Saturday, 6 October 2018

Yuk Rencanakan Kebutuhan Masa Depan Sejak Dini




Masih ingat tentang Quarter Life Crisis yang saya tulis sebelumnya? Kalau belum boleh dibaca dulu untuk modal merangkai masa depan bersama tulisan saya. Ehehe... siapa tau setelah baca ini bisa merangkai masa depan bersama dia yang terkasih.

Baca juga: Quarter Life Crisis Membawa Saya Berkenalan Dengan Reksa Dana

Setelah merenungi berbagai keresahan kaum usia dewasa muda, saya merasa harus lekas moving forward. Gak bisa nih terus begini, saya harus melakukan sesuatu untuk masa depan yang lebih baik. Kalau kamu merasa gini-gini aja, yuk kita move on bareng. Dan bagi kamu yang jauh lebih muda dari saya juga harus segera merencanakan masa depan dengan baik. Agar meskipun dihampiri Quarter Life Crisis, tidak terjadi di saat yang terlambat. Kalau bisa malah tidak perlu merasakannya.

Punya mimpi dan tujuan hidup itu perlu karena hidup ini lebih ganas bergelombang daripada lautan lepas. Dan sekali lagi saya jadi merasa beruntung karena beberapa waktu lalu mengikuti Kopdar Investarian MAMI yang kedua. Saat beberapa orang ditanya rencana mereka di masa depan dan apa yang sudah dipersiapkan, sekali lagi saya bagai disiram air sama emak agar segera bangun dari mimpi panjang di malam hari.

Mari Kita Rencanakan Masa Depan
Masa depan yang saya rencanakan bukan lagi sekadar mikirin apakah tahun depan masih bisa memenuhi kebutuhan makan bakso setiap bulan, karena saya sadar bahwa hidup lebih dari bakso. Kalau bakso saja terus mengalami inflasi bagaimana dengan soto ayam dan tongseng kambing, ya kan?

Kalau boleh berandai-andai nih, saya punya beberapa rencana hidup untuk beberapa tahun ke depan. Coba kita bahas impian saya sambil kamu juga merencanakan masa depan kamu. Secara garis besar dalam beberapa tahun ke depan saya ingin mengajukan kerja sama membuka salah satu kafe dessert di Singapura milik Seo Eunkwang (anggota BTOB) dan juga menikah kalau sudah ketemu jodoh. Sekali lagi ini rencana saya tapi tetap Tuhan yang bisa merestui.

Ternyata ada satu hal terlupa padahal ini adalah yang paling mendasar, yaitu dana darurat. Mudahnya dana darurat ini adalah dana yang bisa tiba-tiba saja kita butuhkan di luar semua kebutuhan sehari-hari kita dan juga semua yang sudah kita rencanakan di masa depan. Misalnya saja tiba-tiba jatuh sakit atau ada keadaan super genting yang bisa menjebol dompet beserta teman-temannya. Jadi kita tidak boleh melupakan ini, hukumnya wajib ain untuk memasukkan dana darurat ke perencanaan.

Setelah melakukan rencana untuk hidup kita ke depan, jangan lupa untuk memberikan jangka waktu pada rencana-rencana yang sudah kita buat. Contohnya nih misalkan dana darurat yang kita butuhkan sebesar 15 juta rupiah dalam satu tahun ke depan. Kemudian menikah bisa saya rencanakan dalam 2 tahun ke depan (dengan catatan ketemu pasangannya dulu). Pernikahan impian saya sederhana saja hanya keluarga dan teman dekat, boleh kan saya anggarkan 10 juta rupiah? Kemudian modal untuk membuka kafe beserta biaya waralabanya yang saya targetkan bisa dalam 2 tahun dengan modal paling sedikit 35 juta rupiah. Umroh yang kira-kira inginnya 3 tahun lagi, kalau berangkat sendiri sih bisa 25 Juta kok. Satu lagi, dalam 5 tahun ke depan seperti di tulisan sebelumnya saya berencana untuk bisa membeli saham salah satu agency artist di Korea. Hahaha...

Langkah Selanjutnya
Sudah punya rencana hidup beberapa tahun ke depan dan juga perkiraan biaya yang harus kita anggarkan, saatnya menuju ke tahap selanjutnya. Yaitu memikirkan berapa yang harus kita anggarkan tiap bulan dan cara agar mimpi-mimpi kita bisa tercapai. Ya mimpi cuma akan jadi mimpi kalau tidak ada rencana eksekusi. Jadi hidupkan mimpi menjadi cita-cita dengan cara mulai melangkah.

Dalam pikiran kita pasti berapa yang harus kita tabung untuk bisa mencapai itu semua? Sekali lagi seperti yang sudah pernah saya bahas, menabung saja tidak cukup untuk karena harga bakso tahun ini tidak akan sama dengan harga bakso tahun depan, apalagi soto ayam sebagai selingan. Jawabannya tentulah investasi. Beginilah perbedaan mendasar antara apa yang kita dapat dari menabung dan investasi.
Menabung:
  • Menyimpan uang
  • Mengamankan uang agar tidak dicuri
  • Tapi uang tersebut tidak tumbuh dan hanyak bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bulanan.

Investasi:
  • Menyimpan uang tentunya
  • Uang bisa tumbuh lebih besar dari inflasi
  • Tujuan masa depan bisa tercapai juga.

Uang yang disimpan dan terus tumbuh ini yang nantinya bisa kita gunakan sebagai dana darurat dan berbagai kebutuhan di masa depan. Tapi bukan berarti tidak perlu menabung dan hanya mengandalkan investasi. Menabung dan investasi sama-sama penting karena kebutuhan kita tidak hanya jauh di depan tapi juga setiap harinya kita butuh uang untuk hidup.

Kalau dilihat dari perencanaan saya sih nampaknya ada dua golongan Reksa Dana yang sesuai. Yaitu Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan tetap. Refresh ingatan bentar yuk:

  1. Reksa Dana Pasar Uang dengan jangka waktu investasi yang disarankan adalah satu tahun. Potensi hasil dan fluktuasi cenderung stabil dan dapat dicairkan kapan saja. Di Reksa Dana Pasar Uang ini kita bisa beli mulai dari 10ribu.
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan minimal 80% obligasi. Memiliki potensi hasil dan fluktuasi rendah.
Gambaran Rencana Masa Depan Saya


Kalau dirangkum dalam sebuah tabel kira-kira seperti itu yang saya rencanakan dalam beberapa tahun ke depan. Dana darurat, buka usaha kafe, menikah, dengan rencana yang 1-2 tahun ke depan ada baiknya berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang. Karena Reksa Dana Pasar Uang  ini cenderung stabil, jangka waktunya satu tahun dan bisa dicairkan kapan saja. Pas sekali misal tiba-tiba ketemu jodoh, langsung bisa nikah tanpa nunggu Reksa Dana cair yang lama.

Rencana umroh nih karena masih 3 tahun lagi yang Insya Allah sudah ditemani suami bisa masuk ke Reksa Dana  Pendapatan Tetap. Fluktuasinya rendah dan potensi hasilnya kira-kira 8% jadi 3 tahun mendatang bisa umroh tanpa khawatir inflasi yang sudah pasti terjadi. Dan lebih jauh lagi bisa saja dalam 5 tahun benar-benar bisa beli saham management artist. Dan dengan semua rencana hidup yang saya tuliskan di atas, kira-kira dalam satu bulan nih kita perlu berinvestasi sebesar 3,6 juta rupiah.

Kalau sudah begini kan mimpi yang seperti tergantung di langit-langit kamar bisa ada ada bayangan seperti apa tangga yang harus dibangun. Jangan terjebak quarter life crisis, ayo move on, dan rencanakan masa depan kalau bisa sejak dini.

1 comment:

  1. Saya kira menabung saja sudah cukup untuk menyiapkan masa depan, ternyata zaman sekarang butuh investasi juga

    ReplyDelete