Tuesday, 4 December 2018

Wonderful Indonesia Nuansa Pulau Pribadi di Gili Labak



Kabupaten Sumenep dikenal sebagai kabupaten yang tidak hanya memiliki wilayah daratan saja namun juga kepulauan. Di wilayah daratannya sendiri, kabupaten ini memiliki pantai-pantai yang indah dengan air laut berwarna biru seperti Pantai Lombang. Sedangkan di wilayah kepulauannya tidak diragukan lagi memiliki banyak pulau yang cantik dengan pantai dan terumbu karang. Kabupaten Sumenep juga memiliki empat pulau kecil yang disebut dengan gili, salah satunya adalah Gili Labak.

Gili Labak ini merupakan pulau kecil yang masih termasuk dalam Desa Kombang, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep. Untuk mencapainya bisa dibilang masih sulit karena tidak ada kapal dengan pelayanan rute khusus. Satu-satunya cara yaitu dengan menyewa perahu sendiri dari Pelabuhan Kalianget atau Desa Kombang yang terletak di Pulau Poteran.

Dari kejauhan pulau seluas 5 hektar ini terlihat dikelilingi oleh pantai berpasir putih dan laut yang biru. Saat sampai di Gili Labak terkesan seperti pulau pribadi karena pulau ini hanya dihuni oleh 35 kepala keluarga yang bermatapencaharian sebagai nelayan. Dengan ombak yang tenang dan terumbu karang yang relatif masih bagus menjadikan snorkeling  sebagai salah satu kegiatan wajib saat berkunjung ke Gili Labak. Namun pulau dengan beragam daya tarik ini belum dikelola oleh pemerintah kabupaten setempat. Hal tersebut dapat dilihat dari minimnya fasilitas umum untuk wisatawan.  Kegiatan snorkeling hanya bisa dilakukan jika kita membawa peralatan sendiri. Toilet umum juga masih mengandalkan meminjam pada warga setempat. Untuk menginap bisa mengandalkan menumpang di rumah warga ataupun dengan berkemah.

Meski demikian tidak mengurangi keseruan berlibur di Gili Labak. Karena selain disuguhi dengan pemandangan alam yang memukau juga dapat bercengkerama dengan warga yang ramah. Mengunjungi Gili Labak menjadi keistimewaan tersendiri. Melihat pesona negeri dari keindahan alamnya dan juga melalui keramahan penduduknya. Tidak salah jika banyak pengunjung yang ingin kembali untuk menikmati suasana tersebut.

Kira-kira begitulah saya mendeskripsikan Pulau Gili Labak tahun 2014 lalu, saat saya pertama kali menginjakkan kaki di sana.

Tahun 2018 sudah memasuki bulan terakhir dengan banyak destinasi Wonderful Indonesia lain yang pernah saya kunjungi, namun Gili Labak selalu punya tempat tersendiri di memori saya. Betapa tidak, saya menjadi saksi banyaknya pengunjung yang setiap tahun ke Gili Labak.
Pertama Kali Ke Gili Labak
Foto oleh: Teman Saya Nui
Menelajah Pulau
Foto Oleh: Teman Saya Nui

Tahun 2014 Bulan Mei saat pertama kali ke Gili Labak saya seperti terdampar di pulau kecil tanpa penghuni. Dari pinggir tak terlihat bahwa pulau kecil itu dihuni oleh orang-orang ramah. Tak ada tanda-tanda tempat ini dikelola sebagai tempat wisata. Saya bercengkerama dengan penduduk asli Gili Labak. Di warung yang seadanya, saya disuguhi teh hangat untuk meredakan mabuk laut dan kelapa muda yang pohonnya mengelilingi pulau ini. Bahkan saya bertemu seorang pengunjung lain yang sampai sekarang kami masih menjadi teman baik.

Di tahun yang sama bulan berikutnya, saya kembali bersama sekitar 20 orang yang minta saya menemani mereka berkunjung ke Gili Labak. Tua, muda, dan anak-anak, sangat terkejut bahwa di dekat Pulau Madura ada pulau kecil pesona Wonderful Indonesia yang sangat cantik dengan pasir putih dan laut yang biru dan jernih. Masih sama, tak ada fasilitas untuk wisatawan, semuanya menumpang di tempat penduduk sekitar.
Kemah Di Gili Labak

Di tahun yang sama akhir bulanke-9, saya kembali mengunjungi Gili Labak. Rasanya seperti jatuh cinta yang ingin cepat-cepat bertemu. Saya kembali bersama orang-orang yang paling berarti bagi hidup saya. Biasanya mereka saya panggil Dugangers, orang-orang yang menghabiskan waktu kuliahnya dengan saya.

Kali ini saya sempatkan menginap dengan cara berkemah. Nuansa pulau pribadi di Gili Labak semakin terasa saat di bagian terluar pulau hanya ada dua tenda milik kami. Tidak ada orang lain yang berkemah saat itu. Rupanya saat itu tenda kami menghadap selatan karena matahari tenggelam terlihat sangat cantik. Seperti tenggelam di balik laut dengan pemandangan teman-teman saya yang bermain  di laut.
Menikmati Sunset
Shalat di pantai, merasakan angin laut, dan deburan ombak. Kemudian seseorang mendatangi kami dengan membawa Giant Trevally berukuran sedang, katanya untuk kami. Bersamaan dengan api unggun yang menyala, sebagian kami membersihkan ikan GT di laut kemudian membakarnya di api unggun dengan bumbu kecap manis. Ikan GT tersebut tak terlalu besar untuk mengenyangkan perut 11 orang tapi sangat cukup untuk memulai keakraban kami dengan orang asing yang baik tersebut.
Giant Trevally

Sekembalinya orang tersebut ke rumahnya, malam juga semakin larut. Kami tentu juga makin larut dengan suasana. Hanya ada kami yang berkemah di pulau kecil di tengah laut itu. Ini adalah salam perpisahan yang paling sempurna sebelum kami saling melepas menuju kehidupan masing-masing.

Saat pagi datang, dengan beberapa langkah saja kami juga bisa menemukan kaki langit tempat matahari terbit. Dan saat kami akan kembali ke Pulau Madura, beberapa orang wisatawan datang untuk berkunjung.


Tahun 2015 saya kembali ke Gili Labak bersama satu orang rombongan yang ingin dipandu untuk menikmati salah satu Wonderful Indonesia itu. Tidak sampai setahun rupanya Gili Labak sudah sedikit berubah. Warung-warung mulai menyediakan kebutuhan untuk wisatawan, yang paling penting sudah tidak ada lagi kesan pulau tidak berpenghuni saat pertama kali sampai.
Gili Labak 2016
Foto Oleh: Dok Pribadi

Sekitar akhir tahun 2016 saya kembali tapi hanya berdua dengan teman saya. Sebenarnya tujuan utama berkunjung adalah untuk penelitian. Tapi bolehlah untuk menikmati suasana Gili Labak dan berenang di laut. Saya ke sini selalu membawa alat snorkeling dan fin kesayangan saya. Meskipun sekarang kita juga bisa menyewa ke pemilik jasa perahu yang kita gunakan.
Warung Di Gili Labak 2016
Foto Oleh: Dok. Pribadi

Persiapan Makan Bersama Warga
Foto Oleh: Dok. Pribadi

Gili Labak saya di Tahun 2016 menjadi memori terakhir. Pasir putih yang menjadi daya tarik semakin terlihat bersih, toilet umum sudah tersedia, bahkan Gili Labak menuju mandiri untuk mengolah sampah plastik mereka. Mereka memiliki alat pengolah sampah plastik yang bisa mengubahnya menjadi bahan bakar minyak.
Alat Pengolah Limbah Plastik DI Gili Labak
Foto Oleh: Dok. Pribadi
Memori terakhir saya dengan percakapan panjang bersama dan makan bersama penduduk sekitar, tentunya dengan diterjemahkan oleh Bapak pemilik perahu yang sudah menemani saya berkunjung sejak 2014. Ya, mereka jarang yang bisa Berbahasa Indonesia, saya juga tidak bisa Bahasa Madura. Ternyata tidak perlu pergi jauh untuk menjadi asing. Di tempat yang dekat pun juga bisa merasa asing dan tersesat namun masih dikelilingi keramahan, this is Wonderful Indonesia.

Saya senang jika diminta menemani orang-orang untuk mengunjungi Gili Labak. Saya ingin orang-orang mencintai Gili Labak dan laut. Seiring terkenalnya pulau ini, saya ingin mereka mencintai sambil menjaga Gili Labak. Pesona Wonderful Indonesia memang sudah seharusnya kita jaga bersama. Ayo bagikan ceritamu mencintai pesona Indonesia dengan mengikuti Wonderful Indonesia Blog Competition



Thursday, 29 November 2018

Ngobrol Bareng Tempo: Mengenali Kemudahan dan Risiko Fintech Peer To Peer Lending Untuk Konsumen


Perkembangan teknologi sepertinya setiap hari semakin berlari, kita yang cuma berjalan seperti dapat salam good luck saja. Banyak sekali yang harus dipelajari agar kita bisa memanfaatkan perkembangan teknologi dengan baik, bukan malah jadi dimanfaatkan.

Beruntung kemarin (27/11/18) berkesempatan untuk ikut Ngobrol Bareng Tempo dan belajar tentang Fintech Peer To Peer Lending sekaligus diajak untuk mengenali kemudahan dan risikonya bagi konsumen. Istilah-istilah dalam pembahasan ini mungkin sudah tidak asing lagi tapi bagi saya tetap butuh bantuan untuk memahaminya. Tulisan ini selain untuk berbagi juga menjadi bahan belajar bagi saya. Mari sama-sama belajar.

Memahami Istilah Fintech Peer To Peer Lending

Fintech atau Financial Technology adalah sebuah inovasi di era teknologi yang berhubungan dengan finansial atau jasa keuangan. Dalam Fintech sendiri ada banyak sekali jenis yang selazimnya sudah kita kenal. Seperti pembayaran dan transfer, jual beli saham, investasi ritel, perencanaan keuangan, maupun peminjaman uang secara peer to peer (Peer to peer lending).

Sedangkan pengertian Peer to peer lending (P2P Lending) sendiri mudahnya adalah sebuah sistem yang mempertemukan pemberi pinjaman atau investor dengan peminjam secara online. Banyak dari masyarakat terutama UMKM yang terbantu dengan adanya P2P Lending ini.

Jadi  Fintech Peer To Peer Lending bisa kita definisikan sebagai inovasi teknologi keuangan dalam bidang peminjaman dana. Seperti sebuah marketplace dalam dunia e-commerce. Tentu inovasi ini banyak mendatangkan keuntungan dan kemudahan, tapi tetap memiliki risikonya masing-masing. 

Kemudahan dan Risiko Fintech Peer To Peer Lending Untuk Konsumen

Acara Ngobrol Bareng Tempo kemarin membahas tetang perkembangan Fintech di Indonesia serta kemudahan dan risiko fintech peer to peer lending untuk konsumennya. Ngobrol Bareng Tempo menghadirkan Bapak Samuel A. Pangerapan selaku Direktur Jendral Aplikasi Dan Informasi (APTIKA) OJK, Agus Kalifatullah Sadikin selaku Head of Partnership PT. Ammana Fintek Syariah, Andri Maidan selaku Chief Marketing Offocer dari Akseleran, dengan Bapak Ali Nuryasin selaku Redaktur Ekonomi Tempo sebagai moderator. 

Perkembangan teknologi yang cepat mau tidak mau memang mendorong perputaran uang dengan cepat juga. Semuanya serba dituntun cepat dan hasilnya semua orang mencari kemudahan. Fintech Peer To Peer Lending juga dinilai sebagai solusi cepat dalam dunia bisnis saat ini, namun kemudahan itu tetap memiliki risiko untuk konsumen. 

Di Indonesia sendiri penyedia Fintech Peer To Peer Lending sendiri sudah sangat banyak bahkan bisa dibilang menjamur. Untuk itu sebagai upaya untuk melindungi konsumen dan perusahaan fintech, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga memiliki kewajiban membuat regulasi yang mengatur tentang  Fintech Peer To Peer Lendingini. Saat ini ada 73 perusahaan fintech yang terdaftar di OJK termasuk Ammana dan Akseleran. Perusahaan yang sudah terdaftar di OJK tersebut harus sudah memperoleh ISO 27001.

Fintech Peer To Peer Lending ini menghadirkan segudang kemudahan untuk konsumen. Di antaranya P2P lending memberikan akses yang mudah terhadap peminjam dan prosesnya sangat cepat. Kemudahan dan kecepatan yang ditawarkan oleh P2P lending ini juga mendorong UMKM berkembang karena UMKM membutuhkan produksi yang cepat namun biasanya terkendala modal.

Tidak hanya menarik minat dan menawarkan kemudahan bagi peminjam, P2P lending juga menarik minat para investor. Biasanya tawaran instrumen investasi dengan pengembalian investasi tinggi dalam periodik tertentu. Selain itu beberapa fintech P2P lending juga menawarkan investor untuk bebas memilih ke mana uang mereka akan diinvestasikan. Para investor pemula juga akan sangat terbantu untuk belajar berinvestasi. 

PT. Ammana Fintek Syariah ini salah satu yang mendukung UMKM. Sistem kera mereka juga offline to online (O2O) yang sangat membantu para pelaku UMKM yang belum terbiasa dengan sistem online, namun proses investasi tetap dilakukan secara online. 

Akseleran juga termasuk fintech P2P lending  yang fokus pada UMKM. Akseleran sendiri memberikan syarat kepada peminjam berupa memberikan laporan laba yang pernah diperoleh dan juga rencana bisnis mereka. Hal ini menurut saya menguntungkan untuk peminjam dan juga investor agar sama-sama terlindungi. 

Di tengah kemudahannya fintech P2P lending juga memiliki risiko tersendiri. Baik bagi peminjam maupun investor. Bunga yang diterapkan dari fintech P2P lending ini cukup tinggi, lebih tinggi dari perbankan konvensional. Risiko yang dihadapi oleh peminjam juga bisa seperti yang marak diberitakan. 

Bagi investor sendiri fintech P2P lending  memiliki risiko keterbatasan dalam mengecek track record  pengelola. Beberapa perusahaan fintech P2P lending  ada yang tidak mengungkapkan nama peminjam pada investor. Belum lagi jika peminjam menunggak, risikonya ditanggung oleh investor.

Dengan beberapa kemudahan dan risiko yang saya tuliskan sebelumnya, memang sudah seharusnya konsumen cermat sebelum menggunakan jasa fintech P2P lending. Jangan sampai karena terdesak kebutuhan atau tergiur kemudahan menjadikan kita kurang cermat. Yang paling penting bagi peminjam, jangan melakukan peminjaman untuk kebutuhan konsumtif. Selain itu perlu kita perhatikan beberapa poin penting sebelum melakukan pinjaman dari fintech P2P lending  ini:


Monday, 26 November 2018

Festival Millenials Berkarya: Tempat Berkumpul Generasi Kreatif Persembahan Semen Indonesia


Generasi Milenial, akhir-akhir ini kata-kata ini sering muncul untuk mendeskripsikan anak muda masa kini. Generasi ini terkadang mendapat pandangan sebegai generasi yang sering bersenang-senang dan diragukan prestasinya. Padahal generasi millenial justru adalah generasi yang perlu dibimbing dalam pencarian mereka menemukan tujuan hidup.

Hari jumat lalu (23/11/18) di Wisma A. Yani, Gresik, saya  sebagai generasi milenial merasa terdampar di acara yang tepat. Festival Millenials Berkarya yang dipersembahakan oleh sitos.id menjadi seperti tempat berkumpulnya anak-anak muda atau generasi millenial yang kreatif dan juga peduli pada orang lain. Acara yang berlangsung dari pukul 13:00 hingga 22:00 diisi dengan sharing dari banyak pemuda yang menginspirasi.

Di area berlangsungnya acara Millenials Berkarya juga ada expo dari beberapa komunitas yang keren. Di antaranya ada dari Gresik Fit Squad (perkumpulan para pecinta lari di Gresik), Swelagiri (Pendaki, Penelaah, dan Pecinta Alam Semen Gresik), Marching Band Semen Indonesia, Kacapuri, P!YC (Provoke! Youth Club), Polyglot Indonesia, dan tak ketinggalan Kelas Inspirasi Gresik. 

Acara yang berlangsung dari siang hingga malam ini sangat penuh dengan agenda yang bermanfaat bagi kaum Milenial. Selain di big stage juga diisi dengan beberapa mini class yang sangat membuka wawasan. Ada dua mini class yang dibagi menjadi dua sesi. Para peserta bisa mengikuti kelas sesuai minat mereka. Para pengisi sesi mini class juga sangat sesuai dengan kondisi yang dilalui para generanis milenial. Pengisi mini class di antaranya adalah  Agoes Sam, owner dari  Coffee Talk Surabaya; Nuri Fauziah, Psikolog Trainer dan Founder dari Komunitas Jomblo Beriman; Aini Hanifa Founder Surabaya Youth; Aditya Abdurahman Founder Better Youth Foundation, Founder Main ke Masjid dan Pembina Punk Muslim. 

Millenials Berkarya yang malam hari ditutup dengan Hypest Music dari Pusakata, ITS Jazz, dan Jellyseger juga dihangatkan dengan Hypest Talk di panggung utama. Pengisi Hypest Talk ini adalah mereka yang benar-benar sudah banyak menginspirasi anak muda agar bisa berkarya sekaligus bermanfaat bagi sesama. Mereka yang mengisi panggung utama Millenials Berkarya ini adalah Fico Fachriza, komika; Vikra Ijaz, Co Founder kitabisa.com; dan Kevin Hendrawan, TV Host dan Youtuber.

Fico Fachriza (Komika)

Fico Fachriza seorang komika atau stand up comedian dengan banyak sekali prestasi di usia muda. Ia bercerita dahulu hanya seorang anak sekolah biasa yang hobi ke warnet dan bermain game. Suatu hari ia melihat video Raditya Dika sedang stand up comedy. Baginya stand up comedy adalah hal baru dan luar biasa. Melawak sendirian dan berhasil membuat orang lain tertawa, hal ini yang lantas membuat dia tertarik dengan dunia stand up comedy, mengikuti SUCI 3 di Kompas TV dan berhasil menjadi juara 2.

Bagi orang yang tidak terlalu mengikuti perjalanan hidupnya, tentu akan memandang perjalanan karirnya mulus menjadi seorang komika yang kemudian menjadi aktor film layar lebar. Ternyata di puncak karirnya ia sempat terjerat godaan narkoba yang membuat dia sampai berhutang dan menjual rumah. “Dalam iklan anti narkoba, narkoba selalu digambarkan dengan hal yang menyeramkan dan itu membuat ajakan tersebut tidak efektif. Padahal di kehidupan nyata, iming-iming datangnya narkoba itu justru datang dengan cara yang seru”, ujar Fico sebelum tampil di atas panggung. Kemudian Fico membagikan cerita pada semua yang datang tentang bagaimana ia berusaha lepas dari jerat narkoba dengan cara terbuka dengan orang tua dan orang-orang yang peduli dengannya. Menurutnya hal tersebut sangat membantu sehingga ia bisa bangkit lagi berkarya seperti saat ini.
Bagaimana Millenials?

Vikra Ijaz (Co Founder kitabisa.com)

Siapa generasi milenial yang tidak tahu tentang platform donasi bernama kitabisa.com? Semua orang saat ini saya rasa tahu tentang kitabisa.com. Saya pribadi selalu berpikir siapa orang mulia dengan amal jariyah yang InsyaAllah luar biasa di balik kitabisa.com ini? Ternyata dia adalah Vikra Ijaz. Pemuda 27 tahun yang sudah melalui banyak lika-liku hidup untuk mencari tujuan hidupnya.

Dahulu sewaktu kecil saya suka menonton acara televisi dan membaca tulisan kecil berjalan yang berisi nama orang serta nominal donasi yang mereka lakukan melalui gerakan donasi stasiun televisi. Sebagai anak kecil dulu tergugah sekali ingin ikut menyumbangkan sedikit uang saku tapi tidak punya rekening. Dan di sini dalam hidup saya, saya melihat platform kitabisa.com adalah sesuatu yang luar biasa. Kita bisa menggalang dana, memberikan donasi dengan cara mudah yang anak kecil saja tahu caranya meskipun tidak memiliki rekening bank. 

Suatu saat komunitas saya melakukan penggalangan dana dan ada komentar dari seorang anak kecil yang menyumbang dengan berkata bahwa ia meminta maaf tidak bisa memberikan banyak karena uang sakunya terbatas. Tanpa disadari kitabisa.com selain memudahkan orang untuk berdonasi, juga turut menjaga nurani manusia untuk tetap peduli sesama meskipun sama-sama dalam keterbatasan. 

Kevin Hendrawan (TV Host dan Youtuber)

Satu lagi generasi milenial Indonesia yang membagikan energi positive di Festival Millenials Berkarya, dia adalah Kevin Hendrawan. Kevin saat ini adalah seorang content creator Youtube yang banyak dikagumi anak-anak muda. Di panggung utama Festival Millenials Berkarya, ia menceritakan kisah hidup7nya yang harus memaksanya melupakan mimpi.

Saat berusia 19 tahun dia diterima di Jerman untuk sekolah sains tapi keadaan keluarga yang sedang terpuruk memaksa dia menghapuskan cita-cita itu. Kemudian dia banting setir sekolah perhotelan di Bali, ia sendirian merantau dari Purwokerto. Di Bali ia tidak tinggal diam melihat keluarganya yang semakin terpuruk. Dengan uang seadanya, tekat yang  kuat, dan banyak berkah dari orang baik yang ia temui, ia membuka usaha laundry dan berjualan martabak. Semua itu dia lakukan sendiri.

Sedikit demi sedikit usahanya tersebut membuahkan hasil hingga bisa membeli rumah dan mengajak serta seluruh keluarga untuk tinggal di Bali. Tidak sampai di situ, bermula dari coba-coba masuk dunia televisi, dia akhirnya bisa menjadi host di televisi nasional bahkan National Geographic Channel. Kemudian ia memutuskan untuk menjadi seorang Youtuber content creator yang dia sebut  adalah masa depan dunia televisi. 

Para pembicara di Hypest Talk ini menurut saya punya warna mereka masing-masing yang mampu untuk menginspirasi generasi milenial yang hadir. Tidak hanya menginspirasi untuk menjadi seseorang yang keren dan punya banyak pengagum tapi juga mampu untuk peduli kepada sesama melalui pemikiran-pemikiran kecil. Hal tersebut sejalan dengan terbentuknya Millenials Berkarya.

Apa sih Millenials Berkarya?

Awalnya Millenials Berkarya adalah komunitas volunteer anak-anak muda yang berada di dalam naungan Semen Indonesia Grup. Kegiatan yang semakin berkembang ini bahkan di luar Semen Indonesia, akhirnya terbentuklah kompetisi Millenials Berkarya pada tahun 2017. Kompetisi ini bisa diikuti oleh kelompok maupun individu dengan program sosial infrastuktur. Para peserta nanti akan dilatih kembali agar program mereka bisa berkelanjutan setelah didanai oleh Semen Indonesia Grup. Pada tahun 2017 sendiri program rumah apung di Bang Belitung berhasil menadi juara pertama.

Dalam waktu dekat, Millenials Berkarya juga akan melakukan perekrutan volunteer  kembali. Agar bisa menjadi volunteer kita bisa mengirimkan video proyek sosial apa yang pernah kita lakukan, kemudian baru diseleksi kembali dengan wawancara. Sebagai komunitas volunteer Millenials Berkarya memiliki beberapa divisi, di antaranya adalah Seni Budaya, Eksternal, dan Hubungan Luar. Untuk Kompetisi sendiri biasanya akan dibuka seleksi pada pertengahan tahun.

Jadi acara Festival Millenials Berkarya ini diadakan dengan tujuan untuk mempublikasikan dan menyebarluaskan gerakan Millenials Berkarya agar anak-anak muda yang ingin mencari tempat berkarya tahu ada gerakan yang bisa mewadahi mereka. 

Para peserta yang hadir tidak hanya dari golongan pelajar saja tapi juga guru-guru dari sekolahan di Kabupaten Gresik. Mereka juga ingin tahu seperti apa gerakan yang bisa menumbuhkan kepedulian terhadap sesama sesuai dengan minat dan bakat mereka.

Acara seru ini tidak hanya diisi dengan materi yang padat saja. Untuk hiburan, para pengunjung juga bisa berfoto di booth foto 180 derajat dan photo booth milik sitos.id. Di area luar Wisma Ahmad Yani juga disediakan area food truck agar pengunjung juga bisa bersantai menikmati suasana jalannya acara. 

Wah... ada yang tertarik bergabung sengan Millenials Berkarya setelah ini?

Saturday, 17 November 2018

Maxone Hotel Dharmahusada Surabaya Raih Penghargaan Sebagai Hotel Terbersih Di Hari Jadi Ke-2




Hari Senin lalu 5 November 2018 saya dan beberapa orang teman blogger menghadiri acara seru yang diadakan oleh Maxone Hotel Dharmahusada. Pesta yang bertajuk Hawaiian Party ini dalam rangka hari jadi atau anniversary ke-2 Maxone Hotel Dharmahusada.

Maxone Hotel Dharmahusada selalu punya acara menarik yang memanjakan konsumen termasuk dalam menyambut hari jadi mereka yang ke-2 kemarin. Hawaiian Party ini diselenggarakan di Sky Cave Rooftop Lounge. Suasana lokasi dihias sedemikian rupa hingga terasa seperti di pantai, cocok dengan cuaca Surabaya yang panas namun diimbangi dengan angin sepoi-sepoi di Sky Cave Rooftop Lounge.
 
Bersama Blogger Surabaya
Perayaan anniversary ke-2  Maxone Hotel Dharmahusada ini dimeriahkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang kompetisi foto Instagram, pertunjukan musik, tiup lilin dan potong kue, serta undian yang berhadian menginap di room milik Maxone. 
Tiup Lilin Dan Potong Kue
Menambah kehangatan suasana perayaan anniversary ke-2  Maxone Hotel Dharmahusada, selain diiringi oleh live music juga beberapa lomba yang diikuti oleh para undangan. Di antaranya adalah lomba makan Mie Samyang yang dikreasikan sendiri oleh chef dan juga Seikatsu Healthy Burger yaitu burger pedas yang bisa kita kita nikmati di Cardamom Bistro yang terletak di lantai dasar Maxone Hotel Dharmahusada.


Selain itu di anniversary ke-2 ini  Maxone Hotel Dharmahusada meraih prestasi yang membanggakan. Maxone Hotel Dharmahusada mendapatkan predikat sebagai hotel bintang 3 paling bersih untuk regional Jawa Timur. Melalui Traveloka Awards 2018 berdasarkan penilaian dari pengalaman para tamu, Maxone Hotel Dharmahusada mendapatkan penghargaan kategori Best Guest Experience in Cleanliness. Dengan komitmennya untuk memberikan pelayanan terbaik, menerima penghargaan ini bukan tidak mungkin bagi Maxone Hotel Dharmahusada.


Martin Selaku Generan Manager mengatakan bahwa tahun depan target tahun depan secara khusus adalah meraih penghargaan di bidan Food And Beverage. Karena seperti yang diketahui Maxone Hotel Dharmahusada memiliki menu andalan yang terkenal lezat. Selain paket makan siang yang ditawarkan Maxone Hotel Dharmahusada, mereka juga memiliki Sky Cave Rooftop Lounge yang memiliki promo-promo seperti barbecue night, tempat ngopi Percent by Simply Brew, Cardamom Bistro, dan Wine Store (tidak banyak hotel bintang 3 yang memilikinya).


Selain menargetkan bidang Food & Beverage Maxone Hotel Dharmahusada juga tetap menjaga keseluruhan kualitasnya. Meskipun telah meraih penghargaan sebagai hotel paling bersih pilihan konsumen, Pak Martin juga mengatakan bahwa mereka harus tetap konsisten menjaga kulitas hotel secara keseluruhan karena semua hotel kompetitor memiliki daya saing yang sama.

Maxone Hotel Dharmahusada
Alamat: Jalan Dharmahusada 189 Surabaya
Telp: +62 31 5957258
Instagram: maxonedharmahusada





Sunday, 11 November 2018

Mau Bikin Kartu Kredit Online Dengan Proses Mudah?


Salah satu alasan mengapa cukup banyak orang yang mengajukan kartu kredit karena dianggap lebih simple untuk membeli barang dengan metode cicilan. Namun demikian tidak semua orang bisa mengajukan kartu kredit apalagi jika tidak memenuhi beberapa prasyarat yang sudah ditetapkan oleh perusahaan penerbit kartu kredit.

Untungnya sih zaman serba online seperti saat ini cukup banyak perusahaan yang memberikan kemudahan untuk mengajukan kartu kredit. Tetapi bukan kartu kredit konvensional melainkan kartu kredit online yang tidak memerlukan kartu kredit fisik.

Meskipun kartu kredit online tidak memiliki bentuk fisik tetapi fungsi dan manfaatnya tidak berbeda jauh dengan kartu kredit konvensional pada umumnya. Kartu kredit digital atau online bisa digunakan untuk mencicil barang elektronik bahkan bisa juga digunakan untuk membayar tagihan listrik tagihan telepon tagihan air apalagi untuk membeli token listrik.

Untuk bisa mendapatkan kemudahan tersebut kamu bisa download aplikasinya melalui App Store dan juga Google Store. Aplikasi yang dimaksud adalah aplikasi Kredivo yang memberikan kemudahan cicilan pembelian barang dengan bunga sangat rendah yaitu 0% dan 2,95% saja perbulan.

Selain mudah, kartu kredit digital Kredivo juga tawarkan banyak keuntungan

Lalu apa keuntungannya? Keuntungan yang tidak bisa kamu dapatkan dari kartu kredit konvensional adalah proses pengajuan nya bisa dilakukan serba online dan tanpa harus datang ke kantor apalagi dengan membawa beberapa berkas yang cukup merepotkan.

Proses pengajuan nya pun sangat mudah dan cepat cuma butuh waktu maksimal 24 jam saja. Siapa pun bisa mengajukan akun Kredivo asalkan memenuhi persyaratan berikut ini.


  1. WNI Berusia 18 tahun sampai dengan 60 tahunM
  2. emiliki pendapatan minimal 3 juta perbulan
  3. Berdomisili di Jabodetabek, Kota Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, atau Denpasar

Yang perlu kamu siapkan untuk mengajukan akun Kredivo hanya KTP, dan satu akun e-commerce yang telah memiliki riwayat transaksi. Dengan persyaratan tersebut, kamu sudah bisa mendapatkan akun Kredivo dengan tenor 30 hari. 

Kelebihan dari akun Kredivo dengan tenor 30 hari ini adalah pembayaran bisa dilakukan sebelum jatuh tempo tanpa harus membayar bunga sama sekali. Jelas cara seperti ini sangat bermanfaat terutama buat ibu-ibu yang kadang-kadang suka kesulitan untuk mencari token listrik ataupun mendadak butuh pulsa telepon. Dengan menggunakan Kredivo kamu bisa membeli keduanya lewat aplikasi dengan fitur-fitur tersebut. Setelah itu pembayaran bisa ditunda 30 hari yang akan datang.

Sedangkan jika kamu mau mengajukan kredit dengan tenor lebih panjang, maka kamu bisa mengajukan Cicilan Kredivo dengan pilihan tenor 3, 6, hingga 12 bulan. Cara pendaftarannya pun sama dengan pengajuan akun 30 hari. Perbedaannya, kamu hanya perlu menambahkan akun internet banking yang digunakan untuk bertransaksi ataupun mendapatkan pendapatan bulanan. Untuk opsi cicilan, bunga yang dikenakan sebesar 2,95% per bulan. 

Selain untuk belanja online, kamu juga bisa mengambil uang tunai pakai Kredivo

Dulu kartu kredit konvensional dianggap memiliki kelebihan dibandingkan dengan kartu kredit online yaitu kemudahan untuk bisa mengambil uang tunai. Sekarang kartu kredit online pun bisa digunakan untuk mengajukan pinjaman tunai online dengan dana yang bisa ditransfer langsung ke rekening kamu tanpa harus datang ke bank. Cek aja kemudahan pinjaman tunai online di tautan berikut ini https://www.kredivo.com/.

Pinjaman cicilan online ini memiliki dua skema pembayaran yaitu skema pembayaran dalam waktu 30 hari atau skema cicilan reguler mulai dari pembayaran 3 bulan dan 6 bulan. Bunganya pun tidak berbeda jauh. Untuk pinjaman tunai selama 30 hari, kamu tidak dikenakan bunga, namun terdapat biaya administrasi sebesar 9% yang akan dipotong dari jumlah dana yang dikirimkan ke rekeningmu. Sedangkan untuk pinjaman tunai dalam waktu 3 bulan atau 6 bulan, dikenai bunga rendah hanya 2,95% per bulan ditambah dengan biaya administrasi di muka sebesar 6% dari besarnya pinjaman.

Kemudahan kartu kredit online dengan layanan pinjaman tunai yang bisa dicicil secara mudah sangat fleksibel untuk berbagai kebutuhan misalnya untuk kebutuhan rumah sakit ataupun untuk kebutuhan membayar biaya pendidikan. Kadangkala beberapa kebutuhan memang tidak pernah diduga-duga daripada kesulitan untuk mencari pinjaman kepada orang lain yang belum tentu bisa didapatkan dengan mudah kamu bisa mengajukan pinjaman cicilan online dari Kredivo dengan cara yang lebih mudah dan proses yang cepat.

Dengan menggunakan Kredivo, tentunya bisa bertransaksi secara online maupun secara offline asalkan proses pengajuan kredit sudah disetujui dengan limit yang bisa kamu dapatkan untuk berbelanja di lebih dari 200 e-commerce di Indonesia.

Kabar baiknya lagi, kamu juga berkesempatan memenangkan tiket konser gratis dan bertemu langsung dengan DJ ternama dunia, KYGO dengan mendaftar akun cicilan Kredivo sebelum tanggal 23 Oktober. Kapan lagi punya kesempatan bisa nonton DJ KYGO dengan mudah?

Saturday, 10 November 2018

Kawasan Pasar Pabean Saksi Sejarah Kota Surabaya Sebagai Kota Bisnis




Kota Surabaya, dalam benak banyak orang kota ini dibayangkan sebagai kota paling modern setelah  Jakarta. Orang-orang yang berkunjung ke Surabaya kebanyakan untuk keperluan bisnis, namun hal ini dimanfaatkan dengan tepat oleh Kota Surabaya untuk menarik turis dari geliat bisnis. Terlihat dari berkembangnya industri perhotelan yang berkembang pesat untuk mengakomodasi orang-orang yang datang ke Surabaya.

Hari ini 10 November adalah hari pahlawan dan Surabaya paling dikenal sebagai Kota Pahlawan. Perjuangan para pahlawan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Surabaya selalu dikenang hingga akhirnya diperingati sebagai hari pahlawan. Karena perkembangan Surabaya sebagai Kota Bisnis dan juga kota yang banyak menyimpan sejarah perjuangan inilah yang menjadikan Surabaya banyak dikunjungi oleh turis. Sejarah Kota Surabaya tidak hanya mengenai perebutan dan mempertahankan kemerdekaan saja, namun kegiatan bisnis Kota Surabaya juga tercatat dalam sejarah setua usia Surabaya.

Saya pun demikian sebagai warga asli Surabaya yang lahir dan besar di Kota ini. Satu kali dari hobi blusukan saya menyadari sesuatu bahwa Surabaya benar-benar Kota yang dibangun untuk keperluan bisnis sejak awal didirikan. Waktu itu saya yang selalu tertarik dengan hal-hal tentang perahu dan kapal menyadari bahwa di Surabaya kapal dan perahu tidak hanya berlayar di laut tapi juga di sungai-sungai di Surabaya untuk mengangkut barang-barang yang diperdagangkan di Surabaya.

Dari blusukan di kawasan Kampung Arab Ampel, saya bergeser sedikit di kawasan Pasar Pabean Surabaya. Pasar ini tidak pernah tidur, segala komoditas tersedia di sini. Lebih lengkap dari pasar-pasar besar lain di Surabaya. Pasar Pabean pun ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya di Surabaya. Pasar yang berdiri sejak 1849 ini merupakan bukti bahwa Surabaya merupakan kota bisnis. Lokasi Pasar Pabean yang terletak di antara Kampung Arab, Pecinan, dan permukiman orang-orang Eropa serta diisi oleh perantau dari Madura menjadikan pasar ini sebagai tempat pertemuan multi-etnis.
Pedagang - Kuli Panggul - Pembeli - Wisatawan

Suasana Jual Beli Sore Hari Di Area Pasar Ikan Pabean

Pada masa pra-kemerdekaan distribusi barang di Kota Surabaya tidak dilakukan melalui jalur darat namun melalui jalur Sungai Kalimas. Kapal-kapal besar yang membawa barang dagangan dari luar Surabaya dan luar Indonesia masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Kemudian didistibusikan oleh kapal atau perahu yang lebih kecil melalui Sungai Kalimas. Oleh karena itu dapat dilihat sekarang bahwa Kota Tua Surabaya terletak di sepanjang Sungai Kalimas.

Bersama Teman-Teman Komunitas Mataponsel Jatim Di Pasar Pabean

Beberapa kali saya blusukan ke Kawasan Pasar Pabean. Salah satunya saya pernah mengajak teman-teman dari komunitas Mataponsel Jawa Timur yang berdomisili di Surabaya untuk blusukan ke area pasar ikan di Pasar Pabean. Mulai dari Jalan KH. Mas Mansyur - Jalan Panggung – belok kiri ke Jalan Gambir – menyusuri Kalimas Utara – belok kanan di Kalimas Udik dan kembali lagi ke Jalan Panggung. Jadi apa yang bisa kita lihat di sini? Saat kita baru memasuki Jalan Panggung, sederet toko kitab akan kita jumpai. Setelah itu berderet toko parfum menyambut langkah kaki kita dengan wewangiannya. Tepat setelahnya geliat kegiatan di pasar ikan terlihat kontras sekali dengan deretan toko parfum yang baru saja kita lewati. Selayaknya pasar ikan, bau ikan yang khas dan jalanan becek menghiasi sepanjang rute.Namun hal tersebut yang menjadindaya tarik para turis untuk memotret dan menikmati susana di Kawasan Pasar Pabean. Saya tidak masuk ke area dalam pasar yang bagian rempah-rempah atau komoditas lain karena sudah terlalu sore.
Bangunan-bangunan tua di sekitar Jalan Kalimas Udik
Sejalan dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pelestarian Bangunan Dan/Atau Lingkungan Cagar Budaya, di Kawasan Pasar Pabean juga terdapat papan larangan untuk mengubah dan atau menambah bangunan. Hal ini dimaksudkan agar kawasan tetap lestari dan terjaga sebagai Kawasan Cagar Budaya.
Menara Syahbandar Kalimas

Bukti seriusnya Pasar Pabean yang menjadi potret penting bisnis Kota Surabaya pada masa Pra-kemerdekaan bisa dilihat dari adanya bangunan Menara Syahbadar Kalimas yang terletak di Jalan Kalimas Utara.  Menara ini menjadi tempat pegawai negeri yang mengepalai urusan pelabuhan bertugas. Sederhananya Menara Syahbandar difungsikan untuk mengontrol semua kegiatan yang berhubungan dengan pelabuhan, distribusi barang, dan perdagangan. Bagi yang bermata jeli, di bangunan ini juga terdapat logo Surabaya yang pertama kali. berfungsi untuk mengawasi perdagangan di sana.

Kawasan Pasar Pabean Bisa Menjadi Daya Tarik Wisata Yang Sangat Menarik
Area Sekitar Pasae Pabean Yang Terdapat Menara Syahbandar Kalimas

Kawasan Pasar Pabean ini menurut saya sangat potensial dijadikan tempat wisata tapi dengan sedikit sentuhan konsep. Sewaktu saya beralan keluar area pasar ikan dan menuju Kalimas Utara yang terdapat Menara Syahbandar teringat area Kalimas di kawasan Genteng (tengah kota) yang sekarang sangat cantik.

Kawasan sekitar Pasar Pabean sekarang banyak bangunan tua yang difungsikan sebagai pergudangan jadinya sore hari ada beberapa truk yang diparkir. Selain itu banyak juga yang dibiarkan kosong begitu saja atau ditempeli bangunan semi permanen lain sebagai permukiman.

Jika boleh berandai-andai Kawasan Pasar Pabean yang punya potensi pasar, bangunan bersejarah yang sangat estetik dan juga Sungai Kalimas bisa disulap menjadi satu kawasan wisata yang cantik. Sungai Kalimas di Surabaya Utara ini dibersihkan sepeti di tengah kota. Jalanan sepanjang Kalimas Utara dibersihkan dan diperindah dengan aksen seperti sepanjang Jalan Tunjungan. Bangunan-bangunan tua tak perlu difungsikan kembali cukup dibersihkan saja sehingga tampak estetik.

Sebagai pendukung Pasar Pabean juga bisa diaturkan tempat seperti di Sentra Ikan Bulak, yaitu warung yang bisa memasak olahan laut. Jadi keberadaan pasar ikan masih tetap menjadi daya tarik para wisatawan. Mereka bisa berbelanja di Pasar Pabean kemudian menikmati ikan yang sudah diolah sambil menikmati pemandangan Sungai Kalimas pada malam hari.

Tidak hanya sebagai wisata yang bisa hidup di malam hari, jika Kawasan Pasar Pabean dari Jalan KH. Mas Mansyur - Jalan Panggung – belok kiri ke Jalan Gambir – menyusuri Kalimas Utara – belok kanan di Kalimas Udik dan kembali lagi ke Jalan Panggung bisa ditata dengan rapi maka bisa jadi daya tarik tersendiri berperahu menyusuri Sungai Kalimas di Surabaya utara dengan suasana Kota Tua Surabaya.

Pasti banyak dari kita berpikir sulit sekali mewujudkan konsep seperti itu tapi Kawasan Cagar Budaya yang punya banyak potensi ini bisa sedikit demi sedikit ditata. Pasar Pabean yang sedari awal dibangun sudah menjadi pusat bisnis Surabaya hingga kini tetap hidup sebagai pasar seperti pada masa pra-kemerdekaan. Sejarah di Surabaya tidak melulu tentang cerita merebut dan mempertahankan kemerdekaan tapi juga tentang sejarah Surabaya sebagai kota bisnis sejak awal didirikan.


Friday, 12 October 2018

Review Qeza Sunscreen Cream Lightening: Lebih Percaya Diri Foto Bareng Bintang K-Pop




Annyeonghaseyo Yorobun!
Ada yang pernah ke Surabaya atau orang Surabaya? Sebagai warga asli Surabaya yang pernah beberapa kali tinggal di luar Surabaya rasanya saya setuju kalau orang-orang menyebut “setiap hari di Surabaya adalah musim panas”. Panasnya enggak nyantai banget seperti netijen yang hobi ngegas, haha... Menyengat dan menusuk kulit.

Beberapa bulan ini saya punya kegiatan rutin menjemput keponakan pulang sekolah dan sedang sering pergi di jam-jam menjelang matahari di atas kepala. That’s why saya yang baru saja belajar merawat kulit wajah jadi tidak paham mengapa kulit wajah kusam meskipun udah rajin membersihkan muka.

Padahal punya target minimal wajah jadi betah dilihat gitu lho karena mau ketemu Oppa idola dari Korea yang sudah lama dinanti. Ternyata penyebabnya tuh saya enggak pernah melindungi kulit wajah menggunakan tabir surya alias sunscreen. Di usia seperti ini saya baru sadar merawat kulit wajah? (Diketawain orang sekota Surabaya).

Dulu alasan saya enggan memakai tabir surya karena teksturnya yang lengket dan bikin riasan enggak bagus. Tapi itu pasti alasan yang sangat-sangat jadul sekali karena jaman sekarang teknologi sudah maju dan sudah banyak penemuan tabir suraya yang tidak lengket di kulit. Termasuk produk tabir surya dari Qeza Aesthetic Center.

Sekilas Tentang Qeza Sunscreen Cream Lightening



Qeza Sunscreen Cream Lightening ini adalah tabir surya dengan SPF yang tinggi. Tidak hanya cocok digunakan oleh orang yang sering beraktivitas di luar ruangan tapi juga cocok untuk penggunaan sehari-hari. Karena meskipun di dalam ruangan kulit kita juga tidak terbebas dari paparan sinar UV. Qeza Sunscreen Cream Lightening sendiri meng-klaim 3 manfaat yang dimiliki, yaitu:
  1. Protecting: melindungi kilit dari bahaya radiasi sinar matahari serta kandungan SPF 30
  2. Moisturizing: menjaga kelembaban kulit wajah
  3.  Brightening: membuat kulit wajah tampak cerah dan sehat.

Tabir surya ini dikemas dalam wadah putih 10gram dengan tutup ulir yang memudahkan untuk buka tutup. Selain itu dilapisi dengan tutup kedua pada bagian dalam agar Qeza Sunscreen Cream Lightening tetap aman terlindungi dari paparan udara. Di bagian kemasan dijelaskan bahwa sunscreen ini diproduksi oleh PT. Derma Beauty Indonesia Komplek pergudangan dan insdustri PKT Bitung, Blok A6-A7 Kadujaya, Curug, Tangerang – Indonesia.

Selain itu juga dijelaskan kandungan yang terdapat di Qeza Sunscreen Cream Lightening ini. Jangan khawatir karena tabir suraya ini sudah mendapatkan sertifikat halal MUI dan juga terdaftar di BPOM dengan nomor NA18161700947. Jadi tidak perlu khawatir lagi. Qeza Sunscreen Cream Lightening ini dari Qeza Aesthetic Center yang berlokasi di Jalan C. Simanjuntak YAP Square C-8, RT 019 RW 03, Terban Yogyakarta.


Review Saat Menggunakan Qeza Sunscreen Cream Lightening
 
Tekstur Qeza Sunscreen Cream Lightening
Dari tekstur krimnya sendiri krim ini sangat ringan jadi saat digunakan tidak terasa  seperti membebani kulit atau malah membuat wajah jadi berminyak karena klaimnya yang melembabkan. Banyak sunscreen yang saat diaplikasikan malah menyisakan kesan putih-putih di wajah dan membuat make up tidak bagus. Tapi setelah mengaplikasikannya ke wajah terasa menyerap ke kulit tapi juga melembabkan.

Saya menggunakan Qeza Sunscreen Cream Lightening setelah rutinitas mencuci wajah di pagi hari, lalu menyegarkan wajah dengan toner dan mulai mengaplikasikannya ke 5 titik wajah dengan sedikit-sedikit saja tapi merata. Tips dari saya adalah setelah mengaplikasikannya ke wajah tunggu beberapa saat hingga meresap ke wajah baru gunakan make up.

Hampir satu bulan saya memakai Qeza Sunscreen Cream Lightening dan rasanya memang tampak berbeda. Maaf saya tidak memotret before afternya karena saya forgot lah ya. Pokoknya dari saya yang khawatir banget mau ketemu oppa-oppa BTOB yang konser ke Indonesia jadi sampai bisa yakin sekarang sudah tidak apa-apa.

Saya tahu kalau pada dasarnya pigmen kulit saya berbeda dengan orang Korea ditambah lagi para artis pasti sangat-sangat jauh berbeda perawatannya dengan saya yang suka lupa-lupa ingat merawat kulit. Tapi setidaknya saya bisa menjaga warna asli kulit saya, mengjindari dari kekusaman dengan cara memakai tabir surya.  Qeza Sunscreen Cream Lightening semacam menjaga dan melindungi kulit agar tidak semakin gelap, sedangkan kulit kita setiap harinya terus berusaha untuk melahirkan sel-sel baru agar tetap sehat dan warnanya terjaga. Karena kalau wajah kita kusam, tidak akan bisa bagus hasil riasan pada wajah.

Hampir satu bulan menggunakan Qeza Sunscreen Cream Lightening saya sangat merasakan manfaatnya karena bikin saya makin betah beberapa detik saat bercermin. Kulit wajah saya tampak lebih cerah dan jauh dari kesan kusam karena cuaca di Surabaya yang terlalu akstrim Dan saya menjadi sangat siap untuk ketemu boy group favorit saya itu. Kalau hanya sekadar nonton konser sih saya tidak akan sengotot ini mau merawat wajah, tapi juga saya akan berfoto dengan mereka.
Saya Dan BTOB Lee Changsub

Setelah sekian lama menunggu hasil saya berfoto dengan bintang pop Korea ini saya jadi semakin bersyukur bertemu Qeza Sunscreen Cream Lightening di saat yang tepat. Wajah saya tidak terlihat kusam. Riasan tipis yang saya pakai juga bisa bagus banget hasilnya padahal saya sudah berdandan sejak siang dan baru berfoto dengan oppa malam hari. Setidaknya wajah saya tidak terlihat kusam saat foto bersama. Sunscreen-nya bekerja dengan baik untuk melindungi wajah saya yang sering terpapar ganasnya matahari di Surabaya dan mengjilangkan kekusaman di wajah. Selain itu tidak menimbulkan bekas aneh-aneh seperti putih-putih di wajah.

Sekian tulisan saya untuk berbagi tentang manfaat melindungi kulit dengan Qeza Sunscreen Cream Lightening. Semoga semuanya semakin sadar untuk menjaga kulit kita yang berharga.  


Info lebih lanjut tentang Qeza Aesthetic Center
Alamat: Jalan C. Simanjuntak YAP Square C-8, RT 019 RW 03, Terban Yogyakarta.
Telpon: 0274 882778
WA: 087794947500
Instagram: @qezaclinic dan @qezaskin

Tuesday, 9 October 2018

9 Oktober Diperingati Sebagai Hari Hangeul, Ini 5 Fakta Menarik Tentang Hangeul Yang Harus Kamu Tahu!



Annyeonghaseyo Yorobun! Siapa yang belum pernah mendengar Hangeul? Pasti sebagian besar dari kita terutama K-Lovers sudah mengenal abjad yang digunakan di Korea. Hari ini tanggal 9 Oktober di Korea Selatan diperingati sebagai Hari Hangeul atau hari penetapan Hangeul sebagai abjad Korea.

Dahulu para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Hari Hangeul jatuh pada 29 Oktober, namun setelah ditemukannya fakta-fakta baru akhirnya para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Hangeul pertama kali dibuat tanggal 9 Oktober. Sejak tahun 2013, Hari Hangeul ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Tapi tahukah kamu bahwa ada banyak fakta menarik di balik abjad Korea satu ini? Berikut saya sudah merangkumkan beberapa hal tentang Hangeul yang paling menarik perhatian saya.

Huruf Hangeul Diciptakan Oleh Raja Sejong

Pada mulanya Rakyat Korea menggunakan karakter Cina yang disebut Hanja dalam penulisan mereka. Sekitar 1000 tahun lebih Rakyat Korea menggunakan Hanja. Namun karakter Hanja sangat sulit untuk dipahami terlebih bagi rakyat dengan status sosial yang rendah dan sulit untuk mengakses pendidikan.  Oleh karena itu pada masa tersebut banyak rakyat yang buta huruf.

Melihat hal tersebut Raja Sejong yang merupakan Raja ke-4 Dinasti Joseon menciptakan Hangeul yang lebih sederhana untuk menggantikan Hanja. Raja Sejong mengumumkan Hangeul dalam Hunminjongeum (훈민정음) yang berarti “kata-kata yang benar untuk diajarkan pada rakyat”. Namun dalam penyebarluasan Hangeul sebagai abjad Korea menggantikan Hanja tidak lepas dari pertentangan. Para bangsawan khawatir timbul gejolak sosial jika rakyat dengan status sosial yang rendah menjadi berpendidikan.

Pada 2009 Patung The Great  King Sejong Di Plaza Gwanghwamun Dibuka Untuk Umum

Tahun 2009 saat hari jadi ke-563 penenemuan Huruf Hangeul, patung Raja Sejong di Gwanghwamun Square atau Gwanghwamun Plaza resmi dibuka untuk umum. Patung Raja Sejong Yang Agung tersebut terbuat dari perunggu setinggi 9,5 meter. Patung tersebut dibuat dengan menggambarkan Raja Sejong memegang buku yang terbuka di tangannya sambil tersenyum dengan lembut seolah bahagia atas cita-cita mulianya yang telah terwujud.

Selain itu di depan patung Raja Sejong terdapat bola langit, pengukur hujan, dan jam matahari yang semuanya diciptakan Raja Sejong selama masa pemerintahannya. Di bagian lorong bawah tanah terdapat gedung pameran Sejong’s Story. Tidak hanya itu, di ujung plaza juga terdapat “Waterway of History” sebuah sungai mengalir di atas ubin dengan sejarah Korea.

Di Korea Utara Diperingati Pada Tanggal 15 Januari

Korea Utara juga memperingati Hari Hangeul. Namun berbeda dengan di Korea Selatan yang memperingati Hari Hangeul setiap tanggal 9 Oktober, Korea Utara memperingatinya pada tanggal 15 Januari.

Di Korea Utara disebut dengan Hari Chosŏn'gŭl. Diperingati setiap tanggal 15 Januari yang merujuk pada tanggal 15 Januari 1444 (atau 1443 menurut kalender bulan) adalah tanggal pembuatan Hunminjongeum yang sebenarnya.

Mendapatkan Penghargaan Dari UNESCO

Hunminjongeum Haeryobon (buku panduan Bahasa Korea) mendapat pengakuan dari UNESCO pada tahun 1997 dalam Memory of The World Register. Penghargaan ini tidaklah suatu yang mengagetkan karena Hunminjongeum telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam memberantas buta huruf di Korea. Selain penghargaan tersebut UNESCO juga memberikan penghargaan kepada organisasi atau perseorangan yang membantu menurunkan buta huruf dengan memberikannya King Sejong Award.

Huruf Hangeul Juga Digunakan Oleh Salah Satu Suku Di Indonesia

Yang paling menarik adalah ternyata huruf Hangeul tidak hanya digunakan di Korea tapi juga di Indonesia. Salah satu suku di Indonesia menggunakan Hangeul sebagai abjad mereka untuk menuliskan bahasa daerah yang hampir punah.

Suku yang menggunakan Hangeul untuk berkomunikasi secara tertulis adalah Suku Cia-Cia. Sekitar 80.000 jiwa Suku Cia-Cia bermukim di Kampung Karya Baru, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Meskipun menggunakan huruf Hangeul untuk komunikasi tertulis, namun bahasa yang digunakan tetaplah bahasa daerah mereka.

Hal tersebut bermula saat Wali Kota Baubau tergerak hatinya melihat bahasa daerah Suku Cia-Cia termasuk dalam bahasa yang hampir punah karena tidak memiliki aksaranya sendiri. Tidak seperti bahasa di suku lain masyarakat Buton yang bisa ditulis menggunakan huruf Arab, ternyata bunyi konsonan Cia-Cia tidak bisa ditulis menggunakan huruf  Arab.

Kemudian pemerintah Kota Baubau menggelar Simposium Internasional Penaskahan Nusantara dan berhasil menarik perhatian Profesor Chun Tae Hyun untuk meneliti bahasa Suku Cia-Cia yang memiliki pelafalan mirip dengan Bahasa Korea. Sejak saat itu pemerintah Kota Baubau dan Hunminjongeum Research Institute menyusun bahan ajar untuk kurikulim muatan lokas bahasa daerah Cia-Cia. Dan hasilnya seperti sekarang bahasa Cia-Cia tetap lestari dengan diabadikan melalui aksara Hangeul.

Jadi fakta terkait Hangeul mana yang paling kamu sukai? Saya pribadi suka dengan cita-cita mulia Raja Sejong.