Wednesday, 18 November 2015

Grand Opening Yello Hotel Jemursari Surabaya: Membangkitkan Seni dalam Kehidupan

Pertama saya ucapkan selamat atas grand opening Yello Hotel Jemursari pada hari sabtu 14 November 2015.

Kemeriahan grand opening Yello Hotel bisa dinikmati oleh orang-orang yang melintasi Jalan Raya Jemursari. Sangat unik dan menarik perhatian karena mereka mengadakan Off Da Wall – Street Art Competition. Off Da Wall sendiri merupakan kompetisi grafiti dan mural bagi seniman amatir maupun profesional. Untuk kompetisi ini sendiri telah diadakan seleksi sketsa sebelumnya dan yang terpilih berhak melanjutkan tahap kompetisi dengan mengaplikasikan sketsanya pada media yang disediakan oleh Yello Hotel. Dan kegiatan ini menjadi daya tarik tersendiri karena mereka menunjukkan kebolehan mencorat-coret media di depan hotel yang dilalui banyak orang. Selain kompetisi tersebut, ada kompetisi street art lainnya seperti street dance dan beat box. Dentuman musik dari DJ serta food truck yang berjajar juga semakin membuat Grand Opening Yello Hotel Jemursari semakin meriah dan menarik perhatian para pengguna jalan. Sepertinya tujuan Yello Hotel untuk membangkitkan seni dalam kehidupan benar-benar total digambarkan dalam kemeriahan grand opening yang unik ini.

Seniman Mural dan Grafiti di Off  Da Wall


Namun sebelum serangkaian acara grand opening dilanjutkan, pihak Yello Hotel mengadakan press conference yang dihadiri oleh media dan blogger. Yello Hotel jemursari ini adalah Yello Hotel yang pertama kali dibuka di Indonesia dan pertama di dunia. Karena rencana selanjutnya akan dibuka di Bali, Jakarta, Tangerang, Bandung, Yogyakarta, dan NTT. Juga harapan bisa go international. Yello Hotel merupakan salah satu hotel besutan Tauzia Hotel Management yang sudah lama bergerak di bidang hospitality. Membawa Yello Hotel sebagai hotel bintang 3 yang memiliki konsep ekonomis dimana teknologi dan design bersatu. Konsep tersebut dipersembahkan untuk para travelers masa kini yang tidak bisa lepas dari teknologi dan internet.
Press Conference Pihak Yello Hotel

Pemilihan lokasi hotel yang tidak berada di tengah kota dan justru berada di sekitaran kawasan bisnis utama Jalan Raya Jemursari menjadikan pihak management optimis akan perkembangan hotel ini. Beberapa menit dari Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), 25 menit dari Bandara Internasional Juanda dan 15 menit dari terminal Purabaya juga membuat lokasi hotel menjadi cukup strategis. Atraksi dekat hotel pun beragam karena tidak jauh dari Suroboyo Carnival Night Market, shopping center seperti CITO, Royal Plaza, dan Marina High Tech Plaza, Kebun Binatang Surabaya, dan berbagai gedung perkantoran serta universitas. Dengan membawa konsep casual yang anak muda banget, pihak hotel juga berharap tempat ini selain jadi pilihan menginap bagi wisatawan juga menjadi tempat anak-anak muda masa kini berbisnis.

Yello Hotel sebenarnya tidak menitikberatkan pada branding warna kuning, namun nama hotel ini merupakan gabungan dari jata YES dan HELLO. Dimana Yes sendiri diartikan lebih dalam pada Yes we have all guest’s need. Dan Hello sendiri adalah sapaan umum dalam industri perhotelan. Lalu apa saja yang mereka meiliki untuk ditawarkan pada tamu sesuai dengan konsep yang mereka bawa? Yello Hotel memiliki total 150 kamar, 5 meeting room, front desk berbentuk cups yang siap melayani tamu untuk proses check in/check out selama 24 jam. Wok’n’Tok restoran yang menawarkan konsep makanan cepat saji yang juga beroperasi selama 24 jam. Wok’n’Tok restoran menyediakan WokFast prasmanan untuk sarapan, menu a la carte untuk makan siang dan malam juga dilengkapi pilihan lain pada bar. Yello Hotel juga menyediakan fasilitas free wifi yang cepat dan stabil untuk mendukung wisatawan yang tidak bisa lepas dari teknologi dan internet. Fasilitas hiburan yang menarik adalah Netzone, Chill Spot, Gaming Station, dan Wall of Expression. Semua fasilitas tersebut khusus untuk tamu hotel agar dapat bersenang-senang dan tetap terhubung dengan orang lain. Mengeluarkan sisi “big kids inside” adalah misi yang digadang Yello Hotel dengan menawarkan fasilitas-fasilitas tersebut. Sangat menarik bukan? Ya suatu hari nanti semoga Yello Hotel mengadakan showing untuk roomi. Hehe...
Wall of Expression
Proses Kolaorasi The Popo dan X-Go

Setelah press conference selesai, undangan media dan blogger dipersilakan untuk menikmati makan siang di food truck yang tersedia di bagian depan hotel. Saya sendiri memilih untuk melaksanakan sholat dhuhur terlebih dahulu, ternyata Yello Hotel memiliki fasilitas musholla yang bersih dan nyaman di lantai M. Dan bagi saya yang menarik dan paling ditunggu adalah kolaborasi antara The Popo dan X-Go yang menunjukkan aksi corat-coret mereka. The Popo dan X-Go sendiri menjadi juri di kompetisi Off Da Wall. Saya sendiri yang cuma suka menikmati karya-karya seperti itu tentu sangat terhibur. Melihat mural dan grafiti yang luar biasa, sepertinya pihak Yello Hotel tidak salah memilih mereka sebagi peserta yang lolos seleksi. Sembari menikmati makan siang, para tamu dan undangan juga dihibur dengan kompetisi street dance dan beat box. Well, sekali lagi selamat atas hadirnya Yello Hotel yang memberikan warna baru bagi industri perhotelan di Surabaya yang tentunya memberikan ragam pilhan bagi travelers juga. Oh ya, mereka sedang mengadakan promo diskon 30% + 10% untuk booking sampai akhir bulan November dan menginap sampai akhir tahun 2016. Travelers tertarik atau punya rencana berkunjung ke Surabaya? Langsung saja booking di website yellohotels.com untuk bisa menikmati Surabaya tanpa harus mengeluarkan budget ekstra untuk penginapan.

 
Food Truck dan Pameran Hasil Off  Da Wall

Salah Satu Food Truck

Hasil Karya dari Off Da Wall



Wednesday, 11 November 2015

Dari 11:11 Hingga Konspirasi Alam Semesta Fiersa Besari

Sepaket Album buku Konspirasi Alam Semesta Milik Saya

Saya penikmat musik random. Tak ada satu genre khusus yang saya gandrungi. Tak ada lirik khusus atau komposisi musik tertentu yang wajib saya dengarkan. Kadang bisa mendengarkan nasyid yang membuat hati bertaubat barang 5 menit, lagu romansa yang mengalirkan pada bayang-bayang yang kunjung datang, atau musik keras semacam SOAD. Semua random. Ah tapi tulisan ini tak sedang untuk menunjukkan bagaimana ketertarikan saya pada musik. Tulisan ini tentang perkenalan saya pada musiknya Fiersa Besari. Ya seorang yang namanya saya kenal sejak album 11:11 miliknya hingga kini saya ikuti sampai Album Konspirasi Alam Semesta. Nama Besari sendiri unik, ternyata ada nama seperti itu selain kakak saya dan saat film Ainun Habibie, nama Besari tak lagi asing di telinga manusia.

Fiersa Besari, pemusik indie asal Bandung yang saya tak tahu awal karir bermusiknya secara profesional sejak kapan. Seorang teman begadang mengenalkan saya pada musiknya namun malah saya yang terjatuh ke sungai arus hingga albumnya yang terbaru. Saya enggak ngerti musik-musik indie lainnya yang saya dengarkan enak ya saya suka, gitu aja. Setahu saya album 11:11 sempat diproduksi secara fisik lalu habis terjual dan dapat diunduh secara gratis di situs lelaki yang lebih senang dipanggil Bung itu. Lalu setelah itu ia juga sempat membuat album Tempat Aku Pulang yang juga dapat diunduh secara gratis. Katanya itu album sebelum ia pergi menyambangi wajah tiap manusia di pelukan ibu pertiwi. Tak hanya mengikutinya dalam hal bermusik, saya sebagai manusia kekinian yang gemar berselancar di dunia maya kerap menyapanya di twitter. Bahkan iseng mengirim pesan agar menerima permintaan teman di facebook. Fiersa, musik, dan petualangannya turut jadi penyemarak hari-hari. Pernah dari obrolan lewat twitter saat oktober 2013 menjelang habis, ia mengirim sebuah DM menanyakan apakah saya sedang ulang tahun. Ucapan selamat hingga folback twitter jadi kejutan. Sesekali norak karena hal yang disukai sah-sah saja kan? Ya, lalu setelah kepulangannya dari berkeliling Indonesia, ia merilis ulang album Tempat Aku Pulang dalam bentuk fisik dan bonus hidden track yang luar biasa keren. Konsep dari album fisik Tempat Aku Pulang juga tak biasa. Syairnya ditulis tangan oleh kawan-kawa Fiersa Besari yang ia temui selama perjalanan dan dilengkapi ilustrasi di sampingnya.
Album Tempat Aku Pulang Milik Saya (Lusuh ya? hehe)
29 Oktober 2015, Fiersa kembali merilis album yang bertajul Konspirasi Alam Semesta. Uniknya dia menggadang konsep fusi antara musik dan literasi hingga karya terbarunya lahir dalam bentuk albook, yaitu album dan buku. Kecintaannya pada dunia literasi dibuktikan dengan serius kali ini. Berisi 14 track dan berarti pula ada jumlah chapter yang sama di bukunya. Saat pertama mendengar musik di album yang baru ini akan sangat terasa segar dengan beat baru yang ditambahkan. Ah saya enggan mengkritisi, saya buka profesional. Hanya berkomentar dari sudut pandang orang yang setia menikmati karyanya. Syair-syairnya kali ini dibuat dengan jauh lebih sederhana dari album sebelumnya. Tapi itu tak berarti menjadikannya tak lebih menarik. Justru secara sederhana ia bagai mampu menyampaikan seluruh pesannya dengan sempurna, meski kata sempurna hanya pantas disandingkan dengan Tuhan. Lagi-lagi setiap tracknya akan mampu membawa hati pendengarnya turut mengalir hingga musik berakhir. Bahkan saya yakin banyak pula manusi di luar sana yang setuju jika kisahnya dibilang masuk banget dengan lagu-lagunya.

Lalu dimana letak fusi antara musik dan bukunya? Kuncinya adalah nikmati dulu dua karyanya di Konspirasi Alam Semesta. Tak bisa jika hanya mendengar saja atau membaca saja. Paling tidak keduanya harus pernah dinikmati. Saat membaca bukunya kita akan tahu bagaimana mereka berfusi. Dibalik syair sederhana ada cerita sederhana namun hangat dari dua anak manusia dalam buku tersebut. Juang Astrajingga dan Ana Tidae adalah dua tokoh sentral dari buku Konspirasi Alam Semesta yang terdiri dari 118 halaman tidak termasuk cover. Jadi dari yang saya pahami bahwa bukunya memberi warna dan menjabarkan makna dari sederhananya syair. Menggambarkan keadaan sesungguhnya dari sisi penulis. Menghidupkan syair-syairnya dari setiap cerita di chapternya. Lalu syairnya sendiri merupakan sebuah wakil dari keadaan yang dituliskan di buku dengan secara sederhana. Kemudian para pendengar dipersilakan mensubstitusi kisah dalam buku dengan kisah mereka sendiri.

Awalnya saat membaca halaman pertama saya sempat curiga bahwa isi dari buku ini adalah roman picisan dengan dambaan jalan cerita ala anak muda. Seperti berawal dari keadaan yang tak terduga, jatuh cinta tapi si wanita saki, konflik, klimaks, anti klimaks, lalu bahagia selamanya. Nah memang manusia baiknya tak cepat menilai. Jujur 118 halaman yang harusnya mudah bagi para pecinta novel ternyata tak demikian. Untuk menikmati buku ini harus pelan, menikmati diksi yang tersaji apik. Awal pertemuan dua tokoh sentral agak bisa diduga namun isi perjalanan mereka yang tidak. Seperti saat mereka bertemu karena tidak sengaja, kemudian telibat cinta segitiga, sampai akhirnya Ana Tidae diharuskan memilih satu untuk hatinya. Cerita ini memiliki beberapa klimaks semu seperti pada waktu mereka merayakan resminya cinta hanya berdua, perginya Juang ke Papua lalu menghilang. Namun klimaks semu itu mengantarkan pada klimaks sesungguhnya dimana mereka merayakan sembuhnya Ana dari penyakit, merayakan resminya cinta mereka di mata Tuhan, lalu perginya Juang dari dunia untuk selamanya. Anti klimaks paling memilukan saat Ana berdamai dengan takdir buruk yang menimpa kisah mereka.


Sederhana bukan jalan ceritanya? Memang, tapi mampu dikemas dengan bumbu yang tak biasa. Saya mengira bahwa jalan ceritanya pun fusi antara fiksi dan pengalaman pribadinya sewaktu di Bandung maupun keliling Indonesia. Buku ini menawarkan paket lengkap manisnya percintaan, pahitnya pengkhianatan, eratnya persahabatan, hangatnya keluarga, gigihnya perjuangan, hingga beratnya melepaskan. Sewaktu membaca juga sukses membuat emosi seperti papan jungkat-jungkit lalu dikatrol ke atas dan dihempas ke bawah. Iya sukses mengaduk emosi pembaca. Seratus delapan puluh halaman yang tanpa sia-sia. Diksinya menyelamatkan para penulis ulung dari kemiskinan. Iya sesuatu yang ditakutkan penulis bukannya miskin harta namun miskin diksi. Bagi saya pribadi fusi antara musik dan literasi dalam karyanya kali ini adalah berhasil. Saking berhasilnya saya ingin suatu saat buku ini didaftarkan ke ISBN dan ISSN. Terima kasih atas suguhan karyanya yang mewarnai dunia seni dan literasi. Selamat terus berkarya hingga tak mampu lagi melawan kehendak Tuhan untuk sebuah akhir. Selamat menikmati dan menghargai karya Fiersa Besari bagi para pecinta seni dan literasi. 

Tuesday, 10 November 2015

Oh Ini Toh Suroboyo Carnival Night Market!

Merry Go Round di SCNM
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Setelah lama dibuka untuk umum, akhirnya tanggal 24 Oktober 2015 saya ke sana juga. Sama siapa? Tentunya sama travelmate paling gokil, yaitu Yuyung atau dia sekarang yang membranding diri sebagai Nui. Haha... Duh jomblo day out eh girls day out maksudnya. Sebenarnya rencana untuk pergi ke Suroboyo Carnival Night Market adalah seminggu sebelumnya tapi apa daya saya mendadak tidak enak badan dan mual muntah. Duh maybe itu enter wind level super atau entahlah. Dan sebenarnya hari itu juga saya hampir membatalkan karena tiba-tiba berasa gejala mau flu. Tapi inget voucher potongan harga tiket jadi semangat melawan rasa sakit. Dan dan dan... Pulangnya beneran sakit besoknya pilek berdarah. Tapi menyenangkan karena udah lama enggak keluar bareng Yuyung.

Oke gaes seperti biasanya Yuyung jemput saya padahal dari tempat kerjanya ke rumah dan ke SCNM itu enggak dekat. Tapi dia bersedia jemput, terharu Yung. Nih padahal rumah saya ada di sekitaran Jembatan Suramadu dan lokasi Suroboyo Carnival Night Market ada di sini.



Padahal dulu waktu openngnya serasa riuh banget tapi waktu saya ke sana weekend juga ga panjang antreannya. Bayangan saya di sana itu mirip-mirip sama ke theme park salah satu grup stasiun televisi eh ternyata beda. Dari luar wow banget dan harusnya di dalam juga juga. Itu sih yang saya lihat dari postingan foto teman-teman saya. Tapi saat itu kondisi di dalam, lebih tepatnya di museumnya sih, sudah banyak yang enggak utuh. Huhu sedih ya lihatnya. Tapi saya cukup tercngang karena apa yang disajikan dalam museum yang merupakan wahana pertama saat masuk di SCNM itu merupakan info yang sangat-sangat berharga dan wajib diketahui oleh arek Suroboyo. Mulai dari sejarah sampai rencana Kota Surabaya ke depan, hingga budaya yang berkembang di kota ini semuanya ada di sana.

Meninggalkan museum kita bisa melihat berbagai macam wahana yang menjadi daya tarik SCNM. Mulai dari Merry Go Round, Bianglala, semacam roller coaster, wahana ketangkasan, taman lampion, hingga bioskop 4D. Oh iya karena manajemen dari CNM ini sama dengan Batu Night Spectacular jadi katanya sih isinya mirip-mirip sama yang kayak di Batu sana. Yang paling membuat mata saya berbinar adalah bianglala, karena diameternya besar sekali. Membayangkan di puncak kali aja bisa lihat jodoh. eh. Apa daya semua gelap di atas, cuma lampu kota seluruh Surabaya dan Sidoarjo yang terlihat. Selfie aja gelap apalagi jodoh tak terlihat setitikpun. Haha... ya ya, kami adalah jomblo santai yang sedang menikmati bianglala.

Foto kiriman D Indah Nurma (@dindahnurma) pada


FYI, permainannnya banyak yang menguji jantung. Jadi kalau jantung anda cenderung lemah, udah naik Merry Go Round aja jangan coba-coba naik bledek coaster. Kesehatanmu lebih utama daripada kesenanganmu. Dan jujur saja, saya tidak suka naik permainan yang menakutkan. Entah kenapa, takut aja. Bahkan masuk rumah hantu saja takut. Pernah sekalinya masuk rumah hantu saya tutup mata dari masuk sampai keluar. Bagi saya hiburan itu harus menyenangkan bukan menakutkan. Haha... Selain jajaran toko suvenir yang menjadi pelengkap SCNM, juga ada banyak deretan kios makanan ringan maupun berat. Jadi jangan takut kelaparan kalau di SCNM. Karena di sana itu taman hiburan bukan penjara tempat pengasingan yang makan saja susah. Wkwkwkw... Semoga SCNM bisa bertahan untuk berjaya agar dapat terus mewarnai pariwisata di Surabaya. Over all, worth it untuk dikunjungi dan  buktinya bisa membuat dua jomblo ini bahagia setelah pulang dari sana.



Saturday, 7 November 2015

My Belated Birthday

Momen bertambahnya umur berkurangnya usia sebenarnya tak perlu mendapat perayaan dan perhatian khusus. Sebagian orang meyakini bahwa yang seperti itu memang benar adanya, namun sebagian lainnya menganggap momen ulang tahun itu spesial dan sah saja bila mendapat perayaan khusus. Alhamdulillah satu minggu lebih satu hari yang lalu diberi kesempatan mencapai umur ini. Umur berapa Ndah? Rahasia lah, saya masih wanita yang enggan memberitahukan umur pada orang lain. Cukup saya, Allah, keluarga, dan teman-teman baik yang tahu. haha.... Lalu sikap saya mengenai momen ulang tahun bagaimana? Jujur saya menganggap momen itu spesial dan sah saja mendapat perhatian khusus asal tidak berlebihan. 

"Kok di facebook gak ada notif ulang tahunmu hari ini?" Tanya kakak saya lewat BBM setelah pagi-pagi mengucapkan selamat ulang tahun.

"Sengaja aku hidden" Singkat balasan saya padanya :D

Iya saya sengaja tidak menampilkan hari ulang tahun di sosial media. Saya ingin memaknai perjalanan perjuangan hidup saya tanpa terlalu banya euforia ucapan selamat dari orang lain. Meski sah-sah saja tapi hari ulang tahun sesungguhnya adalah hari berterima kasih pada ibu karena telah berjuang melahirkan saya. Bukan bermaksud menghitung nikmat Tuhan, tapi tulisan ini saya tujukan untuk rasa syukur atas karunia orang-orang ceria dan hangat di sekeliling saya.

Keluarga, tradisi saat ada yang berulang tahun adalah memberi selamat setelah sholat subuh. Lalu malamnya berkumpul untuk makan bersama. Ulang tahun selalu jadi momen family time dan tak pernah terlewat. Tahun ini pun sama, hangatnya keluarga masih sama. Saya bersyukur berada di tengah mereka. Hangatnya mereka tak berubah padahal sedikitpun aku belum membahagiakan mereka. Ayah, Ibu, terima kasih telah mencintaiku tanpa syarat. Cinta yang hanya mampu diberikan orang tua pada anaknya. 

Selain keluarga hadir sapa selamat memperingati hari lahir di dunia dari sahabat-sahabat karib. Dugangers sahabat bersepuluh yang sedang berjuang meraih mimpi masing-masing masih ingat tanggal itu. Nurul, sahabat sejak 11 tahun lalu dan selalu hadir dalam setiap likuan hidup saya mengirimkan ucapan selamat hari lahir sehari setelahnya dengan sebuah video yang penuh kenangan bersama. Aku tak masalah perihal terlambat mengucapkan, itu semua tak penting. Yang penting kau selalu ada dan menjadi sahabat yang selalu ada saat apapun yang terjadi dalam hidupku. Terima kasih atas waktu yang telah kalian bagi bersamaku. Orang bilang time is the best gift you can give to someone"  

Video kiriman D Indah Nurma (@dindahnurma) pada



Teman-teman di komunitas mataponsel tak kalah heboh, karena hari lahir saya sehari setelah mbak Sari, yaitu seorang teman sesama blogger yang juga dalam satu komunitas mataponsel. Sejak pagi sudah bersahut-sahutan di grup chat mengucapkan selamat. Karena hari lahir yang beda sehari itu, saya jadi ingin menghadiahi diri saya sendiri dan mbak Sari untuk ulang tahun kali ini. Haha...

Yang kanan mbak Sari dan yang kiri saya

Bahkan sampai hari senin tanggal 2 November 2015, kejutan belum juga berhenti. Tiba-tiba seorang teman yang sudah lama saya tunggu kehadirannya mengirimkan sebuah gambar, ucapan selamat ulang tahun dan maaf yang menyertainya karena terlambat. Sekali lagi hadirmu saja adalah sebuah kelegaan besar, Saat masuk notif chat itu rasanya campur aduk antara lega dan bahagia lalu menangis. I can't describe it anymore,,,,