Sunday, 11 November 2018

Mau Bikin Kartu Kredit Online Dengan Proses Mudah?


Salah satu alasan mengapa cukup banyak orang yang mengajukan kartu kredit karena dianggap lebih simple untuk membeli barang dengan metode cicilan. Namun demikian tidak semua orang bisa mengajukan kartu kredit apalagi jika tidak memenuhi beberapa prasyarat yang sudah ditetapkan oleh perusahaan penerbit kartu kredit.

Untungnya sih zaman serba online seperti saat ini cukup banyak perusahaan yang memberikan kemudahan untuk mengajukan kartu kredit. Tetapi bukan kartu kredit konvensional melainkan kartu kredit online yang tidak memerlukan kartu kredit fisik.

Meskipun kartu kredit online tidak memiliki bentuk fisik tetapi fungsi dan manfaatnya tidak berbeda jauh dengan kartu kredit konvensional pada umumnya. Kartu kredit digital atau online bisa digunakan untuk mencicil barang elektronik bahkan bisa juga digunakan untuk membayar tagihan listrik tagihan telepon tagihan air apalagi untuk membeli token listrik.

Untuk bisa mendapatkan kemudahan tersebut kamu bisa download aplikasinya melalui App Store dan juga Google Store. Aplikasi yang dimaksud adalah aplikasi Kredivo yang memberikan kemudahan cicilan pembelian barang dengan bunga sangat rendah yaitu 0% dan 2,95% saja perbulan.

Selain mudah, kartu kredit digital Kredivo juga tawarkan banyak keuntungan

Lalu apa keuntungannya? Keuntungan yang tidak bisa kamu dapatkan dari kartu kredit konvensional adalah proses pengajuan nya bisa dilakukan serba online dan tanpa harus datang ke kantor apalagi dengan membawa beberapa berkas yang cukup merepotkan.

Proses pengajuan nya pun sangat mudah dan cepat cuma butuh waktu maksimal 24 jam saja. Siapa pun bisa mengajukan akun Kredivo asalkan memenuhi persyaratan berikut ini.


  1. WNI Berusia 18 tahun sampai dengan 60 tahunM
  2. emiliki pendapatan minimal 3 juta perbulan
  3. Berdomisili di Jabodetabek, Kota Bandung, Surabaya, Medan, Palembang, Semarang, atau Denpasar

Yang perlu kamu siapkan untuk mengajukan akun Kredivo hanya KTP, dan satu akun e-commerce yang telah memiliki riwayat transaksi. Dengan persyaratan tersebut, kamu sudah bisa mendapatkan akun Kredivo dengan tenor 30 hari. 

Kelebihan dari akun Kredivo dengan tenor 30 hari ini adalah pembayaran bisa dilakukan sebelum jatuh tempo tanpa harus membayar bunga sama sekali. Jelas cara seperti ini sangat bermanfaat terutama buat ibu-ibu yang kadang-kadang suka kesulitan untuk mencari token listrik ataupun mendadak butuh pulsa telepon. Dengan menggunakan Kredivo kamu bisa membeli keduanya lewat aplikasi dengan fitur-fitur tersebut. Setelah itu pembayaran bisa ditunda 30 hari yang akan datang.

Sedangkan jika kamu mau mengajukan kredit dengan tenor lebih panjang, maka kamu bisa mengajukan Cicilan Kredivo dengan pilihan tenor 3, 6, hingga 12 bulan. Cara pendaftarannya pun sama dengan pengajuan akun 30 hari. Perbedaannya, kamu hanya perlu menambahkan akun internet banking yang digunakan untuk bertransaksi ataupun mendapatkan pendapatan bulanan. Untuk opsi cicilan, bunga yang dikenakan sebesar 2,95% per bulan. 

Selain untuk belanja online, kamu juga bisa mengambil uang tunai pakai Kredivo

Dulu kartu kredit konvensional dianggap memiliki kelebihan dibandingkan dengan kartu kredit online yaitu kemudahan untuk bisa mengambil uang tunai. Sekarang kartu kredit online pun bisa digunakan untuk mengajukan pinjaman tunai online dengan dana yang bisa ditransfer langsung ke rekening kamu tanpa harus datang ke bank. Cek aja kemudahan pinjaman tunai online di tautan berikut ini https://www.kredivo.com/.

Pinjaman cicilan online ini memiliki dua skema pembayaran yaitu skema pembayaran dalam waktu 30 hari atau skema cicilan reguler mulai dari pembayaran 3 bulan dan 6 bulan. Bunganya pun tidak berbeda jauh. Untuk pinjaman tunai selama 30 hari, kamu tidak dikenakan bunga, namun terdapat biaya administrasi sebesar 9% yang akan dipotong dari jumlah dana yang dikirimkan ke rekeningmu. Sedangkan untuk pinjaman tunai dalam waktu 3 bulan atau 6 bulan, dikenai bunga rendah hanya 2,95% per bulan ditambah dengan biaya administrasi di muka sebesar 6% dari besarnya pinjaman.

Kemudahan kartu kredit online dengan layanan pinjaman tunai yang bisa dicicil secara mudah sangat fleksibel untuk berbagai kebutuhan misalnya untuk kebutuhan rumah sakit ataupun untuk kebutuhan membayar biaya pendidikan. Kadangkala beberapa kebutuhan memang tidak pernah diduga-duga daripada kesulitan untuk mencari pinjaman kepada orang lain yang belum tentu bisa didapatkan dengan mudah kamu bisa mengajukan pinjaman cicilan online dari Kredivo dengan cara yang lebih mudah dan proses yang cepat.

Dengan menggunakan Kredivo, tentunya bisa bertransaksi secara online maupun secara offline asalkan proses pengajuan kredit sudah disetujui dengan limit yang bisa kamu dapatkan untuk berbelanja di lebih dari 200 e-commerce di Indonesia.

Kabar baiknya lagi, kamu juga berkesempatan memenangkan tiket konser gratis dan bertemu langsung dengan DJ ternama dunia, KYGO dengan mendaftar akun cicilan Kredivo sebelum tanggal 23 Oktober. Kapan lagi punya kesempatan bisa nonton DJ KYGO dengan mudah?

Saturday, 10 November 2018

Kawasan Pasar Pabean Saksi Sejarah Kota Surabaya Sebagai Kota Bisnis




Kota Surabaya, dalam benak banyak orang kota ini dibayangkan sebagai kota paling modern setelah  Jakarta. Orang-orang yang berkunjung ke Surabaya kebanyakan untuk keperluan bisnis, namun hal ini dimanfaatkan dengan tepat oleh Kota Surabaya untuk menarik turis dari geliat bisnis. Terlihat dari berkembangnya industri perhotelan yang berkembang pesat untuk mengakomodasi orang-orang yang datang ke Surabaya.

Hari ini 10 November adalah hari pahlawan dan Surabaya paling dikenal sebagai Kota Pahlawan. Perjuangan para pahlawan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Surabaya selalu dikenang hingga akhirnya diperingati sebagai hari pahlawan. Karena perkembangan Surabaya sebagai Kota Bisnis dan juga kota yang banyak menyimpan sejarah perjuangan inilah yang menjadikan Surabaya banyak dikunjungi oleh turis. Sejarah Kota Surabaya tidak hanya mengenai perebutan dan mempertahankan kemerdekaan saja, namun kegiatan bisnis Kota Surabaya juga tercatat dalam sejarah setua usia Surabaya.

Saya pun demikian sebagai warga asli Surabaya yang lahir dan besar di Kota ini. Satu kali dari hobi blusukan saya menyadari sesuatu bahwa Surabaya benar-benar Kota yang dibangun untuk keperluan bisnis sejak awal didirikan. Waktu itu saya yang selalu tertarik dengan hal-hal tentang perahu dan kapal menyadari bahwa di Surabaya kapal dan perahu tidak hanya berlayar di laut tapi juga di sungai-sungai di Surabaya untuk mengangkut barang-barang yang diperdagangkan di Surabaya.

Dari blusukan di kawasan Kampung Arab Ampel, saya bergeser sedikit di kawasan Pasar Pabean Surabaya. Pasar ini tidak pernah tidur, segala komoditas tersedia di sini. Lebih lengkap dari pasar-pasar besar lain di Surabaya. Pasar Pabean pun ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya di Surabaya. Pasar yang berdiri sejak 1849 ini merupakan bukti bahwa Surabaya merupakan kota bisnis. Lokasi Pasar Pabean yang terletak di antara Kampung Arab, Pecinan, dan permukiman orang-orang Eropa serta diisi oleh perantau dari Madura menjadikan pasar ini sebagai tempat pertemuan multi-etnis.
Pedagang - Kuli Panggul - Pembeli - Wisatawan

Suasana Jual Beli Sore Hari Di Area Pasar Ikan Pabean

Pada masa pra-kemerdekaan distribusi barang di Kota Surabaya tidak dilakukan melalui jalur darat namun melalui jalur Sungai Kalimas. Kapal-kapal besar yang membawa barang dagangan dari luar Surabaya dan luar Indonesia masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Kemudian didistibusikan oleh kapal atau perahu yang lebih kecil melalui Sungai Kalimas. Oleh karena itu dapat dilihat sekarang bahwa Kota Tua Surabaya terletak di sepanjang Sungai Kalimas.

Bersama Teman-Teman Komunitas Mataponsel Jatim Di Pasar Pabean

Beberapa kali saya blusukan ke Kawasan Pasar Pabean. Salah satunya saya pernah mengajak teman-teman dari komunitas Mataponsel Jawa Timur yang berdomisili di Surabaya untuk blusukan ke area pasar ikan di Pasar Pabean. Mulai dari Jalan KH. Mas Mansyur - Jalan Panggung – belok kiri ke Jalan Gambir – menyusuri Kalimas Utara – belok kanan di Kalimas Udik dan kembali lagi ke Jalan Panggung. Jadi apa yang bisa kita lihat di sini? Saat kita baru memasuki Jalan Panggung, sederet toko kitab akan kita jumpai. Setelah itu berderet toko parfum menyambut langkah kaki kita dengan wewangiannya. Tepat setelahnya geliat kegiatan di pasar ikan terlihat kontras sekali dengan deretan toko parfum yang baru saja kita lewati. Selayaknya pasar ikan, bau ikan yang khas dan jalanan becek menghiasi sepanjang rute.Namun hal tersebut yang menjadindaya tarik para turis untuk memotret dan menikmati susana di Kawasan Pasar Pabean. Saya tidak masuk ke area dalam pasar yang bagian rempah-rempah atau komoditas lain karena sudah terlalu sore.
Bangunan-bangunan tua di sekitar Jalan Kalimas Udik
Sejalan dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pelestarian Bangunan Dan/Atau Lingkungan Cagar Budaya, di Kawasan Pasar Pabean juga terdapat papan larangan untuk mengubah dan atau menambah bangunan. Hal ini dimaksudkan agar kawasan tetap lestari dan terjaga sebagai Kawasan Cagar Budaya.
Menara Syahbandar Kalimas

Bukti seriusnya Pasar Pabean yang menjadi potret penting bisnis Kota Surabaya pada masa Pra-kemerdekaan bisa dilihat dari adanya bangunan Menara Syahbadar Kalimas yang terletak di Jalan Kalimas Utara.  Menara ini menjadi tempat pegawai negeri yang mengepalai urusan pelabuhan bertugas. Sederhananya Menara Syahbandar difungsikan untuk mengontrol semua kegiatan yang berhubungan dengan pelabuhan, distribusi barang, dan perdagangan. Bagi yang bermata jeli, di bangunan ini juga terdapat logo Surabaya yang pertama kali. berfungsi untuk mengawasi perdagangan di sana.

Kawasan Pasar Pabean Bisa Menjadi Daya Tarik Wisata Yang Sangat Menarik
Area Sekitar Pasae Pabean Yang Terdapat Menara Syahbandar Kalimas

Kawasan Pasar Pabean ini menurut saya sangat potensial dijadikan tempat wisata tapi dengan sedikit sentuhan konsep. Sewaktu saya beralan keluar area pasar ikan dan menuju Kalimas Utara yang terdapat Menara Syahbandar teringat area Kalimas di kawasan Genteng (tengah kota) yang sekarang sangat cantik.

Kawasan sekitar Pasar Pabean sekarang banyak bangunan tua yang difungsikan sebagai pergudangan jadinya sore hari ada beberapa truk yang diparkir. Selain itu banyak juga yang dibiarkan kosong begitu saja atau ditempeli bangunan semi permanen lain sebagai permukiman.

Jika boleh berandai-andai Kawasan Pasar Pabean yang punya potensi pasar, bangunan bersejarah yang sangat estetik dan juga Sungai Kalimas bisa disulap menjadi satu kawasan wisata yang cantik. Sungai Kalimas di Surabaya Utara ini dibersihkan sepeti di tengah kota. Jalanan sepanjang Kalimas Utara dibersihkan dan diperindah dengan aksen seperti sepanjang Jalan Tunjungan. Bangunan-bangunan tua tak perlu difungsikan kembali cukup dibersihkan saja sehingga tampak estetik.

Sebagai pendukung Pasar Pabean juga bisa diaturkan tempat seperti di Sentra Ikan Bulak, yaitu warung yang bisa memasak olahan laut. Jadi keberadaan pasar ikan masih tetap menjadi daya tarik para wisatawan. Mereka bisa berbelanja di Pasar Pabean kemudian menikmati ikan yang sudah diolah sambil menikmati pemandangan Sungai Kalimas pada malam hari.

Tidak hanya sebagai wisata yang bisa hidup di malam hari, jika Kawasan Pasar Pabean dari Jalan KH. Mas Mansyur - Jalan Panggung – belok kiri ke Jalan Gambir – menyusuri Kalimas Utara – belok kanan di Kalimas Udik dan kembali lagi ke Jalan Panggung bisa ditata dengan rapi maka bisa jadi daya tarik tersendiri berperahu menyusuri Sungai Kalimas di Surabaya utara dengan suasana Kota Tua Surabaya.

Pasti banyak dari kita berpikir sulit sekali mewujudkan konsep seperti itu tapi Kawasan Cagar Budaya yang punya banyak potensi ini bisa sedikit demi sedikit ditata. Pasar Pabean yang sedari awal dibangun sudah menjadi pusat bisnis Surabaya hingga kini tetap hidup sebagai pasar seperti pada masa pra-kemerdekaan. Sejarah di Surabaya tidak melulu tentang cerita merebut dan mempertahankan kemerdekaan tapi juga tentang sejarah Surabaya sebagai kota bisnis sejak awal didirikan.


Friday, 12 October 2018

Review Qeza Sunscreen Cream Lightening: Lebih Percaya Diri Foto Bareng Bintang K-Pop




Annyeonghaseyo Yorobun!
Ada yang pernah ke Surabaya atau orang Surabaya? Sebagai warga asli Surabaya yang pernah beberapa kali tinggal di luar Surabaya rasanya saya setuju kalau orang-orang menyebut “setiap hari di Surabaya adalah musim panas”. Panasnya enggak nyantai banget seperti netijen yang hobi ngegas, haha... Menyengat dan menusuk kulit.

Beberapa bulan ini saya punya kegiatan rutin menjemput keponakan pulang sekolah dan sedang sering pergi di jam-jam menjelang matahari di atas kepala. That’s why saya yang baru saja belajar merawat kulit wajah jadi tidak paham mengapa kulit wajah kusam meskipun udah rajin membersihkan muka.

Padahal punya target minimal wajah jadi betah dilihat gitu lho karena mau ketemu Oppa idola dari Korea yang sudah lama dinanti. Ternyata penyebabnya tuh saya enggak pernah melindungi kulit wajah menggunakan tabir surya alias sunscreen. Di usia seperti ini saya baru sadar merawat kulit wajah? (Diketawain orang sekota Surabaya).

Dulu alasan saya enggan memakai tabir surya karena teksturnya yang lengket dan bikin riasan enggak bagus. Tapi itu pasti alasan yang sangat-sangat jadul sekali karena jaman sekarang teknologi sudah maju dan sudah banyak penemuan tabir suraya yang tidak lengket di kulit. Termasuk produk tabir surya dari Qeza Aesthetic Center.

Sekilas Tentang Qeza Sunscreen Cream Lightening



Qeza Sunscreen Cream Lightening ini adalah tabir surya dengan SPF yang tinggi. Tidak hanya cocok digunakan oleh orang yang sering beraktivitas di luar ruangan tapi juga cocok untuk penggunaan sehari-hari. Karena meskipun di dalam ruangan kulit kita juga tidak terbebas dari paparan sinar UV. Qeza Sunscreen Cream Lightening sendiri meng-klaim 3 manfaat yang dimiliki, yaitu:
  1. Protecting: melindungi kilit dari bahaya radiasi sinar matahari serta kandungan SPF 30
  2. Moisturizing: menjaga kelembaban kulit wajah
  3.  Brightening: membuat kulit wajah tampak cerah dan sehat.

Tabir surya ini dikemas dalam wadah putih 10gram dengan tutup ulir yang memudahkan untuk buka tutup. Selain itu dilapisi dengan tutup kedua pada bagian dalam agar Qeza Sunscreen Cream Lightening tetap aman terlindungi dari paparan udara. Di bagian kemasan dijelaskan bahwa sunscreen ini diproduksi oleh PT. Derma Beauty Indonesia Komplek pergudangan dan insdustri PKT Bitung, Blok A6-A7 Kadujaya, Curug, Tangerang – Indonesia.

Selain itu juga dijelaskan kandungan yang terdapat di Qeza Sunscreen Cream Lightening ini. Jangan khawatir karena tabir suraya ini sudah mendapatkan sertifikat halal MUI dan juga terdaftar di BPOM dengan nomor NA18161700947. Jadi tidak perlu khawatir lagi. Qeza Sunscreen Cream Lightening ini dari Qeza Aesthetic Center yang berlokasi di Jalan C. Simanjuntak YAP Square C-8, RT 019 RW 03, Terban Yogyakarta.


Review Saat Menggunakan Qeza Sunscreen Cream Lightening
 
Tekstur Qeza Sunscreen Cream Lightening
Dari tekstur krimnya sendiri krim ini sangat ringan jadi saat digunakan tidak terasa  seperti membebani kulit atau malah membuat wajah jadi berminyak karena klaimnya yang melembabkan. Banyak sunscreen yang saat diaplikasikan malah menyisakan kesan putih-putih di wajah dan membuat make up tidak bagus. Tapi setelah mengaplikasikannya ke wajah terasa menyerap ke kulit tapi juga melembabkan.

Saya menggunakan Qeza Sunscreen Cream Lightening setelah rutinitas mencuci wajah di pagi hari, lalu menyegarkan wajah dengan toner dan mulai mengaplikasikannya ke 5 titik wajah dengan sedikit-sedikit saja tapi merata. Tips dari saya adalah setelah mengaplikasikannya ke wajah tunggu beberapa saat hingga meresap ke wajah baru gunakan make up.

Hampir satu bulan saya memakai Qeza Sunscreen Cream Lightening dan rasanya memang tampak berbeda. Maaf saya tidak memotret before afternya karena saya forgot lah ya. Pokoknya dari saya yang khawatir banget mau ketemu oppa-oppa BTOB yang konser ke Indonesia jadi sampai bisa yakin sekarang sudah tidak apa-apa.

Saya tahu kalau pada dasarnya pigmen kulit saya berbeda dengan orang Korea ditambah lagi para artis pasti sangat-sangat jauh berbeda perawatannya dengan saya yang suka lupa-lupa ingat merawat kulit. Tapi setidaknya saya bisa menjaga warna asli kulit saya, mengjindari dari kekusaman dengan cara memakai tabir surya.  Qeza Sunscreen Cream Lightening semacam menjaga dan melindungi kulit agar tidak semakin gelap, sedangkan kulit kita setiap harinya terus berusaha untuk melahirkan sel-sel baru agar tetap sehat dan warnanya terjaga. Karena kalau wajah kita kusam, tidak akan bisa bagus hasil riasan pada wajah.

Hampir satu bulan menggunakan Qeza Sunscreen Cream Lightening saya sangat merasakan manfaatnya karena bikin saya makin betah beberapa detik saat bercermin. Kulit wajah saya tampak lebih cerah dan jauh dari kesan kusam karena cuaca di Surabaya yang terlalu akstrim Dan saya menjadi sangat siap untuk ketemu boy group favorit saya itu. Kalau hanya sekadar nonton konser sih saya tidak akan sengotot ini mau merawat wajah, tapi juga saya akan berfoto dengan mereka.
Saya Dan BTOB Lee Changsub

Setelah sekian lama menunggu hasil saya berfoto dengan bintang pop Korea ini saya jadi semakin bersyukur bertemu Qeza Sunscreen Cream Lightening di saat yang tepat. Wajah saya tidak terlihat kusam. Riasan tipis yang saya pakai juga bisa bagus banget hasilnya padahal saya sudah berdandan sejak siang dan baru berfoto dengan oppa malam hari. Setidaknya wajah saya tidak terlihat kusam saat foto bersama. Sunscreen-nya bekerja dengan baik untuk melindungi wajah saya yang sering terpapar ganasnya matahari di Surabaya dan mengjilangkan kekusaman di wajah. Selain itu tidak menimbulkan bekas aneh-aneh seperti putih-putih di wajah.

Sekian tulisan saya untuk berbagi tentang manfaat melindungi kulit dengan Qeza Sunscreen Cream Lightening. Semoga semuanya semakin sadar untuk menjaga kulit kita yang berharga.  


Info lebih lanjut tentang Qeza Aesthetic Center
Alamat: Jalan C. Simanjuntak YAP Square C-8, RT 019 RW 03, Terban Yogyakarta.
Telpon: 0274 882778
WA: 087794947500
Instagram: @qezaclinic dan @qezaskin

Tuesday, 9 October 2018

9 Oktober Diperingati Sebagai Hari Hangeul, Ini 5 Fakta Menarik Tentang Hangeul Yang Harus Kamu Tahu!



Annyeonghaseyo Yorobun! Siapa yang belum pernah mendengar Hangeul? Pasti sebagian besar dari kita terutama K-Lovers sudah mengenal abjad yang digunakan di Korea. Hari ini tanggal 9 Oktober di Korea Selatan diperingati sebagai Hari Hangeul atau hari penetapan Hangeul sebagai abjad Korea.

Dahulu para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Hari Hangeul jatuh pada 29 Oktober, namun setelah ditemukannya fakta-fakta baru akhirnya para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Hangeul pertama kali dibuat tanggal 9 Oktober. Sejak tahun 2013, Hari Hangeul ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Tapi tahukah kamu bahwa ada banyak fakta menarik di balik abjad Korea satu ini? Berikut saya sudah merangkumkan beberapa hal tentang Hangeul yang paling menarik perhatian saya.

Huruf Hangeul Diciptakan Oleh Raja Sejong

Pada mulanya Rakyat Korea menggunakan karakter Cina yang disebut Hanja dalam penulisan mereka. Sekitar 1000 tahun lebih Rakyat Korea menggunakan Hanja. Namun karakter Hanja sangat sulit untuk dipahami terlebih bagi rakyat dengan status sosial yang rendah dan sulit untuk mengakses pendidikan.  Oleh karena itu pada masa tersebut banyak rakyat yang buta huruf.

Melihat hal tersebut Raja Sejong yang merupakan Raja ke-4 Dinasti Joseon menciptakan Hangeul yang lebih sederhana untuk menggantikan Hanja. Raja Sejong mengumumkan Hangeul dalam Hunminjongeum (훈민정음) yang berarti “kata-kata yang benar untuk diajarkan pada rakyat”. Namun dalam penyebarluasan Hangeul sebagai abjad Korea menggantikan Hanja tidak lepas dari pertentangan. Para bangsawan khawatir timbul gejolak sosial jika rakyat dengan status sosial yang rendah menjadi berpendidikan.

Pada 2009 Patung The Great  King Sejong Di Plaza Gwanghwamun Dibuka Untuk Umum

Tahun 2009 saat hari jadi ke-563 penenemuan Huruf Hangeul, patung Raja Sejong di Gwanghwamun Square atau Gwanghwamun Plaza resmi dibuka untuk umum. Patung Raja Sejong Yang Agung tersebut terbuat dari perunggu setinggi 9,5 meter. Patung tersebut dibuat dengan menggambarkan Raja Sejong memegang buku yang terbuka di tangannya sambil tersenyum dengan lembut seolah bahagia atas cita-cita mulianya yang telah terwujud.

Selain itu di depan patung Raja Sejong terdapat bola langit, pengukur hujan, dan jam matahari yang semuanya diciptakan Raja Sejong selama masa pemerintahannya. Di bagian lorong bawah tanah terdapat gedung pameran Sejong’s Story. Tidak hanya itu, di ujung plaza juga terdapat “Waterway of History” sebuah sungai mengalir di atas ubin dengan sejarah Korea.

Di Korea Utara Diperingati Pada Tanggal 15 Januari

Korea Utara juga memperingati Hari Hangeul. Namun berbeda dengan di Korea Selatan yang memperingati Hari Hangeul setiap tanggal 9 Oktober, Korea Utara memperingatinya pada tanggal 15 Januari.

Di Korea Utara disebut dengan Hari Chosŏn'gŭl. Diperingati setiap tanggal 15 Januari yang merujuk pada tanggal 15 Januari 1444 (atau 1443 menurut kalender bulan) adalah tanggal pembuatan Hunminjongeum yang sebenarnya.

Mendapatkan Penghargaan Dari UNESCO

Hunminjongeum Haeryobon (buku panduan Bahasa Korea) mendapat pengakuan dari UNESCO pada tahun 1997 dalam Memory of The World Register. Penghargaan ini tidaklah suatu yang mengagetkan karena Hunminjongeum telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam memberantas buta huruf di Korea. Selain penghargaan tersebut UNESCO juga memberikan penghargaan kepada organisasi atau perseorangan yang membantu menurunkan buta huruf dengan memberikannya King Sejong Award.

Huruf Hangeul Juga Digunakan Oleh Salah Satu Suku Di Indonesia

Yang paling menarik adalah ternyata huruf Hangeul tidak hanya digunakan di Korea tapi juga di Indonesia. Salah satu suku di Indonesia menggunakan Hangeul sebagai abjad mereka untuk menuliskan bahasa daerah yang hampir punah.

Suku yang menggunakan Hangeul untuk berkomunikasi secara tertulis adalah Suku Cia-Cia. Sekitar 80.000 jiwa Suku Cia-Cia bermukim di Kampung Karya Baru, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Meskipun menggunakan huruf Hangeul untuk komunikasi tertulis, namun bahasa yang digunakan tetaplah bahasa daerah mereka.

Hal tersebut bermula saat Wali Kota Baubau tergerak hatinya melihat bahasa daerah Suku Cia-Cia termasuk dalam bahasa yang hampir punah karena tidak memiliki aksaranya sendiri. Tidak seperti bahasa di suku lain masyarakat Buton yang bisa ditulis menggunakan huruf Arab, ternyata bunyi konsonan Cia-Cia tidak bisa ditulis menggunakan huruf  Arab.

Kemudian pemerintah Kota Baubau menggelar Simposium Internasional Penaskahan Nusantara dan berhasil menarik perhatian Profesor Chun Tae Hyun untuk meneliti bahasa Suku Cia-Cia yang memiliki pelafalan mirip dengan Bahasa Korea. Sejak saat itu pemerintah Kota Baubau dan Hunminjongeum Research Institute menyusun bahan ajar untuk kurikulim muatan lokas bahasa daerah Cia-Cia. Dan hasilnya seperti sekarang bahasa Cia-Cia tetap lestari dengan diabadikan melalui aksara Hangeul.

Jadi fakta terkait Hangeul mana yang paling kamu sukai? Saya pribadi suka dengan cita-cita mulia Raja Sejong.

Saturday, 6 October 2018

Review Sunday Street Food Yello Hotel Jemursari, Semuanya Enak!



Bagi saya makan adalah sebuah ritual khusus yang harus dijalankan dengan khusyuk dan tuma’ninah selain sholat. Saya tidak suka makan hanya jadi rutinitas memasukkan makanan ke mulut atau sekadar menghilangkan lapar. Makan dengan tenang selagi bisa dan menikmati betapa segar bahan bakunya lalu berterima kasih kepada juru masak karena telah meracik bumbu serta bahan menjadi makanan yang enak. Dengan catatan saat sedang tidak sibuk.

Seseorang pernah bilang kalau nanti punya anak akan berbeda, pokoknya bisa langsung menghabiskan makanan itu saja sudah bersyukur. Karena berbeda kondisi makan dengan anak kecil dan makan saat masih lajang. Ya kembali lagi ke catatan saya di atas, saat sedang tidak sibuk.


Beberapa waktu lalu saya menikmati makan-makan seru bersama beberapa orang teman yang juga mengagumi makanan. Tempatnya di Yello Hotel Jemursari Surabaya. Yello Hotel Jemursari punya banyak cara seru untuk menyaikan makanan mereka. Salah satu yang mereka punya adalah acara makan-makan seru di hari minggu yang namanya Sunday Street Food.

Yap, acara makan seru ini bisa kita nikmati setiap hari minggu pukul 11:00 hingga 15:00 di Yello Hotel Jemursari. Harga hidangannya bermacam-macam, mulai dari 15 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah. Promo ini tersedia hingga nanti akhir Januari tahun 2019, jadi masih banyak waktu jika kalian ingin menikmati jajan seru ala Yello Hotel ini.

Karena namanya Sunday Street Food pasti sudah terbayang makanan yang disajikan adalah semacam street food atau makanan yang lazim kita temui kalau jajan di pinggir jalan. Eitss... tapi jangan salah, menu Sunday Street Food dari Yello Hotel Jemursari tidak hanya makanan yang bisa kita temukan di Indonesia saja tapi juga street food dari beberapa negara.


Saya mencoba beberapa menu sekaligus yang juga saya share dengan teman-teman yang lain. Yang pertama saya coba adalah Bakso komplit dengan isian bakso, gorengan, mie putih dan kuning, dan tahu. Bahan pelengkap seperti bawang goreng, daun bawang, saus tomat, sambal dan kecap juga bisa kita tambahkan sendiri. Isian baksonya sendiri buat saya sudah bakso banget rasanya dan teksturnya. Gorengannya juga enak tidak alot kulit pangsitnya. Kaldunya sendiri buat saya rasanya sudah sangat pas, ngaldu banget lah istilahnya. Rasanya juga enak yang bukan rasa micin gitu, benar-benar rasa kaldu tapi kalau bisa dikurangin sedikit minyaknya karena menurut saya kuah kaldunya masih terlalu berminyak.



Selanjutnya di Pasta Station ada berbagai macam pasta, mulai dari spaghetti biasa yang lurus dan panjang itu, fettuccine, dan penne. Bumbunya juga beragam bisa pilih dari carbonara, aglio olio sampai saus bolognese. Jadi bisa pilih sesuka hati mau mix yang mana. Saya pribadi kurang begitu suka pasta jadi tidak bisa berkomentar aneh-aneh. Tapi kalau kamu suka dengan macam-macam pasta pasti suka punya Sunday Street Food Yello Hotel Jemursari ini.

Street Food lain yang saya coba adalah yang katanya Mongolian Food. Nah saya sendiri belum penah ke Mongolia nih tapi saya suka ini. Beragam sayuran seperti sayur kol, wortel, beberapa daging ikan, sosis, bakso dan masih banyak bahan lainnya ditumis oleh Chefnya dengan bumbu rahasia. Setelah itu bisa kita beri saus tambahan, seperti saus barbequ dan saus lada hitam. Cocok banget di lidah saya, mungkin karena simpel dan hampir mirip-mirip tumisan di masakan Cina ya.
Beralih ke menu Yello Hotel Jemursari yang behasil merebut tempat di hati saya dan ternyata dibawa juga ke menu Sunday Street Food. Menu ini adalah Kwetiau goreng yang masuk ke station aneka nasi goreng dan mie goreng. Kalau kamu ke Yello Hotel Jemursari saya rekomendasi dan wajib coba Kwetiau goreng punya mereka. Dijamin enggak kecewa karena enak banget dan beda banget.


Nah ada satu lagi yang saya coba dan ternyata rasanya melebihi ekspektasi saya! Soto Ayam Ambengan (katanya). Resepnya mirip-mirip lah... Biasanya suka meragukan soto kalau sudah dibawa menjadi menu hotel tapi kali ini benar-benar enggak boleh dilewatkan. Sotonya juara pake banget, dan saya nyesel hanya makan semangkuk berdua dengan teman saya. Lain kali kalau ke sini coba seporsi sendiri biar puas. Hahaha...





Selain menu-menu yang saya coba di atas ada menu lain yang juga laris manis sebelum saya sempat mencobanya. Ada nasi cumi yang jadi khas di Surabaya, ada rujak uleg dengan cingurnya yang sedap, ada rujak manis, tahu campur, terang bulan mini, aneka sambal dan juga buah potong yang bisa kita nikmati secara gratis. Minumannya juga macam-macam saya sampai enggak hapal. Hehe... Dan aneka kue yang cantik serta nikmat.

Makan di Sunday Street Food Yello Hotel Jemursari bisa masuk ke agenda kamu yang ingin makan enak dengan khusyu’ kayak saya. Kalau punya bocil alias anak juga gak khawatir karena ada playground. Jadi waktu santai minggu kita bisa senang, tenang, nyaman, dan anak juga riang.

Sekian celotehan impression saya ketika mencoba Sunday Street Food. Kalau kamu juga sudah cobain menu-menu di atas bisa cerita juga di bawah ya, sampai jumpa!


Yuk Rencanakan Kebutuhan Masa Depan Sejak Dini




Masih ingat tentang Quarter Life Crisis yang saya tulis sebelumnya? Kalau belum boleh dibaca dulu untuk modal merangkai masa depan bersama tulisan saya. Ehehe... siapa tau setelah baca ini bisa merangkai masa depan bersama dia yang terkasih.

Baca juga: Quarter Life Crisis Membawa Saya Berkenalan Dengan Reksa Dana

Setelah merenungi berbagai keresahan kaum usia dewasa muda, saya merasa harus lekas moving forward. Gak bisa nih terus begini, saya harus melakukan sesuatu untuk masa depan yang lebih baik. Kalau kamu merasa gini-gini aja, yuk kita move on bareng. Dan bagi kamu yang jauh lebih muda dari saya juga harus segera merencanakan masa depan dengan baik. Agar meskipun dihampiri Quarter Life Crisis, tidak terjadi di saat yang terlambat. Kalau bisa malah tidak perlu merasakannya.

Punya mimpi dan tujuan hidup itu perlu karena hidup ini lebih ganas bergelombang daripada lautan lepas. Dan sekali lagi saya jadi merasa beruntung karena beberapa waktu lalu mengikuti Kopdar Investarian MAMI yang kedua. Saat beberapa orang ditanya rencana mereka di masa depan dan apa yang sudah dipersiapkan, sekali lagi saya bagai disiram air sama emak agar segera bangun dari mimpi panjang di malam hari.

Mari Kita Rencanakan Masa Depan
Masa depan yang saya rencanakan bukan lagi sekadar mikirin apakah tahun depan masih bisa memenuhi kebutuhan makan bakso setiap bulan, karena saya sadar bahwa hidup lebih dari bakso. Kalau bakso saja terus mengalami inflasi bagaimana dengan soto ayam dan tongseng kambing, ya kan?

Kalau boleh berandai-andai nih, saya punya beberapa rencana hidup untuk beberapa tahun ke depan. Coba kita bahas impian saya sambil kamu juga merencanakan masa depan kamu. Secara garis besar dalam beberapa tahun ke depan saya ingin mengajukan kerja sama membuka salah satu kafe dessert di Singapura milik Seo Eunkwang (anggota BTOB) dan juga menikah kalau sudah ketemu jodoh. Sekali lagi ini rencana saya tapi tetap Tuhan yang bisa merestui.

Ternyata ada satu hal terlupa padahal ini adalah yang paling mendasar, yaitu dana darurat. Mudahnya dana darurat ini adalah dana yang bisa tiba-tiba saja kita butuhkan di luar semua kebutuhan sehari-hari kita dan juga semua yang sudah kita rencanakan di masa depan. Misalnya saja tiba-tiba jatuh sakit atau ada keadaan super genting yang bisa menjebol dompet beserta teman-temannya. Jadi kita tidak boleh melupakan ini, hukumnya wajib ain untuk memasukkan dana darurat ke perencanaan.

Setelah melakukan rencana untuk hidup kita ke depan, jangan lupa untuk memberikan jangka waktu pada rencana-rencana yang sudah kita buat. Contohnya nih misalkan dana darurat yang kita butuhkan sebesar 15 juta rupiah dalam satu tahun ke depan. Kemudian menikah bisa saya rencanakan dalam 2 tahun ke depan (dengan catatan ketemu pasangannya dulu). Pernikahan impian saya sederhana saja hanya keluarga dan teman dekat, boleh kan saya anggarkan 10 juta rupiah? Kemudian modal untuk membuka kafe beserta biaya waralabanya yang saya targetkan bisa dalam 2 tahun dengan modal paling sedikit 35 juta rupiah. Umroh yang kira-kira inginnya 3 tahun lagi, kalau berangkat sendiri sih bisa 25 Juta kok. Satu lagi, dalam 5 tahun ke depan seperti di tulisan sebelumnya saya berencana untuk bisa membeli saham salah satu agency artist di Korea. Hahaha...

Langkah Selanjutnya
Sudah punya rencana hidup beberapa tahun ke depan dan juga perkiraan biaya yang harus kita anggarkan, saatnya menuju ke tahap selanjutnya. Yaitu memikirkan berapa yang harus kita anggarkan tiap bulan dan cara agar mimpi-mimpi kita bisa tercapai. Ya mimpi cuma akan jadi mimpi kalau tidak ada rencana eksekusi. Jadi hidupkan mimpi menjadi cita-cita dengan cara mulai melangkah.

Dalam pikiran kita pasti berapa yang harus kita tabung untuk bisa mencapai itu semua? Sekali lagi seperti yang sudah pernah saya bahas, menabung saja tidak cukup untuk karena harga bakso tahun ini tidak akan sama dengan harga bakso tahun depan, apalagi soto ayam sebagai selingan. Jawabannya tentulah investasi. Beginilah perbedaan mendasar antara apa yang kita dapat dari menabung dan investasi.
Menabung:
  • Menyimpan uang
  • Mengamankan uang agar tidak dicuri
  • Tapi uang tersebut tidak tumbuh dan hanyak bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bulanan.

Investasi:
  • Menyimpan uang tentunya
  • Uang bisa tumbuh lebih besar dari inflasi
  • Tujuan masa depan bisa tercapai juga.

Uang yang disimpan dan terus tumbuh ini yang nantinya bisa kita gunakan sebagai dana darurat dan berbagai kebutuhan di masa depan. Tapi bukan berarti tidak perlu menabung dan hanya mengandalkan investasi. Menabung dan investasi sama-sama penting karena kebutuhan kita tidak hanya jauh di depan tapi juga setiap harinya kita butuh uang untuk hidup.

Kalau dilihat dari perencanaan saya sih nampaknya ada dua golongan Reksa Dana yang sesuai. Yaitu Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan tetap. Refresh ingatan bentar yuk:

  1. Reksa Dana Pasar Uang dengan jangka waktu investasi yang disarankan adalah satu tahun. Potensi hasil dan fluktuasi cenderung stabil dan dapat dicairkan kapan saja. Di Reksa Dana Pasar Uang ini kita bisa beli mulai dari 10ribu.
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan minimal 80% obligasi. Memiliki potensi hasil dan fluktuasi rendah.
Gambaran Rencana Masa Depan Saya


Kalau dirangkum dalam sebuah tabel kira-kira seperti itu yang saya rencanakan dalam beberapa tahun ke depan. Dana darurat, buka usaha kafe, menikah, dengan rencana yang 1-2 tahun ke depan ada baiknya berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang. Karena Reksa Dana Pasar Uang  ini cenderung stabil, jangka waktunya satu tahun dan bisa dicairkan kapan saja. Pas sekali misal tiba-tiba ketemu jodoh, langsung bisa nikah tanpa nunggu Reksa Dana cair yang lama.

Rencana umroh nih karena masih 3 tahun lagi yang Insya Allah sudah ditemani suami bisa masuk ke Reksa Dana  Pendapatan Tetap. Fluktuasinya rendah dan potensi hasilnya kira-kira 8% jadi 3 tahun mendatang bisa umroh tanpa khawatir inflasi yang sudah pasti terjadi. Dan lebih jauh lagi bisa saja dalam 5 tahun benar-benar bisa beli saham management artist. Dan dengan semua rencana hidup yang saya tuliskan di atas, kira-kira dalam satu bulan nih kita perlu berinvestasi sebesar 3,6 juta rupiah.

Kalau sudah begini kan mimpi yang seperti tergantung di langit-langit kamar bisa ada ada bayangan seperti apa tangga yang harus dibangun. Jangan terjebak quarter life crisis, ayo move on, dan rencanakan masa depan kalau bisa sejak dini.

Sunday, 30 September 2018

Buffet Lunch Sambelan Dengan Cita Rasa Homey Di Maxone Dharmahusada



Beberapa bulan lalu saya pergi ke makan siang di Maxone Dharmahusada Surabaya dan sejak saat itu saya tidak bisa melupakan cita rasa yang mereka tawarkan. Dan beberapa hari yang lalu saya dan teman-teman saya kembali pergi ke Maxone Dharmahusada Surabaya untuk makan siang. Suasananya berbeda dengan saat pertama kali ke sana. Karena dulu lokasinya di bawah atau di Cardamom Bistro sedangkan sekarang untuk buffet lunch kita bisa nikmati di lantai 8 atau Sky Cave Rooftop Lounge. Tentunya dengan pemandangan yang menyenangkan.


Banyak hotel di Surabaya yang mulai menawarkan buffet lunch atau dinner dengan menu tradisional termasuk di Maxone Dharmahusada. Dan hotel pertama yang saya datangi karena menawarkan menu makan siang tradisional adalah Maxone Dharmahusada dan tidak pernah menyesal telah datang. Kali kedua ke sana rasa yang ditawarkan masih saja maksimal dan kaya rempah.

Cita rasa maksimal yang ditawarkan masih tidak lepas dari racikan ajaib Chef Hernanto. Selaku orang di balik layar dari menu yang tersaji di Maxone Dharmahusada, Chef Hernanto selalu memperhatikan bahan dan rempah-rempah. Kunci dari masakan tradisional Indonesia adalah rempah-rempah, tidak bisa diganti atau pelit rempah karena rasanya tidak akan kuat. Nah bumbu jangkep atau rempah-rempah lengkap inilah yang membuat menu buffet lunch di Maxone Dharmahusada memiliki cita rasa sangat homey.


Menu yang ditawarkan Maxone Dharmahusada kali ini adalah berbagai macam sambelan, menu utama, dan  side menu yang cocok untuk dijadikan cemilan. Kemarin waktu ke sana yang disajikan adalah 5 jenis sambal, yaitu sambal terasi, sambal tempe, sambal ijo, sambal matah dan sambal kecap. Untuk menu utamanya ada nasi putih, mie goreng, nasi goreng, ayam bakar, tumis buncis dan wortel, sup dengan bola ikan, serta corn and cream (semacam sup krim dengan jagung manis). Side menu di gerabah ada ikan asin bulu ayam, peyek, tumis kikil, onion ring, tahu isi, telur dengan saus hollandes, croissant abon. Selain itu ada juga salad bar dengan berbagai macam dressing yang disediakan untuk kamu yang suka sayuran.



Saya hampir mencoba semua makanan yang tersaji dan sekali lagi secara jujur saya kagum dengan rasa makanan di Maxone Dharmahusada ini. Chef Hernanto tidak pernah mengecewakan saya. Karena saya orang yang jarang makan nasi putih karena rasa yang plain, saya akhirnya mengambil nasi goreng dengan sambal ijo dan lauk ayam bakar yang sudah dipotong kecil-kecil. Nasi gorengnya sudah pedas tanpa perlu sambal ternyata. Khas nasi goreng yang rasa rempah-rempah itu lho, bukan yang sekadar pakai bumbu penyedap. Ayam gorengnya juga lembut, rasanya enaknya juga cocok banget melumuri ayamnya tapi bukan rasa yang membuat menu lain jadi tidak menonjol rasanya. Saya suka karena cita rasa mereka jadi balance bukan balapan.

Saran

Saran saya saat ke sini mending makan pakai nasi putih karena sambelan yang enak itu memang cocoknya dengan nasi putih. Kalau nasi goreng bagi saya identik dengan makan praktis atau makan dengan cepat, oleh karena itu nasi goreng sering kali ditambahkan dengan beberapa bahan lain seperti bakso, irisan ayam, atau telur, yang tentunya dengan ditambah bumbu atau rempah-rempah. Dan biasanya makanan praktis seperti ini tidak cocok jika ditambahkan lauk tambahan. Tapi dari berbagai macam nasi goreng hotel yang pernah saya coba, di Maxone Dharmahusada ini adalah nasi goreng yang punya karakter alias enak. Kalau di tempat lain mungkin sekadar menggoreng nasi putih agar tidak hambar rasanya, di Maxone Dharmahusada sudah bisa dimakan tanpa lauk tambahan. Mungkin nasi gorengnya dengan lauk ikan asin akan jadi menu yang cocok. Jadi jika ingin menikmati nasi goreng, mungkin bisa secara terpisah kemudian baru menikmati menu utama lainnya.

Dengan menonjolkan bermacam-macam sambal di menu makan siangnya, saya rasa ada yang kurang. Variasi lauk yang bisa dicocol ke sambal sebaiknya bisa lebih bervariasi agar lebih terasa nuansa sambelannya. Semua varian sambalnya sendiri sudah sangat nikmat jadi alangkah baiknya potensi sambalnya tidak disia-siakan. Saya yakin Maxone bisa mempertimbangkan yang satu ini karena rasa masakan mereka sudah benar-benar enak. Pokoknya saya ngefans sama Chefnya.

Bagaimana Caranya Untuk Join Buffet Lunch Maxone Dharmahusada?

Teman-teman bisa menikmati buffet lunch sambelan ini setiap Senin-Jumat pada pukul 12-3pm. Lebih baik untuk reservasi terlebih dahulu sebelum datang dan juga kata Chef Hernanto bisa diusahakan untuk memenuhi permintaan menu jika ada yang request. Harganya juga sangat terjangkau, yaitu 87k/pax. Informasi lebih lanjut bisa hubungi kontak yang tertera di bawah atau kalau ingin kepo bisa ke sosial medianya. Selamat makan siang!

Maxone Hotel Dharmahusada
Alamat: Jalan Dharmahusada 189 Surabaya
Telp: +62 31 5957258
Instagram: maxonedharmahusada


Friday, 28 September 2018

Hadiah Chuseok Terbaik! Meriahnya BTOB In Jakarta 2018


Kepada Tuhan Yang Maha Baik, merci Ya Gusti telah mewujudkan harapan di chuseok tahun lalu dengan sesuatu yang lebih besar. Apa kabar hari kalian setelah satu minggu berlalu?
21 September 2018, pagi itu Jakarta sedang diguyur hujan hampir di semua sudut kota. Tidak sepanas Surabaya dan tidak juga terlalu dingin, suasananya nyaman. Saya berangkat ke Jakarta saat Tabebuya di Surabaya sedang indah-indahnya. Tapi tak apa, di lain waktu masih ada kesempatan melihat Tabebuya bersemi lagi. Sedangkan melihat BTOB dan mendengar nyanyian mereka secara langsung mungkin hari itu adalah kesempatan sekali seumur hidup. Ke depannya entah masih bisa lagi atau tidak.

BTOB salah satu grup idola pria asal Korea Selatan yang lagu-lagunya paling nempel di telinga saya. Mereka salah satu yang penampilan live-nya paling ditunggu-tunggu karena kemampuan vokal yang luar biasa. Kata orang suara mereka semerdu dan stabil seperti yang ada di CD album atau Spotify high quality. Selain itu mereka juga grup yang biasanya dibilang kumpulan pelawak dengan kemampuan bernyanyi. Mungkin karena itu banyak yang suka karena mereka totalitas dalam menghibur.

Tidak hanya Melody (fans  BTOB) di Korea sana yang menunggu tapi juga Melody Indonesia yang tidak sebanyak di negara asal BTOB sana. Di Korea BTOB sangat popular dan belum lama ini menggelar konser di Olympics Gymnastic Arena Korea selama 3 hari dan dihadiri oleh 36.000 orang. Tapi bagi Melody Indonesia yang tidak sebanyak itu, untuk bisa melihat langsung BTOB tampil  hanya ada 3 pilihan, yaitu menonton di Korea atau negara lain yang sering disinggahi, membuat campaign melalui My Music Taste agar bisa dinotice, dan yang terakhir adalah mengharap keajaiban, hahaha...

Perjalanan Panjang Membawa BTOB Ke Indonesia Melalui My Music Taste
Poster BTOB In Jakarta
Image Source: Loket and MMT
Di antara ketidakmungkinan, Melody di Indonesia memilih untuk berusaha mengundang  BTOB ke Indonesia dengan bantuan My Music Taste (MMT). MMT sendiri adalah sebuah platform yang menjembatani antara penggemar dan promotor untuk menggelar konser. Sistemnya penggemar membuat kampanye yang sedikitnya harus diikuti oleh 50.000 penggemar.

Melody di Indonesia sendiri memulai campaign melalui MMT untuk membawa BTOB ke Jakarta sejak tahun 2016 dan baru benar-benar terealisasi September 2018. Sejak pertama kali dibuat, campaign ini mendapatkan 50.000 poin di tahun 2017 dan sama sekali tidak menunjukkan progres sampai awal tahun 2018. Sampai kami semua berpikir sepertinya tidak mungkin membawa mereka ke Indonesia hanya dengan campaign seperti ini. Apalagi basis penggemar mereka tidak banyak meskipun banyak non-fans yang juga menjadi penikmat lagu mereka.

Kemudian pada bulan April 2018 tiba-tiba kami semua mendapat notifikasi SMS dan email bahwa pihak MMT telah menghubungi CUBE Entertainment selaku manajemen BTOB.  11 Mei 2018 MMT memberikan laporan lagi bahwa mereka telah mengecek jadwal BTOB. Sampai di sini kami masih antara percaya dan tidak percaya bahwa BTOB akan datang ke Indonesia.
Perjalanan Melody Indonesia Membawa BTOB

Oh ya, saat hari pertama bulan puasa lalu saya pergi bekerja part time di bidang F&B dan rekan kerja saya bertanya adakah grup idola Korea yang saya sukai? Dan saya asal saja menjawab bahwa kami akan membawa BTOB ke Indonesia, sedang mencari venue yang pas dan kemudian mulai proses penjualan tiket. Dan yaaa yang benar saja beberapa hari kemudian perkataan saya seakan menjadi benar. MMT dan BTOB mengumumkan akan melakukan konser di Jakarta pada 21 September 2018.

Dimulai dari tahun 2016 hingga mendapat kejelasan di tahun 2018 rasanya seperti perjalanan panjang yang akhirnya mendapatkan balasan setimpal. Menunggu sambil mencoba mengontak beberapa orang sering terlibat dalam dunia per-konseran di Indonesia (kalau ini sih kayaknya seluruh Melody yang melakukannya). Melody, we did it. Terima kasih My Music Taste. Stop Wishing, Start Making!

The Concert
Saat Konser
Image Source: Dokumentasi Pribadi
21 September 2018 pagi hari rasanya menjadi saat yang sangat panjang untuk menunggu datang malam hari. Saya yakin bukan cuma saya yang berharap ingin cepat-cepat malam dan sekaligus tidak ingin cepat-cepat hari itu berlalu. Bagi saya selain akhirnya bisa bertemu BTOB juga menjadi saat yang menyenangkan karena bisa bertemu teman-teman dari grup obrolan Melody International. Ya karena tidak hanya dihadiri fans dari Indonesia, tapi juga dari negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina, dan bahkan Korea.

Bisa bertemu dan berfoto bersama teman-teman yang setiap hari hanya bisa bertemu di ruang obrolan ternyata menjadi kegembiraan tersendiri. Kami yang berbeda negara ternyata bisa juga bertemu karena hobi yang sama. Kali ini saya harus berterima kasih pada BTOB karena telah memberikan banyak teman baru dari berbagai negara. Semoga di lain kesempatan bisa bertemu mereka yang dari Italia, Brazil, Amerika, Turki, dan lainnya.

Pukul 19:30 WIB tepat konser istimewa dan khusus ini akhirnya dimulai, mereka membawakan lagu The Feeling sebagai lagu pembuka. Mereka benar-benar seperti malaikat yang turun ke bumi saat pertama muncul di panggung. Pertama kali hanya melihat bayangan yang kemudian lampu panggung menyorot mereka menjadi lebih jelas. Rasanya seperti ternyata mereka benar-benar nyata ada di dunia ini. Biasanya hanya bisa melihat melalui layar dan mendengar suara mereka melalui pemutar musik, kali ini mereka benar-benar ada di depan saya.

Ruangan yang tidak begitu luas ternyata tidak mengurangi kemeriahan konser sederhana kali ini. Mereka seakan menjadi satu dan menjadi lebih dekat dengan kami. Ruangan yang dingin perlahan menjadi hangat dipenuhi cinta satu sama lain. Agak lebay enggak sih saya mendeskripsikannya? Hehe... tapi beneran kok kalau rasanya mereka itu memberi kami cinta dengan nyanyian mereka yang tulus dan para Melody juga memberikan cinta dengan menunjukkan fanchant yang kompak dan keras, tidak kalah dengan Melody Korea sana.

Total mereka membawakan 13 lagu dengan urutan sebagai berikut (oh ya saya kayaknya terlalu niat membawa pena dan kertas agar bisa mencatat setlist konser haha):
The Feeling
Movie
Someday
Talking and game time
All Wolves Except Me (Naivety)
Blowin’ Up
When It’s Rain - BTOB BLUE (vocal line)
Ice Breaker – Rap Line
Eunkwang Letter
Summer Romance
Yeah
Only One For Me
Missing You
Finale (Our Concert)

Semua berjalan meriah, pecah, sekaligus mengharukan. Terutama saat tiba mereka menyanyikan Finale (Our Concert) yang seperti menyadarkan saya bahwa konser yang hampir berakhir ini benar-benar nyata terjadi dan saya berada di tengah-tengahnya, bukan lagi mimpi semu atau harapan-harapan semata.




Setelah konser berakhir bukan berarti sampai di situ perjumpaan kami, para pemegang tiket VIP mendapan keistimewaan bisa bertemu dengan mereka lebih dekat dengan Hi Touch atau foto bersama. Saya sendiri mendapatkan kesempatan untuk berfoto bersama mereka bersama beberapa Melody lain. Sengaja saat konser saya memaki jaket seragam Wow Korea Supporters yang diberikan oleh Korea Tourism Organization Indonesia agar rasanya tanda-tanda berjodoh dengan mereka semakin lengap terwujud. Benar saja akhirnya saya bisa berfoto memakai seragam ini bersama BTOB yang juga ditunjuk KTO menjadi Tourism Ambassdor 2018. Setelah bulan Februari lalu saya lolos menjadi anggota WKS 2018 dan beberapa hari setelahnya BTOB juga ditunjuk menjadi Tourism Ambassador.

Baca juga: Menemani BTOB Untuk Mengenalkan Pariwisata Korea

“Kenapa kebetulan ini terasa aneh ya? Jangan-jangan kamu beneran bakal bisa bertemu BTOB.” Kata kakak saya waktu itu. Dan inilah saya 21 September 2018 di Jakarta ternyata benar-benar bertemu mereka.

Seperti Terwujudnya Harapan Chuseok Tahun 2017

23-25 September 2018 kemarin adalah Hari Chuseok, yaitu hari libur nasional Korea selama 3 hari yang diperingati untuk merayakan panen besar. Biasanya saat libur chuseok orang-orang berkumpul bersama keluarga. Meskipun kita tidak merayakan hari chuseok tapi bagi saya terasa sangat istimewa juga. Karena bisa melihat konser BTOB, berfoto bersama mereka, rasanya seperti harapan saat Chuseok tahun lalu bisa terwujud di Chuseok tahun ini.

Semuanya berawal dari saat menonton acara Immortal Song Special Chuseok tahun lalu yang menampilkan duet antara Seo Eunkwang (leader BTOB) dan Ibunya. Wah suara mereka sangat luar biasa, saya jadi tahu Eunkwang mendapatkan suara merdu itu dari mana. Dan saat itu saya punya satu pikiran gila yaitu “entah bagaimana caranya saat musim gugur 2018 saya harus bisa bertemu dengan Eunkwang untuk menunjukkan kekaguman saya”.


Tahu kan Tuhan selalu punya berbagai cara untuk merespon tiap doa manusia? Terkadang Tuhan langsung berkata “Iya” tapi kadang juga Tuhan berkata “tunggu dan bersabarlah Aku akan berikan lebih nanti.” Dan yang saya rasakan itu adalah yang kedua. Ya karena sepertinya tidak mungkin sekali Tuhan akan langsung mewujudkan. Tapi di antara pasrah dan putus asa itu ternyata Tuhan berkata harus menunggu lebih lama lagi untuk bisa bertemu Eunkwang tapi 21 September kemarin Tuhan memberikan gantinya, yaitu bertemu 6 member lain sementara Eunkwang sedang menjalankan tugas negara.

Jadi meskipun tidak jadi bertemu Eunkwang di musim gugur tahun ini, ternyata Tuhan Maha Baik menggantikannya dengan hal yang sama besar atau mungkin lebih besar. Merinding sendiri kalau diingat-ingat. Ini baru satu hal saja dalam hidup yang saya sadari tentang cara Tuhan merespon harapan-harapan saya. Hal lain pastinya lebih banyak dan tak cukup untuk saya rangkum menjadi satu tulisan. Merci Ya Gusti!

Hey, mungkin kuncinya ada pada berharap dengan sungguh-sungguh dan yakin Tuhan Maha Mampu untuk mengabulkan harapan yang kecil bagi-Nya.