Monday, 29 October 2012

Jelajah Kota Surabaya

Peta SHT
Rute perjalanan warisan Kota Surabaya. Surabaya sebagai salah satu kota Indische di Indonesia memiliki warisan bentuk kota yang mirip dengan kota-kota di Belanda. Bukan hanya bentuk kotanya saja, namun arsitektur bangunannya juga. Selain kota tua dengan arsitektur khas eropa, warisan lainnya juga dapat dilihat dalam bentuk perkampungan Cina yang terletak di Kawasan Kembang Jepun sampai dengan perkampungan orang-orang Arab yang terletak di kawasan Ampel.




Akhir pekan yang panjang, adalah sebutan untuk tanggal merah yang jatuh pada hari jum'at. Biasanya manusia banyak melakukan pergerakan ke luar kota. Hal itu tidak berlaku bagi kami (aku dan Ika). Kami tetap tinggal di dalam kota dan sudah merencanakan liburan seru. Sabtu libur panjang yang satu paket dengan Hari Raya Qurban tahun ini, si Ika tinggal di Surabaya padahal yang lain pulang ke daerah asal. haha... Gak usah berkecil hati, kita akan jalan-jalan.
Matahari di atas ubun-ubun, ba'da sholat duhur, kupacu kuda besi menuju asrama untuk meyelamatkan ika dari pengeran kesepian di asrama. nyahaha... Dengan ransel penuh dan helm dia lebih mirip mau camping. Tapi tujuan pertama adalah mengunjungi House of Sampoerna, karena dia turis dari Palembang jadi aku yang menjelma pemandu (wisata) buatnya.Yang mau tau tentang House of  Sampoerna mungkin bisa berkunjung dulu ke Websitenya.
Di dalam Museum
Masih di dalam museum hasil dari timer :D
Sengaja nih foto-foto di dalam museum cuma dikit biar tegoda dan kalian ke sana sendiri, hehe. Sebenarnya di dalam masih banyak benda-benda keren, seperti macam-macam rokok, alat pelinting rokok, korek api jadul dan yang lainnya yang berhubungan dengan Sampoerna. Yang paling menggoda adalah lantai dua yang ada souvenirnya. Sangat menggoda buat saya yang penyuka gantungan kunci, sticker, pin, dan kaos -__-
Sudah-sudah, kita beralih keluar museum ya...
Foto bersama Chaplin
Uuuu Tante Marilyn Monroe
Yuk yuk.. kita bergerak menuju Art Gallery. Tapi sebelum itu mumpung ingat ya kita mendaftarkan diri untuk Surabaya Heritage Track :D pertama sih udah masuk tuh nama kami, eh ternyata masuk di waiting list. Yasudahlah pasrah saja. Kita keliling saja lagi. Dan memang berkah sholat asar tepat waktu, sehingga akhirnya bisa mencicipi juga yang namanya SHT. Yuk deh, kita review jejak perjalanan di art gallery sampai akan naik SHT.
Saya di depan Cafe
Ika di depan Cafe

2 orang dalam waiting list SHT -_-
Nah, waktu kami ke art gallery sedang ada pameran kain batik. Keren-keren sih, tapi ga boleh megang, padahal kan pengen tau kualitas kainnya dan jenis kainnya. hehe... Sak karepe dewe :p Art gallery ini terletak di belakang cafe dan di dekat musholla. Terdiri dari dua lantai. Semua juga bernuansa klasik. Lantai dua ini adalah bagian dari loteng. Eksotik banget sih kalau buat foto-foto. Tapi, kalau ke museum jangan cuma foto doang ya, ilmunya juga diambil dong. haha..
Batiknya
Bagian loteng
Ba'da sholat ashar itu, akhirnya kami mendapat kepastian akan terangkut oleh SHT, yay :D Warna busnya keren dan rutenya juga lebih keren dong. Rute kami kemarin adalah rute weekend yang panjang. Yap start dan finish adalah di House of Sampoerna.
Wajah sebelum mendapat kepastian berangkat

Yang ini setelah dapat kepastian (kok ga beda ndah? haha)
Ini adalah tiket yang membawa kami ke foto-foto berikutnya



Dengan rute awal adalah Jalan Rajawali, Jalan Veteran, Jalan Pahlawan, Jalan Tunjungan, Jalan Gubernur Suryo kemudian berhenti di Balai Pemuda selama 15 menit. Balai Pemuda itu dulunya adalah sebuah kelab untuk bersenang-senang  yang tidak boleh dimasuki oleh pemuda peribumi. Di sana juga ada peta Surabaya yang kece punya, dan juga ada Tourism Center. Di dalam tourism center selain ada brosur tempat wisata museum juga ada suvenir dan kaos-kaos yang bertuliskan banyak hal tentang Kota Surabaya. Turis lokal macam saya saja tergoda untuk membeli apalagi turis luar. hehe.. Yang lucu di sesi ini adalah ketika kami masih memilih suvenir, mas pemandu wisata sudah manggil-manggil kemudian meninggalkan kami. Alhasil kami harus lari sampai depan Zhangrandi biar gak ketinggalan bus. Gak mbois cak!
Ini nih buktinya

Tourism Center

Peta :D

Prasasti Balpem :p
Perjalanan selanjutnya setelah aksi kejar mengejar bus adalah melewati Jalan Walikota Mustajab, di sana banyak yang jual berbagai macam makanan lho, yang terkenal sih Sate Keloponya. Lalu ke Jalan Genteng Kali dan berhenti di Gedung Kesenian Cak Durasim. Cak Durasim ini adalah seniman Ludruk sejati di jaman Surabaya Tempo Dulu. Beliau memprakarsai perkumpulan Ludruk di Surabaya. Pada tahun 1937 mempopulerkan cerita-cerita legenda Soerabaja dalam bentuk Drama.Tahun 1942 saat penjajahan Jepang, Ludruk menjadi media siar dan media juang arek-arek Soerobojo. Saat itu selain menampilkan drama legenda Surabaya, melalui Ludruk juga mereka mengkritik pemerintahan penjajah. Pada puncaknya waktu pentas di Keputran Kejambon Surabaya Cak Durasim melantunkan Kidungan yang sangat populer yang berbunyi :“Bekupon omahe doro, melok Nippon tambah soro”  - Bekupon Sangkar burung dara, Ikut NIPPON (Jepang) bertambah sengsara”. Yang artinya, silakan artikan sendiri, haha. Kidungan tersebut membawa Cak Durasim pada penangkapan dan penyiksaan oleh Jepang. Pada tahun 1944 Cak Durasim menghembuskan nafas terakhir di dalam penjara dan dimakamkan di Makam Islam Tembok.
Di depan Gedung Kesenian Cak Durasim

Patungnya

Ini papan informasi seni dan budaya

Ini papan informasi wisata di Jawa Timur

Waktu habis dan harus kembali naik bus
Rute selanjutnya setelah berhenti di Cak Durasim adalah kembali melewati track warisan kota seperti Jalan Praban, Jalan Bubutan, Jalan Kepanjen, Jalan Merak, dan Jalan Rajawali kemudian kembali lagi ke House of Sampoerna. Sepanjang perjalanan tentunya mas pemandu wisata menjelaskan tentang rute yang kami lewati. Tentu saja itu menarik sekali buat saya yang suka sejarah, apalagi sejarah kota saya sendiri. Itu keren sekali dulur. Setelah sampai kembali di House of Sampoerna, hal pertama yang kami lakukan adalah menuju kamar kecil untuk yaaaa... haha. Dan sebelum pulang tidak lupa memotret suvenir yang sudah dibeli tadi. hehe..
Suvenir tentang Surabaya yang kami beli :D

Bersenang-senangnya tidak sampai di House of Sampoerna dan perjalanan sejarah saja. Tau Taman remaja Surabaya? Terakhir kesana waktu kami aku masih muda sih :p dan pengen banget ngajak temen kembali ke sana. Meski ya permainannya tidak sebanyak tama bermain modern yang lainnya, tapi buatku itu cukup menyenangkan. Di sana kami naik wahana Family Swinger, Twin Dragon, Rumah Hantu, Mono Rail, dan Bom Bom Car. Langsung aja ke foto-fotonya ya.
Di pintu masuk nih 

Add caption

Family Swinger

Permainan Bocah

Ektrem dan tak ekstrem

Family Swinger Lagi

Boom-Boom Car

Mono Rail Ulat :D

Twin Dragon yang menyenangkan :D
Alhamdulillah ini berkah sholat tepat waktu, terima kasih bebeb ika. Jalan-jalan yang menyenangkan di kota sendiri :D

Thursday, 20 September 2012

Semangat itu...

Kupikir penyemangat haruslah seperti hidrogen untuk matahari. 
Tapi ternyata salah, hidrogen akan habis dibakar dan matahri tidak akan bersinar lagi setelahnya.
Kudapati pikirku dan mungkin-mungkin yang lain.
Mungkin penyemangat haruslah seperti sumber air, ia tetap memancar dan menyegarkan sekitar selama sekitar mata air juga menjaga dirinya tetap ada.  
Berarti penyemangat itu bukanlah bahan bakar nantinya bisa habis membakar diri sendiri, tapi sumber yang selalu ada saat diri semakin pantas untuk disemangati.

Sunday, 16 September 2012

Review Backpackeran di Yogyakarta

 Review ini dari perjalanan terbaru saya dan teman saya saat mengisi liburan setelah hari raya dan sebelum masuk kuliah. Mengapa harus Jogja lagi? Tentunya karena tempat ini menarik, tempat ini patut dirindukan, tempat ini menyenangkan, semakin mengunjungi semakin ingin kembali. Perjalanan ini kami lakukan tanggal 30 Agustus sampai 1 September 2012. Baiklah inilah itinerary kami. Simak baik-baik rencana perjalanan yang singkat dari kami.

30 Agustus 2012 
06.00 berangkat dari Surabaya menumpang Kereta Pasundan dengan tujuan akhir Stasiun Kiara Condong Bandung. Tips bawalah beberapa uang koin selama perjalanan karena akan banyak pemusik dan penawaran jasa bersih-bersih kolong kursi anda.
Surabaya Gubeng

12.10 tiba di stasiun tujuan yaitu Stasiun Lempuyangan Yogyakarta, untuk anda yang Muslim sebaiknya sholat dulu di masjid stasiun sebelum melanjutkan perjalanan dijamin lebih segar dan memulihkan lelah perjalanan anda. Waktu itu selain sholat kami manfaatkan juga dengan brunch.
Yuyung di Lempuyangan
 12.30-13.30 Melanjutkan perjalanan menuju Jalan Sosrowijayan. Mengapa di sana? karena banyak penginapan, anda bisa memilih sesuai ukuran kantong anda. Menurut majalah info backpacker jalan ini adalah salah satu meeting point backpacker dunia di Indonesia. Dari Lempuyangan ke Malioboro atau Sosrowijayan bisa dengan jalan kaki atau naik becak.
14.30-09.00 Nah anda yang ini terserah anda mau diisi dengan kegiatan apa. Waktu itu kami isi dengan menyusuri sepanjang Jalan Malioboro sampai Jalan A. Yani, Ya anda pasti tau bahwa di sana banyak orang berjualan macam-macam. Waktu itu kami habiskan sore di Masjid Sulthoni karena kangen dengan suasana masjid. Kemudian untuk kuliner kami memilih beli jajanan, yaitu loenpia semarang isi telur atau ayam dan juga mencoba bakso di pinggir jalan. Setelah malam tiba kami pergi nongkrong di dekat Tugu dan sekalian foto-foto juga. Anak baik tak boleh pulang larut malam, hehe.. yasudah kami kembali ke penginapan.
Tugu


31 Agustus 2012
07.30-08.00 Sebelum bepergian, kami isi perut dulu. Kantong pas-pasan lebih enak memilih nasi kucing untuk sarapan. Karena kami wanita, porsi segitu sudah terasa cukup. Di sana juga bukan cuma nasi kucing yang dijual, ada bihun juga, ada macam-macam gorengan enak dengan harga terjangkau, dan ada aneka macam sate, seperti sate telur puyuh, krecek, dan usus. 
Semua yang ada disini enak :p

08.00-09.00 Ke Candi Prambanan dengan menumpang Trans Jogja. Di sini turun masih harus berjalan 1Km lagi untuk sampai di pintu masuk candi. Tenang bro, 1 Km deket banget kok. Tapi kalau gak mau jalan di sana juga ada andong maupun becak yang siap mengantar anda sampai ke pintu masuk. Tapi masih enak jalan, serius deh hehe...
Di dalam Trans Jogja nih

09.00-12.50 mengelilingi komplek Candi Prambanan yang eksotis. Kalau anda ke sana pasti tau lah bisa lama karena apa. Biasa hehe...

14.00-15.30 Makan siang dengan mie ayam di pinggir jalan Malioboro dan menunggu sampai adzan Ashar. Sekalian sholat di Sulthoni begitu. 
15.30-17.30 menikmati sore di perempatan Kantor Pos besar sambil makan sate ayam yang banyak dijual di sana. Karena waktu itu masih lapar saja. hehe... Setelah itu kembali berjalan ke penginapan dan tak lupa membeli loenpia yang istimewa itu untuk berjaga agar perut tidak lapar lagi.
Yuyung dan Satenya, haha

19.30-21.00 Mulai survey harga barang-barang yang ingin dibeli besok. Sekalian minum yang seger-seger di KFC. Tentunya yang dimakan adalah loenpia tadi. 

1 September 2012
07.30-08.00 Sarapan pagi di Nasi Kucing Jalan Sosrowijayan.

08.00-10.30 Berjalan ke Benteng Vredeburg tentunya untuk mengunjungi tempat itu. Ternyata tempat tersebut sudah berbenah cukup banyak sehingga semakin menyenangkan untuk dikunjungi. Selain ada museumnya di sana sekarang juga terdapat kafe yang menu dominannya kopi, Indische Koffie namanya. Kebetulan sekali untuk saya yang memang suka kopi. Museumnya sangat menarik untuk saya pribadi, karena saya yang memang suka belajar Sejarah. JASMERAH Bung!
Baca tentang sejarah

Yung, ke Museum itu belajar bukan foto-foto.

Eh aku kok juga :p
Ice Cappucino dan Guava Float di Indische Koffie

10.30-12.30 Anda bisa mengelilingi komplek Keraton dan Tamansari. Tapi waktu itu kami hanya mengunjungi Tamansari karena sudah pernah masuk ke Keratonnya. 


13.00-15.00 berburu oleh-oleh di sepanjang Malioboro dan Pasar Pathuk. Saya sih beli celana batik yang memang saya butuhkan. Hehe.. dan juga gantungan kunci serta stiker yang saya memang menyukai barang-barang seperti itu. Yang gak boleh ketinggalan itu adalah belu Bakpia Pathuk.

16.00-19.00 Check Out dari penginapan dan membeli bekal nasi kucing untuk dimakan nanti malam. Karena kereta kami tibanya baru jam 10 malam. Tempat yang ditujua mana lagi kalau bukan Masjid Sulthoni. Di sana menghabiskan Ashar, Maghrib, dan Isya.
19.00 Mulai ke Stasiun Lempuyangan karena tidak mau terlambat. Sambil nunggu kereta kami makan Nasi Kucing yang sudah kami beli tadi. Pastinya waktu masih lama bro, ngapain ya enaknya? Karena kami emang bocor dan suka nyanyi. Okelah kita play musik dari hape dan nyanyi-nyanyi. Gak takut malu mbak? Ya enggak lah. Kan hak kita mau ngapain, lagi pula besok sudah gak ketemu orang-orang itu kok jadi santai aja. hehe...
21.40 Kereta datang dan kami pun diangkutnya pulang ke kota tercinta. Alhamdulillah...

Nah berikut ini adalah rincian biaya bersih kami. 
Tiket kereta api PP                           = Rp 68.500
Tiket Masuk  Prambanan                  = Rp 30.000
Tiket Masuk Vredeburg                    = Rp   2.000
Trans Jogja ke Prambanan PP           = Rp   7.000
Penginapan 2malam dibagi 2 orang    = Rp 50.000
Makan nasi kucing 3x  (@1500)       = Rp   4.500
Sate Ayam+setengah lontong             =Rp    6.000
Mie Ayam                                         =Rp    6.000
Bakso                                               =Rp    7.000
Becak PP St. Lempuyangan/2 orang  =Rp  15.000
Becak PP Tamansari/2orang              =Rp    5.000
Total                                                 =RP 201.000
Biaya diatas bersih tidak termasuk oleh-oleh dan hobi jajan atau ngopi kami. Hehe... Selamat berlibur saudara. Bagi yang ingin mengikuti cara kami, silakan. Asik loh :D