Wednesday, 24 February 2016

Review Film: I Am Hope, Tontonan Penyebar Harapan

Poster Film I am Hope

Film produksi Alkimia ini sudah hadir di bioskop tanah air sejak tanggal 18 Februari 2016. Saya bersama para blogger Surabaya berkesempatan untuk menonton film ini pada 21 Februari kemarin. Di XXI Ciputra World juga ada booth film ini yang menjual gelang harapan yang nantinya digunakan untuk mendukung para survivor kanker. Dan berikut hasil pengamatan saya terhadap film I Am Hope. Yang tentunya saya hadirkan dari sudut pandang saya pribadi penikmat film-film Indonesia.  
Tiket Nonton Bareng yang difotoin Mbak Sari

Booth film I am Hope di XXI Ciputra World
Sumber foto: Dokumentasi Pribadi



Sinopsis

I Am Hope, berkisah tentang Mia seorang wanita yang sangat mencintai dunia teater. Hidupnya bahagia karena sedari kecil ia sudah bersinggungan dengan dunia teater. Ibunya seorang sutradara dan ayahnya komposer. Namun kebahagiaannya perlahan pergi saat ibunya dinyatakan kanker. Penyakit yang perlahan mengambil semua yang mereka miliki, tak hanya harta namun juga kebahagiaan. Kanker semakin menjadi kenangan buruk saat ibunya pergi untuk selamanya.

Hidup Mia dan ayahnya yang perlahan mulai kembali bahagia kembali didera hal buruk saat ia divonis kanker paru-paru. Mia merasa akan kembali mengulang masa-masa kelam yang pernah menimpa ibunya dahulu. Namun Mia selalu ditemani oleh Maia teman imaginernya yang seorang wanita bernuansa pelangi. Maia merupakan perwujudan harapan Mia yang selalu membagikan semangat positif saat Mia mengalami keterpurukan mental dalam menjalani pengobatannya.

Dalam perjalanannya berjuang melawan kanker, Mia menemui produser untuk menyerahkan naskah yang ia buat. Sayangnya ia tidak berhasil menemui sang sutradara. Saat perjalanan pulang Mia melihat sebuah pertunjukan kecil dari poster yang ia temukan. Pada pertunjukan tersebut Mia melihat seorang aktor bernama David yang membuat jantungnya berdebar. Usai pertunjukan Mia berkenalan dengan David.

Mia dan David terus menjalin komunikasi. Dan pada akhirnya David pula yang membantu Mia untuk menyerahkan naskah pada Rama Sastra sang produser secara langsung. Di tengah pengerjaan pertunjukan tersebut Mia juga sedang berjuang melawan kanker. Meskipun jatuh bangun tapi berkat dukungan dari wanita bernuansa pelangi, ayahnya, dan David ia mampu untuk mewujudkan mimpinya dalam pertunjukan teater tersebut.   

Genre: Drama
Produser: Wulan Guritno, Janna Soekasah Joesoef, Amanda Soekasah.
Sutradara: Adilla Dimitri
Penulis: Adilla Dimitri, Renaldo Samsara
Produksi: Alkimia Production
Cast:  Tatjana Saphira, Fachri Albar, Tio Pakusadewo, Febi Febiola, Alessandra Usman

Review

Secara garis besar drama I Am Hope ini menceritakan tentang perjuangan seorang survivor kanker untuk meraih mimpinya. Hubungan antar tokoh dan juga semangat dari dalam diri Mia sendiri seperti sebuah jalinan antara semangat dan harapan untuk tidak terpuruk akan keadaan menyedihkan yang dialami.
  •  Hadirnya teman imajiner bernama Maia menurut saya merupakan penggambaran yang unik dari perwujudan semangat Mia. Karena secara kasat mata Mia memang digambarkan kebingungan dan emosinya tidak stabil dalam menghadapi penyakitnya. Tapi Maia selalu ceria dan penuh dengan harapan yang bisa mendukung Mia. Saat Mia secara pribadi menunjukkan dirinya dengan ketegarannya maka sosok Maia tidak hadir di dekatnya. Iya, ini membuat saya memang merasa wow dengan cara penyajiannya. Apalagi sejak awal memang diceritakan Mia memang memiliki sosok Maia dan saat divonis kanker ia memilih untuk lebih banyak menghadirkan wanita bernuansa pelangi dalam kehidupannya.
  • Penggambaran hubungan ayah dan anak dalam film ini juga menginspirasi. Saat mereka saling mendukung setelah terpuruk secara mental maupun ekonomi.
  •  Pertemuan David dan Mia ini manis sekali. Kalau boleh bilang juga menggambarkan bahwa cara datangnya jodoh juga tidak ada yang pernah menyangka. Tapi tetap harus menunjukkan suatu keberanian untuk memperjuangkan cinta. Mia yang terpesona sejak awal menunjukkan keberaniannya untuk berkenalan dengan David kemudian biarkan takdir bekerja. Yak, ini salah satu bumbu dalam drama yang bikin baper jomblo di jagat teater bioskop. Haha...
  • Hanya ada dua tipe lelaki di dunia ini, yaitu yang berengsek dan yang bertanggung jawab. Begitulah pernyataan ayah Mia (Rio Pakusadewo) yang begitu mencintai anaknya. Awalnya David bimbang untuk meneruskan cintanya pada Mia. Namun di sini David menunjukkan sikap yang harusnya memang dilakukan lelaki yang bertanggung jawab terhadap wanitanya. Pertama kali dengan berani berkomunikasi dengan ayah Mia, lalu mendukung Mia dalam mewujudkan mimpinya. Bahkan ia dalam kepeduliannya akan kesembuah Mia mengancam untuk keluar dari produksi teater jika Mia tidak konsentrasi terhadap pengobatannya.
  • Nah, yang kita tahu kan David ini mendukung sekali Mia untuk mewujudkan harapannya menjadi nyata. Tapi dalam alur cerita yang saya ikuti rasanya kurang greget penggambaran sosok David dalam berjuang juga mewujudkan mimpi Mia. Terutama saat Mia di rumah sakit. Padahal akting Fachry Albar sudah luar biasa memukau saya, rasanya sayang karena penggambarannya kurang all out.
  • Dalam film ini ada kata-kata yang menjadi nyawa, yaitu saat ibunya Mia berjuang melawan penyakit kanker. “Jangan pernah takut gagal, karena dimana ada keberanian, di situ ada harapan.”



Film I Am Hope bagi saya pribadi merupakan refleksi semangat dalam menjalani hidup. Bukan hanya bagi para survivor kanker tapi bagi semua orang yang dalam hidupnya memiliki mimpi dan berusaha mewujudkannya seberat apapun prosesnya. Bumbu-bumbu ceritanya hangat dan menginspirasi. Tontonan yang menyenangkan dan membangun semangat meskipun ditonton sendirian. Tontonan yang manis saat kita bersama kekasih. Tontonan yang menghangatkan dan mengakrabkan saat kita bersama keluarga. Yap, terima kasih I Am Hope atas tontonannya ini. 


8 comments:

  1. Huwaaaa aku suka Fachri Albar di film itu! Entahlah, gesture nya yang emang agak kaku bikin dia makin cakep #ah elaaah xD xD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga terpukau sama aktingnya.... kita sama xD

      Delete
  2. blum nonton film, bagusan mana film ni dengan london love story mba?


    oh iya slm kenal mba indah, klo ada wkt jgn lupa main ke blogku yah di sharedaeng[dot]com

    ReplyDelete
    Replies
    1. Saya yang belum nonton London Love Story jadi belum bisa membandingkan. Salam kenal juga.

      Delete
  3. hihihi kupikir itu pas di RS ada drama cinta2annya gt David sm Mia...tryta lebih ke penggambaran kasih saang seorang ayah. Bagus mnrtku....gk melulu keksaih yg ada disamping kita, ciyeee uhuk :)

    ReplyDelete
  4. selain pemainnya bintang atas en ganteng seperti Fachri Akbar, isi ceritanya sangat menginspirasi hidup. Gak bosesn nonton berkali-kali ya mbak :)

    @cputriarty

    ReplyDelete