Monday, 29 February 2016

Saksikan Model Terbaik Selendang Ayu dari HijUp Di IFW 2016

Dugs Girl ( Tata, Me, Anis, Kif)
Photo by: Dugs Boy


IFW atau indonesia fashion week 2016 merupakan perhelatan akbar dalam dunia fashion di Indonesia. Ajang bergengsi ini akan menampilkan sentuhan dan rancangan dari para desainer terbaik negeri ini. berbagai pihak yang terlibat dalam ajang ini merupakan pihak-pihak yang berpengaruh di dunia fashion saat ini, salah satunya adalah hijup.com. Untuk pertama kalinya, hijup terlibat dalam Indonesia fashion week yang akan digelar pada tanggal 10-13 Maret 2016 di Jakarta Convention Centre. Bagi HijUp, sebenarnya ajang ini bukanlah yang pertama, karena sebelumnya HijUp juga pernah dilibatkan dalam LFW (London Fashion Week) dan JFW (Jakarta Fashion Week). Adapun desainer HijUp yang akan terlibat nanti diantaranya Ria Miranda, Vivi Zubedi dan Zaskia Sungkar. Ketiganya akan menampilkan rancangan hijab terbaik masa kini yang mewakili ciri khasnya masing-masing.

Tren busana hijab saat ini memang semakin menanjak. Bagi anda yang baru memutuskan berhijab, saat ini ada banyak jenis kerudung yang bisa digunakan tanpa bantuan jarum. Salah satu modelnya adalah selendang ayu. Jenis hijab selendang instan ini juga akan ditampilkan pada gelaran Indonesia fashion week pada tanggal 11 Maret 2016. Meskipun dapat digunakan dengan sangat mudah, tapi model hijab ini banyak dipilih karena dapat membuat penampilan anda selalu menari di setiap kesempatan, mulai dari acara santai hingga acara pesta. Selain desainnya yang beragam, motifnya pun bisa anda sesuaikan dengan keperluan. Berbagai motif yang bisa dipilih seperti motif flowery, tartan, two tone colors, dan stripes. Hijup sangat mengerti akan kebutuhan anda yang ingin selalu tampil percaya diri dengan busana hijab di setiap kesempatan dengan cara pakai yang simpel.


Selain model shawl, masih banyak model busana hijab syar’i lainnya dari hijUp yang bisa anda lihat di gelaran Indonesia fashion week mendatang. Bagi anda yang membutuhkan busana hijab syar’i dengan desain yang fashionable, anda bisa menemukannya di hijUp.com yang menghadirkan produk pakaian hijab yang tidak hanya menutup aurat, memberikan kenyamanan dan ruang gerak saat anda memakainya di setiap aktivitas, juga membuat anda semakin tampil percaya diri.

Wednesday, 24 February 2016

Review Film: I Am Hope, Tontonan Penyebar Harapan

Poster Film I am Hope

Film produksi Alkimia ini sudah hadir di bioskop tanah air sejak tanggal 18 Februari 2016. Saya bersama para blogger Surabaya berkesempatan untuk menonton film ini pada 21 Februari kemarin. Di XXI Ciputra World juga ada booth film ini yang menjual gelang harapan yang nantinya digunakan untuk mendukung para survivor kanker. Dan berikut hasil pengamatan saya terhadap film I Am Hope. Yang tentunya saya hadirkan dari sudut pandang saya pribadi penikmat film-film Indonesia.  
Tiket Nonton Bareng yang difotoin Mbak Sari

Booth film I am Hope di XXI Ciputra World
Sumber foto: Dokumentasi Pribadi



Sinopsis

I Am Hope, berkisah tentang Mia seorang wanita yang sangat mencintai dunia teater. Hidupnya bahagia karena sedari kecil ia sudah bersinggungan dengan dunia teater. Ibunya seorang sutradara dan ayahnya komposer. Namun kebahagiaannya perlahan pergi saat ibunya dinyatakan kanker. Penyakit yang perlahan mengambil semua yang mereka miliki, tak hanya harta namun juga kebahagiaan. Kanker semakin menjadi kenangan buruk saat ibunya pergi untuk selamanya.

Hidup Mia dan ayahnya yang perlahan mulai kembali bahagia kembali didera hal buruk saat ia divonis kanker paru-paru. Mia merasa akan kembali mengulang masa-masa kelam yang pernah menimpa ibunya dahulu. Namun Mia selalu ditemani oleh Maia teman imaginernya yang seorang wanita bernuansa pelangi. Maia merupakan perwujudan harapan Mia yang selalu membagikan semangat positif saat Mia mengalami keterpurukan mental dalam menjalani pengobatannya.

Dalam perjalanannya berjuang melawan kanker, Mia menemui produser untuk menyerahkan naskah yang ia buat. Sayangnya ia tidak berhasil menemui sang sutradara. Saat perjalanan pulang Mia melihat sebuah pertunjukan kecil dari poster yang ia temukan. Pada pertunjukan tersebut Mia melihat seorang aktor bernama David yang membuat jantungnya berdebar. Usai pertunjukan Mia berkenalan dengan David.

Mia dan David terus menjalin komunikasi. Dan pada akhirnya David pula yang membantu Mia untuk menyerahkan naskah pada Rama Sastra sang produser secara langsung. Di tengah pengerjaan pertunjukan tersebut Mia juga sedang berjuang melawan kanker. Meskipun jatuh bangun tapi berkat dukungan dari wanita bernuansa pelangi, ayahnya, dan David ia mampu untuk mewujudkan mimpinya dalam pertunjukan teater tersebut.   

Genre: Drama
Produser: Wulan Guritno, Janna Soekasah Joesoef, Amanda Soekasah.
Sutradara: Adilla Dimitri
Penulis: Adilla Dimitri, Renaldo Samsara
Produksi: Alkimia Production
Cast:  Tatjana Saphira, Fachri Albar, Tio Pakusadewo, Febi Febiola, Alessandra Usman

Review

Secara garis besar drama I Am Hope ini menceritakan tentang perjuangan seorang survivor kanker untuk meraih mimpinya. Hubungan antar tokoh dan juga semangat dari dalam diri Mia sendiri seperti sebuah jalinan antara semangat dan harapan untuk tidak terpuruk akan keadaan menyedihkan yang dialami.
  •  Hadirnya teman imajiner bernama Maia menurut saya merupakan penggambaran yang unik dari perwujudan semangat Mia. Karena secara kasat mata Mia memang digambarkan kebingungan dan emosinya tidak stabil dalam menghadapi penyakitnya. Tapi Maia selalu ceria dan penuh dengan harapan yang bisa mendukung Mia. Saat Mia secara pribadi menunjukkan dirinya dengan ketegarannya maka sosok Maia tidak hadir di dekatnya. Iya, ini membuat saya memang merasa wow dengan cara penyajiannya. Apalagi sejak awal memang diceritakan Mia memang memiliki sosok Maia dan saat divonis kanker ia memilih untuk lebih banyak menghadirkan wanita bernuansa pelangi dalam kehidupannya.
  • Penggambaran hubungan ayah dan anak dalam film ini juga menginspirasi. Saat mereka saling mendukung setelah terpuruk secara mental maupun ekonomi.
  •  Pertemuan David dan Mia ini manis sekali. Kalau boleh bilang juga menggambarkan bahwa cara datangnya jodoh juga tidak ada yang pernah menyangka. Tapi tetap harus menunjukkan suatu keberanian untuk memperjuangkan cinta. Mia yang terpesona sejak awal menunjukkan keberaniannya untuk berkenalan dengan David kemudian biarkan takdir bekerja. Yak, ini salah satu bumbu dalam drama yang bikin baper jomblo di jagat teater bioskop. Haha...
  • Hanya ada dua tipe lelaki di dunia ini, yaitu yang berengsek dan yang bertanggung jawab. Begitulah pernyataan ayah Mia (Rio Pakusadewo) yang begitu mencintai anaknya. Awalnya David bimbang untuk meneruskan cintanya pada Mia. Namun di sini David menunjukkan sikap yang harusnya memang dilakukan lelaki yang bertanggung jawab terhadap wanitanya. Pertama kali dengan berani berkomunikasi dengan ayah Mia, lalu mendukung Mia dalam mewujudkan mimpinya. Bahkan ia dalam kepeduliannya akan kesembuah Mia mengancam untuk keluar dari produksi teater jika Mia tidak konsentrasi terhadap pengobatannya.
  • Nah, yang kita tahu kan David ini mendukung sekali Mia untuk mewujudkan harapannya menjadi nyata. Tapi dalam alur cerita yang saya ikuti rasanya kurang greget penggambaran sosok David dalam berjuang juga mewujudkan mimpi Mia. Terutama saat Mia di rumah sakit. Padahal akting Fachry Albar sudah luar biasa memukau saya, rasanya sayang karena penggambarannya kurang all out.
  • Dalam film ini ada kata-kata yang menjadi nyawa, yaitu saat ibunya Mia berjuang melawan penyakit kanker. “Jangan pernah takut gagal, karena dimana ada keberanian, di situ ada harapan.”



Film I Am Hope bagi saya pribadi merupakan refleksi semangat dalam menjalani hidup. Bukan hanya bagi para survivor kanker tapi bagi semua orang yang dalam hidupnya memiliki mimpi dan berusaha mewujudkannya seberat apapun prosesnya. Bumbu-bumbu ceritanya hangat dan menginspirasi. Tontonan yang menyenangkan dan membangun semangat meskipun ditonton sendirian. Tontonan yang manis saat kita bersama kekasih. Tontonan yang menghangatkan dan mengakrabkan saat kita bersama keluarga. Yap, terima kasih I Am Hope atas tontonannya ini. 


Sunday, 14 February 2016

My Life As An Ingress Agent: Unexpected

Dari kehidupan bersosial dan berkomunitas di Enlightened Surabaya, saya temukan beberapa hal yang memang biasanya terjadi dalam komunitas dan sunngguh tak pernah terbayangkan akan mengalami hal serupa. Hal apa itu? Yaaa salah satunya adalah tentang cinlok :3 Iya cinlok yang itu bukan yang makanan (cilok keleus). Beberapa orang dalam komunitas mengalaminya dan setelah saya usut itu karena mereka melakukan OPS bersama. Fyuh.... Sedikit lega karena dari riwayat OPS yang saya lakukan tidak bersama orang yang berpotensi jadi cilok eh cinlok. OPS pertama dan satu-satunya ke lapangan bareng om-om dan dedek-dedek gemes. Mana mungkin kan ada yang potensial dan saya juga memasang tameng agar tidak sampai terlibat dalam urusan seperti itu.

Tapi berubah sejak negara api menyerang. Haha... Pertahanan yang sedemikian terpasang perlahan runtuh tanpa orang lain tahu. Entah sejak kapan pastinya saya juga enggak ingat. Umm... Ingress, saya tidak tahu kalau akan punya cerita seperti ini. Padahal niat awal hanya ingin bermain. Umm... bahkan saya tidak tahu harus dimulai dari mana. Dan lagi karena cerita ini saya tulis tanpa sepengetahuan yang bersangkutan jadi... Tolong jangan marah, karena memutuskan menulis soal ini di sini juga tidak mudah. Hehe... Kalau tidak berkenan nanti saya turunkan lagi tulisan ini ke draft. 

Tidak seperti dugaan orang-orang yang mengenal saya. Saya malah berhenti pada seseorang yang betah belama-lama main game, bukan seorang tukang jalan selama ini mereka prediksi. Ada apa dengan Ingress sampai terjadi hal yang seperti ini? Di luar sana juga entah berapa banyak yang mengalami hal seperti kami. Tapi yang terjadi di antara kami justru bukan karena sering bertemu. Ini aneh dan benar-benar tak terduga. Yasudah saya menyerah saja, toh saya menyerah pada orang yang tepat :) 

Lalu untuk mas Hafiidh aku punya sesuatu untuk dikatakan, sebenarnya lebih banyak dari ini tapi kapan-kapan saja kalau bertemu.

Mas,dari sisiku sendiri dan seingatku, tidak ada agent lain yang tahu kalau di antara kita terjadi sesuatu. Enggak tahu lagi kalau darimu. Waktu itu bahkan aku takut terlalu terbawa perasaan. Namun perlahan tapi pasti aku malah tanpa izin ingin membersamai segala kekuranganmu. Lalu lama-lama aku berani mengajukan namamu untuk jadi bagian hidupku. Mungkin jika orang lain yang melihat tentang kita akan mengatakan perjalanan kita selalu baik-baik saja. Tapi sungguh cuma kita yang tahu bagaimana rasanya.

Mas, aku sudah tak punya kriteria lelaki idaman saat kamu menyembutku dan aku memberanikan diri untuk menunggumu. Aku benar-benar tanpa apapun yang patut dibanggakan untuk bisa membersamaimu menjalani sisa hidup. Setidaknya itu yang kurasakan. Oleh karena itu, kamu dan dukunganmu sangat berharga untukku berusaha yang terbaik agar jadi wanita baik-baik. Jujur aku takut memulai hal semcam ini. Tapi aku percaya kamu lelaki baik-baik yang tak akan membiarkan waktu saling menunggu kita ini menjadi sia-sia. Aku selesai, aku berhenti. Maksudku bukan tentang menyerah menunggumu. Tapi aku selesai mencari dan langkahku benar-benar berhenti padamu.

Hal ini benar-benar di luar dugaanku. Entah game ini yang terlalu realistis atau ini memang takdir? Anggap saja takdir yang memilihkan jalannya. 

Saturday, 13 February 2016

My Life As An Ingress Agent: Terlibat Dalam OPS

OPS? Apa itu? CMIIW ya gaes, OPS ini adalah operation dimana kita membuat rencana untuk menutup suatu wilayah entah itu dalam skala besar atau kecil. Waktu itu OPS besar saya pertama kalinya dan bertindak sebagai eksekutor. Bikin control field sebesar Kota Surabaya dan posisi saya stand by di Pasuruan pada tengah malam. Menyenangkan dan menegangkan sih. OPS bukan hanya tentang membuat CF tapi kerja sama tim yang luar biasa. Antara planner, intel operator, destroyer, linker dan masih banyak lagi. Meskipun hanya menutup satu kota, kerja sama timm yang dibutuhkan bisa sampai luar kota. Itu saya benar-benar baru tahu waktu pertama kali terlibat dalam OPS.

Ah iya selain jadi eksekutor di lapangan, saya pernah juga menjadi intel operator yang yaaa saya akui memorable banget pengalaman itu. Gimana ceritanya Ndah? Jadi tanggal 20 Juni 2015 di Indonesia kedatangan Anomaly Ingress yang lokasinya di TMII Jakarta, namanya Persepolis. Pengin juga sih ke Jakarta tapi apa daya lagi bulan puasa dan saya males ke sana. Haha... tapi H-2 Persepolis enggak disangka Surabaya kena Connected Cell buat nutup AS07-November-11. Hectic pun dimulai sejak pengumuman itu. Koko @Cvetrz sebelum berangkat ke Jakarta bikin plan dan lalu seenaknya bilang saya yang jadi intel operator. Lho sebelumnya saya juga ditunjuk jadi koor recharger. Pusing pala Mermaid ko... haha. Dan akhirnya mau enggak mau selama beberapa hari itu berguru pada sesepuh Enlightened. Sumpah dari hari pengumuman connected cell sampai hari eksekusi saya enggak tidur. Grogi, memantau block link, cari agent yang bisa terlibat, hahaha tuh kan jadi terkenang beneran. Grogi? Maklum meskipun yang dimaksud adalah menutup AS07-November-11 tapi ternyata rencananya malah OPS Nasional. Enggak pernah jadi intel operator eh sekalinya jadi malah dikasih yang beginian modelnya. Untuk itulah saya butuh intel backup dan syukur alhamdulillah Yoze tetap bantu dan ada @Kampidh yang jadi intel backup saya.
Hasil OPS Saat Persepolis

Rencana awal di hari H Persepolis adalah saya recharge bareng-bareng Bagas dan mas Kampidh di rumahnya. Tapi malah tambah jadi intel sekaligus recharger dan itu membuat otak saya mendidih. Bahkan kalau diingat hecticnya masih terasa. Saat mulai bikin CF kecil yang kurang sukses dan mega field yang kekurangan tim untuk pembersihan block link yang tiba-tiba. Segala SKSD sampai nguras pulsa pun terjadi. Semua agent yang dibutuhkan segera saya telponin. Ngerasain sehari nelpon orang seIndonesia Raya. Hahaha ya enggak juga sih tapi maksudnya nelpon agent yang tersebar sesuai lokasi  yang dibutuhkan di mega cf yang nutup hampir seluruh Indonesia. Sesungguhnya yang bikin pusing adalah block link yang datang terus-terusan tapi kita kekurangan agent, itu.... dan kita sebagai operator intel hanya bisa memantau di balik layar tapi kita juga harus cari agent yang bisa serta tetap dalam suasana tenang untuk kasih komando ke agent yang di lapangan.


Meskipun tidak berhasil memenangkan connected cell tapi kami berhasil mewujudkan rencana OPS yang mega field itu. Terima kasih buat seluruh kerja sama dan pengalaman yang luar biasa itu. Enggak nyesel jadi intel operator karena dapat pengalaman baru di game yang apalah ini kenapa bisa menghadirkan rasa yang nano-nano.




Nih gambaran yang terjadi di Persepolis Jakarta


Friday, 12 February 2016

My Life As An Ingress Agent: Komunitas Enlightened Surabaya



AS07  November11, begitulah nama grid yang mengenai wilayah Surabaya dan Sekitarnya. Dan karena ini adalah game mass multiplayer – augment reality jadilah terbentuk sebuah komunitas untuk bekerja sama menguasai wilayah, ya komunitas Enlightened Surabaya. Tentu awalnya komunitas ini terbentuk karena kesamaan latar belakang tapi dalam perjalanannya memuat banyak cerita. Saya tidak tahu kapan tepatnya mereka membentuk komunitas ini. Sedangkan saya sendiri bergabung dengan mereka baru akhir tahun 2014.

Komunitas adalah sebuah kelompok sosial dari beberapa organisme yang berbagi lingkungan, umumnya memiliki ketertarikan dan habitat yang sama.

Foto kiriman D Indah Nurma (@dindahnurma) pada

Seperti yang saya ceritakan di post pertama mengenai hidup saya sebagai seorang agent, saya disambut hangat di komunitas ini. Setiap seminggu sekali di hari jumat selalu mengadakan pertemuan rutin di tengah kota untuk menunjukkan eksistensi dan mengajari agent baru bagaimana cara bermainnya. Tapi selain itu juga kapanpun kami ingin berkumpul ya tinggal datang ke mabes. Whoah... Time flies, jadi teringat mabes awal kami di daerah klampis (sekarang sudah pindah sih). Mabes itu Markas Besar, iya tempat berkumpul kami biasanya. Lalu Mabes Klampis bentuknya seperti apa? Bangunan penuh perlengkapan perencanaan menguasai wilayah? Tidak, mabes kami adalah tempat dimana perutmu tidak akan pernah kelaparan (selama ada duit), tempat dimana bisa nonton tv gratis, tempat dimana bisa memesan kopi sampai mata tidak bisa terpejam. Tertebak? Yap warung kopi, bukan kafe tapi warung di pinggir jalan yang pemiliknya juga mahfum kami memainkan apa.

Let me fly to that time. Meskipun beberapa bulan bergabung di komunitas ini tapi pergi ke mabes justru sekitar awal tahun 2015. Waktu itu sore menjelang maghrib dan langit akan hujan. Salah seorang agent mengiming-imingi saya untuk datang ke mabes karena sedang ramai dan banyak pemain baru. Ya langsung saja ke sana pakai gamis daster dan jaket, haha... Awal tahun dan bertemu banyak orang baru. Ah so memorable, mabes Warung Cak To.
Hampir Full Team ENL SBY di Warung Cak To

Lalu apa saja yang komunitas ini lakukan di mabes? Tentu saja kami berkumpul sambil pegang ponsel melakukan ritual farming alias bertani memetik semua item yang diperlukan untuk bermain. Kalau sedang bosan ya kami tutup ponsel lalu mengobrol seperti manusia normal. Haha... Kalau orang lain lihat kami berkumpul dan sibuk main ponsel pasti sedih dikira kami antisosial padahal itu cara kami bekerja sama. Jika tidak, mana mungkin cerita dalam komunitas ini bisa seerat persaudaraan?

Saya kira hidup dalam komunitas pemain game akan selalu disibukkan dengan hal-hal yang berhubungan dengan Ingress saja. Ternyata tidak, selama di sini saya belajar bagaimana menghargai perbedaan, apa itu pertemanan, apa itu persaudaraan. Tak hanya melakukan sesuatu untuk diri sendiri tapi juga untuk orang lain di sekitar agar mereka tahu bahwa kami tak hanya gemar bermain tapi juga masih peduli pada sesama. Pada tahun 2014 dan 2015 kami melakukan kegiatan bagi takjil di bulan Ramadhan. Di tahun 2015 juga turut serta dalam blood donation yang diselenggarakan serentak dengan negara-negara lain. Tak hanya itu komunitas ini juga luar biasa dalam peduli pada sesama teman.

Jadi apa yang kalian selalu rindukan dari kebersamaan dengan komunitas Ingress kalian?


Review Film: Dilarang Masuk, Hadirkan Horor Serta Komedi Segar

Poster Film Dilarang Masuk
Film Indonesia bagi beberapa orang masih dianggap sebelah mata hingga tak sedikit orang yang selalu berpikir “nonton nanti saja kalau sudah ada di TV.” Saya pribadi kurang setuju karena jujurly di tahun 2015 saya sering ke bioskop justru untuk menonton film Indonesia. Merasa rugi? Tidak juga karena menurut saya perlahan tapi pasti perfilman Indonesia menapaki yang namanya kualitas. Dan semua itu juga butuh dukungan dari kita sebagai penonton.
Yova Gracia dan Emak-Emak Blogger Surabaya
Pic Source: Aya

Wuhuu Tiketnya Banyak

Dan kemarin sore 11 Februari 2016 saya berkesempatan untuk hadir di nonton bareng dan roadshow film Dilarang Masuk.  Film bergenre horor ini dibalut dengan bumbu komedi dan membuat saya penasaran bagaimana film horor Indonesia saat ini. Berikut sinopsis dan review dari saya.

Sinopsis

Lisa seorang murid baru yang cenderung pendiam tiba-tiba menghilang. Hal tersebut membuat sahabat-sahabatnya dan orang tuanya khawatir serta menggegerkan sekolah. Orang terakhir yang melihat Lisa adalah Adit saat dia sedang merekam keadaan sekolah menggunakan handycam kesayangannya. Adit melihat Lisa di lantai atas sekolah lalu menghilang.

Adit yang menceritakan hal tersebut kepada 4 orang temannya lalu sepakat mencari Lisa di lantai atas sekolah. Awalnya mereka ragu untuk masuk ke lantai atas karena ada tulisan Dilarang Masuk, tapi demi mencari temannya mereka rela melawan ketakutan. Sewaktu di lantai atas mereka mengalami hal-hal aneh dan menyeramkan lalu tiba-tiba bertemu satpam sekolah yang bernama Jono. Setelah kejadian semakin aneh di lantai atas mereka memutuskan untuk pulang.

Masih penasaran dengan lantai atas mereka menanyakan sejarah sekolah pada Jono karena sudah lama bekerja di sekolah tersebut. Namun di tengah pembicaraan mereka, Jono mengatakan jika semalam ia tidak berjaga di sekolah dan hanya berjaga pagi saja. Jadi kalau bukan Jono lalu siap yang mereka temui semalam? Setelah itu mereka terus-terusan mengalami hal aneh dan memutuskan untuk mencari lagi Lisa di lantai atas. Lalu apakah mereka berhasil menemukan Lisa? Dan mengapa di lantai atas sekolah ada tulisan dilarang masuk? Rahasia apa yang akan mereka temukan dalam pencarian Lisa? Haha... Jawabannya adalah tonton saja di tanggal 24 Maret 2016 karena kalau saya ceritakan di sini bakal jadi sop iler dong ya.. eh spoiler maksud saya.

Cast
Kiri ke Kanan - Jessica Torsten, Yova Gracia - Jordi Onsu, Sahila Hisyam

  •   Maxime Bouttier
  •  Sahila Hisyam
  • Jordi Onsu
  • Jessica Torsten
  • Rayn Wijaya
  • Yova Gracia
Genre: Horor
Produksi: Digital Film Media
Tayang: 24 Maret 2016

Review
Film dengan garis besar cerita tentang persahabatan dan misteri sehingga menghasilkan perpaduan antara horor dan komedi yang segar. Jalan cerita dari film ini sendiri ringan tapi mampu membawa penonton takut sampai bisa menumpahkan teriakan lalu tiba-tiba tertawa terbahak-bahak. Kalau boleh saya gambarkan sih mirip naik roller coaster yang durasinya enggak cuma 5 atau 10 menit. Horor dan komedinya yang membawa jantung kita berdetak naik turun mirip saat naik roller coaster. Film horor dan roller coaster biasanya adalah hal yang paling saya hindari di dunia ini tapi tetap bikin penasaran. Di film ini juga mampu membuat saya selalu memegang kerudung untuk siap-siap menutup mata saat hantunya muncul. Haha... maaf kebiasaan.

Ceritanya tentang anak sekolah yang tidak menye-menye melulu soal cinta. Iya tapi persahabatan yang membuat cerita horor ini bisa berlanjut. Yaitu kekhawatiran dan keharusan mereka mencari sahabatnya yang hilang. Film ini juga masih berbaik hati memberi penonton jeda dari ketakutan saat adegan kocak tiba muncul di tengah keadaan mencekam. Dan percayalah unsur komedinya mengalir begitu saja bukan dipaksakan yang membuat penonton enggan tertawa. Buktinya saya sendiri dan penonton lain bisa seperti otomatis teriak lalu terbahak. Haha...

Soal akting? Jangan ditanyakan, lihat sendiri nama-nama dalam cast film ini. Saya acungi jempol deh karena masing-masing dari mereka berhasil membangun perannya. Jordi Onsu, kamu berhasil membangun atmosfer komedi yang segar dalam film horor Dilarang Masuk ini. Hantu-hantu di film ini juga bukan yang semacam hantu mitos tradisional semacam mbak kunti dan om pocong itu lho, tapi bagus juga sih. Efek suara yang disajikan berhasil membuat saya jantungan yang iya memang saya pada dasarnya jantungan haha... tapi lagi-lagi jadi tidak apa-apa karena ada komedinya di dalam.
Lalu ini ada beberapa saran dari saya:

  1. Karena ceritanya tentang persahabatan, harusnya di intro lebih di-exxplore lagi tentang bagaimana dekatnya mereka terutama dengan Lisa. Karena Lisa sendiri diceritakan sebagai seorang murid pindahan, jadi bisa ditambahkan cerita soal kegiatan atau sikap mereka sebagai sahabat murid pindahan. Biar lebih greget muncul rasa khawatir oleh sahabat-sahabatnya.
  2.  Tiba-tiba Lisa terlihat oleh Adit di lantai atas lalu menghilang. Yang ini juga bisa ditambahkan cerita tentang apa yang membuat Lisa bisa tertarik mengunjungi lantai atas. Tentu saja dengan tidak mengabaikan karakter Lisa yang cenderung pendiam dan tertutup.
  3.  Mungkin bisa lebih gamblang tentang kejadian-kejadian aneh yang membuat lantai atas tertutup dan dilarang masuk. Biar lebih greget juga dan alasannya jadi kuat.
  4.  Sewaktu Sahila Hisyam mendapat pengelihatan soal kejadian di lantai atas itu saya kurang jelas apakah dirasuki atau dia memang memiliki kemampuan.
  5. Dan yang paling mengganjal di sanubari terdalam saya mengapa mereka tidak melakukan langkah-langkah normal seperti lapor pada guru soal melihat Lisa di lantai atas? Then saya menyimpulkan jika melibatkan guru malah akan menutupi soal lantai atas.  But please sisipkan penjelasan itu dalam skenario film meski hanya satu scene.


Tulisan di atas adalah pendapat pribadi saya mengenai film ini. Tapi saya bukan pengamat film profesional, hanya penonton biasa yang demen nonton film Indonesia di bioskop. Terima kasih juga Digital Film Media untuk undangannya dan kesempatan nonton film yang sangat menghibur ini sebelum tayang serentak di seluruh  bioskop di Indonesia. Jadi jangan lupa tandai kalendermu untuk nonton film Dilarang Masuk ya gaes... 


Wednesday, 10 February 2016

My Life As An Ingress Agent: Level 8

Setelah kemarin cerita sedikit tentang apa itu Ingress dan bagaimana saya bisa kecantol di game ini, sekarang saya mau share tentang rasanya ada di level 8. Orang bilang berada di level 8 seperti di level dewa karena sudah bisa mandiri buat destroy portal lawan dan saatnya membantu agent lain untuk leveling. Sebagai seorang plurker, saya rasa mencapai level 8 sama seperti mencapai nirvana. Menuju level 9 dan seterusnya tidak hanya membutuhkan AP saja tapi juga badge atau lencana sebagai persyaratannya. Kalau level 1-8 kita ngoyo activity untuk mendapatkan AP, maka saya rasa kita lebih menikmati permainan ini setelah level 8. Menikmati sensasi menetralkan portal lawan, membuat control field, waspada jika ada agent lawan di sekitar kita. Saat menikmati permainan tidak akan terasa kalau sedikit demi sedikit badge yang menjadi syarat naik level akan terbuka.

Scanner Mas Gandhung ( alias GanGeong alias JanPerson) Saat Level 8
Sebenarnya saat level 4 pun sudah sering dimention sama agent faction sebelah yang daopsnya di daerah rumah saya. Maklum bisa dibilang cuma saya agent yang mainnya di sekitar situ. Tapi itu rasanya menyenangkan sekaligus menegangkan. Saat berhenti untuk capture ataupun destroy portal selalu melihat sekeliling siapa tahu di dekat ada agent lawan yang juga sedang berhenti di dekat portal yang sama. Seperti kejadian saat saya level awal dan pergi ke suatu tempat dengan dibonceng ayah saya. Karena tidak sedang menyetir jadinya saya hacking portal sambil jalan dan gak sadar kalau ada agent lawan yang mengintip di sekitar saya saat di lampu merah. Taunya waktu saya main di daerah rumahnya dan disuruh mampir ke rumahnya (tapi enggak jadi mampir sih) cuma diceritain lewat comm. Yang satu lagi saat tengah malam pulang kumpul tipis-tipis saya destroy di dekat Dunkin’ Donuts dekat rumah saya tiba-tiba satu reso yang hancur terisi lagi. Eh di depan saya ada agent lawan. Aslinya mau nyapa tapi berhubung perut saya mules enggak karuan, jadi buru-buru pergi dan dia yang sempat lihat saya di motor menyangka saya terbang bersama motor saya. Nyahaha... Sorry bro daripada gawat di saya kan ya. Sebenernya masih banyak lagi kejadian lucu-lucu sama agent dari faction sebelah tapi yasudahlah cukup itu saja ceritanya.

Dimana saja dan kapan saja saat bermain, siapkan diri untuk bertemu lawan main kita saat di jalan. Siap-siap dicurigai satpam atau warga sekitar karena sering berhenti di titik yang sama, tapi jangan sampai melibatkan diri dalam bahaya karena game.

Setelah level 8 kegiatan yang sering dilakukan adalah kumpul tipis-tipis yang biasanya untuk farming item. Namanya saja sering kumpul-kumpul jadinya sedikit memahami bagaimana karakter masing-masing. Nanti lah saya ceritakan bagaimana komunitas saya yang ini di postingan lain.

Apa Bedanya Sudah dan Belum Level 8?

Ada apa sih dengan level 8 sampai dirasa begitu istimewa? Oh banyak, dari mulai yang memang nyata karena faktor Ingress sendiri sampai yang dari faktor diri kita sendiri. Haha... Contoh perbedaan level 8 ke atas (FYI Ingress ini sampai level 16) dan yang belum level 8 seperti ini:
  1. Meskipun level tertinggi adalah level 16 tapi untuk item dalam game maksimal adalah level 8. Kita bisa menggunakan item sesuai level saat ini atau di bawah kita. Jadi poin pentingnya kita bisa mencicipi item tertinggi terutama senjata.
  2.  Sebelum level 8 kalau main kurang woles alias ngoyo. Ya karena faktor pengin cepet-cepet bisa pakai item level 8. Sesungguhnya nembak portal lawan pakai XMP8 itu greget!
  3. Sebelum level 8 kalau main ada yang nemenin dan ngajarin, setelah level 8 main sendiri dan saatnya membantu yang belum level 8 lainnya.
  4.  Sebelum level 8 kalau punya portal atas nama kita rasanya bangga banget, tapi setelah level 8 ya biasa aja tuh. Haha...
  5. Sebelum level 8 bakal semangat keliling menyambangi portal-portal sejauh mata memandang. Setelah level 8 kadang semangat kadang biasa aja tuh. Yang penting bisa bikin CF 
  6. Sebelum level 8 kalau portalnya didestroy bisa baper dan dendam tapi kalau sudah level 8? Yaelah... Game gampang ini, ntar juga bisa direbut 
  7.  Dan... biasanya sebelum level 8 kalau bingung banget sama cara mainnya bakal cepet-cepet tutup scanner. Kalau sudah level 8 paling mentok mager di level 11. Saya meng-amin-kan yang ini karena juga mengalai hal yang sama. Haha...

Baiklah... Itu beberapa point yang saya tangkap dari perbedaan antara yang belum level 8 dan yang sudah level 8. FYI, poin-poin di atas itu kontribusi pemikiran dari Enlightened Family Jogja-Jateng. Terima kasih juga kepada @JanPerson karena sudah menanyakan kepada  mereka. Eh ternyata emang semuanya pernah saya rasakan perbedaanya. Kalau kalian apa ya perbedaan yang dirasakan?


Monday, 8 February 2016

My Life As An Ingress Agent: Apa itu Ingress?

Made with PicsArt
Era 90an merupakan era peralihan di mata saya dan juga sekaligus era paling membahagiakan. Yang saya ingat masa kecil saya menghabiskan waktu dengan bermain macam-macam game. Iya game yang didefinisikan sebagai permainan. Baik itu permainan tradisional yang dimainkan secara berkelompok dengan tetangga ataupun teman sekolah dan juga game yang saat ini mengarah pada pengertian permainan yang mengharuskan pemainnya menghadap layar PC atau ponsel. Saya kebagian merasakan serunya bermain game tradisional sampai Sekolah Dasar, bahkan saat istirahat sekolah saya dan teman-teman sekelas biasa memainkan gobak sodor, benteng-bentengan, lompat tali, dan banyak permainan yang menguras energi lainnya. Atau kalau sedang tak ingin bermain yang harus mengeluarkan keringat, kami memilih bermain bola bekel di dalam kelas. Ya saya bahagia bisa mencicipi serunya bermain game tradisional.

Lalu kakak saya memperkenalkan saya pada game yang mulai kita kenal saat ini dan dimulai dari game di PC. Sampai saya dan kakak saya rajin menyambangi Hi Tech Mall Surabaya untuk mengupdate ada game terbaru apa yang bisa kami mainkan di PC. Bahkan bermain PlayStation(PS) juga di PC. Maklum lah saya bisa nge-game saja sudah bersyukur, tak minta macam-macam dibelikan PS segala. Aktivitas nge-game sudah menjadi kebiasaan tapi tak sampai jadi candu. Sampai akhirnya saya berhenti nge-game yang sampai membuat saya bisa seharian di depan PC saat kelas 2 SMP karena suatu insiden masuk rumah sakit, hahaha. Setelah itu tetap nge-game kalau lagi pengin atau pas ada teman datang ke rumah. Ya di kelas 2 SMP juga game mulai gampang dimainkan sewaktu saya sudah bisa beli ponsel sendiri. Yap, meski sederhana tapi di era itu game sederhana sudah bisa dimainkan dengan mudah di alat yang kita bawa kemana-mana, ponsel. Bahkan sampai perkembangannya sekarang di ponsel pintar sudah bisa memainkan macam-macam game yang grafiknya aduhai sekali. Sampai yang paling setia sekarang saya menjadi seorang agent Ingress dan sudah setahun lebih.

Apa itu Ingress?

Ingress
Ingress itu bukan merk sabun cuci piring yang sedang mencari 1001 agent (kalau joke ini gagal saya kasih bocoran lah, yang saya maksud adalah sabun sunlight haha). Ingress juga bukan perusahaan asuransi yang sedang gencar merekrut agent. Dan Ingress juga bukan instansi rahasia yang menyebut pekerjanya dengan sebutan agent. Ini hanya sebuah game sederhana yang menyenangkan dari sebuah perusahaan bernama Niantic. Nah Ingress ini merupakan game mass multiplayer – augment reality, yang artinya game ini dimainkan secara bersama-sama dengan menggabungkan unsur dunia maya ke dalam dunia nyata. Area bermainnya juga sangat luas, yaitu seluruh bumi ini. Jadi saat memainkannya kita harus bangkit dari tempat duduk dan menyalakan GPS di ponsel pintar lalu menemukan portal yang akan membawa kita melihat hal-hal baru atau hal yang kita lewatkan di sekitar kita. Kalau tertarik untuk bermain, kalian bisa mendownloadnya di playstore maupun app store. Selanjutnya kalian akan dihadapkan pada pilihan menjadi tim resistance atau enlightened. Jika memilih enlightened maka kita ada di tim yang sama dan jika memilih resistance kita menjadi lawan main. Dan jika kalian ingin tahu lebih lanjut bagaimana cara bermainnya ataupun cerita dibalik faction, saya menyarankan untuk mampir di halaman milik Catalystro karena di halaman saya ini tidak akan membahas tentang itu. Ah kan boros kata karena mengenang permainan masa kecil di atas, haha... sudah 500 kata tapi belum cerita banyak soal Ingress.




First Time

Jadi pertama kali saya mendengar kata-kata Ingress adalah dari sahabat-sahabat saya saat melakukan perjalanan berkemah di akhir September 2014. Setelah pulang berkemah saya jadi penasaran tentang apa yang mereka bicarakan. Iseng-iseng saya download di playstore, membuat codename ke-Korea-an akibat habis main mengubah nama menjadi nama Korea dengan memasukkan tanggal dan bulan lahir, haha.. jadinya arti codename itu adalah tanggal dan bulan lahir. Lalu saat dihadapkan memilih faction juga iseng memilih Enlightened. Pertama kali memainkannya saat menemani adik sepupu saya manggung dan sama sekali enggak tahu apa-apa, tahu-tahu udah level up ke level dua. Lalu ada yang memention saya di comm (tempat berkomunikasi antar agent) dan mengundang saya untuk masuk ke grup whatsapp. Masih ingat betul waktu itu yang memasukkan saya di grup WA adalah om @THOMZZ dan kehebohan baru saja dimulai. Rasanya hampir tersedak saat tau siapa saja yang ada di grup tersebut, berderet-deret nama yang saya kenal ada di sana. PWK Ruddin, PWK, Hud, PWK Sukron, haha... tidak lama kemudian mereka heboh karena saya masuk di grup WA Enl Surabaya. Omigot, sepertinya saya memang ditakdirkan untuk terus bersama sohib-sohib jenaka yang menyebalkan itu. Lalu saat agent @Cvertz sedang posisi di sekitar rumah, ya saya minta untuk diajari. Kursus singkat deploy, destroy, hack, dan glyph pun lancar. Lalu saat kumpul tipis-tipis di hari jum’at saya dapat kursus singkat lagi dari Ruddin aka @adipatikarna soal bagaimana membuat link dan cf. Setelah itu musti seneng apa sedih saya enggak tahu, soalnya leveling sampai ke level 8  sendirian sambil bersepeda pagi. Dibilang coyo ya ngenes juga, haha. Ah tapi enggak terlalu ngenes karena waktu itu #IngressYearTwo dan double AP jadinya mudah lah ya.

Akibat saya sering share kegiatan saya bermain Ingress di Plurk (seriously Ndah kamu masih main Plurk? IYA), beberapa orang teman saya di sana juga ikutan main. Tadinya sih ada Clau juga tapi sekarang tinggal Mas Gandhung dengan codename @gangeong (sekarang @JanPerson). Lalu yang lebih menyebalkan lagi ada Uda sohib saya yang diam-diam ikutan main dan salah pilih faction resistance dengan codename @kuan62. Berhubung dia sudah main jadi enggan pindah ke Enlightened. Akhirnya kami pun beda kubu tapi tidak mengurangi keakraban kami dalam bertengkar seperti biasanya. Haha...


Baiklah sekian perkenalannya, salam dari agent enlightened @EunWon. Sampai jumpa di cerita selanjutnya soal kehidupan saya sebagai agent.
My Current Level