Saturday, 11 July 2015

Wajah Surabaya Tua Kini: Kawasan Ampel

Masjid Ampel (dengan Olahan HDR)
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Tahun ini memang lebih banyak mengexplore kota sendiri tapi saya malah ga pernah update. Terserang virus aras-arasen nulis, entah kenapa. Padahal menulis adalah salah satu cara agar orang-orang tahu saya masih hidup beserta hati saya. Baiklah, saya mau melanjutkan episode Wajah Surabaya Tua Kini yang sebelumnya di Pelabuhan Tradisional Kalimas. Sekarang bergeser sedikit ke kawasan antara Sungai Pegirian dan Sungai Kalimas, yaitu Kawasan Ampel.

Kawasan Ampel atau Kampung Arab Ampel, orang banyak yang mengenalnya sebagai wisata religi Islam. Karena di sana terdapat makam tokoh salah satu Wali Songo yang menyebarkan ajaran agama Islam di tanah Jawa, yaitu Sunan Ampel atau Raden Rahmat. Kawasan Ampel yang terkenal sebagai kampung Arab ini letaknya bersebelahan dengan perkampungan orang-orang Cina yang di Kembang Jepun. Pada masa Kolonial Belanda, memang terdapat pembagian permukiman, seperti sebelah barat Sungai Kalimas sebagai tempat tinggal orang-orang Eropa, sedangkan timur Sungai Kalimas perkampungan orang-orang Pribumi, Arab, serta Cina.

Saat ini Kawasan Ampel dibranding sebagai kawasan wisata religi dimana kita bisa berwisata sejarah, kuliner, maupun berbelanja. Sebagai warga Surabaya tentunya saya pernah mengunjungi kawasan Ampel ini, ya alasannya karena lumayan dekat dengan rumah sih. Menziarahi makan Sunan Ampel dan murid-muridnya saya pernah, keliling berbelanja kebutuhan sajadah dan kurma juga pernah, berburu foto dan mencicipi kuliner khas Timur Tengah juga pernah, sengaja menjadi turis dan berkeliling dengan teman-teman Lets Lost pernah, sampai sekadar numpang sholat dan nongkrong di masjidnya sendirian saya juga pernah. Jadi apa saja yang bisa kita lakukan di sana? Saya akan memberikan beberapa list beserta rute terbaik untuk menikmatin Kawasan Wisata Religi Ampel.

Wisata Religi di Makam Sunan Ampel

Makam Raden Rahmat atau yang lebh dikenal dengan Sunan Ampel terletak di kawasan utama yang terdapat Masjid Besar Ampel. Untuk menemukannya tidaklah sulit karena jika melewati gang-gang kecil yang bernama Ampel Suci, Ampel Gading, Ampel Kesumba, dan semua gang yang berawalan dengan Ampel maka kita akan langsung menuju Masjid Ampel. Di dalam sana akan ada signage yang menunjukkan jalan menuju makam. Selain Sunan Ampel sendiri, di lokasi ini terdapat makam murid-murid Sunan Ampel, sahabat beliau, dan juga Istri Beliau. Kerabat beliau yang cukup terkenal ceritanya di Masyarakat adalah Mbah Bolong dan Mbah Sholeh.

Saya tahu beberapa di antara kita ada yang tidak terbiasa melakukan wisata religi semacam ini. It’s OK itu hak masing-masing individu. Saya pribadi tidak berkeberatan menziarahi makam Sunan Ampel sebagai bentuk terima kasih pada beliau dan juga rasa Syukur kepada Allah. Karena atas izin Allah, beliau menyebarkan ajaran agama Islam sampai ke wilayah ini dan mengajarkan banyak ilmu yang bermanfaat. Sehingga yang beliau bawa menjadi amal jariyah yang tak terputus. Saat mengunjungi makam sebaiknya mengajak orang yang paham dengan sejarah di masa Sunan Ampel atau langsung saja bertanya pada petugas di sana. Karena sayang sekali hanya tahu makamnya tapi tidak paham sejarahnya. Dan saya tidak akan menceritakan di sini karena bukan itu tujuan tulisan ini xD

Wisata Sejarah dan Hunting Foto

Suasana Pasar Ikan Pabean (more photo check my IG )
Foto Oleh: D. Indah Nurma
Sampai sekarang masih ada pasar yang sudah ramai sejak masa kolonial dulu, yaitu Pasar Pabean. Berjalan-jalan di sekitar sana masih banyak bangunan-bangunan kuno beserta aktivitasnya yang beberapa masih sama seperti dahulu. Menyusuri bangunan-bangunan tua tidak lengkap rasanya jika tidak mengarahkan lensa kamera pada sudut yang menarik. Di rute ini saya pernah dua kali sengaja berkunjung bersama komunitas Lets Lost dan teman-teman dari Mataponsel Jatim.

Untuk menyusuri kawasan ini kita bisa melakukan start dari Jalan KH. Mas Mansyur depan Hotel Kemajuan – Jalan Panggung – belok kiri ke Jalan Gambir – menusuri Kalimas Utara – lalu belok kanan di Kalimas Udik dan kembali lagi ke Jalan Panggung dan KH. Mas Mansyur. Pemandangan yang akan kita dapat di sana adalah deretan toko kitab, toko parfum, dan juga pasar ikan. Di Kalimas Utara terdapat salah satu menara syahbandar yang masih memakai logo pertama Kota Surabaya, sedangkan di Kalimas Udik kita akan menjumpai bangunan-bangunan tua. Rute ini tentu saja favorit turis-turis lokal dan asing jika mengunjungi Kawasan Ampel.  Oh ya, untuk melakukan kegiatan ini wajib mengandalkan kaki sendiri untuk melakukannya.

Wisata Belanja

Gang Ampel Suci
Foto Oleh: D. Indah Nurma
Tidak dipungkiri bahwa  mengunjungi kawasan Ampel bisa juga untuk niat berbelanja. Entah itu untuk memuaskan hobi belanja (bukan saya tentunya) atau memang sedang ada kebutuhan yang dicari. Bagi pengunjung dari luar Surabaya tentunya keberadaan pasar di sepanjang Ampel Suci maupun gang Masjid tentunya sangat membantu sebagai sentra oleh-oleh. Saya sendiri beberapa kali berkunjung dengan niat berbelanja karena butuh membeli kurma atau perlengkapan ibadah dengan kualitas bagus dan harga yang bisa ditawar. Murah? Tergantung selera masing-masing orang. Selain itu tentu saja di sini banyak sekali dijual perlengkapan haji dan umrah, makanan yang menjadi oleh-oleh haji seperti kurma, kacang, kismis, atau coklat. Busana muslim seperti gamis, sarung, baju koko, peci, sampai berbagai macam kerudung juga ada di sini. Ingin melihat tren lokal sampai Turki semuanya ada di sini. Untuk bumbu-bumbu masakan khas Timur Tengah juga bisa dilihat di sini. Tinggal kita pandai-pandai menawar tapi jangan keterlaluan. Hehe...

Wisata Kuliner

Apa yang terpikirkan jika ada orang menyebut wisata kuliner di Ampel? Tentu saja tidak lain adalah makanan khas Timur Tengah yang memiliki rasa gurih dan sebagian besar terdapat kambing dalam menunya. Itu juga yang pernah saya coba. Setidaknya ada tiga lokasi yang pernah saya kunjungi untuk mencicipi makanan Arab tersebut. Yang pertama adalah Warung Jumbo yang lokasinya berada di Jalan KH. Mas Mansyur depan Rumah Sakit Al-Irsyad, yang kedua adalah Depot Mas Hakim di Ampel Suci, dan yang terakhir adalah Depot Yaman di KH. Mas Masyur dekat dengan Hotel Kemajuan.

Mampir di Warung Jumbo dua kali dan yang kedua bersama komunitas Lets Lost. Bagaimana makananan di sana menurut saya? Bisa mampir di sini karena saya sudah pernah menuliskannya. Dan untuk Depot Mas Hakim bisa mampir di sini, saya juga sudah pernah mereviewnya. Nah yang terakhir Depot Yaman, saya ke sana setelah hunting foto dengan teman-teman mataponsel Jatim. Karena ingin membandingkan menu nasi kebuli kambing jadi di depot ini saya juga memesan menu yang sama. Hanya saja jika disuruh memilih saya lebih suka makan di Mas Hakim, hehe... tapi jangan salah, kambing bakar di Warung Jumbo masih terkenang di lidah saya.

Kuliner di sana memang tidak melulu seputar nasi kebuli atau nasi briyani, ada juga roti maryam (saya suka yang original), martabak dengan cocolan gule khas Arab, sampai dengan kebab yang aromanya menggoda. Jika ingin khusus berburu kuliner di kawasan ini waktu terbaik adalah malam hari di sepanjang jalan KH. Mas Mansyur. Dijamin memanjakan hidung, lidah dan perut anda. Mau menu apa saja tinggal pilih karena malam hari sepanjang jalan akan dipenuhi orang berjualan mulai dari camilan sampai makan besar. Atau sekadar nongkrong ngopi? Ada warung-warung yang menyediakan kopi rempah khas Arab.
Dih fotonya ngeblur -_- yang ini Nasi Kebuli punya Depot Yaman
Foto Oleh: Saya ngaku saya lapar jadi fotonya ngeblur


Atau Semuanya Saja

Sepertinya akan sayang jika hanya melakukan salah satu dari kegiatan di atas. Tenang... kita bisa tetap melakukan semuanya dengan waktu yang tidak sampai satu harian penuh. Waktu terbaik untuk melakukan semua kegiatan ini adalah sore hari setelah sholat ashar. Kenapa? Karena pasar ikan Pabean hanya buka di Sore hari. Dan rute terbaik untuk melakukannya adalah rute wisata sejarah dan hunting foto. Setelah melewati semua rute itu kita bisa menuju Jalan Sasak dan belok kanan di Ampel Suci. Dari Ampel Suci bisa cuci mata atau berbelanja barang-barang yang menarik sampai menuju kawasan utama, yaitu Masjid Ampel. Kegiatan selanjutnya kita bisa menuju makam untuk berziarah. Nah setelah itu bisa sholat maghrib dulu lalu melanjutkan perburuan kuliner. Selamat berwisata di Ampel. Sampai jumpa di episode Wajah Surabaya Tua Kini selanjutnya.

Tips:

  1. Wajib berpakaian rapi dan sopan di kawasan inti atau Masjid Ampel
  2. Bawalah scraf bagi wanita karena wajib menggunakan kerudung bagi wanita muslim maupun non muslim untuk menghormati peraturan di sana. 

10 comments:

  1. Loh, kok bisa barengan sama Nui siiiy???

    Dia juga posting tentang ampel. Kalian berdua emang sodara sejiwa, lain bapak lain ibuk :P

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya ke Ampelnya terakhir seminggu lalu mbak buat berburu kurma yang enak. Selain itu saya lumayan sering bolak-balik Ampel salah satunya buat bahan tulisan ini. Kalo saya sama Nurul sih udah sejiwa dari 11 tahun lalu xD

      Delete
  2. Gang Ampel Sucinya itu rapi banget ya mba.. Pastinya betah nih klo belanja belanji di situ :)

    ReplyDelete
  3. bersih banget ya mbak kapan2 mau deh ke sana

    ReplyDelete
  4. Pengeeenn..tp blm2 keturutan..

    ReplyDelete
  5. Pengen banget saya maen kesana tapi saya belum punya rezeki yang cukup.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Semoga suatu saat bisa main-main ke sana ya. Aamiin :)

      Delete