Thursday, 16 June 2016

Gara-Gara Ibu Budi Pergi Ke Pasar, Netizen Plurk Berlomba Menjadi Kreatif. Kok Bisa?

Siapa yang tidak tahu sosial media bernama Plurk? Atau mungkin malahan sudah lupa? Dan yang masih ingat akan bertanya? “Plurk masih ada?” atau “Ya Tuhan kamu masih main Plurk?” Kalau ada yang bertanya seperti itu maka saya akan jawab iya saya masih main plurk sampai sekarang. Bahkan bisa dibilang sangat aktif karena terlalu nyaman dengan lingkaran pertemanannya.

Ibu Budi pergi ke pasar
Merupakan frasa yang sudah melekat di telinga orang Indonesia sejak masa belajar membaca. Lalu apa hubungannya antara Ibu Budi pergi ke pasar dengan para Netizen Plurk yang berlomba-lomba menjadi kreatif? Judul yang saya berikan pada tulisan kali ini juga merupakan bagian dari turut serta berlomba menjadi kreatif sebagai Plurker. 

Kehebohan soal Ibu Budi pergi ke pasar ini adalah akibat dari thread seorang Plurker dengan username @lukmandisini yang menuliskan  
[Soal Bahasa Indonesia 2016] “Ibu Budi pergi ke pasar" Ubahlah kalimat di atas menjadi kalimat clickbait! /gak

Kalimat clickbait atau jebakan klik/umpan kllik merupakan hal yang lazim kita temui di era yang serba digital seperti ini. Media-media online menggunakan clickbait untuk menarik pembaca dan seringkali berhubungan dengan iklan yang didasarkan pada jumlah klik. Umumnya penulis di media online menggunakan kalimat yang membuat penasaran para pembacanya sebagai judul berita. Bisa dengan menyembunyikan isi berita, menggunakan kalimat tanya, atau kata seru dan masih banyak lagi. Dan nyatanya hal tersebut memang berhasil membuat kita penasaran lalu meng-klik berita tersebut dengan harapan menemukan informasi yang memang bagus.

Dari lazimnya era berita yang seperti itu mungkin mendorong @lukmandisini untuk membuat thread seperti itu. Dan menurut saya itu adalah thread terbaik dan paling menghibur yang pernah saya baca. Memang saya tidak ikut berkomentar karena sibuk berdecak membaca komentar Plurker lain yang memang sangat kreatif. Tapi rasanya akan sayang jika thread tersebut tenggelam begitu saja meskipun sudah mendapat 49 replurk, 35 like, dan lebih dari 200 respon, jumlah yang banyak mengingat plurk di Indonesia tidak sepopuler sosial media lain. Maka dari itu saya membuat satu tulisan ini untuk mengabadikan  thread tersebut. Daripada penasaran langsung saja simak beberapa respon yang saya upload berikut ini. 

Thread  @lukmandisini

Respon 1
Respon 2
Respon3
Cukup menghibur kan? Sebenarnya masih banyak lagi. Tertarik untuk membaca selengkapnya? Langsung saja ke link berikut https://www.plurk.com/p/lnyqe6 

Catatan: Display name para plurker mengandung unsur makanan karena saat ini bulan puasa, entah sejak kapan tradisi  ini berlangsung.