Thursday, 29 June 2017

Belajar Sejarah Di Museum Jenang Kudus

Sudah hampir dua bulan saya resmi pindah domisili. Setelah cerita singkat dari anak kota yang pindah ke desa. Jadi tepatnya Jawa Tengah bagian mana yang saya tinggali? Dari judul kalian sudah bisa menebak, yups... saya tinggal di Kabupaten Kudus. Singkat cerita di akhir bulan ramadhan ini saya yang anak rantau juga melakukan persiapan untuk pulang kampung kota ke Surabaya. Tidak ada ritual khusus untuk membelikan sanak saudara oleh-oleh dari perantauan. Saya hanya ingin membelikan oleh-oleh untuk Ayah tercinta. Hahaha...

Bagian Depan Jenang Mubarok


Semua orang pasti tau kalau Kudus punya jenang yang legendaris bernama Jenang Mubarok. Akhirnya sambil mencari buka puasa saya mampir ke toko oleh-oleh yang baru saja buka. Toko oleh-olehnya cukup besar dengan sistem swalayan. Yang dijual juga bermacam-macam, dari Jenang Mubarok yang original sampai coklat jenang dengan bentuk miniatur Menara Kudus. Selain itu juga ada berbagai macam keripik, oleh-oleh khas dari komoditas Kudus seperti enting-enting mlinjo titipan Ayah saya.

Bagian dalam pusat oleh-oleh
Lalu dimana Museumnya? Nah ternyata bagian lantai dua dari toko oleh-oleh ini adalah Museum Jenang Kudus yang disebut-sebut sebagai Museum Jenang pertama dan satu-satunya di Indonesia. Waktu pembukaannya sih ramai sekali, kebetulan waktu itu sedang ada urusan pekerjaan di dekat sana. Sampai karangan bunga ucapan selamat berjajar hampir di sepanjang Jalan Sunan Muria. Jadi setelah berbelanja kita bisa menitipkannya di kasir dan berkeliling museum terlebih dahulu atau berkeliling  dulu kemudian baru berbelanja. 


Miniatur Menara Kudus


Legenda Jenang Kudus


Kalau saya bilang Museum Jenang Kudus ini cukup compact dengan ruangan yang tidak terlalu luas tersebut saya bisa merasakan teredukasi dengan baik. Tidak hanya soal sejarah jenang, tapi juga bisa mengenal Kabupaten Kudus secara umum. Saat memasuki lantai dua, interior yang khas adalah dinding dengan kain batik. Kemudian disambut dengan sekilas cerita mengenai legenda Jenang Kudus. Pada sisi kiri terdapat showroom batik yang khas dan juga tempat menikmati kopi Muria. Dan di sisi kanan adalah bagian inti Museum Jenang Kudus ini. Yang cukup menyita perhatian adalah replika Menara Kudus yang terletak persis di tengah museum. Kemudian Sebelah kiri ada patung pembuat Jenang Kudus dengan alat-alat tradisional yang berjajar rapi di sampingnya. Di sebelah kanan terdapat alat yang sudah modern yang digunakan untuk memproduksi Jenang Kudus saat ini.  Tidak hanya itu, diorama yang menceritakan pemasaran  Jenang Kudus yang khas sejak zaman dahulu juga sangat menarik. Di bagian belakang terdapat replika rumah tradisional Kudus dan dilengkapi dengan sejarah singkat dari tokoh-tokoh penting yang berjasa bagi Kabupaten Kudus. Dan di tempat ini juga dilengkapi dengan fasilitas musholla yang bersih dan cukup luas. 
 
Generasi Pertama Pembuat Jenang Mubarok

Generasi Kedua Pembuat Jenang Mubarok

Generasi Ketiga Pembuat Jenang Mubarok



Diorama Pasar Bubar Menara

Diorama Pasar Bubar Menara

Bupati Kudus Dari Masa Ke Masa

Sejarah Kudus
Mungkin yang sedang pulang kampung ke Kudus atau yang melewati kabupaten ini saat arus balik nanti, bisa banget buat dijadikan mudik wisata sekaligus mencari oleh-oleh.

Oh ya, untuk pengunjung plis banget taati imbauan “don’t touch” pada benda-benda yang dipamerkan. Yang mengajak anak-anak juga dimohon untuk bisa menjaganya, karena anak kecil rasa ingin tahunya tinggi. Dan untuk pihak museum, mungkin bisa untuk menambah personel yang mengawasi. Marilah sama-sama menjaga dan menghargai karya orang.




Museum Jenang
Jalan Sunan Muria No 33. Glantengan, Kota Kudus, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah.
Telp: (0291) 432633 
mubarokfood.co.id