Friday, 1 June 2018

Kenalan Dengan Busan Sister City Kota Surabaya

Image source: Visitkorea.or.kr


Adios Mei, bulan yang penuh arti untuk Kota Surabaya. Kemarin 31 Mei 2018 adalah peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HKJS) ke-725. Seperti yang kita tahu jika Kota Surabaya selalu menyambut hari jadinya dengan berbagai macam event tahunan. Ada Surabaya Shopping Festival, Pasar Malem Tjap Toendjoengan, Surabaya Vaganza (dulu parade bunga), sampai Festival Rujak Uleg. Belum lagi berbagai macam pesta rakyat dan acara-acara kecil yang menjadi hiburan tersendiri untuk warga Surabaya biar enggak dibilang kurang piknik. Sayangnya kemeriahan Bulan Mei yang harusnya menjadi bulan paling bahagia untuk Surabaya dinodai oleh segelintir orang tidak waras yang mengharap surga Tuhan dengan bom bunuh diri. Tidak hanya melukai harga diri Surabaya sebagai barometer Bhinneka Tunggal Ika tapi juga mematahkan hati seluruh warga Surabaya. Akibat tidak hanya banyaknya asumsi tidak benar dan menyakitkan atas kejadian ini tapi juga kehilangan orang-orang tercinta dalam kejadian yang tak pernah satu orangpun bayangkan.
Pasar Malem Tjap Toendjoengan
Terima kasih untuk semua  doa dan dukungan kepada Surabaya kami. Semoga Tuhan melindungi kita dan hati kita. 
Bukan Surabaya jika terus menerus terpuruk meskipun sedang dalam keadaan berduka. Jangan lupakan penghargaan-penghargaan yang diraih Surabaya jelang usia 725.  Dan juga prestasi yang sudah diukir dan dijaga Surabaya sejak bertahun-tahun. Salah satunya adalah kerja sama Kota Surabaya dengan banyak kota di berbagai negara yang disebut dengan Sister City atau Twin Town. Setidaknya ada 19 kota yang termasuk dalam Sister City Kota Surabaya. Termasuk yang sudah cukup lama adalah Busan, Korea Selatan. Jadi Sister City itu apa sih? Mudahnya kita bisa sebut sebuah kerja sama suatu pemerintah kota dengan kota di negara lain yang tujuannya untuk mengembangkan bidang pendidikan, ekonomi, kebudayaan, dan secara sosial dapat saling mengenal. Biasanya kota-kota yang menjalin hubungan Sister City memiliki kesamaan dari segi ciri-ciri fisik kota.

Kota Busan yang sekarang resmi dikenal dengan nama Kota Metropolitan Busan terletak di Provinsi Gyeongsangnam (Gyeongsangnam-do), Korea Selatan. Tepatnya sejak November 1994, Surabaya dan Busan menandatangani MoU (Memorandum of Understanding). Ada enam kesepakatan yang ditandatangani waktu itu, yaitu pengembangan pelabuhan, perdagangan dan pengembangan ekonomi, pendidikan, kebudayaan, pemuda dan olahraga. Secara karakteristik wilayah Surabaya dan Busan memang sama-sama merupakan kota dengan pelabuhan, kota terbesar ke-2 di negaranya dan memiliki jumlah penduduk tebesar ke-2 juga.




Mengenal Busan Lebih Dekat

Saya ingin mengajak kalian untuk berkenalan dengan Busan secara singkat. Beberapa waktu lalu yang mengobrol/chat dengan seorang kenalan atau mungkin bisa disebut teman, hehe... Namanya Dongho, seorang laki-laki asal Ulsan yang merupakan kota di provinsi yang sama dengan Busan. Ia cukup sering mengunjungi Busan meskipun sekarang menetap di Seoul karena kakak perempuannya tinggal di sana. Jadi saya dengan sengaja mengajak Dongho untuk bertanya dan berbagi opini dia secara personal tentang Busan agar bisa berbagi dengan kalian. Berikut beberapa percakapan saya dengan Dongho yang mudah-mudahan bisa memberi gambaran bagaimana Kota Metropolitan Busan.

Saya: Dongho, seberapa sering kamu mengunjungi Busan?
Dongho: Paling tidak sekali dalam setahun aku selalu mengunjungi Busan, kakakku tinggal di Busan.

Karena kesibukannya sebagai pelatih di salah satu Boxing Gym di Seoul, kesempatannya untuk sering mengunjungi Busan tidak banyak. Bahkan kami memulai pembahasan ini ketika dia mengunjungi Busan untuk menghadiri pernikahan saudaranya. Dan juga dia pertama kali bertemu dengan keponakannya yang masih bayi. Dan pembahasan kami juga selesai beberapa hari setelahnya karena dia sangat sibuk. Kalau saya kan sibuknya bisa dikondisikan hehehe...

Saya: Karena kamu selalu rutin mengunjungi Busan, apa yang paling kamu suka dari kota ini?
Dongho: Aku suka landscape Busan, pemandangannya sangat indah.

Wah kata-kata beautiful dan indah itu seperti tidak bisa terpisah dari kehidupan saya. Salah satu alasannya karena nama saya Indah tentunya haha... Saya selalu jatuh cinta pada pemandangan yang indah, terutama laut. Dan jauh sebelum ini saya dan Dongho pernah mengobrol tentang keindahan laut di Busan. Bahkan saat kalian memasukkan kata kunci Busan dalam mesin pencarian google kalian akan disuguhkan pemandangan alam laut yang selaras dengan gedung-gedung tinggi yang menggambarkan Busan sebagai kota metropolitan. Apalagi laut Busan berwarna biru. Berbeda dengan laut di Surabaya yaitu Selat Madura yang sejak zaman dahulu tidak akan bisa berwarna biru karena karakteristik dasar lautnya adalah substrat berlumpur dan dangkal jadi warna air lautnya akan selalu senada dengan milo hangat. Untuk foto-fotonya kita tahan dulu ya teman-teman.

Saya: Jenis-jenis atraksi pariwisata apa saja sih yang ada di sana? Apakah wisata alam? Buatan? Atau kuliner?

Dongho: Busan punya semua itu. Bahkan tahun 2019 Busan akan punya taman hiburan yang besar. Dan juga Busan memiliki festival andalan, yaitu Busan International Film Festival.

Wisata alam di Busan sudah tidak perlu diragukan lagi. Nanti kita bahas lebih lanjut di bagian selanjutnya. Dan sebenarnya masih banyak lagi wisata di Busan selain wisata alam atau buatan seperti ammusement park, yaitu berbagai macam kuil yang usianya tua. Dan juga Busan setiap tahun punya ajang bergengsi, yaitu Busan International Film Fstival (BIFF). BIFF pertama kali digelar pada tahun 1996 dan tahun ini perhelatan akbar ini akan dilaksanakan pada 13-21 Oktober 2018 di Busan Cinema Center dan Haeundae Area.

Fokus dari BIFF adalah mengenalkan film-film baru dan sutradara yang baru pertama kali berkarya, khususnya di negara-negara Asia. Tahun ini setidaknya ada 14 award di BIFF. Seperti apa sih gambaran serangkaian acara BIFF ini? Ada Master Class – My Life, My Cinema yang merupakan event untuk lebih dekat dengan para master pembuat film dan melihat bagaimana kehidupan mereka dalam dunia sinema; Open Talk dari aktor dan directors dengan para audience di panggung terbuka hingga Outdoor Greeting yang akan mempertemukan para bintang dan sutradara, acara ini yang paling diantisipasi karena paling ramai. Adakah teman-teman di sini mengikuti BIFF?

Saya: Menurutmu secara pribadi ada enggak sih musim terbaik untuk mengunjungi Busan? Atau semua musim di Busan ada yang spesial?
Dongho: Aku rasa para wisatawan bisa berkunjung sepanjang musim di Busan. Tapi musim panas adalah yang terbaik karena merupakan musim terbaik untuk makan seafood di outdoor.
Saya: Oh iya dan aku dengar untuk persiapan musim panas tahun ini, Busan akan punya atraksi air mancur yang baru di Haeundae Plaza. Kamu harus ke sana.

Pantai memang identik dengan segala kegiatan musim panas. Tapi mengunjungi pantai di Busan di setiap musimnya ada sensasi masing-masing. Saat musim dingin juga menjadi saat yang tepat untuk memandangi indahnya pantai dan laut karena tidak telalu banyak orang. Dan saat musim panas bisa bersantai di pantai dan berenang di laut yang pastinya pengunjung akan membludak.

Kota dengan karakteristik wilayah pesisir selalu terkenal dengan kuliner lautnya. Tidak terkecuali dengan Busan. Dongho mengatakan saat musim panas adalah saat terbaik untuk menikmati seafood dari hasil laut Busan. Salah satu yang terkenal dan atraksi terbesar adalah Jagalchi Fish Market. Terletak di dekat Pelabuhan Nampo. Di pasar ini kita bisa menemukan seafood yang paling familiar sampai yang belum pernah dilihat sebelumnya. Kita juga bisa langsung memakan ikan yang kita beli untuk dimasak di restauran lebih dahulu.
Jagalchi Fish Market
Image source: Visitkorea.or.kr

Tidak hanya Jagalchi, Busan masih punya Millak Fish Town yang berlokasi di dekat Pantai Gwangalli. Bisa dibilang pasar ikan ini adalah versi yang lebih premier. Tempat ini berupa gedung dengan 10 lantai. Pada lantai bawah terdapat pasar ikan dan lantai atas adalah restauran. Ikan yang kita beli bisa dimasak dan dimakan di restauran atau sekadar di masak dan kita bisa menikmatinya di pantai. Mantap betul kan?

Musim panas tahun ini juga akan ada yang seru di Busan. Salah satunya atraksi air mancur yang berlokasi di Haeundae Plaza. Air mancur yang akan menyejukkan musim panas di Busan ini berkonsep musical fountain yang artinya atraksi ini akan menyuguhkan air mancur menari-nari dengan berbagai latar musik. Wah baru sedikit yang dibahas tapi sudah berasa panjang.
Musical Fountain di Haeundae Plaza
image source: credit in image


Saya: Jadi kalau seseorang baru pertama kali mengunjungi Busan, tempat apa yang paling kamu sarankan untuk dikunjungi?
Dongho: Mereka harus pergi ke Haeundae, Seomyeon, dan Gwangalli juga bagus untuk dikunjungi.

Seseorang yang jatuh cinta pada lansekap Busan ini merekomendasikan Haeundae dalam urutan pertama. Yang suka nonton film pasti tidak asing dengan nama Haeundae, yap film yang juga dikenal dengan nama Tidal Wave. Film yang bercerita tentang bencana tsunami dengan kisah yang sangat sedih karena kehilangan keluarga dan perjuangan menyelamatkan diri dari bencana tsunami. Tapi semua kengerian dari  film itu akan hilang saat melihat pemandangan indah di Pantai Haeundae.  Haeundae punya pantai degan pasir berwarna putih sepanjang 1,5 Km dengan lebar antara 30-50 meter yang menjadikan Haeundae sangat sempurna untuk berenang.
Seagull yang biasa terlihat di Haeundae
Image source: Visitkorea.or.kr

Landscape Haeundae
Image source: Visitkorea.or.kr


Berikutnya rekomendasi dari Dongho adalah Seomyeon. Kalau dari tadi kita bicara tentang pemandangan alam melulu, rekomendasi kali ini adalah tempat yang padat di tengah Kota Metropolitan Busan. Bisa dibilang area ini adalah distrik tersibuk dan menjadi pusat bisnis di Busan.  Seomyeon sendiri adalah penyebutan orang-orang Busan. Karena sebutan ini sesuai dengan nama wilayah yang merupakan distrik administrasi  atau desa di Era Dinasti Joseon. Nama resmi wilayah ini saat ini adalah Bujeon-dong. Seperti central bussiness district lain, Seomyeon memiliki banyak sekali pusat perbelanjaan dan underground shopping center. Selain itu ada juga wilayah yang bernama Seomyoen 1 Beonga (Seomyoen First Street) yang juga dikenal sebagai Art Street. Terdapat banyak kafe, restauran, dan tempat-tempat makan yang menawarkan banyak kuliner lezat. Setiap musim semi dan musim gugur terdapat banyak festival yang menjadi daya tarik wisata. Setiap akhir pekan kita juga bisa menikmati berbagai pertunjukan di sepanjang Art Street.

Seomyeon 1 Bonga (Art Street)
Image source: Visitkorea.or.kr

Terakhir yang direkomendasikan adalah Gwangalli. Salah satu yang menarik seperti yang sudah saya sebutkan di atas adalah terdapat Millak Fish Town. Ikon lain yang sering dilihat oleh para wisatawan adalah Gwangan Bridge. Selain itu Gwangalli juga memiliki pantai yang juga sering dikunjungi oleh wisatawan selain Haeundae. Pantas saja jika ada rekomendasi untuk menikmati seafood yang sudah dimasak dari Millah Fish Town di pinggir pantai karena pemandangan di pantai ini juga tak kalah menarik.

Gwangalli Beach
Image source: Visitkorea.or.kr

Gwangan Bridge
Image source: Visitkorea.or.kr



Saya: Mungkin ini untuk menutup sementara keingintahuanku soal Busan. Bisakah kamu mendeskripsikan Busan dalam 3 kata?
Dongho: Laut, laki-laki, dan Ibu Kota Kedua.
Saya: Laki-laki?
Dongho: Iya karena laki-laki Busan itu kuat dan tangguh.
Saya: (Sungguh menarik dan lebih tertarik dengan 3 kata yang diberikan Dongho mengenai Busan).

Nah itu tadi beberapa obrolan saya dengan Dongho untuk mengenalkan Busan ke kalian. Untuk mempererat hubungan Sister City antara Kota Metropolitan Busan dan juga Kota Surabaya, masing-masing pemerintahan telah saling berkunjung dan mengirimkan pelajar. Di Surabaya juga terdapat sebuah taman dan monumen yang dibangun untuk menandakan persahabatan antara Indonesia dan Korea Selatan atau lebih tepatnya Provinsi Jawa Timur dan Provinsi Gyeongsangnam (Gyeongsangnam-do). Di Busan sendiri kita juga terdapat salah satu jalan yang dinamakan Jalan Surabaya (Surabaya-Gil) dan juga terdapat taman dengan patung Suro dan Boyo, ikon Kota Surabaya yang berlokasi di samping kantor Busan Indonesia Center.
Taman Persahabatan Korea

Ternyata perkenalan singkat tentang Busan ini tdak sesingkat yang saya kira. Ternyata menarik sekali kota yang menjadi saudara kembar Kota Surabaya. Semoga lain kali bisa mengulas tentang kerja sama apa saja yang sudah dilakukan oleh Kota Metropolitan Busan dan juga Kota Surabaya. Terima kasih kepada Dongho yang telah mau saya ajak mengobrol tentang Busan untuk bisa memperkenalkannya kepada kalian. Semoga sehat dan bahagia selalu untuk bisa mengobrol dan saling memperkenalkan Korea-Indonesia. Semoga suatu saat bisa mengjungi salah satu Sister City dari Kota Surabaya. Have a good day everyone!



Reference: visitkorea.or.kr




Wednesday, 16 May 2018

Konsumsi Buah Sehat Dan Aman Dari Sunpride Selama Ramadan




Selamat menyambut bulan suci Ramadan teman-teman. Sudah punya persiapan khusus untuk menjalani puasa kali ini? Kalau saya alhamdulillah sudah, termasuk rencana-rencana mengatur olahraga dan asupan makanan selama berpuasa. Semoga juga bisa semakin mendekatkan diri pada Tuhan.

Sejak beberapa Ramadan lalu saya rajin menyetok kurma dan buah-buahan yang lain selama ramadan. Karena saya jarang dan kurang sukan makan dan minum manis jadinya kaget jika dipaksa oleh Ibu untuk mengkonsumsi yang manis-manis selama Ramadan. Lalu saya menemukan cara yang tepat untuk bisa tetap segar dan tidak lemas selama puasa di kota yang terkenal super panas dan gerah ini, yaitu dengan mendapatkan asupan gula dari buah segar. Cara ini tidak sengaja saya praktikkan selama beberapa Ramadan karena tahun 2015 lalu iseng mencari caption yang pas untuk foto buah-buahan saya. Karena saya jadi tahu mengkonsumsi sesuatu yang manis itu memang perlu tapi tidak boleh salah memilih. Misalnya olahan makanan manis yang mengandung banyak gula sering menjadi pilihan sebagian besar orang untuk bisa segar kembali setelah puasa seharian. Ternyata olahan gula yang kita makan justru bisa meningkatkan insulin yang belum stabil setelah berpuasa lalu dengan cepat juga membuang gula yang masuk. Dianjurkan untuk berbuka dengan makanan yang mengandung fruktosa seperti buah segar karena tidak akan menimbulkan “kekagetan” pada tubuh kita.

Begitulah cerita panjang nan agak alay yang mengawali saya gemar makan buah di Bulan Ramadan untuk menolong saya yang kurang suka manis-manis. Selain kurma yang saya sukai seperti sahabat baik yang cenderung menuju friendzone adalah buah pisang. Pisang adalah sahabat baik saya yang menemani saya kuliah maupun touring dan saya putuskan jadi teman selama puasa juga. Tapi kalau berbuka temannya dimakan, hehe... Biasanya saya cari yang pasti-pasti saja. Pasti ada dan pasti terjaga kulitasnya, yaitu Pisang Cavendish dari Sunpride yang tinggal ke mini market terdekat sudah pasti ada.

Setelah sekian lama bersahabat dekat dengan Pisang Cavendish dari Sunpride saya baru tahu kalau dia punya prestasi luar biasa bersama teman-temannya yang lain seperti Nanas Honi dan Guava Crystal. Pisang Cavendish Sunpride dan teman-temannya itu ternyata punya sertifikat Global GAP yang menjamin produk buah-buahan segar tersebut amat sangat aman untuk kita konsumsi. Nah ada baiknya kalau kita gali tentang Global GAP ini.

Apa Itu Global GAP?

Global GAP adalah singkatan dari Global Good Agricultural Practice, yaitu sistem sertifikasi Internasional yang menerapkan pendekatan sistem produksi untuk memastikan buah yang kita konsumsi ini aman dimakan. Jadi no more khawatir-khawatir dengan buah yang kita makan itu ditanamnya bagaimana dan kebersihannya bagaimana. Karena Pisang Cavendish, Nanas Honi, dan Guava Crystal dari Sunpride ini diperlakukan dengan penuh kasih sayang bahkan sejak mereka masih dalam angan sampai ke pembibitan dan sampai ke tangan kita.

Selain itu, saya sebagai mantan Urban Planner yang memperhatikan sekali tentang sustainable lingkungan juga sangat mengapresiasi komitmen dari PT. Sewu Segar Nusantara selaku pemegang merk Sunpride dan Perkebunan PT. Nusantara Tropical Farm dalam upayanya mendapatkan sertifikasi Global GAP ini. Mereka berkomitmen untuk menghadirkan buah lokal dengan kulitas Internasional serta menjaga keberlanjutan lingkungan perkebunan. Selain menjaga keamanan mutu buah yang kita makan dengan adanya Global GAP berarti mereka menerapkan sistem pertanian yang mengadopsi praktek budidaya berkelanjutan alias tidak merusak lingkungan selama kegiatan pertanian berlangsung. Setidaknya ada 4 (empat) poin utama yang diatur dalam standar GAP, yaitu: keamanan pangan, keramahan lingkungan, keamanan dan kesejahteraan, serta ketertelursuran.

Keamanan Pangan
Kualitas terbaik yang kita tahu dari Sunpride tidak menggunakan GMO (Genetic Modified Organism) atau rekayasa untuk mendapatkan bibit unggul. Semua teknologi yang digunakan untuk mendapatkan bibit unggul menggunakan teknologi yang ramah.  Serta seluruh prosesnya mulai dari pembibitan sampai pasca panen diperhatikan kebersihan dan keamanan pangannya.

Keramahan Lingkungan
Keramahan lingkungan yang dimaksud adalah sistem pertanian yang aman, tidak mencemari lingkungan karena penggunaan pupuk yang diatur ketat, dan menjamin satwa liat di dekat perkebunan juga tetap lestari.

Keamanan dan Kesejahteraan
Yang ini adalah poin yang melindungi para pekerja di sana yang berjasa besar menghadirkan buah-buahan untuk kita setiap hari. Tenaga  kerja di perkebunan buah Sunpride menggunakan perlengkapan dan perlindungan sesuai standar Internasional serta mengikuti peraturan pemerintah untuk menjamin kesejahteraan para pekerja.

Ketertelusuran
Ketertelusuran atau Traceability ini berarti bahwa buah dari produk Sunpride ini dapat kita telusuri dari perkebunan yang mana, kapan mulai dipetik, dan kapan mulai ditaman. Sehingga jika terjadi masalah di kemudian hari bisa ditelusuri dengan baik.

Global GAP
Global GAP

Global GAP


Ternyata buah dari Sunpride yang kita konsumsi ini di baliknya melalui perjalanan panjang demi kebaikan kita semua. Demi manusia yaitu konsumen dan produsen, demi lingkungan, dan demi anak cucu di masa depan agar masih bisa menikmati lingkungan yang sama baiknya seperti yang kita nikmati sekarang. Betapa mulianya komitmen dari Sunpride, semoga semakin berkah ya di Bulan Ramadan ini.