Tuesday, 26 March 2019

Together Stronger: Adi Husada Cancer Center Dan Komunitas MMI Melawan Kanker Multiple Myeloma

Sharing Session Bersama Penyintas Multiple Myeloma
image source: dok.pri

Dalam hidup saya, saya belum pernah melihat dan bersinggungan dengan penyakit yang paling ditakuti oleh banyak orang ini. Baru awal tahun ini seorang teman SMA yang tidak pernah terdengar kabar sakit tiba-tiba berpulang karena penyakit ini. Hal ini membuat saya semakin aware karena kanker ternyata begitu dekat dan begitu cepat.

Hari minggu lalu (24/03/2019) di lantai 3 Adi  Husada Cancer Center  saya mengikuti sharing session bersama komunitas Multiple Myeloma Indonesia yang membagikan pengalaman dan perjalanan mereka dalam melawan kanker multiple myeloma.  Acara ini tidak hanya diikuti oleh para penyintas namun para pendamping penyintas juga turut membagikan pengalaman mereka.

Multiple Myeloma termasuk salah satu jenis kanker darah. Kanker ini menyerang sel plasma (salah satu jenis sel darah putih) pada sumsum tulang penderita. Sel plasma pada tubuh menghasilkan antibodi yang membantu tubuh menyerang infeksi. Pada multiple myeloma justru memproduksi protein secara berlebihan dan akhirnya malah merusak organ tubuh penderita itu sendiri, seperti tulang dan ginjal.

Penderita kanker ini termasuk sedikit namun tetap perlu waspada karena termasuk jenis kanker yang ganas. Studi dari Lancet Public Health dari American Cancer Society menyatakan bahwa Multiple Myeloma termasuk salah satu dari enam kanker yang muncul pada pasien dengan rentang usia 60-70 tahun. Namun beberapa tahun belakangan penyintas MM usia muda melonjak.

Sharing Session Together Stonger

Bersama Komunitas MMI, Perawat, dan Dokter AHCC
image source: dok. Eta Rahayu

Adi Husada Cancer Center (AHCC) Surabaya mengadakan sharing session bersama Komunitas Multiple Myeloma Indonesia (MMI) sebagai bentuk komitmen untuk mendampingi penyintas MM dan memberikan edukasi kepada masyarakat awam untuk bisa melakukan deteksi dini.

MMI sendiri adalah asosiasi pasien dan keluarga pendamping pasien Multiple Myeloma di Indonesia. Komunitas ini berdiri sejak 11 Maret 2016 dan memiliki tujuan untuk memberikan informasi akurat mengenai pengobatan dan perawatan MM. Dengan adanya komunitas ini diharapkan dapat berfungsi sebagai sarana saling berbagi informasi dan pengalaman antar anggota. Seperti yang dilakukan bersama AHCC hari minggu lalu.

Narasumber dalam kegiatan sharing session  ini adalah dr. Mde Putra Sedana, SP.PD-KHOM selaku dokter Oncology Hematology AHCC dan perawat yang bertugas di AHCC. Selain itu para penyintas Multiple Myeloma dan juga para pendamping penyintas turut mengisi acara.

Dari kegiatan ini para penyintas berbagi pengalaman bahwa MM bisa menyebabkan komplikasi-komplikasi lain bagi pasien. Komplikasi yang terjadi pada setiap pasien bisa sangat berbeda, oleh karena itu pengobatan MM bisa berbeda pada masing-masing pasien.

Para penyintas juga berbagi bagaimana awal mula penyakit mereka dideteksi sebagai Multiple Myeloma. Meskipun gejala awal setiap orang berbeda tapi persamaannya adalah para pasien pada awalnya tidak merasakan gejala apapun.

Sebagian besar MM berawal dari kondisi MGUS (monoclonal gammopathy of undetermined significance). MGUS adalah kondisi kelebihan protein dalam darah atau imunoglobulin. Diperkirakan 1 dari 100 MGUS berubah menjadi Multiple Myeloma.

Meskipun penyembuhan yang baku bagi MM belum ada, namun perkembangan pengobatan MM di Indonesia dinilai sudah setara dengan di luar negeri dengan masuknya Bortezomib. Berbagai perawatan pasien dengan MM juga memungkinkan para penyintas untuk bisa melanjutkan kehidupan sehari-hari seperti orang normal. Perawatan tersebut adalah kemoterapi, terapi bertarget, terapi radiasi (radioterapi), hingga transplantasi sel induk (meskipun di Indonesia belum banyak yang melakukan transplantasi sumsum tulang).

Multiple Myeloma memang tidak bisa sembuh total, pasien dengan MM seumur hidup akan hidup bersama MM. Namun bukan berarti mereka akan melakukan perawatan seumur hidup. Dalam kondisi paling baik dan dokter bisa menyatakan mereka libur untuk perawatan, mereka harus terus rutin untuk kontrol  karena kita tidak pernah tahu kapan MM bisa memburuk. Jadi pasien dan para pendamping tidak boleh lengah.

Tidak hanya pasien, para pendamping pasien MM juga turut membagikan pengalaman mereka mendukung orang terkasih melawan Multiple Myeloma. Pendamping harus paham jika pasien MM setelah mendapatkan kemoterapi akan menjadi lebih sensitif secara emosi. Hal terpenting adalah baik pasien dan pendamping harus terus bersemangat melawan MM yang memang perawatannya membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Dari cerita pengalaman para penyintas kanker MM dan para pendampingnya, saya sebagai orang awam menjadi lebih sadar bahwa kanker bisa menjangkiti siapapun dalam keadaan siap ataupun tidak siap. Apalagi Multiple Myeloma yang memang penyebabnya belum diketahui dan juga tidak menunjukkan gejala awal. Kita sebagai orang awam jadi harus lebih waspada, jika menemui gejala kanker harus segera berkonsultasi dan mendapatkan perawatan yang cepat serta tepat.

Dalam kesempatan bersama AHCC sebelumnya saya juga mendapatkan pengertian bahwa kanker bukan akhir dari segalanya. Penyintas kanker tidak sendirian, banyak yang peduli dan tidak boleh merasa bahwa mereka sendirian. Selalu ada harapan untuk sembuh.

Adi Husada Cancer Center (AHCC)




Adi Husada Cancer Center (AHCC) merupakan bagian dari Rumah Sakit Adi Husada sebagai pusat penanganan kanker terintegrasi. AHCC hadir sejak tahun 2017 dan menjadi pusat kanker terpadu pertama di Surabaya bahkan di kawasan Indonesia Timur. Dilengkapi dengan layanan radioterapi , kemoterapi, pembedahan, dan dokter yang profesional serta layanan dengan sentuhan kehangatan bagi setiap pasien.

Adi Husada Cancer Center bertujuan untuk menjadi yang terdepan dalam perawatan  kanker terpadu dan penyedia layanan yang terpercaya secara nasional maupun regional. Tujuan ini mereka wujudkan dalam nilai-nilai sebagai berikut:
·         Integritas
·         Berpusat pada pasien
·         Peduli
·         Konsistensi
·         Berorientasi pada hasil
·         Akurasi
Dan selama ini saya mengikuti berbagai macam keggiatan oleh AHCC telah menunjukkan komitmen mereka terhadap para penyintas kanker maupun masyarakat awam. Kegiatan yang mereka lakukan juga sangat konsisten. Seperti sharing session kali ini dan kegiatan self healing kanker dengan yoga.

Secara fisik, Adi Husada Cancer Center memiliki desain yang unik dan membuat pasien nyaman dalam melakukan rangkaian perawatan melawan kanker. Pada dinding setiap lantai bertuliskan kata-kata bijak yang dapat membangun semangat pasien dan para pendamping.
Kata-kata Motivasi di AHCC
image source: dok.pri


AHCC terdiri dari empat lantai, lantai pertama adalah bagian radioterapi, lantai kedua adalah klinik, lantai ke-tiga adalah bagian kemoterapi, dan terakhir lantai ke-empat dalah Can Care.

1. Radioterapi

Lantai 1 AHCC
image source: dok.pri

Lantai pertama Adi Husada Cancer Center diperuntukkan untuk perawatan radioterapi. Ruang radioterapinya sendiri berada di bagian basement atau masuk ke bawah lagi. Tujuannya adalah meminimalisir efek dari radioterapi yang tidak baik untuk orang yang tidak menderita kanker.Lantai ini dilengkapi dengan ruang tunggu, ruang ganti pasien, serta ruang untuk pemulihan.
Ruang Radioterapi AHCC
image source: dok.pri

Ruang Ganti
image source: dok.pri

2. Klinik


Lantai ke-dua merupakan klinik yang memiliki dua ruang perawatan dan 7 ruang konsultasi. Selain itu juga terdapat ruang untuk pengambilan darah dan farmasi.
Ruang Konsultasi dan Treatment
image source: dok.pri

3. Kemoterapi

Lantai 3 AHCC
image source: dok.pri

Lantai yang diperuntukkan bagi perawatan kemoterapi ini memiliki banyak ruangan untuk kemoterapi. Pasien juga dimanjakan dengan sofa yang sangat nyaman sehingga bisa mengurangi rasa gelisah dan sakit saat melakukan kemoterapi. Selain itu di lantai ini terdapat ruang mixing yang digunakan untuk meracik obat yang diperlukan bagi pasien kanker. Obat ini tidak hanya digunakan di sini tapi dia juga melayani kebutuhan rumah sakit lain jika memang dibutuhkan.
Ruang Kemoterapi
image source: dok.pri
Ruang Mixing
image source: dok.pri

4. Can Care

Can Care AHCC
image source: dok.pri

Can Care merupakan salah satu pelayanan setelah perawatan kanker ( Post-Care Center). AHCC tidak hanya memberikan komitmen untuk merawat pasien kanker hingga sembuh tapi juga menunjukkan komitmen untuk peduli kepada para pasien hingga pasca perawatan. Kondisi pasien kanker setelah perawatan pasti berbeda, seperti kondisi rambut rontok setelah kemoterapi, pengangkatan payudara pada pasien kanker payudara, hingga pembengkakan pada tangan dan kaki.

Lantai 4 AHCC ini tampak seperti salon dari luar, karena Can Care memang menyediakan wig, shampo khusus, kaus kaki dan kaus tangan khusus untuk mengatasi pembengkakan, berbagai macam bra hingga breast prosthesis atau payudara buatan. Payudara buatan ini pada masing-masing orang berbeda ukurannya dan di Can Care ini melayani pengukuran breast prosthesis secara gratis.
Produk Dari Can Care AHCC
image source: dok.pri


Friday, 22 March 2019

Reksadana Saham Atau Reksadana Campuran?





Sebelumnya saya pernah membahas beberapa jenis reksadana lain dan juga tidak lupa reksadana syariah dari Manulife. Dalam setiap pertemuan untuk belajar reksadana bersama KlikMAMI dari Manulife, kami selalu diingatkan mengenai inflasi yang sudah terjadi beberapa tahun ke belakang kemudian merefleksikannya dengan inflasi yang akan terjadi beberapa tahun ke depan.

Dari situ kami diajak menimbang tentang kebutuhan saat ini dan bagaimana memenuhi kebutuhan di masa depan. Di tulisan-tulisan saya sebelumnya sudah membahas mengapa kita butuh berinvestasi, jawabannya paling utama yaitu di masa depan kebutuhan kita harus tetap terpenuhi sedangkan inflasi akan terus terjadi.

Apakah berinvestasi saja cukup? Ternyata tidak, karena bagaimanapun kebutuhan hidup kita tidak hanya di masa depan saja, namun di masa sekarang juga. Jadi memiliki rekening tabungan memang wajib. Lebih mudahnya adalah rekening tabungan kita gunakan untuk masa sekarang sedangkan investasi untuk masa depan.
Menabung di rekening:

  • Menyimpan uang
  • Mengamankan uang agar tidak dicuri
  • Uang yang kita simpan bisa kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bulanan
Berinvestasi:
  • Sama-sama bertujuan untuk menyimpan uang
  • Namun uang bisa tumbuh lebih besar dari inflasi
  • Tujuan masa depan bisa tercapai karena uang tumbuh lebih besar dari inflasi

Sebelum membahas tentang reksadana Saham dan Campuran, mari kita lihat kembali jenis-jenis reksadana. Masing-masing jenis reksadana juga berdasarkan jangka waktu kebutuhan masa depan kita, mulai jangka waktu pendek, menengah, panjang.
  1. Reksadana Pasar Uang, jangka waktu investasi yang disarankan adalah satu tahun. Potensi hasil dan fluktuasi cenderung stabil dan dapat dicairkan kapan saja. Reksadana ini bisa kita beli mulai dari 10 ribu.
  2. Reksadana Pendapatan Tetap dengan minimal 80% obligasi. Memiliki potensi hasil dan fluktuasi yang rendah.
  3. Reksadana Campuran
  4. Reksadana Saham

Reksadana Saham

Jika sebelumnya sudah tahu apa itu reksadana, sekarang kita coba memahami pengertian dari saham. Menurut pengertian, saham adalah surat berharga yang dikeluarkan oleh sebuah perusahaan yang berbentuk perseroan terbatas (PT) atau yang biasa disebut emiten. Pemilik saham juga dinyatakan sebagai pemilik sebagian perusahaan tersebut. 

Main-main saham memang terdengar keren kan? Selain dengan reksadana, kita juga bisa investasi saham sendiri. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan, yaitu ilmu kita terhadap saham harus cukup, modalnya bisa jadi harus besar, dan kita harus memantau pergerakan sahamnya setiap saat. 

Investasi saham dengan reksadana tidak perlu takut ilmu tentang saham yang kita miliki pas-pasan karena intrumen saham sudah disaring oleh manajer investasi sesuai dengan strategi investasi, kondisi ekonomi, dan bahkan politik. Selain itu modalnya terjangkau, karena prinsip reksadana menghimpun banyak investor, pergerakan sahamnya juga dipantau dan dapat dialihkan jika kinerja saham tidak sesuai.
Secara garis besar, reksadana saham sebagai berikut:
  • Untuk tujuan jangka panjang >7 tahun
  • Komposisinya sebagian besar saham
  • Fluktuatif dengan potensi bagi hasil tinggi (high risk, high return)
  • Bisa investasi minimal 10ribu rupiah

Reksadana Campuran

Reksadana campuran adalah reksadana yang investasinya dari beragam instrumen pasar uang, obligasi, dan saham. Obligasi sendiri merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi. Reksadana campuran ini resiko dan potensi hasilnya lebih besar dari pasar uang namun lebih kecil daripada reksadana saham. 

Reksadana campuran:
  • Sesuai untuk tujuan jangka menengah 5 hingga 7 tahun
  • Komposisinya lebih beragam
  • Moderat karena cukup fluktuatif dengan potensi bagi hasil sedang
  • Investasinya mulai dari 100 ribu.
Manulife juga memberikan gambaran kepada kita jika kita ingin membeli reksadana campuran dengan modal investasi 1 juta. Misalkan komposisi reksadana pasar uang sebanyak 20% berarti sebanyak 200ribu akan diinvestasikan untuk reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetapnya sebanyak 40%, berarti sebanyak 400 ribu akan diinvestasikan ke reksadana pendapatan tetap dan reksadana saham sebesar 40% berarti 400 ribu sisanya digunakan untuk reksadana saham jangka panjang. Komposisi ini hanya gambaran, tentu saja kita bisa menentukan sendiri komposisi investasi kita sesuai dengan kebutuhan kita.


Akhirnya Lulus Belajar Investasi Reksadana Bersama Manulife

Sunday, 17 March 2019

Review Film Pohon Terkenal: Sejuta Kisah Akademi Kepolisian





Halo semuanya ...!

Sudah lama sepertinya enggak ngobrolin film Indonesia di blog ini. Apakah teman-teman masih berpendirian anti nonton film Indonesia di Bioskop? Saya harap tidak, karena beberapa tahun terakhir film Indonesia semakin mantap menghadirkan kualitas yang tidak kalah dengan film asing. Kualitas yang sangat berkembang tidak hanya dari segi pengambilan gambar tapi juga jalan cerita yang menarik.

Pada hari rabu (13/03/2019) lalu saya dan beberapa teman menghadiri pre-screening film Indonesia yang akan tayang pada tanggal 21 Maret 2019 nanti. Ternyata ini bukan film biasa tapi film yang lahir dari gagasan Divisi Humas POLRI untuk memperkenalkan dunia Akademi Kepolisan kepada masyarakat.

Dalam pikiran saya yang pertama saat mendengar ini adalah film dari kepolisian, langsung membayangkan adegan-adegan dalam iklan layanan masyarakat dari kepolisian. Hahaha... Tapi karena ini film layar lebar, pastinya sudah dipersiapkan dengan sebaik mungkin agar bisa dinikmati dengan baik.

Pertama kali mendengar judul film Pohon Terkenal juga saya kira malah film tentang pak polisi yang berusaha menyelamatkan pohon dari pembalakan liar, haha... Sangat tidak bisa menebak karena pengetahuan saya tentang dunia Kepolisian juga sangat minim. Ternyata Pohon Terkenal adalah istilah dalam Akademi Kepolisian untuk menyebut taruna-taruni yang dalam masa pendidikan sering berulah sehingga angkatan mereka juga terkena hukuman.

Sinopsis

 
Poster Film Pohon Terkenal
image source: 21 cineplex
Judul Film        : Pohon Terkenal
Genre                : Drama, komedi
Produser           : Komjen. Po. Drs. Setyo Wasisto, S.H; Irjen. Pol. Mohammad Iqbal S.IK, M.H; Fransisca Sihombing
Sutradara         : Monty Tiwa, Annisa Meutia
Penulis              : Lina Nurmalina, Annisa Meutia, Monty Tiwa
Produksi           : Mabes Polri Divisi Hubungan Masyarakat
Casts                 :  Umay Shahab, Laura Theux, Raim Laode, Cok Simbara, Ajis Doa Ibu.

Film ini menceritakan tiga tokoh utama, yaitu Bara Maulana (Umay Shahab), Ayu Sekarwati (Laura Theux), dan Johanes Salossa (Raim Laode) yang sedang mengikuti pendidikan polisi (Akadami Kepolisian) di Kota Semarang. Baik Bara, Ayu, dan Johannes memiliki permasalahan pribadi saat menjadi taruna-taruni Akpol.

Bara menjadi Taruna Akpol dengan terpaksa karena telah berjanji kepada ibunya sewaktu sakit. Ayu menjadi Taruni karena Ayahnya seorang jendral, namun dia bertekad untuk mendapatkan Adhi Makayasa* meskipun banyak yang meremehkan dia karena dianggap akan mudah melakukan apa saja karena anak seorang Jendral. Sedangkan Johannes tidak sengaja menjadi Pohon Terkenal karena sulit beradaptasi dengan kehidupan di Jawa, karena ia berasal dari Papua.

*Adhi Makayasa adalah penghargaan tahunan kepada lulusan terbaik dari setiap Matra TNI dan Kepolisian.

Bara dengan sikapnya yang malas dan angin-anginan dalam mengikuti latihan selalu mencari alasan untuk keluar, tanpa disangka saat pura-pura sakit dia bertemu dengan Ayu dan Johannes. Mereka bertiga selalu tidak sengaja mengacau jalannya pelatihan sehingga teman-teman satu angkatan mereka yang terkena akibatnya. Dari situlah mereka mendapatkan julukan Pohon Terkenal.

Dalam perjalanannya yang selalu mencari alasan untuk keluar dari Akademi Kepolisian itu, Ayu dan Johannes yang selalu meminta Bara bertahan. Tanpa disangka Bara dan Ayu terlibat kisah asmara dan hampir terkena masalah serius yang bisa mengakibatkan Ayu tidak bisa mendapatkan Adhi Makayasa. Di tengah drama dan romansa itu, Johannes selalu hadir memberikan candaan-candaannya yang menyegarkan. Lalu apakah Bara berhasil menemukan alasan untuk bertahan di Akademi Kepolisian? Apakah Ayu bisa mendapatkan Adhi Makayasa? Semuanya bisa kita tonton langsung di Bioskop tanggal 21 Maret 2019.







Review

Foto Bersama Teman-Teman Blogger, Instagrammer, dan Pemeran Film Pohon Terkenal


Secara garis besar film ini menceritakan tentang kehidupan Taruna dan  Taruni Akademi Kepolisian. Segala perjuangan mereka dengan masing-masing latar belakang yang berbeda. Anggapan saya tentang film yang bakal jadi serupa iklan layanan masyarakat dari Kepolisian juga terhempas jauh, jalan ceritanya segar dan sinematografinya sangat bagus. Padahal jelas-jelas tertulis Film Pohon Terkenal ini diproduksi oleh Divisi Humas POLRI.

Yang kedua, sejujurnya film ini not safe for jomblo. Meskipun menurut saya cerita romansanya sangat-sangat bisa diprediksi tapi cara mereka mengungkapkan dan memastikan perasaan sangat tegas, berbeda dari film drama romantis yang biasanya. Bayangkan seorang polisi yang tegas bisa tegas mengungkapkan kalau dia sedang baper alias terbawa perasaan dan menyatakan perasaan mereka. Hal ini sangat baru bagi saya dan sejujurnya jadi salah satu the best part dari film ini yang  membuat saya ingin nonton lagi. Bahkan dalam teater, terdengar ekspresi para penonton yang tanggapannya sama seperti saya. Kami satu teater terbawa perasaan!

Di tengah Bara mencari alasan untuk bertahan, Ayu terus berusaha agar menjadi yang terbaik dan membanggakan Ayahnya. Dia berkata bahwa anggapan orang-orang yang mengatakan kehidupannya di Akpol akan mudah karena jabatan Ayahnya justru membuat dia harus bekerja 1000 kali lebih keras untuk benar-benar bisa jadi yang tebaik dan diakui. Ayu sempat sedikit berkonflik dengan Ayahnya tapi dapat terselesaikan dengan baik.

Saat berinteraksi dengan Ayahnya di depan publik, Ayu tetap menjaga sikap sebagai junior kepada senior terhadap Ayahnya. Dalam bagian ini saya jadi tahu bahwa hal seperti itu memang ada peraturannya. Konflik lain dan beberapa scene banyak yang sering saya lihat di kehidupan nyata tapi baru paham saat menonton Film Pohon Terkenal. Bisa saya bilang kalau film perdana dari Divisi Humas POLRI ini berhasil mengedukasi saya sebagai penonton tentang dunia Akademi Kepolisian. Tentunya drama romansa yang segar ini menjadi media yang sangat baik. Johanes dengan lawakannya juga tidak pernah gagal membuat penonton terbahak.

Selain itu ada beberapa hal yang menjadi perhatian saya dalam film ini:
·      Sebagai tokoh utama, Bara (Umay) yang aktingnya sangat bagus di sini terlalu fokus pada kenakalan dia yang selalu hampir membuat dia terkena masalah serius. Di sini Bara saya harapkan diulas lebih dalam dan punya beberapa adegan tambahan bersama Ibunya, yang menggambarkan meskipun tidak suka masuk Akpol tapi tetap berusaha dengan serius demi Ibunya.
·    Tokoh Ayu diulas dengan baik latar belakangnya, sehingga penonton tahu alasan apa di balik tekadnya mendapatkan Adhi Makayasa. Tapi justru menurut saya kurang terlihat dengan kuat usahanya dia mendapatkan Adhi Makayasa meskipun di antara konflik.
·       Dari sanubari terdalam saya benar-benar menyadari bahwa isi film ini sangat sesuai dengan judulnya. Berfokus pada cerita mereka menjadi Pohon Terkenal yang menjadikan kehidupan di dalam Akpol memiliki sejuta kisah. Maka dari itu mungkin dua poin di atas ditoleransi untuk diabaikan oleh penulis dan sutradara.
·    Namun kembali lagi, sebagai film perdana dari Kepolisian RI, film ini sangat bagus dan berhasil banget memperkenalkan dunia Akademi Kepolisian kepada masyarakat umum.

Sekali lagi seperti biasanya, tulisan tentang film ini merupakan pendapat pribadi saya. Saya bukan profesional, hanya penonton biasa yang berusaha membagikan pemikiran saya tentang sebuah film. Jadi apakah film ini layak ditonton atau tidak? Jawaban saya adalah sangat layak, yuk nonton Film Pohon Terkenal!


Wednesday, 13 March 2019

Papia, Varian Baru Dari Surabaya Patata




Dunia kuliner memang tidak pernah berhenti melakukan inovasi. Makanan baru terus bermunculan, baik yang benar-benar baru maupun modifikasi dari yang sudah ada. Di Kota Surabaya pun begitu, berbagai kuliner baru juga semakin bersolek. Salah satunya Surabaya Patata yang baru-baru ini mengeluarkan produk terbaru mereka, yaitu Papia.

Papia menjadi keluarga baru Surabaya Patata dan dilaunching pada Senin (11/03/2019) lalu tapi  baru bisa dinikmati secara resmi di seluruh outlet Surabaya Patata pada 16 Maret 2019 mendatang. Saya termasuk beruntung bisa mencoba Papia sebelum resmi dijual sabtu mendatang. Dengan harga satu kotak IDR 40K isi 10 pcs. 


Mencicipi Papia

 
Papia by Patata
Image: Source dok.pri
Papia sendiri adalah Patata Pia yang terinspirasi dari makanan Jogja yaitu Bakpia. Kalau Bakpia dimasak dengan cara dipanggang (oven), Papia ini dimasak dengan cara dikukus. Sehingga teksturnya sangat empuk dan mudah dimakan, tidak meninggalkan remahan ketika dimakan.

Bahan yang digunakan untuk membuat Papia masih sama khas dari Patata, yaitu tepung kentang.

“Bahan baku Papia sama dengan produk Patata lainnya, yaitu tepung kentang dengan gula, telur dan margarin serta diisi dengan krim keju.” Kata Chef Muslih dari Surabaya Patata di Bober Cafe Jalan Jemur Sari kemarin.

Papia ini harusnya sudah diperkenalkan ke publik sejak bulan Desember tahun lalu. Tapi ternyata harus melewati proses trial and error lebih lama untuk mendapatkan bentuk dan rasa yang paling pas, ya... karena kesempurnaan hanya milik Tuhan. Akhirnya takdirnya untuk bisa bertemu kita semua baru pertengahan Maret tahun ini.

Sekilas jika dilihat mirip dengan kudapan bakpao dengan bentuk lebih kecil dan warna-warni. Varian Papia ini memang ada 5 yaitu, red velvet, taro, double chocolate, cheese, dan pandan. Untuk isian dari semua varian sama-sama mengggunakan bahan dasar krim keju dengan beberapa tambahan sesuai dengan varian rasa.

Meskipun sekilas mirip bakpao tapi ketika digigit terasa sekali bedanya. Papia yang terbuat dari tepung kentang ini sangat mudah untuk digigit. Menurut saya itulah kelebihan tepung kentang. Saya sudah mencoba berbagai macam kuliner roti, cake, yang menggunakan tepung kentang dan membandingkan dengan kudapan dari tepung gandum. Kudapan dari tepung gandum biasanya ketika digigit mengempes terlebih dahulu baru bisa terpotong(?) sedangkan tepung kentang langsung bisa terpotong dan dikunyah dengan mudah.

Meskipun memiliki bentuk lebih kecil dan mudah dipegang, tetap saja bisa memberikan efek kenyang. Hal ini justru bagus untuk dijadikan camilan versi saya. Tidak hanya berfungsi sebagai teman olah rahang agar tidak menganggur, haha... tapi bisa jadi pengganjal perut di sela kesibukan atau sebelum jam makan tiba.

Saran


Papia by Surabaya Patata sudah mendapatkan bentuk dan ukuran yang paling pas menurut saya. Kemasannya juga sudah bagus dibungkus plastik setiap kuenya dengan bentuk yang lucu. Namun dalam kemasan ini akan lebih baik jika diberikan keterangan varian rasa untuk informasi lebih lanjut pada konsumen. Dari segi rasa mungkin bisa ditingkatkan rasa kejunya untuk varian keju tapi dalam batasan agar tidak terlalu eneg. Sedangkan red velvet bisa ditambahkan rasa yang agak pahit tapi nikmat khas dari buah bit.

Ya saran-saran dari saya ini tentunya adalah menurut opini pribadi saya sendiri sebagai konsumen. Semua kembali lagi kepada tim ahli dan chef dari Surabaya Patata. Tentunya mereka lebih tahu yang terbaik dan juga membaca pasar.

Lokasi Outlet Surabaya Patata
 

Surabaya Patata memiliki beberapa outlet di Kota Surabaya, antara lain sebagai berikut:

  1. Surabaya Patata Dharmahusada, Jalan Dharmahusada No. 187, Mojo, Gubeng, Kota surabaya. Tepatnya di samping Maxone Hotel Dharmahusada
  2. Surabaya Patata MERR. Jalan Dr. Ir. Soekarno No 397 Kedung Baruk, Rungkut, Surabaya
  3. Surabaya Patata Jemursari, Jalan Raya Jemursari No 70 satu lokasi dengan Bober Cafe
  4. Surabaya Patata Rest Area TOL Gempol KM 26 (dari arah Surabaya) dan Rest Area KM25 (dari arah Malang)
  5. Surabaya Patata Stasiun Gubeng Baru, Stasiun Pasar Turi, dan Bandara Juanda.