Wednesday, 27 July 2011

Kota Tua Jakarta


------
14 Juli 2011 di Kota Tua Jakarta------

Liburan ini masih satu paket dengan Kopfest. Jalan-jalan ke Kota Tua Jakarta bersama teman-teman Koproller dari Padang, Jakarta, dan Makassar. Mohon Maaf tidak banyak kata-kata. Yang penting liburan ini So Awesome for me :)
Berikut ini foto-foto liburan kami sebelum kepulanganku kembali ke Surabaya.


Di Stasiun Jakarta Kota sebelum pulang



Di dalam Trans Jakarta menuju Kota Tua




yang ini lagi nunggu trans Jakarta di PGC



Pose #pea




Pose sok cute, hehe...





Daengbeta dan Jamban9








Gerywafer orang gila dari Makassar


Jhoqwan(depan) dan Jamban9 (belakang) dari Padang














1st Kopfest by Yahoo! Indonesia



Kopfest atau Koprol Festival adalah adalah sebuah acara dimana kita bisa bertemu langsung dengan Koprollers seru lainnya untuk memperingati satu tahun kerja sama Koprol yang merupakan hasil karya anak bangsa dengan Yahoo! Indonesia. Acara ini seperti sebuah lebaran bagi Koprollers Seluruh Indonesia dengan dihibur oleh penampilan dari Gamal & Audrey, Ello, RAN, Tangga, XO-IX, Raisa, GRUVI, DI-DA, Vania Larissa, dan Mytha. 1st Kopfest ini diselenggarakan hari rabu tanggal 13 Juli 2011 pukul 17.00-22.00 di Upper Room, Wisma Nusantara lt. 12, Jln. MH. Thamrin Jakarta.

Penampilan Tangga di Kopfest


Penampilan RAN di Kopfest


Penampilan Ello di Kopefest
Saya yang notabene sangat suka dengan keadaan banyak teman membuat saya mencoba bermacam Social Media dan akhirnya menemukan Koprol juga. Dan Bergabung di Sukoco ( Surabaya Koprol Community). Bukan hanya pertemanan yang ditawarkan namun rasa kekeluargaan yang hangat :) Bukan hanya sekedar dunia maya namun pembuktian di dunia nyata :) bukan hanya berkumpul tak tentu arah namun kami peduli sesama dengan kegiatan sosial yang sudah banyak dilakukan :)

Baiklah ini ceritaku hingga sampai di 1st Kopfest.
Suatu hari saya mengirimkan Koprol Story untuk dapat invitation ke
1st Kopfest dan *whooooalaaa* pada hari pengumuman saya mendapat DM dari Kopfest yang berisi undangan ke 1st Kopfest. Serasa gak percaya senang bukan kepalang. Undangan ini mempunyai kode rahasia untuk masuk dan pada satu undangan terdapat dua passcode yang artinya satu undangan berlaku untuk dua orang. Yayness! kapan lagi Silaturrahim sama teman-teman dari seluruh Indonesia? Yasudah berangkat saja :) Eiiits... Saya tidak berangkat sendirian tapi bersama Novita Ratnasari atau disinin0bi. Dia juga anak Koprol dan senior di jurusan Fisika :p

Ini Undangan Saya, Warnanya Bagus :p
-------12 Juli 2011 16:00-------
Ya, itu adalah hari keberangkatan kami menggunakan kereta Gumarang dari Stasiun Pasar Turi dengan keberangkatan pukul 17:25. Entah gila, nekat, atau hebat. Akhirnya kami berangkat juga ke Jakarta menempuh perjalanan kurang lebih
12 jam. Keesokan harinya sekitar pukul 06:30 kami turun di stasiun Jatinegara. Sempat terlunta-lunta selama 2 jam karena belum dijemput sama kakak Sandyholic. hehe... Tapi akhirnya kakak Sandy datang juga, dan dibolehin istirahat di rumahnya meskipun akhirnya kami menumpang di tempat kost kakak Bunga yang baik hati dan mirip Tantri Kotak :p
-----13 Juli 2011 14:00-----

At Pusat Grosir Cililitan atau PGC kami makan siang di Hokben sambil nungguin kak Bungan beli baju buat ke Kopfest *ceileh niat banget haha...
-----13 Juli 2011 Pukul 16:45-----
Menuju Wisma Nusantara dengan menumpang taxi, bukan sok kaya tapi kalau naik Trans Jakarta waktunya gak tepat banget. Jam pulang kerja pasti antre mana sudah terlambat. Dan naik taxi dengan patungan yang dipilih. Hahaha....
-----13 Juli 2011 Sekitar pukul 17:30-----

Yay! Sampai Juga di Wisma Nusantara tapi tidak langsung registrasi. Tunggu teman-teman yang lain dulu dan nunggu waktu Sholat dulu, hehe... Ini nih cuplikan kostum kami di Kopfest dan semua yang di Kopfest.


disinin0bi dan saya :D



Yaaap... begitulah isi 1st Kopfest. yang penting silaturrahimnya karena kami dari berbagai sudut Indonesia bertemu. Penghuni pulau Jawa, Sumatera, Sulawesi, dan banyak lagi. Tak hanya sampai di sini keseruan yang tercipta. Esoknya.... Silakan baca di postingan selanjutnya.

Saturday, 9 July 2011

Pertama Kali Ke Jogja Sebagai Backpacker

Jurusan kuliah saya sering membuat saya berkeliling kota untuk survey maupun singgah di kantor-kantor pemerintahan untuk membuat surat survey. Hal ini yang membuat saya dan teman-teman saya mengunjungi banyak tempat menarik di Surabaya.

Pada saat menjelang libur semester kami memutuskan untuk melebarkan sayap petualangan kami. Yogyakarta adalah pilihan kami. Hari pertama kami berangkat dari Stasiun Gubeng dengan menumpang kereta Pasundan. Sekitar pukul setengah satu siang kami sampai di Stasiun Lempuyangan Yogyakarta. Sebelum memulai jalan-jalan, tidak lupa menunaikan kewajiban sholat dhuhur. Hal pertama yang membuat saya terpukau adalah keadaan toilet stasiun yang benar-benar bersih. Setelah itu Barulah dimulai acara jalan-jalan kami.

Diluar stasiun kami membuka modal jalan-jalan kami, yaitu peta kota Jogja. Kami mulai menuju Jalan Malioboro dengan mengikuti petunjuk di peta untuk mencari penginapan yang murah. Maklum saja modal jalan-jalan kami tidak lebih dari 300 ribu rupiah. Saat berjalan melalui gang-gang kecil banyak hal membuat kami terpukau. Seperti di setiap RT atau RW selalu ada benda seperti papan pengumuman yang di dalamnya terdapat Koran yang diupdate setiap hari. Ini menumbuhkan minat baca dan membuat warga tidak buta informasi. Kemudian keadaan kampung yang sangat bersih dan selokan yang seluruhnya tertutup. Sekitar pukul setengah lima sore kami baru mandapat penginapan di daerah Suryatmajan, yaitu tempat kost dengan harga 40ribu seminggu untuk perorangnya. Jadi satu hari itu kami habiskan untuk mencari penginapan dan malam harinya melihat keadaan malioboro di malam hari.

Esok harinya, kami memutuskan untuk mengelilingi wilayah tengah dulu. Langkah demi langkah membawa kami singgah di Jogja Broadway, di Taman Pintar kami tidak mampir karena masih pagi dan belum buka. Lalu dengan menyusuri jalanan kami sampai di Benteng Vredeburg. Lama kami singgah di sana kemudian melanjutkan perjalanan ke Keraton Yogyakarta dengan kembali menggunakan kaki sebagai alat transportasi. Menurut saya hal yang paling berharga yang saya dapat adalah kesopansantunan yang terjaga. Setelah puas melihat-lihat dan memahami hal-hal berharga dalam Keraton kami memutuskan untuk pulang ke kost. Setelah sholat maghrib, kami menyusuri gang-gang kecil untuk mencari makan malam. Alhamdulillah, dengan harga 3500 sampai 4000 kami bisa makan kenyang. Kemudian perjalanan kami lanjutkan ke Tugu. Lagi-lagi dengan modal peta dan kaki. Saat jam menunjukkan hampir pukul Sembilan malam, yaitu jam malam di kost kami dan setelah puas berfoto kami memutuskan untuk kembali ke kost.

Hari ketiga kami mengunjungi Universitas Gajah Mada dan melihat eksotisme Candi Prambanan. Kali ini tujuan kami cukup jauh sehingga kami memutuskan untuk menumpang bus kota ke UGM. Setelah melihat UGM begitu luas kami memutuskan tidak jadi mengelilinginya dan menyimpan tenaga untuk mengelilingi Candi Prambanan. Dengan menumpang Trans Jogja, kami menuju Candi Prambanan. Tidak salah jika candi yang menimpan cerita luar biasa ini disebut candi Hindu yang tercantik, karena eksotismenya dengan sekejap mampu membuat rasa lelah melayang pergi.

Hari berikutnya, saya dan teman-teman memutuskan untuk mencari buah tangan seadanya. Tujuan pertama adalah Bakpia Pathok 25 di Kios Pasar Pathok tak jauh dari Jalan Malioboro. Setelah itu kami kembali berjalan ke Jalan Malioboro untuk membeli kaus dengan merk yang sudah tersohor di Yogyakarta. Puas membeli oleh-oleh seadanya, kami kembali ke kost. Lalu sore harinya kami memilih untuk nongkrong di perempatan Kantor Pos Besar untuk menikmati suasana malam di Yogyakarta.

Hari terakhir kami di Jogja hanya beberapa jam, karena hari ini kami meninggalkan kota Jogja. Dari tempat kost, kami berjalan kaki menuju Stasiun lempuyangan. Di jalan banyak penarik becak yang senang melihat kami bersemangat berjalan kaki dengan membawa tas besar. Di stasiun ini, saya berpisah dengan salah seorang teman saya. Dia pulang ke kota asalnya, yaitu Nganjuk. Sedangkan saya dan dua orang teman saya menumpang Prambanan Express (Pramex) menuju Solo.

Dari stasiun Jebres, kami menumpang Bus Kota menuju Wonogiri, rumah salah satu teman saya. Setelah sampai di daerah Slogohimo kami masih harus berjalan di lintasan menanjak untuk sampai di rumah teman saya. Setelah sampai, saya terkejut bukan main. Tempat itu sungguh sangat indah, depan rumah adalah sawah-sawah dengan background pegunungan dan awan. Suara alam yang sangat menenangkan sangat berbeda dengan bising Kota Pahlawan.

Petualangan awal ini sangat menyenangkan, karena kami lakukan dengan penuh kesederhanaan dan kebersamaan. Inilah cara kami menguatkan rasa cinta pada Nusantara, dengan menysuri keragaman dan keindahannya. Yang terpenting mengingatkan kami akan Kebesaran Allah. Terima kasih kaki yang telah membawa kami mengelilingi Yogyakarta dan melihat-lihat keindahan Indonesia.

Semakin hari dirimu semakin sempurna di mataku
Dirimu tak pernah menyentuh dan tersentuh oleh mereka
yang tak halal bagimu
Aku merasa sangat hina melihat dirimu yang jauh lebih baik dariku
Aku merasa tak pantas mengharap dan mendapat cintamu
Ragamu dan ragaku memanglah tak dapat bertemu
Tanganmu dan tanganku benarlah tak dapat saling menyentuh
Matamu dan mataku belumlah dapat saling menatap
Namun mata hatiku dan mata hatimu telah saling menatap
Diriku tak dapat menyentuh dirimu
Diriku tak bisa menjamah dirimu
Tapi apakah aku telah bisa menyentuh hatimu?
Dan semoga jalan sabar yang kutempuh
membawa cinta ini hingga bersujud pada mihrab taat.







Copyright@Indah El Rahma, 2010.

Wednesday, 6 July 2011

Pocket Rocket Rocker namanya.

-6 Juli 2011-
Ceritanya singkat saja. Hari ini dapat barang yang selama ini saya bingung mau memilih yang mana. hehe..... Menghitung antara kebutuhan, budget, dan kualitas ini penting banget buat semua hal yang pengen kamu beli. Nah ini juga yang saya lakukan sebelum memutuskan beli spesies SeLi yang lagi booming (sebelum booming udah pengen, pas kesampean beli eh udah booming banget. Jadi kesannya ane #ikutikutan).
Nyok! intip SeLinya....
Spesifikasi:
Frame:
20" Alloy Folding Type
Fork:
Hi-Tensile Steel
Wheels:
Alloy Hubs, 28H SAT, Double Wall Alloy Rims
Tires:
20 x 1.5" Kenda
Shifters:
Shimano RS-35 REVO Shifter
FrontDerallieur:
nil
RearDerallieur:
Shimano TY-18
Crank:
52 T Chain Wheel w/ Alloy 152mm
Free Wheels:
Shimano TZ-20 14-28T 6spd
Pedals:
Foldable Type
SeatPost:
Alloy Oversize
HandleBar:
MTB Alloy Butterfly
Stem:
Alloy Foldable Type
Headset:
Ball Bearing
Brakes:
F/R Alloy V-brake W/ Full Alloy Lever
Extras:
Alloy Adjustable Kickstand, F/R Fender, Carrier, Derallieur Protector, F/R Fender tail
Ahaha... kapan2 ane foto yg bagus dah sepedanya.