Sunday, 28 April 2019

Backpacking Ke Malaysia Dan Thailand Di Bawah 2 Juta Rupiah



Masih teringat jelas waktu pertama kali saya ingin melakukan perjalanan darat dari Malaysia menuju Thailand. Saat itu tahun 2018 sisa 30 hari, saya mencoba menghubungi teman saya Eyna di Malaysia. Dia tinggal di Terengganu, sangat dekat dengan Provinsi Yala dan Pattani di Thailand bagian selatan.  Saya berencana terbang ke Kuala Lumpur lalu dengan bus atau kereta ke rumah Eyna. Tapi ternyata saya tidak seberani itu bepergian sendiran meskipun dekat.

Mianhae Eyna...  :(

Eyna dan teman-teman saya yang lain juga menyarankan untuk tidak pergi sendirian. Tapi dalam hati yang terdalam saya benar-benar ingin merasakan melakukan perjalanan darat dari Malaysia ke Thailand. Ya meskipun waktu saya sedang berandai-andai itu juga enggak tahu bisa atau tidak karena tabungan untuk perjalanan belum cukup.

Waduduh baru intro tulisan ini udah lebih dari 100 kata, intinya singkat cerita saya jalan-jalan lagi via peta. Tiba-tiba mata saya tertuju pada salah satu destinasi wisata yang sangat popular di Malaysia, yaitu Penang. Kalau dilihat-lihat Penang ini juga lumayan dekat dengan perbatasan Thailand. Jadilah seketika saya mencari artikel di internet tentang rencana perjalanan ini.  Lumayan banyak tapi tidak begitu jelas.

Dalam tulisan kali ini saya mau batasi sampai di rencana budget dan realisasinya saja ya, ditambah sekilas rencana kasar perjalanan. Karena itinerary detail dan juga hal-hal tak terduga cukup banyak terjadi selama perjalanan ini.  Singkat cerita saya menyinggung rencana ini ke Tata, salah satu sahabat saya sedari kuliah. Lalu dia tertarik untuk join rencana ngasal saya ini. Haha...

Merencanakan Budget Perjalanan

 
Penang (Malaysia) - Hat Yai (Thailand)
Semesta seperti menyambut keinginan kami. Setelah obrolan rencana kami, tiba-tiba banyak sekali broadcast dari agen perjalanan tentang tiket promo ke Penang. Semuanya tidak ada yang cocok karena menurut perhitungan saya jika melakukan perjalanan ini, setidaknya butuh waktu 6 hari paling sedikit. Itu pun sudah sangat mepet. Sedangkan waktu tiket promo hanya 2-3 hari saja. Akhirnya kami berdua bersabar berharap ada promo lagi selepas lebaran idul fitri.

Tapi lagi-lagi semesta menyambut, dari jadwal-jadwal tiket promo yang masuk ke Line saya ada satu yang jumlah harinya sangat pas dengan rencana saya, yaitu tanggal 19-24 April. Tapi sangat mepet dengan Januari, ditambah bayaran-bayaran saya belum pada turun di sekitar akhir Januari lalu. Saya abaikan promo ini tapi beberapa hari kemudian tanggal itu masih promo dan saya rasanya jadi galau berat, lebih galau daripada waktu putus sama mantan dulu.

Hari minggu atau sabtu akhir Januari lalu, saya lupa, bangun tidur dan baca broadcast promo. Saya mengambil buku catatan kecil dan spidol yang siap sedia di samping bantal, lalu menulis rencana biaya dan perjalanan dengan hitungan kasar yang belum matang.

 
Catatan Rencana Kasar
Dokumen Pribadi
Begini budgeting kasar saya waktu itu:

Pesawat Surabaya-Penang PP per-orang: IDR 624.503
Hotel atau penginapan di Penang dan Hat Yai masing-masing per-malam: IDR 250.000 x 5 malam
Bus PP Penang-Hat Yai: IDR 400.000
Jika ditotal seluruh rencana budget perjalanan ini, maka masing-masing kami butuh setidaknya IDR 1.649.503 untuk bisa merealisasikan perjalanan ini.

Perhitungan itu benar-benar perhitungan kasar saya. Untuk harga yang fix hanya pesawat dan bus, sedangkan harga hotel bisa saja lebih mahal. Tapi saya benar-benar mau membatasi anggaran hotel paling mahal yang akan kami keluarkan adalah IDR 250.000 dengan catatan tetap mencari hotel dengan lokasi yang strategis, dekat dari manapun, bersih dan nyaman.

Sedangkan untuk itinerary kasarnya adalah:


Jika....
Day 1(19 April 2019)
Tiba di Penang, menikmati satu malam di Penang dan jalan-jalan di sekitar hotel. Karena setiap sudut Penang itu indah, jadi tidak akan rugi menghabiskan 1 malam saja di sini.

Day 2-4 (20, 21, 22 April 2019)
Mengambil perjalanan paling pagi untuk pergi ke Hat Yai, Thailand dan stay di sana selama 2 malam. Belum tahu di sana mau ke mana saja. Rencana awal ke Hat Yai menggunakan bus atau mini van semacam layanan travel.

Day 4-6 (22, 23, 24 April 2019)
Kembali ke Penang dan menghabiskan 2 malam di sini. Belum fix juga mau ke mana saja selama di Penang.

Day 6 (24 April 2019)
Karena pesawat pagi dari Penang, di hari ke-6 tidak bisa ke mana-mana dan merupakan hari kepulangan saja ke Indonesia.

Prinsip saya urusan itinerary rinci harus dibicarakan berdua, jadi baru rencana budgeting dan rencana perjalanan kasar ini yang saya buat. Kemudian rencana ini saya foto dan saya kirimkan ke Tata. Diapun mulai ikutan galau juga tapi pada akhirnya keputusan kami bulat untuk langsung booking tiket pesawat.


Ternayata realisasinya tidak sampai 1,5 juta!


Setelah perjalanan kami selesai, saya kembali menghitung semua pengeluaran pokok kami. Yaa... setiap kali melakukan perjalanan bersama teman-teman rasanya saya selalu menjadi bendahara, tapi saya suka. Haha... mengatur keuangan bersama bisa tapi pribadi enggak bisa. Pengeluaran kami yang tidak sampai 1,5 juta rupiah ini adalah pengeluaran pokok, alias wajib, alias fardhu ain di luar pengeluaran makan dan belanja tentunya.

Realisasi Budget
Dokumen Pribadi

Kira-kira begitulah rencana pengeluaran saya selama perjalanan backpacking ke Malaysia dan Thailand jalur darat. Kami tidak jadi naik bus atau mini van tapi memilih menggunakan kereta. Untuk cerita selengkapnya dan juga itinerary saya, nanti akan saya bahas di tulisan selanjutnya ya... Semoga rencana pengeluaran, rencana perjalanan, dan realisasi anggaran kami selama berpetualangan kali ini bisa memberi gambaran pada teman-teman pembaca semuanya.


Saya berprinsip, boleh saja menekan budget perjalanan dengan sangat murah tapi perjalanan harus tetap mengesankan, tidak boleh kehabisan uang di perjalanan (nanti bisa malu-maluin negara kalau sampai dipulangkan paksa), dan juga harus senyaman mungkin. Yaa ... seni mencarai kenyamanan dalam kesederhanaan lah, seperti perjalanan cinta kita, hehe ...

Saya juga berterima kasih kepada rekan perjalanan (travelmate) saya, Tata. Rencana perjalanan ini tanpamu mungkin hari ini masih menjadi sebuah rencana dan angan-angan belaka. Terima kasih untuk semuanya, terima kasih telah mau mewujudkan impian perjalanan ini. Terima kasih untuk mau memaafkan kalau-kalau selama perjalanan saya pernah menjadi menyebalkan. Ayo kita rencanakan perjalanan selanjutnya... 

Saturday, 27 April 2019

Palm Park Hotel Surabaya: Stylish Hotel Yang Terkoneksi Dengan KAZA City Mall




Dunia perhotelan di Surabaya kembali dimeriahkan dengan dibukanya Palm Park Hotel Surabaya (6/4/2018). Hotel yang terletak di Jalan Kapas Krampung No.45 ini terkoneksi langsung dengan Kaza City Mall. PALM PARK Hotel Surabaya diresmikan oleh PT. PP Properti Tbk melalui anak usahanya PT. Gita Sarana Niaga.

Sejak mulai dibangun, saya sendiri sebagai orang yang sering berkunjung ke Kaza City Mall sudah tidak sabar ingin tahu konsep seperti apa yang diusung Palm Park Hotel Surabaya karena letaknya yang terkoneksi dengan mall yang bagian bawahnya adalah pasar tradisional legendaris di Surabaya. Ternyata PALM PARK Hotel Surabaya memiliki konsep yang fresh dan stylish.

Menurut Direktur Komersial dan Hospitality PT. PP Properti Tbk, Sinur Linda Gustina, PP Properti terus mengembangkan bisnis hotel di atas aset lahan yang strategis. Ditambah lagi Kota Surabaya merupakan lokasi yang bagus untuk bisnis hotel. PALM PARK Hotel Surabaya adalah brand baru dengan kategori hotel bintang tiga.

Sesuai dengan lokasi didirikannya PALM PARK Hotel Surabaya, hotel ini membidik pasar bisnis, keluarga, millenial travelers, dan MICE. Lokasi hotel sangat dekat dengan beberapa daya tarik wisata di Surabaya serta akses menuju luar Kota Surabaya. Hotel ini berjarak sekitar 15 menit ke Jembatan Suramadu dan Wisata Religi Sunan Ampel, 10 menit ke Masjid Cheng Hoo Surabaya , dan 20 menit ke Pantai Kenjeran.

Fasilitas PALM PARK Hotel

Area resepsionis dan lobby
image source: dok. Pribadi
Saat memasuki area lobby hotel kita sudah disambut dengan desain dan penataan ruangan yang simpel tapi fresh dan stylish, seperti sebuah desain hotel di kawasan Surbaya Utara yang belum pernah saya bayangkan sebelumnya. Bisa dibilang desainnya instagrammable. Selain itu juga terdapat area bermain anak dan juga meja biliar.

Area Bermain Anak
image source: dok. pribadi


PALM PARK Hotel Surabaya memiliki total 101 kamar. Selain kamar juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung lainnya seperti sembilan meeting room/ruang pertemuan, restoran, bar&lounge, dan ballroom.

Untuk ruang pertemuan, Ibu Linda mengatakan bahwa ruangan tersebut dirancang dengan desain yang menarik dan inspiratif. Foyer dirancang dengan suasana rileks dan nyaman, dilengkapi dengan meja biliar dan sepak bola meja (foosball). Karena generasi millenial saat ini membutuhkan tempat meeting yang fun dan hangat untuk meingkatkan produktifitas dan kreatifitas.

Sedangkan untuk Ballroom sendiri dapat menampung 1000 orang. Pada saat Grand Opening juga digunakan sebagai lokasi konser Band Armada. Penonton yang datang selain dari warga Surabaya dan sekitarnya serta undangan khusus juga diramaikan oleh fans Armada yang berasal dari berbagai daerah.
 
Konser Armada Band Saat Grand Opening
image source: dok. Pribadi
Selain itu saya sempat untuk mencicipi suasana di bar&lounge dan juga restoran. Suasana bar&lounge sendiri sangat nyaman untuk bersantai sambil menikmati berbagai minuman dan juga aneka kue. Sedangkan Kemiri Restauran menurut saya sangat luas dan bisa menampung banyak orang.



Area Kemiri Restauran Yang luas
image source: dok. Pribadi

Untuk rasa makanan milik Kemiri Restaurant PALM PARK Hotel Surabaya saya sangat mengapresiasi. Untuk hotel bintang 3 dan hotel baru, makanan di sini sangat sesuai dengan selera kebanyakan orang, tidak tasteless ataupun mengecewakan. Suasananya juga sangat cocok untuk makan bersama rekan kerja, teman, maupun keluarga.
 
Salah satu sajian di Kemiri Restauran
image source: dok. Pribadi

Suasana Dinner
image source: dok. Pribadi

Makanan di Kemiri Restauran
image source: dok. Pribadi

Semoga dengan hadirnya PALM PARK Hotel ini juga memacu kawasan sekitar untuk tumbuh dan berkembang lebih baik lagi. Iklim bisnis jadi tumbuh dengan baik dan sektor pariwisata juga terpacu untuk terus meningkatkan kualitasnya.





Wednesday, 10 April 2019

Sentuhan Cinta Johnson’s Untuk Membangun Kedekatan Ibu Dan Bayi



Saya mengikuti diskusi, banyak berdiskusi dengan kakak ipar, dan membaca tentang pentingnya fase emas anak dalam 1000 hari pertama kehidupan atau 1000 HPK. Dalam tulisan sebelumnya saya juga pernah membahas mengenai pentingnya memenuhi nutrisi seimbang pada 1000 HPK dan juga pentingnya memberikan dukungan kepada ibu di 1000 HPK si anak.

Pertumbuhan selain secara fisik juga tidak boleh dilupakan bahwa pertumbuhan psikis anak juga sangat penting. Selama ini yang saya ketahui bahwa memberikan nutrisi yang cukup pada 1000 HPK anak sangat wajib agar anak terhindar dari stunting dan tumbuh dengan baik. Ternyata ada hal penting lain yang harus diperhatikan, yaitu dalam 1000 HPK pertumbuhan psikis juga berlangsung dan sama-sama penting untuk diperhatikan.

Ternyata memang antara pemenuhan nutrisi seimbang pada 1000 HPK dan memberikan dukungan kepada ibu di 1000 HPK si anak sangat berkaitan erat. Memenuhi nutrisi untuk pertumbuhan fisik si bayi dan mendukung ibunya agar bisa selalu dalam keadaan baik untuk berkomunikasi membangun kedekatan dengan anak sedari masa dalam kandungan.

Sentuhan Cinta Johnson’s

Sentuhan Cinta Johnson's
image source: dok pri

Hari minggu lalu (6/4/2019) Johnson’s mengadakan Johnson’s Sentuhan Cinta bersama para ibu dan calon ibu di Surabaya. Dalam salah satu sesi acara ini ada sesi bersama dokter spesialis anak yaitu dr. Dyah Retno Wulan, S.pA. dan beliau juga mengatakan bahwa masa emas bayi atau 1000 HPK terjadi sejak 9 bulan dalam kandungan.

Dalam kampanye Sentuhan Cinta Johnson’s ini Johnson’s mengajak para ibu di Indonesia untuk meningkatkan kesadaran mengenai pentingnya sentuhan cinta ibu melalui ritual pijat bayi dan mandi bagi kesehatan dan perkembangan bayi, khususnya dalam periode emas.  Dokter Dyah Retno Wulan juga mengatakan bahwa hal penting dalam periode emas bayi tidak hanya kecukupan nutrisi saja namun afeksi melalui sentuhan cinta ibu juga sangat penting untuk pertumbuhan psikologis anak.

Program Sentuhan Cinta Johnson’s adalah buah komitmen JOHNSON’S dalam meningkatkan kualitas hidup bayi.  Sentuhan cinta yang dikampanyekan oleh JOHNSON’s adalah melalui ritual pijat bayi dan mandi bayi. Tentunya ritual ini juga memiliki panduan khusus alias tidak sembarangan, tata caranya sudah diatur, tidak hanya itu saat melakukan ritual ini ibu juga bisa berkomunikasi dengan anak yang dapat membangun kedekatan bayi terhadap ibunya.

Dalam menjalankan program ini, JOHNSON’s bekerja sama dengan Habitat For Humanity untuk membangun Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di Indonesia, salah satunya yang akan datang adalah di Desa Randusongo, Gresik, Jawa Timur.  Tidak hanya itu, JOHNSON’s juga mengajak para ibu untuk berpartisipasi dengan cara berdonasi melalui pembelian produk di Alfamart atau Shopee senilai minimun 25 ribu rupiah. Secara otomatis para ibu sudah turut menyumbangkan 500 rupiah untuk membangun Posyandu di Randusongo, Gresik.

Pentingnya Pijat Bayi Dengan Benar

Pijat Bayi
image source: JOHNSON'S BABY

Pernah dengar bahwa manusia setiap hari sejak dilahirkan itu selalu belajar?  Iya, bayi sejak dilahirkan juga belajar tapi dengan cara yang sangat berbeda, yaitu melalui panca inderanya. Oleh karena itu dokter Dyah juga menyampaikan jika tumbuh kembang bayi yang terganggu dapat berpengaruh buruk pada kehidupan selanjutnya (kecerdasan emosi, fisik, mental).

Dokter Dyah juga menyinggung seperti yang saya bahas di awal tulisan ini. Bahwa bayi dalam 1000 HPK atau periode emas harus dipenuhi kebutuhannya, antara lain kebutuhan fisik, mental/emosonal, dan spiritual.
  • Fisik: Nutrisi, Higenis, perawatan fisik (kulit, rambut, dll), dan stimulasi fisik.
  • Mental/Emosional: melalui stimulasi multi sensori dan kasih sayang.
  • Spiritual: tentu saha secara agama dan nilai-nilai etika.
Stimulasi multi sensori ini yang akan saya bahas lebih lanjut dalam tulisan ini. Stimulasi multi sensori atau stimulasi indera memiliki beberapa manfaat, yaitu Bonding atau membentukan ikatan kedekatan ibu dan bayi serta bagi perkembangan fisik bayi dalam koordinasi mata-tangan termasuk memegang dan meraih objek.

Stimulasi multi sensori yang dijelaskan oleh dokter Dyah salah satunya dapat dilakukan melalui stimulasi Pijat Bayi. Pijat bayi sebagai momen untuk memperkaya pengalaman sensorial  dengan berbagai manfaat. Stimulasi pijat bisa lebih maksimal jika menggunakan minyak atau lotion saat memijat.

Manfaat Fisik Stimulasi Pijat Bayi

  • Membantu pengaturan sistem pencernaan dan penyerapan
  • Melancarkan sistem peredaran darah
  • Melancaran pernapasan
  • Meningkatkan berat badan dengan sehat
  • Meningkatkan sistem imun
  • Meningkatkan kualitas tidur untuk perkembangan memori bayi

Manfaat Emosional

  • Membuat ikatan/bonding ibu dan anak
  • Lebih mudah bersosialisasi (menjangkau, tersenyum, kontak mata)
  • Meredakan ketidaknyamanan saat tumbuh 
  • Menurunkan hormon stresor sehingga bayi tidak mudah rewel dan lebih rileks serta lebih riang
Setelah sesi dengan dokter Dyah berakhir, tibalah sesi yang juga sangat ditunggu, yaitu sesi belajar memijat bayi bersama para ahli dari JOHNSON’S. Dalam melakukan stimulasi pijat bayi  cukup bulan (aterm) dan BATITA terdapat 6 rangkaian teknik.


6 Rangkaian Teknik Stimulasi Pijat Bayi

  1. Pijatan Wajah
  2. Pijatan Dada
  3. Pijatan Perut
  4. Pijatan Tangan
  5. Pijatan Kaki
  6. Pijatan Punggung
Tapi yang harus diingat ada hal-hal yang harus dihindari saat melakukan pijat bayi. Sangat tidak dianjurkan untuk memijat bayi setelah makan atau minum. Tidak perlu membangunkan bayi dari tidur hanya untuk melakukan pijat karena justru bisa merusak mood bayi. Saat sakit juga tidak dianjurkan untuk memijat bayi, padahal pada masyarakat umumnya bayi yang sakit justru dibawa ke dukun bayi untuk dipijat. Sedangkan hal yang harus diperhatikan untuk ibu ketika akan memijat adalah perlu dipastikan untuk tidak memijat dalam keadaan kuku panjang dan memakai perhiasan di sekitar lengan dan jari.

Pijat bayi dianjurkan untuk dilakukan sehari dua kali, yaitu saat hendak mandi pagi dan sore saat bayi hendak tidur. Untuk mendapatkan manfaat stimulasi pijat bayi dengan maksimal dianjurkan menggunakan baby oil saat pagi dan lotion bayi saat sore. Prosesnya juga tidak lama hanya sekitar 15 menit, sambil memijat sambil berkomunikasi dengan baik. Yang perlu digarisbawahi adalah ketika bayi menangis, pijat tidak perlu diteruskan.

Tidak perlu risau jika terlewat acara Sentuhan Cinta Johnson’s kemarin, ibu-ibu bisa mendapatkan informasi lengkap mengenai langkah-langkah pijat bayi di website JOHNSON’S. Saya juga akan melampirkan video tutorial pijat bayi dari JOHNSON’S di akhir tulisan. Selamat membangun kedekatan dengan buah hati di periode emas bayi.



Friday, 5 April 2019

Memperkenalkan Keindahan Alam Dan Budaya Melalui Mandiri Banyuwangi Half Marathon 2019



“Yuk lari seru weekend  ini di Banyuwangi.”

Mendadak jumat pagi teman saya mengajak melakukan hal yang tidak masuk akal. Bagaimana bisa tiba-tiba pergi ke Banyuwangi besoknya cuma buat lari-lari? Ternyata yang dimaksud adalah visit Banyuwangi dan merasakan atmosfer salah satu event akbarnya. Ya, hari minggu lalu (31/03/2019) ada acara seru, yaitu Mandiri Banyuwangi Half Marathon 2019.

Jadilah hari jumat lalu kami berdua tiba-tiba sibuk mencari tiket kereta dari Surabaya ke Banyuwangi. Seperti dugaan saya, kereta dengan tarif paling “hemat” sudah ludes, karena tentu saja ini akhir pekan, ditambah lagi destinasinya Banyuwangi yang punya seribu daya tarik wisata. Akhirnya kami memutuskan untuk legowo naik kereta ekonomi premium yang sampai sekarang tidak pernah saya sesali, keretanya bagus banget!

Setibanya Banyuwangi langsung disambut panorama indah, mulai dari pegunungan (Ijen dan kawan-kawannya) sampai lautan dan Pulau Bali. Keren sih ini, pasti para runners yang ikutan Mandiiri Banyuwangi Half Marathon 2019 bakal seperti diberkahi karena sepanjang rute lari mereka dimanjakan dengan pemandangan alam yang indahnya kayak nama saya ini.
Sambutan Alam Banyuwangi
image source: dipotoin teman

Mandiri Banyuwangi Half Marathon 2019 ini ternyata adalah lomba lari skala internasional pertama yang digelar oleh Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dan berkolaborasi dengan Bank Mandiri. Pemerintah Kabupaten Banyuwangi seperti jeli melihat cela untuk memaksimalkan potensi wisata yang ada di Banyuwangi. Melalui acara ini, mereka ingin mengembangkan pariwisata dan sekaligus menjadi langkah awal Banyuwangi sebagai destinasi marathon di Indonesia dan Internasional.

Ada tiga kategori lari yang dilombakan di acara Mandiri Banyuwangi Half Marathon 2019 ini, yaitu lari 5K, 10K, dan 21K. Saat saya dating sekitar sebelum pukul 05:00 WIB para peserta lari 21K sudah mulai bersiap di garis start. Half Marathon dilepas oleh Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas didampingi Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro dan Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo.
Start Lari
Image source: dok pri
Selang sekitar 30 menit peserta lari 10K dilepas dan disusul oleh peserta lari 5K 30 menit kemudian. Sambal menunggu masing-masing kategori peserta lari dilepas, Mandiri Half Marathon 2019 juga diisi dengan pertunjukan tari tradisional Jejer Gandrung di depan garis start. Para peserta, tamu undangan, dan juga pengunjung terlihat sangat menikmati pertunjukan budaya khas Bayuwangi ini.
Tari Jejer Gandrung
Image source: dok pri


Setelah melepas seluruh peserta lomba lari ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro, dan juga Direktur Utama Bank Mandiri Kartika Wirjoatmodjo beserta jajaran Pemeritah Kabupaten Banyuwangi dan Kementerian BUMN juga mencoba track atau jalur lari Mandiri Banyuwangi Half Marathon 2019. Di sepanjang jalur, warga memadati area untuk melihat aksi para pelari sekaligus memberikan semangat.
Pak Bupati Banyuwangi, Kementerian BUMN, dan Direksi Mandiri Mencoba Track 1K
Image source: dok pri
Saya dan teman saya ternyata bisa juga mencicipi track Mandiri Banyuwangi Half Marathon 2019 tapi hanya sepanjang 1K bersama Bapak Bupati Banyuwangi. Mulai dari anak-anak dan orang dewasa semuanya memadati sepanjang rute lari dan bersorak ketika Bapak Bupati Banyuwangi menyapa. Tapi sepanjang rute 1K banyak hal seru, mulai dari berhenti berlari dan berganti menjadi jalan sehat hingga beberapa kali berhenti karena Bapak Bupati, Sekretaris Kementerian BUMN, dan Dirut Bank Mandiri untuk membeli jajanan dari warga sekitar seperti onde-onde. Alhamdulillah saya turut ditraktir onde-onde.
Pak Bupati Lagi Jajan
Image source: dok pri

Kecipratan Ditraktir Onde-Onde
Image source: dok pri
 Sepanjang rute lari, para pelari sudah pasti akan bisa menikmati suguhan pemandangan alam Banyuwangi, seperti pegunungan, area persawahan,dan juga view laut serta Pulau Bali. Tidak hanya daya tarik wisata alam yang menyambut para pelari, di sepanjang rute juga para pelari disuguhi atraksi budaya tradisional dari masyarakat Banyuwangi, seperti tarian tradisional, barongsai, dan kungfu.

Di kawasan lomba lari sendiri yaitu Taman Blambangan Banyuwangi banyak sekali stand makanan dan kampanye cashless society dari LinkAja. Acara kali ini juga sebagai rangkaian acara dalam menyambut HUT Kementerian BUMN, seperti yang kita tahu LinkAja merupakan inovasi uang elektronik dari BUMN. Oleh karena itu melalui acara ini, juga turut diperkenalkan kepada masyarakat bagaimana cara aktvasi dan penggunaan LinkAja. Yang paling seru adalah ketika pengunjung beramai-ramai untuk scan barcode LinkAja di area panggung untuk mendapatkan hadiah langsung.

Sebelum pukul 08:30 WIB para pelari sudah terlihat banyak yang memasuki garis finish. Pemenang half marathon (21K) putra diraih oleh Chamit Nur Cholis dengan catatan waktu 1:20:1, disusul oleh Hadi Firmansyah di peringkat kedua, dan Hari Rohman pada peringkat ketiga. Sedangkan untuk Putri 21K pada peringkat pertama dengan catatan waktu 1:50:25 oleh Sri Wahyuni, peringkat kedua diraih oleh Vonny Tenri Opu, dan peringkat ketiga oleh Helen Luciana.
Pemenang Lari 21K
image source: dok pri
Sedangkan pada kategori 10K Putra, peringkat pertama diraih oleh Isak Aleut dengan catatan waktu 0:34:27, peringkat kedua diraih oleh Sutikno, dan peringkat ketiga diraih oleh Umar Ali Sofyan. Untuk Putri 10K peringkat satu dengan catatan waktu 1:01:24 diraih oleh Karen Cahyono, peringkat dua diduduki oleh Imelda Kapoyos, disusul oleh Bety Alfian pada peringkat ketiga. 
Pemenang 10K
image source: dok pri
Pada kategori lari 5K putra, untuk kelompok putra peringkat pertama diduduki oleh Dwi Putra Fisabil dengan catatan waktu 0:18:17, disusul oleh Febri Agus Setyawan dan M. Rangga Pratama. Kelompol putri kategori 5K pada peringkat pertama diraih oleh Innes Aditya dengan catatan waktu 0:24:53, dan peringkat dua serta tiga masing-masing ditempati oleh Brelian Dwi Oktaviani dan Ary Murtini. 
Pemenang 5K
image source: dok pri
Tidak hanya itu, kategori 10K dan juga 5K memiliki kelompok lomba untuk pelajar putra dan putri.  Untuk pemenang kategori 10K pelajar putra adalah Ali Topan, Angga Rosi, dan M Yanuar masing-masing posisi pertama, kedua, dan ketiga. Kelompok pelajar putri 10K pada posisi pertama adalah Ika Arista Putri, disusul oleh Firdauziah Agustina pada posisi kedua, dan Ernovyan Isyam di posisi ketiga. 
Pemenang 10K Pelajar
image source: dok pri
 Kelompok pelajar putra kategori 5K pada posisi pertama dan kedua diraih oleh si kembar Kautsar Dino dan Deni Wahyu Widodo, pada peringkat tiga ada Mohammad Ali. Sedangkan kelompok pelajar putri pada posisi pertama, kedua, dan ketiga ada Dwi Ainur Rofiqoh, Yesi Agustina, dan Natasya Kumalasari. 
 
Pemenang 5K Pelajar
image source: dok pri
Saya mengikuti acara Mandiri Banyuwangi Half Marathon 2019 sampai akhir dan benar-benar merasakan antusias masyarakat Banyuwangi dalam menyambut acara olah raga ini sangat luar biasa. Padahal seperti yang kita tahu, Banyuwangi tidak pernah sepi dari festival. Setiap bulan ada setidaknya 8 festival. Sedangkan para runners sendiri sangat tinggi animonya, yang datang dari berbagai daerah, berulang kali saya diminta beberapa runner untuk mengabadikan gambar mereka mengikuti acara ini.

“Animo pecinta olahraga lari sungguh luar biasa. Dan kami akan berupaya agar ke depan Banyuwangi bisa menaikkan kembali kelasnya sebagai salah satu kota yang dapat menggelar lomba marathon kelas dunia sehingga pariwisata di Kota ini semakin meningkat ke arah yang jauh lebih baik yang tentunya dapat meningkatkan ekonomi masyarakat.” Kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas di Taman Blambangan Banyuwangi hari minggu lalu.