Wednesday, 31 May 2017

Buka Puasa Seru Bersama Sunset Ramadhan Di The Sun Hotel Sidoarjo

Nikmatnya berbuka hanya dapat dirasakan oleh orang yang sedang berpuasa.



Saya sedang tidak memberikan ungkapan dengan maksud lai. Tapi memang benar kan kalau yang tahu nikmat berbuka itu adalah orang yang sedang berpuasa? Sebelumnya saya ingin mengucapkan bahagia dan syukur untuk kita semua karena diberikan kesempatan untuk bertemu dengan bulan suci yang penuh berkah ini. Semoga kita semua diberikan kesehatan selalu agar bisa menjalankan ibadah hingga selesai.

Dan hai untuk warga Sidoarjo dan sekitarnya! Orang Surabaya yang sedang merantau dan pulang sebentar ini hari kamis lalu punya kesempatan untuk icip-icip menu Sunset Ramadhan dari The Sun Hotel Sidoarjo. Yes, seperti tahun sebelumnya, The Sun Hotel Sidoarjo tahun ini juga memiliki Sunset Ramadhan yaitu paket buka puasa all you can eat. Menunya apa saja? Kalau ditotal sih ada 117 item yang sudah termasuk menu takjil, menu utama, menu tradisional, dan makanan penutup. Mengingat lokasi The Sun Hotel Sidoarjo berada di pusat Sidoarjo jadi mudah untuk dijangkau dari manapun dan layak untuk dipertimbangkan sebagai tempat buka puasa bersama.
 
Suasananya Nyaman
Pertama datang kemarin saya mencoba Thai Suki yang langsung dimasak oleh chefnya. Sambil  menunggu disiapkan bisa melihat chefnya live cooking. Isinya ada sayuran dan seafood dengan kuah yang kaldunya nendang banget, segar, tapi tidak ada bau amis khas seafood. Setelah mengembalikan tenaga dengan Thai Suki saya mencoba yang segar-segar, yaitu es manado yang bisa kita racik sendiri.  Isian dari es manado ini ada kelapa, nata de coco, biji selasih, dan sirsak. Karena saya suka semuanya jadi dengan rata saya ambil sedikit-sedikit isiannya, eh tau-tau mangkuk sudah penuh. Lalu kapan saya makan hidangan utama? Gak percaya lah orang Indonesia bisa kenyang Cuma gitu doang. Ya ini... saya favorit sekali dengan yang namanya dori dan di situ ada dori yang dimasak dengan bumbu pedas manis, selain itu tentunya ada nasi putih, sayurannya ada cah baby pokcoy, dan ayam goreng wijennya juga juara banget. Saya ngambil semuanya kecuali nasi, karena karbo di sana selain ada nasi juga ada mie goreng. Saya memang tidak terlalu pakem kalau makan harus ada nasi bukan berarti tidak suka nasi. Hehe... Ini sungguh semuanya enak, kaya rasa, intinya enggak tasteless. Selain menu itu, ada menu tradisional seperti urap-urap, ikan asin, tahu dan tempe, serta tahu telor. Di bagian lain ada takjil dan aneka kue baik kue basah maupun kering. Saya suka sekali kue keringnya, rasanya benar-benar premium.
 
Memasak Thai Suki

Thai Suki dan Jus Guava

Aneka Kue

Aneka Kue, Makanan Utama, dan Dessert

Enggak ada yang enggak enak

Menu Tradisional

Nah, dengan menu selengkap itu kita harus mengeluarkan berapa duit ya? Semua menu tadi bisa kamu nikmati hanya dengan Rp 85.000/orang. Gimana? Worth it pasti dengan semua fasilitas yang bisa kita dapatkan, selain menu all you can eat yang enak tadi juga tempat yang cozy banget. Mau sendirian bisa dan pastinya rame-rame lebih seru. Dan ada special offer untuk yang reservasi minimal 10 orang.
Catat nih special offer Sunset Ramadhan di The Sun Hotel Sidoarjo:
1.       Diskon 15% di minggu pertama
2.       Diskon 10% di minggu kedua

Untuk waktunya kamu bisa datang dari jam 17.30-20.30. Jangan khawatir tempat sholat karena The Sun Hotel punya mushola yang bersih. Yakin enggak pengin bikin acara buka bersama di The Sun Hotel Sidoarjo? Dan untuk kamu, iya kamu... Yakin enggak mau ajak aku buka bersama di sini malam takbiran waktu aku pulang nanti? Mereka masih bisa reservasi lho buat malam takbiran. Yuk ajak saya. Eh....

The Sun Hotel Sidoarjo
Jalan Pahlawan No. 1 Sidoarjo, Jawa Timur.
Telp: +6231 - 8071123
           +6281 -  330362272
www.thesunhotels.com
Instagram: @thesunhotelsidoarjo






Sunday, 7 May 2017

Anak Kota Pindah Ke Desa

Sawah di depan rumah teman

Per  tanggal 1 Mei kemarin resmi meninggalkan Surabaya sebagai kota kelahiran dan berkehidupan sejak kecil. Lalu saya pindah kemana? For good? Pindah ke salah satu kabupaten kecil di Jawa Tengah untuk jangka waktu yang belum ditentukan. Minimal sampai awal tahun depan dan belum tahu takdir selanjutnya. Masih ingin mencoba S2 di rencana yang kemarin dan masih ada keinginan emigrasi. Baru sempat menulis sekarang tentang kepindahan yang begitu cepat, karena beberapa hari ini masih sibuk berkenalan dengan banyak rekan baru dan pekerjaan yang harus dihadapi.

Pekerjaan macam apa sih yang membuat saya rela meninggalkan kota besar dan malah merantau ke desa? Apakah pekerjaan dengan gaji besar? Jawabannya sama sekali bukan pada iming-iming gaji yang besar. Saya nyasar di sini jauh dari kota besar tempat saya lahir dan besar sebenarnya adalah buah dari satu idealisme yang saya coba untuk terapkan. Boleh tertawa. Setelah menyelesaikan pendidikan kemarin, ada yang mengusik jiwa #halah... Saya ingin setidaknya sekali, sedikit saja, sebentar saja tidak apa-apa jika diberi kesempatan mengamalkan ilmu selama ini agar bermanfaat untuk orang lain. Karena mungkin ada hak orang lain dalam nikmat menuntut ilmu kemarin. Kemudian ada satu kesempatan untuk melakukannya dan saya coba. Bukan secara cuma-cuma, tapi melalui beberapa tes. Itu yang membuat saya dua kali dalam dua minggu melakukan perjalanan pulang-pergi Surabaya-Semarang. Alhamdulillah kemudian hasilnya saya ditempatkan di kabupaten ini. Di sini ada beberapa pusat perbelanjaan modern, tidak terlalu besar seperti milik Surabaya, ada satu bioskop, ada satu restoran waralaba ayam cepat saji. Itu di pusat kota dan jika berjalan sebentar ke utara, selatan, timur, dan barat ya kita akan menemukan kegiatan khas pedesaan. Sawah dan peternakan, ada gunung yang terlihat.

Bagaimana rasanya tinggal di desa sebagai anak kota? Belum bisa memberikan jawaban apapun, masih genap seminggu tinggal di sini. Sejauh ini rasanya masih seperti berlibur tapi berlibur yang akhirnya entah kapan. Belum punya teman akrab yang bisa diajak keluar dan nongkrong bareng karena semua rekan satu tim maupun tim  lainnya sudah berkeluarga. Tidak masalah, yang penting luruskan niat untuk apa tujuan tinggal di sini.

Apakah rindu Surabaya? Sepertinya yang akan lebih saya rindukan nanti bukanlah Surabaya tapi orang-orang yang ada di sana. Mungkin sedikit sih, Surabaya dan segala kemudahannya bagi saya. Ya namanya saja orang Surabaya tulen. Wkwkwk... Dan setelah dini hari pulang dari Semarang, paginya langsung ke kantor pajak, keliling mengambil barang yang akan di bawa yang masih nyantol di teman-teman. Malamnya pergi makan malam, pamitan dengan kakak senior yang akan segera pulang ke Jepang, ternyata saya duluan yang meninggalkan Surabaya. Lalu esoknya pamitan dengan mbak Sari dan Candra. Soal packing? Saya packing kilat. Haha...


Jadi beginilah saya yang memulai hidup baru di kota baru, sendirian. Tapi tida begitu kesepian, karena selain punya rekan kerja yang ramah, juga setiap  hari masih keep in touch dengan mas Taki, mbak Sari, Candra, dan semua teman di Surabaya maupun luar Surabaya yang selalu mendukung saya dalam kebaikan.
Waktu pamitan sama Mbak Sari dan Candra