Monday, 23 April 2018

3 Tempat Wajib Untuk Dikunjungi Selama Musim Semi di Pulau Jeju


Halo musim semi, kamu masih sangat cantik
Aromanya, angin bercampur dengan kehangatan
Segalanya sama, waktunya tidak berwarna
Tapi aku masih terjebak di musim semi tahun lalu
Air mata yang bercucuran
Terima kasih untuk sinar matahari yang memelukku dengan cerah
Kau mungkin juga merasakan musim semi ini dari suatu tempat di sana

-Remember That by BTOB-



Kalau memasuki musim semi begini saya jadi teringat salah satu lagu Ballad BTOB yang diluncurkan saat musim semi. Judulnya Remember That yang sebagaian liriknya saya tulis dalam bahasa Indonesia di atas. Beberapa waktu lalu Boy Group BTOB juga mendapatkan waktu liburannya dan beberapa anggota grup memposting liburan mereka di Social Network Service alias SNS. Salah satunya yang membuat saya tertarik adalah gaya liburan Lee Minhyuk salah satu rapper mereka. Minhyuk berlibur bersama keluarganya, bahkan kakak laki-laki Minhyuk juga selalu meng-update liburan mereka saat itu. Salah satunya adalah ketika Minhyuk sibuk minta Ibunya memfoto dirinya di tengah-tengah bunga bermekaran yang berwarna kuning. Setelah menyatukan kekuatan dengan berusaha membaca caption dari setiap postingan Minhyuk dan mengumpulkan informasi, saya tahu mereka sedang liburan di mana. Jadi beberapa tempat cantik itu ada di Pulau Jeju. Pulau Jeju sendiri adalah salah satu pulau yang terletak di lepas pantai selatan Korea sekitar 130km. Untuk menuju Pulau Jeju dari Incheon dibutuhkan waktu sekitar 13 jam dengan kaoal ferry. Daya tarik Pulau Jeju sendiri sangat banyak, pastinya kalian semua pernah menonton film atau drama yang menggunakan Pulau Jeju sebagai latar temat. Namun untuk musim semi kira-kira ada tiga tempat yang membuat saya tertarik.


Gunung Sanbangsan

Pertama kali memasuki musim semi, beberapa akun personal Instagram yang berlokasi di Korea menggunggah foto dengan pemandangan hamparan karpet alami berwarna kuning dan latar belakang gunung. Lokasi ini adalah Gunung Sanbangsan/Mount Sanbangsan yang secara harfiah Sanbang berarti ‘gua di dalam gunung’ dan memang benar gunung ini berisi gua. Letaknya 150 meter di atas permukaan laut dan menghadap ke lautan.  Hal tersebut dikarenakan Gunung Sabansang adalah gunung yang terbentuk dari aktivitas vulkanis 700.000 hingga 800.0000 tahun yang lalu yang sebenarnya gunung ini adalah kubah lava. Karena lokasinya yang dekat dengan laut dan elevasinya yang tinggi, puncak gunung ini sering diselimuti dengan gunung. Lereng bagian atas Gunung Sanbangsan juga dilindungi untuk kepentingan penelitian botani karena memiliki iklim yang unik.
Tangga Batu
Image source: Visit Korea


Pemandangan dengan hamparan Bunga Canola juga menjadi daya tarik sendiri di area Gunung Sanbangsan ini. Pemandangan ini menjadi spot favorit para turis yang berkunjung ke sini termasuk Minhyuk BTOB yang mengunjungi Pulau Jeju bersama keluarganya. Minhyuk terlihat berfoto bersama hamparan Bunga Canola dengan latar belakang Gunung Sanbangsan. Selain hamparan Bunga Canola yang menjadi spot wajib berfoto terdapat beberapa daya tarik lain yang menjadi andalan di lokasi ini. Beberapa di antaranya adalah Kuil Buddha Kuil Sanbangsa dan Kuil Bomunsa. Jika berjalan di tangga batu di antara kedua kuil itu kita akan bisa melihat Sanbanggulsa Grotto dengan mitos-mitos yang dimilikinya.
 
Minhyuk BTOB Saat Liburan di Gunung Sanbangsan
Image Source: Instagram Minhyuk BTOB

Lucunya Minhyuk Dipotret Ibunya
Image Source: Instagram Kakaknya Minhyuk BTOB


Hallim Park
Tulip Festival di Hallim Park
Image Source: Visin Korea


Hallim Park atau Taman Hallim adalah salah satu tempat wisata yang paling populer di Pulau Jeju. Berlokasi sekitar 33km sebelah barat Jeju City dan Gunung Hallasan sepanjang pantai Hallim-eup. Luas Hallim Park sendiri mencapi 100 meter persegi dengan konsep taman yang bisa dinikmati di berbagai musim. Beberapa daya tarik yang bisa dinikmati di Hallim Park adalah 9 themed garden, Gua Hyeopjaegul dan Ssangyonggul, desa wisata, taman hiburan anak-anak, dan fasilitas outdoor resort. Taman dengan banyak tema dan pilihan daya tarik ini membuat Hallim Park cocok untuk dikunjungi oleh anak-anak maupun orang dewasa.

Hallim Park sendiri termasuk daya tarik wisata buatan di Pulau Jeju yang berhasil disulap untuk bisa menikmati keindahan alam. Dahulu lahan ini adalah lahan tandus yang kemudian pada tahun 1971 diubah sehingga bisa ditanami dengan tanaman subtropis yang mekar sesuai musim. Oleh karena itu pada saat musim semi seperti ini kita akan bisa melihat banyak tanaman musim semi. Hallim Park buka setiap hari dari jam 8:30 – 19:00 dengan rata-rata durasi kunjungan sekitar 2-3 jam.

Seongsan Ilchulbong Peak

Sunrise Di Seongsan Ilchulbong Peak
Image Source: Visin Korea


Berbicara tentang suatu pulau di manapun pasti kita akan mencari tahu tentang spot terbaik untuk melihat matahari terbit, tak terkecuali di Pulau Jeju. Spot untuk melihat matahari terbit di Pulau Jeju terletak di Seongsan Ilchulbong atau Seongsan Sunrise Peak di ujung timut Pulau Jeju. Seongsan Ilchulbong Peak semula berada di bawah laut, kemudian fenomena letusan gunung vilkanis sekitar 100.000 tahun lalu membawa Seongsan Ilchulbong Peak naik ke atas permukaan laut. Seongsan Ilchulbong Peak ditetapkan sebagai World Natural Heritage oleh UNESCO. Keunikan dan keindahan Seongsan Ilchulbong Peak sendiri terdapat kawah dengan diameter 600 meter dan tinggi 90 meter, terdapat 99 batu tajam yang mengelilinginya sehingga terlihat seperti mahkota. Dari Seongsan Ilchulbong Peak kita dapat melihat hamparan bunga canola di sepanjang pantai Gwangchigi.

Seongsan Ilchulbong Peak
Image Source: Visin Korea


Yorobun... Sesuai judul sementara ini saya beri referensi tiga tempat itu dulu ya. Sisanya saya tulis nanti kalau pulang dari Seongsan Ilchulbong sambil nyanyi Remember That milik BTOB dan memandangi hamparan Canola seperti Minhyuk atau sama Minhyuk deh gak nolak saya.Sampai jumpa lagi...

Reference: 
visitkorea.co.kr
Trazy.com





Saturday, 14 April 2018

Audisi Sunsilk Hijab Hunt 2018 Surabaya


Sunsilk Hijab Hunt 2018 Surabaya

Sunsilk Hujab Hunt yang sudah dilaksanakan sejak tahun 2012 akhirnya dimulai juga audisi pertamanya pada tahun 2018. Kota pertama yang disambangi untuk audisi Sunsilk Hijab Hunt 2018 adalah Kota Surabaya. Bertempat di Atrium Grand City Mall Surabaya, para peserta audisi sudah memadati lokasi audisi sejak mall baru dibuka pada Sabtu, 07 April 2018 lalu. Sedikitnya 250 peserta yang sudah terekam panitia dalam pendaftaran pertama untuk audisi kota Surabaya. Ditambah lagi dengan jumlah peserta yang mendaftar on the spot. Para peserta yang mendaftar untuk audisi Kota Surabaya ini berasal dari berbagai daerah di Jawa Timur. Terlihat antusias para musllimah di Jawa Timur untuk bisa menunjukkan bakatnya.

Sunsilk Hijab Hunt sendiri bukan ajang adu kecantikan meskipun tentu saja harus cantik dari dalam hati. Namun dengan adanya Sunsilk Hijab Hunt diharapkan para muslimah bisa dengan percaya diri menunjukkan bakatnya. Hijab yang menjadi pelindung bagi muslimah bukan halangan untuk tetap aktif dan mengembangkan diri.  Para peserta yang mengikuti audisi di Surabaya menampilkan banyak bakat seperti modeling, story telling, menyanyi, tilawah, bermain alat musik, tari tradisional, dan tari balet. Aulia Sukma yang membawakan tari balet itu mengaku bahwa ia ingin menjadi balerina berhijab yang pertama di Indonesia. Hari pertama Sunsilk Hijab Hunt 2018 di Surabaya terseleksi sebanyak 20 orang finalis yang akan diseleksi kembali pada hari kedua.  Pada hari kedua tersebut, didapatkan pemenang 2 orang orang yang akan menjadi perwakilan Kota Surabaya dalam grand final di Jakarta pada bulan Juni 2018. Selain Kota Surabaya, kota-kota lain yang akan diselengkarakan audisi Sunsilk Hijab Hunt 2018 adalah seperti Yogyakarta, Medan, Palembang, Makassar, Bandung, dan Jakarta.

Pada audisi Sunsilk Hijab Hunt 2018 Kota Surabaya yang menjadi pemenang adalah Tia Sahfira dan Fadila Yahya. Tia Sahfira mengikuti audisi Sunsilk Hijab Hunt 2018 di Surabaya jauh-jauh dari Semarang, Jawa Tengah. Tia menampilkan kebolehannya dalam menyanyikan tembang lawas Jawa yang berjudul Wanita. Dengan suara khas sinden yang merdu, Tia berhasil mendapat perhatian para juri, yaitu Soraya Larasati dan Terry Putri. Fadila Yahya sendiri tampil dengan bakat story tellingnya. Selain itu pada hari sabtu kemarin di audisi Surabaya juga disambangi oleh orang nomor satu dan paling cantik di Surabaya, yaitu Ibu Walikota Surabaya Tri Risma Harini. Kedatangan Ibu Walikota selain untuk menengok bakat-bakat di Surabaya juga memberikan komentar dan saran kepada para peserta Audisi. Ibu Risma mengatakan bahwa memiliki bakat harus dikawal terus dan konsisten. Setiap malam sebelum tidur mengevaluasi perkembangan bakat hari ini, dicari apa yang kurang dan berhasil dicapai dan berusaha memperbaikinya esok hari. Hal tersebut harus dilakukan dengan konsisten setiap hari. Terlihat para peserta audisi Sunsilk Hijab Hunt 2018 Kota Surabaya mendengarkan baik-baik apa yang Ibu Risma katakan.

Ibu Tri Risma Harini

Setelah pengumuman dua orang pemenang yang akan menjadi wakil Kota Surabaya, mereka harus mempersiapkan diri untuk bersaing dengan para wakil dari kota lainnya di Jakarta pada bulan Juni mendatang. Sedikit bocoran tentang hadiah yang akan didapatkan oleh para pemenang utama nantinya adalah uang tunai dan paket umroh. Jika tertarik untuk mengikuti audisi juga persyaratannya sangat mudah, yaitu muslimah berhijab dengan usia 15-18 tahun, WNI yang tinggal di Indonesia, dan tentu saja harus memiliki bakat. Selamat berjuang para peserta Sunsilk Hijab Hunt 2018 untuk bisa menginspirasi banyak muslimah lainnya.