Friday, 22 March 2019

Reksadana Saham Atau Reksadana Campuran?





Sebelumnya saya pernah membahas beberapa jenis reksadana lain dan juga tidak lupa reksadana syariah dari Manulife. Dalam setiap pertemuan untuk belajar reksadana bersama KlikMAMI dari Manulife, kami selalu diingatkan mengenai inflasi yang sudah terjadi beberapa tahun ke belakang kemudian merefleksikannya dengan inflasi yang akan terjadi beberapa tahun ke depan.

Dari situ kami diajak menimbang tentang kebutuhan saat ini dan bagaimana memenuhi kebutuhan di masa depan. Di tulisan-tulisan saya sebelumnya sudah membahas mengapa kita butuh berinvestasi, jawabannya paling utama yaitu di masa depan kebutuhan kita harus tetap terpenuhi sedangkan inflasi akan terus terjadi.

Apakah berinvestasi saja cukup? Ternyata tidak, karena bagaimanapun kebutuhan hidup kita tidak hanya di masa depan saja, namun di masa sekarang juga. Jadi memiliki rekening tabungan memang wajib. Lebih mudahnya adalah rekening tabungan kita gunakan untuk masa sekarang sedangkan investasi untuk masa depan.
Menabung di rekening:

  • Menyimpan uang
  • Mengamankan uang agar tidak dicuri
  • Uang yang kita simpan bisa kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bulanan
Berinvestasi:
  • Sama-sama bertujuan untuk menyimpan uang
  • Namun uang bisa tumbuh lebih besar dari inflasi
  • Tujuan masa depan bisa tercapai karena uang tumbuh lebih besar dari inflasi

Sebelum membahas tentang reksadana Saham dan Campuran, mari kita lihat kembali jenis-jenis reksadana. Masing-masing jenis reksadana juga berdasarkan jangka waktu kebutuhan masa depan kita, mulai jangka waktu pendek, menengah, panjang.
  1. Reksadana Pasar Uang, jangka waktu investasi yang disarankan adalah satu tahun. Potensi hasil dan fluktuasi cenderung stabil dan dapat dicairkan kapan saja. Reksadana ini bisa kita beli mulai dari 10 ribu.
  2. Reksadana Pendapatan Tetap dengan minimal 80% obligasi. Memiliki potensi hasil dan fluktuasi yang rendah.
  3. Reksadana Campuran
  4. Reksadana Saham

Reksadana Saham

Jika sebelumnya sudah tahu apa itu reksadana, sekarang kita coba memahami pengertian dari saham. Menurut pengertian, saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas (PT) atau yang biasa disebut emiten. Pemilik saham juga dinyatakan sebagai pemilik sebagian perusahaan tersebut. 

Main-main saham memang terdengar keren kan? Selain dengan reksadana, kita juga bisa investasi saham sendiri. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu ilmu kita terhadap saham harus cukup, modalnya bisa jadi harus besar, dan kita harus memantau pergerakan sahamnya setiap saat. 

Investasi saham dengan reksadana tidak perlu takut ilmu tentang saham yang kita miliki pas-pasan karena intrumen saham sudah disaring oleh manajer investasi sesuai dengan strategi investasi, kondisi ekonomi, dan bahkan politik. Selain itu modalnya terjangkau, karena prinsip reksadana menghimpun banyak investor, pergerakan sahamnya juga dipantau dan dapat dialihkan jika kinerja saham tidak sesuai.
Secara garis besar, reksadana saham sebagai berikut:
  • Untuk tujuan jangka panjang >7 tahun
  • Komposisinya sebagian besar saham
  • Fluktuatif dengan potensi bagi hasil tinggi (high risk, high return)
  • Bisa investasi minimal 10ribu rupiah

Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang investasinya dari beragam instrumen pasar uang, obligasi, dan saham. Obligasi sendiri merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Reksadana campuran ini resiko dan potensi hasilnya lebih besar dari pasar uang namun lebih kecil daripada reksadana saham. 

Reksadana campuran:
  • Sesuai untuk tujuan jangka menengah 5 hingga 7 tahun
  • Komposisinya lebih beragam
  • Moderat karena cukup fluktuatif dengan potensi bagi hasil sedang
  • Investasinya mulai dari 100 ribu.
Manulife juga memberikan gambaran kepada kita jika kita ingin membeli reksadana campuran dengan modal investasi 1 juta. Misalkan komposisi reksadana pasar uang sebanyak 20% berarti sebanyak 200ribu akan diinvestasikan untuk reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetapnya sebanyak 40%, berarti sebanyak 400 ribu akan diinvestasikan ke reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham sebesar 40% berarti 400 ribu sisanya digunakan untuk reksadana saham jangka panjang. Komposisi ini hanya gambaran, tentu saja kita bisa menentukan sendiri komposisi investasi kita sesuai dengan kebutuhan kita.


Akhirnya Lulus Belajar Investasi Reksadana Bersama Manulife

No comments:

Post a Comment