Thursday, 28 January 2016

Refreshing dan Kulineran di Food Junction Grand Pakuwon

Area Food Junction dilihat dari jalan masuk Grand Pakuwon

Surabaya memang bukan merupakan kota wisata, tapi soal tempat untuk refreshing atau nongkrong di kota ini banyak sekali pilihannya. Yang terbaru hadir dari Pakuwon Grup adalah Food Junction Grand Pakuwon dengan mengususng tema kawasan kuliner sekaligus hangout di daerah Tandes, Margomulyo, Surabaya Barat.  Kalau biasanya tempat refreshing itu makanannya ya gitu-gitu aja dan tempat nongkrong ya banyak pilihan makanan tapi kurang bisa merefrsh otak kita, di sini bisa dua-duanya. Namanya saja Food Junction jadi kebayang dong ya semacam food court yang banyak pilihan makanannya. Tapi yang bikin beda itu ya banyak sudut-sudut menarik yang bisa kita pakai untuk bersantai menikmati pemandangan, foto-foto narsis, ngobrol bersama teman, keluarga, atau ngobrol dengan diri sendiri, haha..

Biasanya yang terbayang saat ke tempat semacam food junction adalah crowded dan agak gerah karena orang-orang yang mengantre tempat makan dan tempat duduk. Tapi ya seperti yang saya bilang tadi, banyak yang menarik di sana. Ya saya taunya cuma dari cerita dan foto-foto di instagram saja. Dan waktu berkesempatan ke sana memang benar menarik meskipun belum jadi 100%. Untuk tempat makannya sendiri ada yang indoor dan outdoor dengan desain interior yang lebih wah daripada sekadar tempat makan biasa. Untuk ruangan indoor selain luas juga dilengkapi dengan AC dan rancangan bangunan dengan sirkulasi udara yang baik jadi tetap sejuk meninggalkan ciri khas Kota Surabaya yang hangatnya kebangetan kayak hati saya.

Suasana Outdoor

Suasana Indoor


Waktu pertama kali menginjakkan kaki di sana yang membuat saya penasaran bukan makanannya tapi area ruang terbukanya. Katanya sih dilengkapi dengan lagoon pond seluas 4.400 m2 yang jadi pemandangan terbaik di Surabaya Barat. Meskipun masih terlihat baru saja dibangun karena pepohonannya masih terlihat baru ditanam juga tapi bagi saya itu memang pemandangan yang menyejukkan. Kontras sekali dengan kawasan Tandes, Margomulyo yang selama ini kita tahu banyak kendaraan berat lalu-lalang, di Food Junction Grand Pakuwon ini bisa memanjakan mata. Sebagai manusia kekinian apa yang pertama kali saya lakukan saat melihat pemandangan lagoon pond yang cantik seperti itu? Ya tentunya adalah foto-foto lah biar bisa diupload ke instagram, hehe.
Food Junction dari Lagoon Pond


Untuk kalian yang berkunjung bersama keluarga terutama anak-anak tempat ini sangat cocok. Karena selain banyaknya variasi makanan juga ada berbagai wahana seperti segway, minitrail, kereta wara wiri, becak VW Combi, safari traim, merry go round, dan bumper boat. Wahana seperti itu sih jangankan anak-anak saya di masa depan nanti, saya sendiri saja juga ingin mencoba. Masing-masing wahana yang seru itu dibanderol tiket seharga 20 ribu rupiah. Lalu bagi yang sering meeting sampai kehabisan tempat mana lagi biar gak bosan, boleh juga lho melirik tempat ini. Desainnya yang bagus jadi bisa banget kalau mau ngajak rekan bisnisnya cuap-cuap di sini. Sedangkan bagi kalian yang mengajak the special one ke sini, gak usah ragu-ragu deh. Baik yang sekadar ingin berganti suasana kencan atau malah yang baru mau menyatakan perasaan. Sssttt sebagai wanita saya mau kasih bocoran, menurut saya tempat yang romantis kalau mau menyatakan perasaan bisa duduk-duduk di pinggir lagoon pond atau di Festival of Light. Dijamin bakal jadi momen yang gak terlupa. Ehem uhuk kode buat mas biar diajakin ke sini, wkwkw...
Festival of Light

Bisa Main Sepeda Air di Lagoon Pond

Salah Satu Sudu Romantis yang Saya Maksud, hehe

Neng sendirian aja nih? 


Sudah merasa pengin berkunjung ke sana? Eits, tunggu dulu. Saya mau pamer satu lagi yang jadi bagian paling penting, yaitu informasi tentang makanannya. Mahal? Tidak juga karena menurut Pak Hendie selaku GM Food Junction Grand Pakuwon, lokasi ini dibangun untuk semua kalangan warga Surabaya. Ya memang benar sih karena makanan yang saya pesan juga masih sama harganya seperti di food court pada umumnya. Tori Katsu Ramen masih 20ribuan dan yang penting gurin dari Cincau Station favorit saya masih 7ribu hahaha. Makin pengin ke sini? Sampai 31 Januari 2016 ada promo lho, Dine Cash Back 100% jadi dengan berbelanja 25 ribu rupiah langsung dapat gratis voucher 25 ribu. Selamat merencanakan berkunjung ke Food Junction Grand Pakuwon.

Info lainnya tentang Food Junction Grand 
  1.  Ada seat indoor dan outdoor
  2.  Ada area parkir yang luas bagi motor maupun mobil
  3. Jam buka pukul 11:00 hingga 22:00
  4. Jenis makanan halal dan non halal. Tradisional, Asia, dan Western



Sunday, 17 January 2016

Setahun Perjalanan Bersama Mataponsel Jatim

Source: Dokumen MP_Jatim
Selamat hari jadi yang pertama bayi bernama Mataponsel Jatim. Ya pada 11 Januari 2015 tepat setahun sub komunitas Mataponsel yakni Mataponsel area Jatim didirikan. Terima kasih para penggagas karena inisiatif kalian, kami bisa berkumpul, belajar, dan bersaudara di MP_Jatim. Lalu hari ini tanggal 17 Januari kami pilih sebagai hari untuk meet up akbar member dari seluruh Jawa Timur. Berlokasi di Kebun Raya Purwodadi, Pasuruan kami hari ini bersiap untuk gagal move on ke sekian kalinya dari kebersamaan. Memang setiap hari kami bisa berjumpa di layar ponsel ruang obrolan tapi tetap tidak ada yang bisa menggantikan rasanya bertemu raga.
Kompilasi Foto Wajah Beberapa Member
Source: Andri Danu

Kalau diingat sebenarnya saya juga engga seberapa ingat bagaimana pertama kali mengenal komunitas ini, wkwkwk. Tapi saya mengenal komunitas Mataponsel sendiri sudah lebih dari satu tahun. Tiba-tiba muncul di timeline instagram saya hastag mataponsel yang ternyata foundernya adalah salah satu teman saya di sosmed koprol, yaitu Bang Harzone. Motivasi join sebenarnya ada dua, yaitu untuk belajar motret dengan gear yang ramah di tangan dan tentu saja mempercantik blog dengan foto-foto yang kece dong. Dahulu kala waktu join Mataponsel akan dimasukkan dalam satu grup chat line member seluruh Indonesia. Setelah itu kita dipersilakan untuk masuk ke Room Style yang diminati, seperti landscape, BnW, HDR, dan masih banyak lagi. Ya memang uniknya mataponsel adalah kita bisa mempelajari jenis fotografi seperti apa yang kita minati di berbagai Room Style. Tapi lama-lama saya sibuk dan jarang ngerumpi di grup line. Eh tahu-tahu Mataponsel membagi sub komunitas mereka juga dalam regional-regional se-Nusantara.

Saya pikir dengan dibagi menjadi room regional-regional akan menjadikan komunikasi lebih mudah serta lebih nyambung. Jadinya tanpa pikir panjang saya join ke regional Jawa Timur, wkwkwk. Mulanya ya jarang nongol dan Silent Reader alias SR tapi lama-lama tergoda untuk nimbrung dan sampai sekarang diberi amanah menjadi salah satu tim moderator di MP_Jatim. Satu tahun, hmmm... mestinya banyak cerita yang sudah terjadi, dan tentu saja banyak ilmu yang sudah di dapat.
Mataponsel Jatim itu....
  1.  Baru Mengadakan Meet Up 3 Kali.Yang pertama waktu anniversary pertama Mataponsel, yang kedua waktu MP_Jatim jalan-jalan museum, yang ketiga ya hari ini di Kebun Raya Purwodadi dalam rangka hari jadi pertama kami dong.
  2.  Bikin Susah Move On. Move on dari mantan? Hahaha... bukan, tapi move on dari kebersamaan para member. Biasanya setelah meet up mereka akan terbawa suasana dan tidak bisa lupa selama berhari-hari. Lihat saja kelakuannya mulai dari posting foto waktu meet up, crop foto, sampai dijadikan meme.
  3. Tempat belajar tentang fotografi. Omaigat... yaiyalah kan ini tujuan utama dibentuknya komunitas ini, hahaha. Belajar tentang fotografi di room itu tak tentu jadwal. Selama ada yang melempar pertanyaan pasti akan disamber dengan yang punya pengalaman. Selain itu, MP_Jatim juga punya room khusus untuk kelas belajar dengan mendatangkan pemateri dari luar room. Wusss.... Keren kan?
  4. Tempat Curhat dan Baper. Seringkali kalau ada member baru masuk jadi bingung, ini tempat curhat atau tempat belajar fotografi? Haha... Isinya kalau gak curhat ya tanya PR. Member saking nyamannya sama rasa kekeluargaan sampai doyan tuh curcol di grup. Tapi jangan salah, meskipun hobi curhat juga hobi foto kok. Tapi kalau upload tetep captionnya curcol :’D
  5. Ada yang ulang tahun setiap hari. Happy birthday mas Aan.. Demikianlah setiap hari para member mengucapkan selamat ultah pada mas Aan. Bukannya apa-apa cuma buat lucu-lucuan aja. Ahaha... Bahkan di daftar member saya belum nemu data mas Aan lahirnya kapan. Jadi sampai kapan mas Aan akan ultah setiap hari?
  6.  Suka rebutan tamax. Enggak siang, enggak malam, ada aja yang ngeramein grup.  Dan yang paling aneh terutama akhir-akhir ini menjelang pukul 00:00 akan ada spam bertuliskan “tamax” atau pertamax. Rebutan menjadi chat pertama saat hari berganti. Padahal ya enggak ada hadiahnya entah apa yang bikin mereka rebutan tamax, eh saya juga sih kalo sadar suka ikut rebutan. Haha...
    Kelakuan
    Source: SS Pribadi
  7.  Hobi bikin meme. Berikan member MP_Jatim satu foto diri anda niscaya mereka akan memberikan 10 meme dari foto anda. Hahaha... Yang ini nih gokil banget memang. Setiap ada yang share foto selalu ada aja yang bakal bikin meme. Minimal foto akan dicrop bagian-bagian tertentu lah, lalu dishare ulang. Tapi jangankan share foto, ganti avatar aja bisa jadi korban meme lho. Seperti member MP_Jatim yang sedang tidak berdomisili di Jatim. Wkwkw siapa yhuaaa?
    Siapa ini? Wkwkw maapken yaa.
    Source: Dokumen Pribadi MP_Jatim


Jadi itu beberapa rangkuman yang melekat di memori saya tentang apa dan bagaimana itu MP_Jatim, sampai kelakuan para membernya yang lucu-lucu. Mereka bilang ini bukan hanya pertemanan tapi tumbuh rasa-rasa kekeluargaan (kalo rasa kekeluargaan dilarang cinlok lho rek, haha). Dan hari ini, meet up sekaligus merayakan hari jadi kami yang pertama. Akan jadi seperti apa? Seru? Mengharukan? Mengenyangkan? Ah pastinya tetep sekali bertemu, 2-3 hari kenangannya gak hilang-hilang. See you rek..

Monday, 11 January 2016

Mataponsel Jatim Jalan-Jalan: Flashpacker ke Surabaya

MP_Jatim Squad
Sumber: Dokumentasi Pribadi Mataponsel Jatim

Lho ini gimana kok judulnya flashpacker ke Surabaya? Kan kamu orang Surabaya Ndah. Hei, santai gaes. Justru itu saya mau kasih tahu kalau flashpacker ke Surabaya ternyata seru juga lho. Bukan dari pengalaman pribadi tapi berdasarkan yang saya lihat dari teman-teman saya beberapa waktu lalu. Jadi begini ceritanya, saya kan tergabung dalam komunitas Mataponsel yang suka foto-foto pakai kamera ponsel. Nah kebetulan sampai saat ini saya masih dipercaya sebagai moderator untuk room area Mataponsel Jawa Timur atau yang biasa disebut MP_Jatim. Apa hubungannya dengan ide flashpacker kali ini? Justru karena itu, tanggal 15 November 2015 lalu secara serentak seluruh area se-Indonesia mengadakan jalan-jalan museum di area masing-masing. Saya sih merencanakan di Surabaya saja bukan berkunjung ke bagian lain Jawa Timur karena pikir saya bisa lempar event ke member lain di Jatim. Kan ya museum di Jatim bukan cuma Surabaya. Tapi apa daya member dari luar Surabaya malah antusias join jalan-jalan museum di Surabaya.

Nah, berangkat dari antusias member MP_Jatim yang tinggi untuk berkunjung ke Surabaya itulah akhirnya saya jadi mikir buat bikin itinerary sehari tapi seru. Sebagai momod alias moderator dan tuan rumah di Surabaya saya tentu mau bikin jalan-jalan yang berkesan dong ya... Sehari saja tapi full dengan jalan-jalan. Karena tema jalan-jalan kali ini adalah museum jadi saya memilih area Surabaya Utara yang punya seabrek museum dan tinggal pilih yang mana yang mau dikunjungi. Akhirnya setelah menimbang dan rembugan dengan member lain, saya memutuskan untuk mengunjungi Museum 10 Nopember (Tugu Pahlawan), Museum Kesehatan, dan terakhir House of Saampoerna.

Rute itu yang saya ambil karena sesuai arah arus lalu lintas, jadi enggak bakal muter-muter. Dan lagi pula bisa ditempuh dengan angkutan umum. Yang saya prediksi teman-teman saya bakal naik bus dan turun di terminal Purabaya. Dari situ mereka bakal bisa naik bus kota yang lewat Tugu Pahlawan, dari Tugu Pahlawan baru motor-motoran untuk lanjut museum hopping. Atau kalau tetep naik angkutan umum ya banyak angkot di sana.

Museum 10 Nopember (Tugu Pahlawan)

MP_Jatim Squad di Tugu Pahlawan
Sumber: Dokumentasi Pribadi Mataponsel Jatim
Duh siapa sih yang gak tau ikon Kota Surabaya yang satu ini? Setiap orang yang berkunjung ke Surabaya pasti ingin mengunjunginya dan berfoto dengan tugu yang satu ini. Dan karena itu juga saya memasukkan Tugu Pahlawan dalam itinerary Mataponsel Jalan-Jalan Museum. Biar yang dari luar kota dan belum pernah tahu Tugu Pahlawan bisa kenalan secara langsung dengan ikon Kota Surabaya ini. Selain ada tugu dengan hamparan rumput di tanah lapang, tempat ini juga punya museum bawah tanah yang namanya Museum 10 Nopember.

Nah di museumnya ini banyak benda bersejarah yang dipamerkan, seperti senjata yang digunakan untuk mempertahankan kemerdekaan, radio milik Bung Tomo, diorama statis yang menggambarkan masa perjuangan arek-arek Suroboyo, dan rekaman pidato asli Bung Tomo. Selain itu ada juga ruang audio visual untuk menonton film dokumentasi masa mempertahankan kemerdekaan di Surabaya. Ya tentunya bagi pengunjung luar Surabaya kalau berkunjung ke sini bisa jadi awalan untuk mengenali Kota Surabaya yang penuh dengan peristiwa sejarah di tiap sudutnya. Lalu member mataponsel yang ikutan ke sini patut berbahagia karena bisa masuk gratis hanya dengan menunjukkan kartu pelajar atau kartu mahasiswa. Yap, bagi pengunjung dengan status pelajar di sini gratis masuk. Tapi tiket untuk masuk ke sini juga ga mahal kok, Cuma IDR 5000 aja. Setelah haha-hihi di Tugu Pahlawan, kami melanjutkan rute di Museum Kesehatan yang tidak jauh dari Tugu Pahlawan. 

Museum Kesehatan dr. Adhyatama

MP_Jatim Squad di Tugu Pahlawan
Sumber: Dokumentasi Pribadi Mataponsel Jatim


Museum yang terletak di Jalan Indrapura no. 17 ini memang memiliki koleksi barang-barang yang berhubungan dengan kesehatan manusia. Sebagian besar orang atau bahkan semua yang pernah berkunjung ke sana akan mengatakan suasana di dalam museum tersebut adalah menyeramkan. Ya bagaimana tidak? Karena selain memamerkan benda yang lazim dan dapat dinalar dalam hal kesehatan, ada juga benda-benda yang berhubungan dengan dunia mistis. Seperti air-air suci yang entahlah, boneka jelangkung, sampai yang berhubungan dengan santet. Tapi justru di situ daya tarik museum ini. Percaya atau tidak, hal-hal tabu dan mistis seperti itu juga dikaji dalam dunia medis.

Hal menarik bagi saya adalah sebuah pintu bertuliskan ‘Dunia Lain’ yang selalu dalam keadaan terkunci. Kabarnya tak sembarang orang boleh masuk dan saya juga tidak tahu ada apa dalam ruangan tersebut. Ya.. meskipun menyeramkan tapi saya akui museum ini sangat menarik untuk dikunjungi. Apalagi yang tertarik dengan dunia medis atau dunia yang seram-seram. Haha..... Tidak semua menyeramkan ada juga benda di sana yang bisa membuat tertawa kami. Ya datang sendiri ke sana saja lah bagi yang penasaran. Buka setiap hari kok kecuali ada hari libur nasional. Senin-jumat jam operasionalnya mulai dari jam 08:00 – 15:00, sedangkan sabtu-minggu jam 09:00-14:00. Sewaktu museum sudah tutup, kami MP_Jatim sekeluarga malah masih asyik nongkrong di bawah pepohonan sambil memotret toys. Sampai dilihatin orang-orang yang masih di sana. Mereka penasaran kenapa kami dlosoran lalu membidik lensa ponsel ke mainan di tanah. Yaa namanya aja passion. Halah, haha...
Dlosoran Motret Mainan
Sumber: Dokumentasi Pribadi Mataponsel Jatim

Macam-macam hasil foto rontgen
Sumber: Dokumentasi Pribadi D, Indah Nurma

Coba zoom apa itu. Wkwkwk
Sumber: Dokumentasi Pribadi D, Indah Nurma

Diagnosa Kanker Otak oleh Dukun
Sumber: Dokumentasi Pribadi D, Indah Nurma


Museum House of Sampoerna

MP_Jatim Squad di Hos
Sumber: Dokumentasi Pribadi Mataponsel Jatim
House of Sampoerna, museum tentang rokok dan sejarahnya yang berkaitan ini terbatas untuk kalangan usia 18 tahun ke atas. Jadi saat masuk ke dalam museum, kita akan diminta untuk menunjukkan kartu tanda penduduk alias KTP. Yak sebelum menuju ke sini saya sempat bingung karena ada beberapa member yang usianya belum 18 dan bahkan belum punya KTP. Macam mana saya bisa meloloskan mereka masuk? Haha, boleh kali ya kalau diakui sebagai adik, jadi kan ada yang bertanggung jawab. Lha wong bocah kecil aja bisa masuk asal bareng ortunya. Then, yang terjadi? Seorang member yang belum genap 18 tahun ditolak mentah-mentah meski saya ini kakaknya eh tetangganya. Haha... Yasudahlah yang sabar ya nak.

Tukang Foto Juga Suka Narsis Lhoo
Sumber: Dokumentasi Pribadi Mataponsel Jatim
Tapi apa sih yang ada di dalam Museum House of Sampoerna? Dalam satu site sebenarnya ada bangunan museum, cafe, dan galeri seni. Nah di museumnya ini isinya tentang rokok seperti bahan-bahannya, alat cetak bungkusnya, sampai proses pelintingan. Selain itu tentang rokok ada pula tentang pemasaran rokok yang awal mulanya di warung kelontong. Bagian inilah yang khusus boleh dimasuki oleh yang usianya 18 tahun keatas. Tentu ini bagian yang paling seru. Tapi karena saya menemani member yang tidak bisa masuk museum jadinya enggak tahu kehebohan apa yang member lain lakukan di dalam sana. Sebenarnya setiap sudul HoS ini photoable lho dan sejuk. Itu salah satu sebabnya saya menaruh HoS di rute terakhir. Sambil foto-foto sambil ngaso. Pulangnya makan di warung padang depan HoS. Hahaha... Selebihnya bisa dibaca di sini deh ada apa aja di sana.


Yasudah sekilas itu dulu (1000 kata lebih cuma sekilas?). Semoga bisa jadi referensi saat kalian ingin singgah sebentar di Surabaya.