Monday, 14 January 2013

Awal dari Green Wall Street



Green Wall  Street, konsep yang kami usung dalam Sayembara Ruang Kreatif Hijau. Lomba ini diselanggarakan oleh Direktorat Jendral Penataan Ruang, Kementrian Pekerjaan Umum.  Waktu itu saya iseng-iseng buka jejaring sosial, lalu menemukan share info dari salah satu alumni. Saya abaca info lomba tersebut dan tanpa piker panjang menghubungi salah satu sahabat saya, yaitu anis dan mengajak salah satu senior saya, Nastiti. Konsep ini sebenarnya pernah dilombakan dalam ajang PKM GT. Kemudian kami olah kembali dengan menyesuaikan kriteria penilaian sayembara ini. Seperti apa sih lomba ini? Selengkapnya bisa dilihat di situsnya langsung ya, di aksiasri.com
Cerita singkat perjalanan kami mengikuti aksi asri ini. Seperti biasa, kami sering melakukan sesuatu dalam keadaan kepepet. Hari terakhir pengumpulan formulir dan kami baru mengirimkan pukul 10 malam, hehe. Esok harinya saya mendapat email balasan yang berisi formulir kami belum lengkap isinya. Waduh ternyata iya, yang kami kirimkan formulir lama yang belum kami isi. Tapi Alhamdulillah ternyata kami masih bisa mengirim ulang formulir yang sudah kami isi. Kisah pilu lainnya adalah saat proses meminta ijin lokasi, pulangnya ban motor kami pecah dan harus dorong agak jauh untuk cari tukang tambal ban di malam hari. Tidak mengapa lah, anggap saja kami sedang ditempa untuk level selanjutnya yang kami anggap awal keberhasilan dalam sayembara ini. Tik tok tik tok tik tok, hari demi hari penyusunan proposal akhirnya selesai di hari terakhir, di sela—sela mengisi pengkaderan teman-teman 2012.
Hari pengumuman itu, menjadi hari yang tak disangka-sangka. Sore hari saya mendapat pesan singkat dari Rifki yang juga mengikuti sayembara ini. Secara singkat, pesannya berisi ucapan selamat bahwa kami lolos 5 besar. Dan saya bingung pemirsa…. Tiba-tiba inget sayembara dan eh ternyata hari itu pengumuman 5 besar. Alhamdulillah, kami lolos 5 besar dengan pesan bertuliskan “Sampai Jumpa di Jakarta” Seperti ini nih penampakannya. Oh ya, selain kami tim yang lolos ke 5 besar juga ada teman-teman dari UB, UGM, ITB, dan UNDIP.
Add caption
Akomodasi berangkat ke Jakarta ternyata hanya untuk 2 orang. Nah kami kan bertiga, yasudah apapun caranya kami bertiga harus berangkat ke sana. Kami ajukan permohonan dana ke BAAK tapi tentunya tidak semudah itu untuk cair. Nah, kami bertiga patungan untuk beli tiket pesawat satu lagi. Tanggal itu, tanggal keberangkatan kami yang merupakan tanggal penting bagi kampus dan Kota Surabaya tercinta, tanggal 10 November. Ya, itu hari jadi kampus tercinta ITS dan hari pahlawan. Kami malah pergi ke Ibu Kota untuk berjuang mempresentasika konsep di hadapan dewan juri. Kami bukan ingin jadi pahlawan kesiangan, bukan pula ingin jadi sok pahlawan. Perjuangan di Jakarta semoga membawa manfaat untuk kampung kecil di sudut Kota Surabaya.
Di Jakarta, semoga perjuangan yang lalu membawa kebaikan yang lebih. Hotel Millenium tempat kami mempresentasikan konsep dan singgah untuk beberapa hari. Suasana presentasi? Ya seperti biasanya. Presentasi 10 menit, dilanjutkan tanya jawab dengan dewan juri. Namun sebelum itu berturut-turut pertanda baik datang pada kami. Yang sebelumnya dari nomor pendaftaran kami ARA-099, 99 nama baik Allah, hehe.. kemudian permen KIS yang ada di meja peserta bertuliskan "Nothing is Impossible" sungguh mengusik semangat. Entah itu pertanda dari Allah atau apa, yang jelas bagai bisikan semangat yang ajaib, mengingat kami  satu-satunya tim beranggotakan 3 orang perempuan saja. Bagaimana tidak semangat? Hal lucu satu lagi, yaitu setelah presentasi yang tersisa ya pastinya pasrah pada Allah untuk hasilnya. Taukah yang membuat kami semangat dalam masa pasrah? Yaitu ucapan optimis “Mau menang atau juara, kami ikhlas” how? Haha…

Suasana Penjurian
Hari esoknya adalah hari pengumuman, tempatnya di TMII. Dag dig dug tuh pastinya. Tapi yang membuat saya bahagia adalah akhirnya saya menghadiri Puncak Hari Tata Ruang, yang saya impikan sejak mahasiswa baru dulu. Mulut pasti komat kamit baca do’a supaya menang. Mulai dari urutan 5 dengan dibacakan judul proposal kami. Menginjak urutan 4, sampai pada akhirnya sisa 2. ITS dan UB. Kami berpegangan tangan, siap saling memberi semangat dan selamat pada siapapun yang jadi juara 1 nanti. Dibacakan untuk juara 2 dan itu bukan judul proposal kami. Dan Alhamdulillah kami mendapat juara 1 dalam sayembara ini.  Semoga nanti benar-benar membawa manfaat saat implementasi. Setelah pengumuman, orang-orang yang kami beri tahu  adalah ketua prodi kami, ayah kami, dan orang-orang yang membatu kami, kakak-kakak kami di jurusan yang dengan ikhlas membagi ilmu. Oke untuk selanjutnya kami akan terus menginfokan perjalanan implementasi kami di blog ini maupun di blog green wall kami yang nanti akan saya buat. Jangan lupa do’akan supaya lancar yaa :)
Alhamdulillah 
Bersama Bapak SKPD dan Adik-adik Pelopor Tata Ruang Jatim
Bersama Bapak Dirjen beserta Istri