Saturday, 26 September 2015

XL Resmi Komersialkan Jaringan Hotrod 4G LTE di Surabaya dan Denpasar

Peluncuran 4G LTE XL

Selasa 22 September 2015 lalu, PT XL Axiata Tbk (XL) resmi meluncurkan layanan 4G LTE (Long Term Evalution) pada frekuensi 1800 MHz secara komersil. Saat memasuki area commercial launching di XL Center Jalan Pemuda 94-98, Surabaya terlihat suasana yang berbeda. Saya kira salah memasuki venue karena di halaman XL Center ada pertunjukan extreme freestyle dengan motor KLX. Ternyata pertunjukkan tersebut memang untuk menganalogikan kecepatan 4G LTE dari XL yang ekstrim.
Aksi Extrem Moto

Tidak hanya di Surabaya, pada hari yang sama XL juga meluncurkan layanan  4G LTE secara komersial di Denpasar, Bali. Sebelumnya, pada bulan Juli layanan ini hadir di Lombok dan selanjutnya segera menyusul di Bandung dan Jakarta hingga akhir tahun ini. Di Surabaya dan Denpasar sendiri proses penataan frekuensi 1800 MHz telah selesai dilakukan termasuk perijinan dari pemerintah, sehingga XL tidak perlu berlama-lama lagi untuk menghadirkannya kepada masyarakat. Pada tahap awal, layanan 4G LTE di Surabaya bisa dinikmati di area Gubeng, Manyar, Pakuwon, Margorejo, Tambaksari, Wiyung, Kenjeran, Manukan Kulon hingga Sidoarjo dan Rungkut. Lebih dari 200 BTS 4G mendukung layanan ini.


Q&A Oleh Manajemen XL
Acara peresmian ini ditandai dengan pemasangan kartu 4G pada smartphone milikpelanggan oleh Yessie D. Yosetya, Chief Service Management Officer dan Desy Sari Dewi, VP XL East Regional di XL Center Pemuda Surabaya. Pada saat yang sama juga dilakukan oleh Nicator V. Santiago III, Chief brand & Customer Experience Officer dan Dodyk Supriyono, GM Sales, di XL Center Sunset  Road, Denpasar, Bali. Menariknya, XL meluncurkan layanan ini pertama kali di Lombok lalu Surabaya dan Denpasar serta yang akan menyusul Jakarta dan Bandung karena XL ingin menghadirkan layanan terbaik di kota-kota dengan pertumbuhan ekonomi yang signifikan di Indonesia. Istilahnya adalah menghadirkan layanan terbaik agar orang-orang melakukan investasi betah berlama-lama, kata ibu Desy.

Selain dari sisi jaringan, XL juga menyiapkan ekosistem penunjang layanan 4G LTE. Sejak awal 2015, XL menyelenggarakan program-program yang memudahkan pelanggan untuk beralih ke layanan 4G. Diantaranya seperti penukaran kartu SIM 4G secara gratis. Di Surabaya sendiri sudah ada 20 titik untuk layanan tersebut. Selain itu, XL juga menyelenggarakan program tabungan kuota 4G yang menawarkan penyimpanan kuota 4G yang bisa dipakai saat layanan 4G sudah tersedia dan juga paket bundling layanan 4G XL dengan ponsel pintar berbagai tipe dan harga, termasuk di dalamnya dengan cicilan harga yang terjangkau. Meskipun begitu di sini saya bersyukur sekali karena tidak perlu membeli atau mencicil bundling untuk bisa menikmati layanan 4G LTE dari Xl, karena alhamdulillah nomor saya dipanggil saat lucky draw setelah selesai acara, hehe. Terima kasih XL. 

Friday, 18 September 2015

Sabtu Malam Bersama Dugs di Surabaya.

Beware! Isi postingan kali ini adalah 100% curhat.

http://stasiunrasa.tumblr.com/post/126966107072/orang-bilang-tinggalkan-cinta-dan-kejarlah-cita


Begitulah quote singkat yang agak sesat namun nyata. Sabtu 15 Agustus 2015, harusnya saya pergi ke Tulungagung untuk acara penanaman terumbu karang bersama Marinir di Pantai Sine. Pantainya luar biasa menenangkan meskipun dengan karakteristik khas pantai selatan Jawa. Setelah pertimbangan panjang akhirnya saya memutuskan untuk tidak jadi pergi pada hari penting itu. Padahal melakukan hal tersebut adalah cita-cita saya sejak lama, paling tidak sedikit melakukan hal yang berguna untuk masa depan kelautan. Throwback ke seminggu sebelunya, saya tidak mengikuti acara gathering komunitas Enlightened Surabaya sampai selesai karena belum packing untuk ke Tulungagung. Ya, seminggu sebelumnya saya sudah ke sana untuk berlatih bersama Marinir dan juga bonus bertemu teman-teman baru yang menyenangkan. Saya kira akan menjadi biasa saja tapi ternyata perjalanan pergi dan pulang ke sana sendirian menyisakan banyak cerita. Mulai dari teman baru, berbagi cerita bersama Marinir, makan di rumah warga, sampai ketiduran tidak karuan di dalam bus yang lumayan sepi.
Menurunkan Plat untuk Menanam Terumbu Karang
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Matahari Terbit di Pantai Sine Tulungagung
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Ya, saya memilih menunda cita dan mengulang cerita menyenangkan itu demi cinta. Cinta pada keluarga dan cinta pada Dugs. Terdengar picik dan egois tapi itulah pilihan, bahkan katanya tak punya pilihan adalah sebuah pilihan. Sabtu 15 Agustus 2015 harusnya saya memandang laut selatan dan bersiap untuk upacara hari kemerdekaan tapi saya memandang matahari senja di Ekowisata Mangrove Wonorejo Surabaya. Bersama sahabat-sahabat yang sudah mengganggap saya seperti keluarga. Agendanya adalah mendo'akan dua orang yang berulang tahun di bulan itu dan mendo'akan Medi yang akan pindah ke Bandung untuk menyelesaikan S2. Bagaimana bisa saya absen untuk melepas Medi pergi? Karena entah kapan bisa bertemu lagi. Tak banyak yang kami lakukan, selayaknya sekumpulan anak muda yang menghabiskan sabtu malam mereka di dalam kota. Setelah memandang senja bersama, kami pergi ke kawasan Ampel untuk makan malam bersama. Nasi jagung Ampel katanya, atas referensi dari Taufik. Dan ternyata menu makan malam kami memang ciamso alias ciamik soro. Haha... Sederhana, hanya nasi jagung, peyek udang, belut goreng, kikil, babat goreng, dan sambal. Penampilannya sih ora umum buat saya tapi ternyata enak banget. Setelah itu kami kemana lagi? Nongkrong dong di depan Balai Kota Surabaya. Biar kekinian tapi padahal mah saking kudetnya saya baru kali itu nongkrong di sana, karena jaman SMA dulu waktu saya cuma buat les pripat (nah kan curcol di tengah curhat). Ya di situ lah kami justru ngobrol dari hati ke hati, hehe... Apa yang kami obrolkan? Rahasia xD. Agenda dadakan terakhir adalah karaoke di NAV Kedung Doro. Buset dah rute hari ini, dari rumah saya yang di utara Surabaya ke Timur, lalu ke Utara lagi, lalu ke Pusat dan balik lagi ke Utara.  Saya beri tahu ya, karaoke itu sejatinya 10% nyanyi dan 90% curhat. Hahaha... Sungguh malam minggu eh sabtu malam yang biasa saja di mata orang-orang tapi ya orang-orang cuma bisa melihat ini sebagai hedonisme semata. Effort untuk mengumpulkan kami secara lengkap itu lho yang luar biasa. Maklum sudah dewasa, sudah punya kesibukan masing-masing, meskipun degupan jantung kami akan selalu seirama.
Dugs di Ekowisata Mangrove
Poto Pake Tripod 

Dugs di Balai Kota Surabaya
Foto Oleh: Taufiq 

Dinner Nasi Jagung Ampel
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Yang tak kalah kuat magnetnya sehingga saya lebih memilih stay di Surabaya bukannya pergi ke Tulungagung adalah syukuran atas kehamilan kakak ipar saya. Hal yang paling ditunggu oleh seluruh keluarga. Betapa jahatnya saya jika tetap pergi di hari bahagia keluarga kami. Bahkan agenda ops bersma tim Enlightened Surabaya, saya skip karena ingin ada di antara mereka. Bukan syukuran besar-besaran, hanya hal biasa saja. berkumpul bersama keluarga di rumah. Sedekat-dekatnya orang lain bagai keluarga sendiri tak boleh mengalahkan rasa pada keluarga yang ditakdirkan Tuhan untuk kita. Saya kehilangan kesempatan melakukan hal yang saya cita-citakan di Tulungagung? Mungkin iya tapi itu bukan satu-satunya kesempatan yang akan datang, saya yakin itu. Kesempatan tidak akan datang dua kali, begitu katanya. Saya tidak percaya karena yang hanya satu dan jadi satu-satunya di dunia ini hanya Tuhan. Kesempatan? Ia akan datang lain kali, dalam bentuk yang lebih baik asal kita menjalani hidup dengan baik dan percaya padaNya Yang Maha Baik. 

Wednesday, 16 September 2015

Review Basic Maintenance Facial di SLVR International Clinic Surabaya

Foto Setelah Treatment Facial
Foto Oleh: Yuniarinukti.com
Kalau biasanya lihat saya posting tentang nyasar di kota mana, nyemplung laut, touring entah kemana, nah kali ini saya bakal cerita soal kegiatan saya di klinik perawatan kulit. Ahaha... Bukan cuma kamu yang kaget tapi teman-teman saya juga. Tumben-tumbenan saya pergi ke tempat begituan. Meskipun sering kali dianggap bukan sebagai wanita oleh beberapa teman dekat tapi ya jangan salah selama ini saya juga rajin merawat kulit (di rumah). Baiklah, minggu lalu saya mendapat undangan untuk berkunjung ke SLVR International Clinic Surabaya dalam rangka faisal eh facial. SLVR International Clinic ini sendiri sudah tersebar di beberapa kota di Indonesia selain Surabaya seperti Jakarta, Balikpapan, Sukabumi, Bogor, Bandung, Gresik, dan Sidoarjo.

Kami janjian sekitar pukul 2 siang dan saya bingung lokasinya karena masih baru. Akhirnya telepon mbak Yuni dan dapat instruksi lokasi di ujung Jalan Jambi. Setelah muter dua kali akhirnya saya menemukan juga si SLVR International Clinic ini dan disambut oleh mbak Etty. FYI, SLVR International Clinic di Surabaya yang saya kunjungi ini berlokasi di Jalan Kutai 38, di depannya ada kafe tempat nongki-nongki cantik yaitu SamaSama Snack and Coffee. Kalau masih bingung, itu di pojokan Jalan Jambi. SLVR Interior klinik ini menggunakan furniture khas SLVR yaitu berwarna hitam dan dinding putih. Sembari menunggu di ruang tunggu yang nyaman juga bisa melihat-lihat pakaian yang dijual di sana, karena jadi satu juga dengan butik. Dalam satu ruang treatment  terdiri dari 4 bed dan selama proses treatment  kita ditemani alunan musik.
Meja Resepsionis SLVR International Clinic Surabaya
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Ruang Tunggu SLVR International Clinic Surabaya
Foto Oleh: D. Indah Nurma
Butik di  SLVR International Clinic Surabaya
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Ruang Treatment SLVR International Clinic Surabaya
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Waktu saya datang, Mbak Yuni dan Aya sudah mulai treatment dan saya harus menunggu. Hehe... Oh iya saya waktu itu tidak sendirian tapi bersama mbak Yuni dan Aya. Nah lumayan jadi bisa menikmati suasana ruang tunggunya yang nyaman. Beberapa saat kemudian saya mulai treatment. Dan treatment yang saya lakukan waktu itu adalah basical maintenance facial. Fungsi dari treatment ini sendiri adalah untuk membersihkan wajah dari kotoran dan sisa make up yang tidak bisa dibersihkan dengan pembersih biasa. Selain itu untuk membuang sel-sel kulit mati dan membuat kulit menjadi rileks dan segar dengan pijatan-pijatan beautician. Nah lebih kurang langkah-langkah basical maintenance facial seperti ini:
  1. Wajah dibersihkan dan dipijat. Pastinya langkah pertama ini adalah untuk membersihkan make up dan merelaksasi kulit wajah kita. Sebaiknya jika hendak melakukan facial treatment kita jangan memakai make up yang terlalu tebal. 
  2. Steam atau diuap untuk melunakkan komedo dan sel-sel kulit mati yang akan dibersihkan. Di SLVR sendiri menggunakan mesin dan kita akan ditanyai apakah uapnya cukup atau terlalu panas. 
  3. Ekstraksi pengangkatan komedo dan sel-sel kulit mati dilakukan dengan hati-hati oleh beautician. Dalam tahap ini kita bisa mengatakan jika memang terasa sakit. Ya karena tingkat toleransi rasa sakit setiap orang berbeda-beda untuk tahap ini. Kalau memang rajin membersihkan wajah pasti rasa sakitnya akan sedikit dan cepat saat proses ini.
  4. HF atau High Frequency yang berfungsi untuk mengurangi kemerahan dan iritasi akibat ekstraksi.
  5. Masker yang diaplikasikan pada saya waktu itu adalah masker bengkuang. Dan kita dibiarkan untuk santai sejenak setelah itu dibersihkan.
  6. Pemberian krim adalah tahap akhir dari treatment ini. Saat itu krim yang digunakan adalah krim kulit sensitif.
Apa yang saya rasakan setelahnya? Tentu saja kulit wajah menjadi lebih ringan, rileks, dan segar. Selain facial, treatment lain yang ditawarkan di SLVR International Clinic adalah Silver Microdermabrasi, Messotherapy all body slimming, Silver Vit C whitening infusiom, dan Silver thermage full body. Untuk yang akan melaksanakan pernikahan juga terdapat paket-paket prewedding treatment. Sebaiknya sebelum melakukan treatment melakukan booking terlebih dahulu agar kita tidak menunggu terlalu lama. Sekian review saya kali ini, jangan lupa sayangi kulitmu dengan merawatnya sebaik mungkin. Bukan hanya untuk wanita tapi pria juga. Semoga bermanfaat :D

Monday, 7 September 2015

Tumpeng Gudeg Suroboyoan Pawon Rizq Bunda Ken

Full Team Konek Grebek KPK Bersama Bunda Ken
Foto Oleh: Dwi Puspita

Tumpeng kok gudeg? Gudeg kok Suroboyoan? Sabar sabar, semua keheranan ini akan saya jawab dengan hati-hati. Ceritanya di hari sabtu 5 September saya bersama teman-teman kompasianer dapat kesempatan mengunjungi Dapur Rizq Bunda Kenyang sedang naik daun dengan menu Gudegnya. Ya, kuliner khas Jogja tersebut kini melekat di Bunda Ken sebagai salah satu kuliner andalan dari dapur beliau. Pawon Rizq Bunda Ken juga resmi terdaftar sebagai vendor di grup Surabaya Kuliner. Awalnya saya kira tempat yang akan dikunjungi adalah sebuah warung makan atau restoran tapi ternyata adalah rumah Bunda Ken sendiri. Saat yang lain bingung mencari lokasi yang nampak sebagai rumah makan pada lazimnya, saya melihat mbak Dwi Puspita dan langsung ngeh itu lokasi yang dituju, haha. Jadi Bunda Ken ini hanya menerima pesanan sesuai order, tidak membuka rumah makan. Yang disuguhkan saat itu adalah Tumpeng Gudeg, Sosis Solo dan Risoles Mayonase, Let me review one by one, wkwkw.

Sosis Solo
Sosis Solo Bunda Ken
Foto Oleh: D. Indah Nurma
Bagi yang belum tahu apa itu Sosis Solo, jangan dibayangkan seperti sosis pada umumnya yang terbuat dari olahan daging sapi atau ayam yang berbentuk padat dan panjang. Sosis Solo ini mirip seperti risoles yang diisi dengan suwiran daging ayam seperti pada isian lemper. Jangan dibayangkan sampai jungkir balik, saya cantumkan gambarnya kok xD kalau soal rasanya saya ceritakan saja.

Sosis Solo dari Bunda Ken ini mudah digigit dan dinikmati alias kulitnya tidak alot atau keras, rasa isiannya pas banget bikin nagih tapi kurang banyak Bunda, hehe. Tepat jika dibilang makan sekali tidak akan cukup dan saya harus pandai menahan diri untuk bisa tetap menikmati hidangan utama berupa Nasi Gudegnya. Baiklah Bunda Ken saya beri nilai 8 dari skala 1-10 untuk Sosis Solo dan saya beri tangisan untuk Risoles Mayonasenya. Karena saya tidak sempat nyicipnya, huhu takut kemaruk dan kekenyangan soalnya. Dan untuk harga sendiri sangat rasional, yaitu Rp 3.500 untuk Sosis Solo dan Rp 4.000 untuk Risoles Mayonase dengan isian beef dan mayo. Oh ya, selain dengan isian tersebut, risolesnya ada juga yang isian jamur, ayam, dan jagung dengan harga Rp 3.500.

Tumpeng Gudeg
Tumpeng Gudeg
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Tumpeng Gudeg? Terdengar ora umum ya? hehe tapi begitulah adanya. Tumpeng kali ini bukan nasi putih plus lauk urap atau nasi kuning dengan kering tempe tapi nasi putih dengan lauk gudegnya yang lengkap. Ini bukan kali pertama saya makan gudeg tapi tetap deg-degan dengan rasanya karena ya... ini kali kedua saya makan gudeg, haha. Karena lidah saya ini lidah Suroboyo asli jadi makan besar dengan menu yang manis itu agak gimana gitu ya. Ini juga alasan saya mengapa tidak pernah mencoba gudeg waktu pernah tinggal di Jogja. Dan kenapa di atas saya sebut ini Gudeg Suroboyoan? Karena Bunda Ken sudah mengolah gudegnya biar acceptable di lidah orang Surabaya. Dan bagaimana rasanya? Gudegnya asin dan pedas? Ya tentu saja tidak, gudegnya tetap manis tapi manis yang dapat diterima oleh lidah orang Surabaya. Seperti manisnya saya yang tidak berlebihan, eh kok narsis? haha. Kalau orang Jawa Tengah pasti bilang itu tidak seberapa manis, tapi bagi saya sweet enough lah. Selain gudeg yang dari nangka muda itu, pelengkap lainnya adalah krecek, ayam opor, tahu dan tempe bacem, serta telur pindang, Sebagai orang yang kurang suka olahan krecek, saya sampai nagih kreceknya Bunda Ken dan terbayang sampai sekarang waktu nulis ini. Bunda saya beri nilai 8,5 untuk Gudegnya yang juara ini. Cukup untuk menceritakan rasanya. Beralih ke harga olahan gudegnya. Berapa sih? Ternyata Tumpeng Gudeg yang bisa dinikmati 10-15 orang ini harganya Rp 275.000 lho. Sedangkan satu kemasan lauknya saja yang bisa disajikan untuk 5 orang harganya Rp 50.000. Harga yang sangat rasional untuk makanan istimewa. Oke Warga Surabaya selamat menikmati gudeg yang ciamso alias Ciamik Soro. Oh ya, penilaian rasa di atas adalah penilaian secara pribadi, kalau ingin tahu bagaimana rasanya silakan langsung mencoba sendiri.
Lauk Gudeg Untuk 5 Porsi
Foto Oleh: D. Indah Nurma

Info lainnya tentang Dapur Rizq Bunda Ken:
  • Bunda Ken hanya melayani pre order sesuai pesanan pelanggan ( tidak buka restoran)
  • Lokasi pemesanan di Ketintang Madya No 33 Surabaya
  • Contact Person Hp; 081332021330 dan Pin BB: 53DE8A35
  • Juga melayani nasi kotak, tumpeng nasi kuning dan putih, serta hantaran pernikahan atau lamaran.  
  • Yang paling penting termasuk Halal Food.