Thursday, 10 January 2019

Akhirnya Westlife Comeback Dengan Single Hello My Love

image source: Westlife Page

Mengingat Kembali Farewell Concert

Sekitar akhir 2018 lalu Westlife mengumumkan bahwa mereka akan melakukan reuni tur konser melalui berbagai media sosial mereka. Iya, sejak punya akun sosmed saya follow akun Westlife dan masih setia mengikuti update mereka.

Saya masih ingat waktu mereka mengadakan Farewell Tour dan terakhir 23 Juni 2012 di Croke Park, Dublin. Disiarkan live di bioskop di beberapa negara termasuk di Indonesia tapi saya lupa Indonesia dapat yang live atau delayed. Pada saat  setlist terakhir sebelum encore mereka menyanyikan ”You Raise Me UP” dan ini adalah bagian yang memorable buat saya.

“Waktu kecil saya bilang kepada ibu saya bahwa saya punya mimpi untuk mengadakan konser dan orang-orang menyalakan lilin yang indah, sekarang mimpi itu sudah terwuud” kira-kira seperti itu cerita singkat Shane setelah ia meminta penonton yang hadir di konser terakhirnya itu untuk menyalakan lampu flash ponsel mereka.

Itu adalah setlist terakhir sebelum encore yang paling menguras air mata saat konser tersebut. BTW saya tidak menonton konser waktu itu, hanya nonton dari fancam orang di Youtube, hehe.. Tapi beneran saya kira waktu itu tidak akan bisa melihat mereka bermusik  bersama lagi.

Oktober 2018 sejak mereka mengumumkan akan konser reuni, saya jadi nano-nano ingin mendengar musik mereka lagi. Hari ini tanggal 10 Januari 2019 mereka kembali dengan single terbaru berjudul ”Hello My Love,” rasanya pengen banget jawab “iya hello juga my love”, haha ...

Video source: Westlife Page
Gif by me

Percayalah, menunggu itu tak selamanya terasa lama. Justru karena ada yang ditunggu jadi waktu seakan cepat berlalu. Seperti menunggu Westlife Comback tanggal 10 Januari. Ternyata tahu-tahu tahun 2019 sudah jalan 10 hari :’)

Dalam lagu Hello My Love ini Ed Sheeran mengambil bagian dalam penulisan lagunya. Sumpah ini yang namanya sudah jadi om-om tetap bisa bikin anak gadis baper. Saya dulu waktu kecil tentu saja tidak paham makna lagunya meskipun saya pakai untuk tugas mata pelajaran Bahasa Inggris. Kini di usia 20 lebih dan puber juga sudah offside baru bisa merasakan bapernya remaja jaman dulu waktu Westlife masih aktif.

Makna Hello My Love
Video source: Westlife Page
Gif by me

Lagu Hello My Love bercerita tentang seseorang yang sangat bersyukur memiliki seseorang. Seseorang yang berhati malaikat, sangat baik bahkan kebaikannya sampai dimanfaatkan orang lain. Tetap saja dia melakukan kebaikan seperti tidak pernah ada orang yang menyakitinya. Kekasihnya merasa tidak pernah cukup melakukan kebaikan. Ketika ia membuat kekasihnya marah, kekasihnya masih sangat terlihat cantik. Dan karena itu dia bersyukur mereka saling jatuh cinta, kekasihnya adalah seseorang yang benar-benar ia cari seumur hidupnya.

Huhu... Jadi begitu gambaran seseorang akan sangat bersyukur memilikimu kalau hatimu seperti malaikat. Selamat buat kalian yang sudah memiliki seseorang yang bersyukur karena sudah memiliki dirimu. Bagi yang belum mari kita bersabar bersama karena seseorang yang bersyukur atas lahirnya dirimu dan memiliki dirimu akan datang di waktu yang terindah, tak pernah terlambat.
Untuk itu mari kita bernyanyi dan bersama mendengarkan Hello My Love dari Westlife...




 Sebuah lirik.


Hello My Love (lirik)
No one knows 'bout the things that I've been through with you
There were times I drive you nearly mental
But when you're mad, you're still beautiful
And I know that I'm punching way above
So lucky that we fell in love
Sometimes I wonder am I enough?

'Cause you could have someone without a belly or a temper
Perfect teeth, hair growing where it's meant to
You know my lips are all I can hold against you
This is all that I'll ever need, you and I

Hello, my love
I've been searching for someone like you
For most my life
Happiness ain't a thing I'm used to
You could have fallen hard for anyone
Plenty of fish in the sea, hey now
For all of time, now I know
It's just my angel and me

No one knows 'bout all the good things you do
When people take advantage of you
Your heart is pure and so beautiful
And I know that it's just the way you are
Father's eyes but mother's daughter
And you tell me that you don't give enough

And now I found someone with all the boxes that I want ticked
'Cause your love is all I ever wanted
Set my heart on fire, I needed something
This is all I wanted to be, you and I

Hello, my love
I've been searching for someone like you
For most my life
Happiness ain't a thing I'm used to
You could have fallen hard for anyone
Plenty of fish in the sea, hey now
For all of time, now I know
It's just my angel and me

'Cause you could have someone without a belly or a temper
Perfect teeth, hair growing where it's meant to
You know my lips are all I can hold against you
This is all I'll ever need, you and I

You and I

Hello, my love
I've been searching for someone like you
For most my life
Happiness ain't a thing I'm used to
You could have fallen hard for anyone (Anyone)
Plenty of fish in the sea, hey now
For all of time, now I know
It's just my angel and me

Tuesday, 4 December 2018

Wonderful Indonesia Nuansa Pulau Pribadi di Gili Labak



Kabupaten Sumenep dikenal sebagai kabupaten yang tidak hanya memiliki wilayah daratan saja namun juga kepulauan. Di wilayah daratannya sendiri, kabupaten ini memiliki pantai-pantai yang indah dengan air laut berwarna biru seperti Pantai Lombang. Sedangkan di wilayah kepulauannya tidak diragukan lagi memiliki banyak pulau yang cantik dengan pantai dan terumbu karang. Kabupaten Sumenep juga memiliki empat pulau kecil yang disebut dengan gili, salah satunya adalah Gili Labak.

Gili Labak ini merupakan pulau kecil yang masih termasuk dalam Desa Kombang, Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep. Untuk mencapainya bisa dibilang masih sulit karena tidak ada kapal dengan pelayanan rute khusus. Satu-satunya cara yaitu dengan menyewa perahu sendiri dari Pelabuhan Kalianget atau Desa Kombang yang terletak di Pulau Poteran.

Dari kejauhan pulau seluas 5 hektar ini terlihat dikelilingi oleh pantai berpasir putih dan laut yang biru. Saat sampai di Gili Labak terkesan seperti pulau pribadi karena pulau ini hanya dihuni oleh 35 kepala keluarga yang bermatapencaharian sebagai nelayan. Dengan ombak yang tenang dan terumbu karang yang relatif masih bagus menjadikan snorkeling  sebagai salah satu kegiatan wajib saat berkunjung ke Gili Labak. Namun pulau dengan beragam daya tarik ini belum dikelola oleh pemerintah kabupaten setempat. Hal tersebut dapat dilihat dari minimnya fasilitas umum untuk wisatawan.  Kegiatan snorkeling hanya bisa dilakukan jika kita membawa peralatan sendiri. Toilet umum juga masih mengandalkan meminjam pada warga setempat. Untuk menginap bisa mengandalkan menumpang di rumah warga ataupun dengan berkemah.

Meski demikian tidak mengurangi keseruan berlibur di Gili Labak. Karena selain disuguhi dengan pemandangan alam yang memukau juga dapat bercengkerama dengan warga yang ramah. Mengunjungi Gili Labak menjadi keistimewaan tersendiri. Melihat pesona negeri dari keindahan alamnya dan juga melalui keramahan penduduknya. Tidak salah jika banyak pengunjung yang ingin kembali untuk menikmati suasana tersebut.

Kira-kira begitulah saya mendeskripsikan Pulau Gili Labak tahun 2014 lalu, saat saya pertama kali menginjakkan kaki di sana.

Tahun 2018 sudah memasuki bulan terakhir dengan banyak destinasi Wonderful Indonesia lain yang pernah saya kunjungi, namun Gili Labak selalu punya tempat tersendiri di memori saya. Betapa tidak, saya menjadi saksi banyaknya pengunjung yang setiap tahun ke Gili Labak.
Pertama Kali Ke Gili Labak
Foto oleh: Teman Saya Nui
Menelajah Pulau
Foto Oleh: Teman Saya Nui

Tahun 2014 Bulan Mei saat pertama kali ke Gili Labak saya seperti terdampar di pulau kecil tanpa penghuni. Dari pinggir tak terlihat bahwa pulau kecil itu dihuni oleh orang-orang ramah. Tak ada tanda-tanda tempat ini dikelola sebagai tempat wisata. Saya bercengkerama dengan penduduk asli Gili Labak. Di warung yang seadanya, saya disuguhi teh hangat untuk meredakan mabuk laut dan kelapa muda yang pohonnya mengelilingi pulau ini. Bahkan saya bertemu seorang pengunjung lain yang sampai sekarang kami masih menjadi teman baik.

Di tahun yang sama bulan berikutnya, saya kembali bersama sekitar 20 orang yang minta saya menemani mereka berkunjung ke Gili Labak. Tua, muda, dan anak-anak, sangat terkejut bahwa di dekat Pulau Madura ada pulau kecil pesona Wonderful Indonesia yang sangat cantik dengan pasir putih dan laut yang biru dan jernih. Masih sama, tak ada fasilitas untuk wisatawan, semuanya menumpang di tempat penduduk sekitar.
Kemah Di Gili Labak

Di tahun yang sama akhir bulanke-9, saya kembali mengunjungi Gili Labak. Rasanya seperti jatuh cinta yang ingin cepat-cepat bertemu. Saya kembali bersama orang-orang yang paling berarti bagi hidup saya. Biasanya mereka saya panggil Dugangers, orang-orang yang menghabiskan waktu kuliahnya dengan saya.

Kali ini saya sempatkan menginap dengan cara berkemah. Nuansa pulau pribadi di Gili Labak semakin terasa saat di bagian terluar pulau hanya ada dua tenda milik kami. Tidak ada orang lain yang berkemah saat itu. Rupanya saat itu tenda kami menghadap selatan karena matahari tenggelam terlihat sangat cantik. Seperti tenggelam di balik laut dengan pemandangan teman-teman saya yang bermain  di laut.
Menikmati Sunset
Shalat di pantai, merasakan angin laut, dan deburan ombak. Kemudian seseorang mendatangi kami dengan membawa Giant Trevally berukuran sedang, katanya untuk kami. Bersamaan dengan api unggun yang menyala, sebagian kami membersihkan ikan GT di laut kemudian membakarnya di api unggun dengan bumbu kecap manis. Ikan GT tersebut tak terlalu besar untuk mengenyangkan perut 11 orang tapi sangat cukup untuk memulai keakraban kami dengan orang asing yang baik tersebut.
Giant Trevally

Sekembalinya orang tersebut ke rumahnya, malam juga semakin larut. Kami tentu juga makin larut dengan suasana. Hanya ada kami yang berkemah di pulau kecil di tengah laut itu. Ini adalah salam perpisahan yang paling sempurna sebelum kami saling melepas menuju kehidupan masing-masing.

Saat pagi datang, dengan beberapa langkah saja kami juga bisa menemukan kaki langit tempat matahari terbit. Dan saat kami akan kembali ke Pulau Madura, beberapa orang wisatawan datang untuk berkunjung.


Tahun 2015 saya kembali ke Gili Labak bersama satu orang rombongan yang ingin dipandu untuk menikmati salah satu Wonderful Indonesia itu. Tidak sampai setahun rupanya Gili Labak sudah sedikit berubah. Warung-warung mulai menyediakan kebutuhan untuk wisatawan, yang paling penting sudah tidak ada lagi kesan pulau tidak berpenghuni saat pertama kali sampai.
Gili Labak 2016
Foto Oleh: Dok Pribadi

Sekitar akhir tahun 2016 saya kembali tapi hanya berdua dengan teman saya. Sebenarnya tujuan utama berkunjung adalah untuk penelitian. Tapi bolehlah untuk menikmati suasana Gili Labak dan berenang di laut. Saya ke sini selalu membawa alat snorkeling dan fin kesayangan saya. Meskipun sekarang kita juga bisa menyewa ke pemilik jasa perahu yang kita gunakan.
Warung Di Gili Labak 2016
Foto Oleh: Dok. Pribadi

Persiapan Makan Bersama Warga
Foto Oleh: Dok. Pribadi

Gili Labak saya di Tahun 2016 menjadi memori terakhir. Pasir putih yang menjadi daya tarik semakin terlihat bersih, toilet umum sudah tersedia, bahkan Gili Labak menuju mandiri untuk mengolah sampah plastik mereka. Mereka memiliki alat pengolah sampah plastik yang bisa mengubahnya menjadi bahan bakar minyak.
Alat Pengolah Limbah Plastik DI Gili Labak
Foto Oleh: Dok. Pribadi
Memori terakhir saya dengan percakapan panjang bersama dan makan bersama penduduk sekitar, tentunya dengan diterjemahkan oleh Bapak pemilik perahu yang sudah menemani saya berkunjung sejak 2014. Ya, mereka jarang yang bisa Berbahasa Indonesia, saya juga tidak bisa Bahasa Madura. Ternyata tidak perlu pergi jauh untuk menjadi asing. Di tempat yang dekat pun juga bisa merasa asing dan tersesat namun masih dikelilingi keramahan, this is Wonderful Indonesia.

Saya senang jika diminta menemani orang-orang untuk mengunjungi Gili Labak. Saya ingin orang-orang mencintai Gili Labak dan laut. Seiring terkenalnya pulau ini, saya ingin mereka mencintai sambil menjaga Gili Labak. Pesona Wonderful Indonesia memang sudah seharusnya kita jaga bersama. Ayo bagikan ceritamu mencintai pesona Indonesia dengan mengikuti Wonderful Indonesia Blog Competition