Atau terkesan seperti bermuka dua? Enggak kok hanya sedikit jaim aja.

Sudah sekitar dua tahun dan baru setahun ini aktif menulis di sana. Awalnya dibuat untuk jadi Tumblr anonim saja tapi pada akhirnya menyerah juga dan ya sudahlah biar bisa dibaca oleh banyak orang. Karena kadang ada juga yang mencomot tulisan manis (ceileeeh) di sana tanpa disertakan sumber. Hmmm masalah yang umum ya? 

Pernah mengalami menulis sesuatu yang romantis di status sosial media dan dikomen galau atau baper? Saya pernah dan sering. Akhirnya alasan itu juga yang membuat saya untuk bikin halaman di Tumblr dan berganti menulis yang indah-indah dari hanya jadi status bisa jadi tulisan di halaman khusus. Rasanya juga sayang jika tenggelam begitu saja di sosmed. Saya memang bukan pujangga tapi saya menikmati menulis apa yang saya rasakan di hati dengan kata-kata yang halus. Siapa tahu nanti bisa jadi pujangga beneran, eh :p

Jadi apa kalian juga punya akun Tumblr? Silakan mampir di http://stasiunrasa.tumblr.com/ dan berkenalan dengan sisi lain diri serta pemikiran saya.