Saturday, 10 November 2018

Kawasan Pasar Pabean Saksi Sejarah Kota Surabaya Sebagai Kota Bisnis




Kota Surabaya, dalam benak banyak orang kota ini dibayangkan sebagai kota paling modern setelah  Jakarta. Orang-orang yang berkunjung ke Surabaya kebanyakan untuk keperluan bisnis, namun hal ini dimanfaatkan dengan tepat oleh Kota Surabaya untuk menarik turis dari geliat bisnis. Terlihat dari berkembangnya industri perhotelan yang berkembang pesat untuk mengakomodasi orang-orang yang datang ke Surabaya.

Hari ini 10 November adalah hari pahlawan dan Surabaya paling dikenal sebagai Kota Pahlawan. Perjuangan para pahlawan mempertahankan kemerdekaan Indonesia di Surabaya selalu dikenang hingga akhirnya diperingati sebagai hari pahlawan. Karena perkembangan Surabaya sebagai Kota Bisnis dan juga kota yang banyak menyimpan sejarah perjuangan inilah yang menjadikan Surabaya banyak dikunjungi oleh turis. Sejarah Kota Surabaya tidak hanya mengenai perebutan dan mempertahankan kemerdekaan saja, namun kegiatan bisnis Kota Surabaya juga tercatat dalam sejarah setua usia Surabaya.

Saya pun demikian sebagai warga asli Surabaya yang lahir dan besar di Kota ini. Satu kali dari hobi blusukan saya menyadari sesuatu bahwa Surabaya benar-benar Kota yang dibangun untuk keperluan bisnis sejak awal didirikan. Waktu itu saya yang selalu tertarik dengan hal-hal tentang perahu dan kapal menyadari bahwa di Surabaya kapal dan perahu tidak hanya berlayar di laut tapi juga di sungai-sungai di Surabaya untuk mengangkut barang-barang yang diperdagangkan di Surabaya.

Dari blusukan di kawasan Kampung Arab Ampel, saya bergeser sedikit di kawasan Pasar Pabean Surabaya. Pasar ini tidak pernah tidur, segala komoditas tersedia di sini. Lebih lengkap dari pasar-pasar besar lain di Surabaya. Pasar Pabean pun ditetapkan sebagai kawasan cagar budaya di Surabaya. Pasar yang berdiri sejak 1849 ini merupakan bukti bahwa Surabaya merupakan kota bisnis. Lokasi Pasar Pabean yang terletak di antara Kampung Arab, Pecinan, dan permukiman orang-orang Eropa serta diisi oleh perantau dari Madura menjadikan pasar ini sebagai tempat pertemuan multi-etnis.
Pedagang - Kuli Panggul - Pembeli - Wisatawan

Suasana Jual Beli Sore Hari Di Area Pasar Ikan Pabean

Pada masa pra-kemerdekaan distribusi barang di Kota Surabaya tidak dilakukan melalui jalur darat namun melalui jalur Sungai Kalimas. Kapal-kapal besar yang membawa barang dagangan dari luar Surabaya dan luar Indonesia masuk melalui Pelabuhan Tanjung Perak. Kemudian didistibusikan oleh kapal atau perahu yang lebih kecil melalui Sungai Kalimas. Oleh karena itu dapat dilihat sekarang bahwa Kota Tua Surabaya terletak di sepanjang Sungai Kalimas.

Bersama Teman-Teman Komunitas Mataponsel Jatim Di Pasar Pabean

Beberapa kali saya blusukan ke Kawasan Pasar Pabean. Salah satunya saya pernah mengajak teman-teman dari komunitas Mataponsel Jawa Timur yang berdomisili di Surabaya untuk blusukan ke area pasar ikan di Pasar Pabean. Mulai dari Jalan KH. Mas Mansyur - Jalan Panggung – belok kiri ke Jalan Gambir – menyusuri Kalimas Utara – belok kanan di Kalimas Udik dan kembali lagi ke Jalan Panggung. Jadi apa yang bisa kita lihat di sini? Saat kita baru memasuki Jalan Panggung, sederet toko kitab akan kita jumpai. Setelah itu berderet toko parfum menyambut langkah kaki kita dengan wewangiannya. Tepat setelahnya geliat kegiatan di pasar ikan terlihat kontras sekali dengan deretan toko parfum yang baru saja kita lewati. Selayaknya pasar ikan, bau ikan yang khas dan jalanan becek menghiasi sepanjang rute.Namun hal tersebut yang menjadindaya tarik para turis untuk memotret dan menikmati susana di Kawasan Pasar Pabean. Saya tidak masuk ke area dalam pasar yang bagian rempah-rempah atau komoditas lain karena sudah terlalu sore.
Bangunan-bangunan tua di sekitar Jalan Kalimas Udik
Sejalan dengan Peraturan Daerah Kota Surabaya Nomor 5 Tahun 2005 tentang Pelestarian Bangunan Dan/Atau Lingkungan Cagar Budaya, di Kawasan Pasar Pabean juga terdapat papan larangan untuk mengubah dan atau menambah bangunan. Hal ini dimaksudkan agar kawasan tetap lestari dan terjaga sebagai Kawasan Cagar Budaya.
Menara Syahbandar Kalimas

Bukti seriusnya Pasar Pabean yang menjadi potret penting bisnis Kota Surabaya pada masa Pra-kemerdekaan bisa dilihat dari adanya bangunan Menara Syahbadar Kalimas yang terletak di Jalan Kalimas Utara.  Menara ini menjadi tempat pegawai negeri yang mengepalai urusan pelabuhan bertugas. Sederhananya Menara Syahbandar difungsikan untuk mengontrol semua kegiatan yang berhubungan dengan pelabuhan, distribusi barang, dan perdagangan. Bagi yang bermata jeli, di bangunan ini juga terdapat logo Surabaya yang pertama kali. berfungsi untuk mengawasi perdagangan di sana.

Kawasan Pasar Pabean Bisa Menjadi Daya Tarik Wisata Yang Sangat Menarik
Area Sekitar Pasae Pabean Yang Terdapat Menara Syahbandar Kalimas

Kawasan Pasar Pabean ini menurut saya sangat potensial dijadikan tempat wisata tapi dengan sedikit sentuhan konsep. Sewaktu saya beralan keluar area pasar ikan dan menuju Kalimas Utara yang terdapat Menara Syahbandar teringat area Kalimas di kawasan Genteng (tengah kota) yang sekarang sangat cantik.

Kawasan sekitar Pasar Pabean sekarang banyak bangunan tua yang difungsikan sebagai pergudangan jadinya sore hari ada beberapa truk yang diparkir. Selain itu banyak juga yang dibiarkan kosong begitu saja atau ditempeli bangunan semi permanen lain sebagai permukiman.

Jika boleh berandai-andai Kawasan Pasar Pabean yang punya potensi pasar, bangunan bersejarah yang sangat estetik dan juga Sungai Kalimas bisa disulap menjadi satu kawasan wisata yang cantik. Sungai Kalimas di Surabaya Utara ini dibersihkan sepeti di tengah kota. Jalanan sepanjang Kalimas Utara dibersihkan dan diperindah dengan aksen seperti sepanjang Jalan Tunjungan. Bangunan-bangunan tua tak perlu difungsikan kembali cukup dibersihkan saja sehingga tampak estetik.

Sebagai pendukung Pasar Pabean juga bisa diaturkan tempat seperti di Sentra Ikan Bulak, yaitu warung yang bisa memasak olahan laut. Jadi keberadaan pasar ikan masih tetap menjadi daya tarik para wisatawan. Mereka bisa berbelanja di Pasar Pabean kemudian menikmati ikan yang sudah diolah sambil menikmati pemandangan Sungai Kalimas pada malam hari.

Tidak hanya sebagai wisata yang bisa hidup di malam hari, jika Kawasan Pasar Pabean dari Jalan KH. Mas Mansyur - Jalan Panggung – belok kiri ke Jalan Gambir – menyusuri Kalimas Utara – belok kanan di Kalimas Udik dan kembali lagi ke Jalan Panggung bisa ditata dengan rapi maka bisa jadi daya tarik tersendiri berperahu menyusuri Sungai Kalimas di Surabaya utara dengan suasana Kota Tua Surabaya.

Pasti banyak dari kita berpikir sulit sekali mewujudkan konsep seperti itu tapi Kawasan Cagar Budaya yang punya banyak potensi ini bisa sedikit demi sedikit ditata. Pasar Pabean yang sedari awal dibangun sudah menjadi pusat bisnis Surabaya hingga kini tetap hidup sebagai pasar seperti pada masa pra-kemerdekaan. Sejarah di Surabaya tidak melulu tentang cerita merebut dan mempertahankan kemerdekaan tapi juga tentang sejarah Surabaya sebagai kota bisnis sejak awal didirikan.


2 comments:

  1. Orang2 dari kota saya, Tuban banyak yang ke Surabaya buat urusan bisnis. Pedagang di pasar2 kulakan di berbagai pusat perbelanjaan Surabaya. Btw, saya belum pernah ke pasar Pabean. Banyak bangunan kunonya ya.

    ReplyDelete
  2. pasar yang super busy, pasti perputaran ekonominya kece. Hidup Pabean!

    ReplyDelete