Thursday, 20 September 2012

Semangat itu...

Kupikir penyemangat haruslah seperti hidrogen untuk matahari. 
Tapi ternyata salah, hidrogen akan habis dibakar dan matahri tidak akan bersinar lagi setelahnya.
Kudapati pikirku dan mungkin-mungkin yang lain.
Mungkin penyemangat haruslah seperti sumber air, ia tetap memancar dan menyegarkan sekitar selama sekitar mata air juga menjaga dirinya tetap ada.  
Berarti penyemangat itu bukanlah bahan bakar nantinya bisa habis membakar diri sendiri, tapi sumber yang selalu ada saat diri semakin pantas untuk disemangati.