Friday, 12 October 2018

Review Qeza Sunscreen Cream Lightening: Lebih Percaya Diri Foto Bareng Bintang K-Pop




Annyeonghaseyo Yorobun!
Ada yang pernah ke Surabaya atau orang Surabaya? Sebagai warga asli Surabaya yang pernah beberapa kali tinggal di luar Surabaya rasanya saya setuju kalau orang-orang menyebut “setiap hari di Surabaya adalah musim panas”. Panasnya enggak nyantai banget seperti netijen yang hobi ngegas, haha... Menyengat dan menusuk kulit.

Beberapa bulan ini saya punya kegiatan rutin menjemput keponakan pulang sekolah dan sedang sering pergi di jam-jam menjelang matahari di atas kepala. That’s why saya yang baru saja belajar merawat kulit wajah jadi tidak paham mengapa kulit wajah kusam meskipun udah rajin membersihkan muka.

Padahal punya target minimal wajah jadi betah dilihat gitu lho karena mau ketemu Oppa idola dari Korea yang sudah lama dinanti. Ternyata penyebabnya tuh saya enggak pernah melindungi kulit wajah menggunakan tabir surya alias sunscreen. Di usia seperti ini saya baru sadar merawat kulit wajah? (Diketawain orang sekota Surabaya).

Dulu alasan saya enggan memakai tabir surya karena teksturnya yang lengket dan bikin riasan enggak bagus. Tapi itu pasti alasan yang sangat-sangat jadul sekali karena jaman sekarang teknologi sudah maju dan sudah banyak penemuan tabir suraya yang tidak lengket di kulit. Termasuk produk tabir surya dari Qeza Aesthetic Center.

Sekilas Tentang Qeza Sunscreen Cream Lightening



Qeza Sunscreen Cream Lightening ini adalah tabir surya dengan SPF yang tinggi. Tidak hanya cocok digunakan oleh orang yang sering beraktivitas di luar ruangan tapi juga cocok untuk penggunaan sehari-hari. Karena meskipun di dalam ruangan kulit kita juga tidak terbebas dari paparan sinar UV. Qeza Sunscreen Cream Lightening sendiri meng-klaim 3 manfaat yang dimiliki, yaitu:
  1. Protecting: melindungi kilit dari bahaya radiasi sinar matahari serta kandungan SPF 30
  2. Moisturizing: menjaga kelembaban kulit wajah
  3.  Brightening: membuat kulit wajah tampak cerah dan sehat.

Tabir surya ini dikemas dalam wadah putih 10gram dengan tutup ulir yang memudahkan untuk buka tutup. Selain itu dilapisi dengan tutup kedua pada bagian dalam agar Qeza Sunscreen Cream Lightening tetap aman terlindungi dari paparan udara. Di bagian kemasan dijelaskan bahwa sunscreen ini diproduksi oleh PT. Derma Beauty Indonesia Komplek pergudangan dan insdustri PKT Bitung, Blok A6-A7 Kadujaya, Curug, Tangerang – Indonesia.

Selain itu juga dijelaskan kandungan yang terdapat di Qeza Sunscreen Cream Lightening ini. Jangan khawatir karena tabir suraya ini sudah mendapatkan sertifikat halal MUI dan juga terdaftar di BPOM dengan nomor NA18161700947. Jadi tidak perlu khawatir lagi. Qeza Sunscreen Cream Lightening ini dari Qeza Aesthetic Center yang berlokasi di Jalan C. Simanjuntak YAP Square C-8, RT 019 RW 03, Terban Yogyakarta.


Review Saat Menggunakan Qeza Sunscreen Cream Lightening
 
Tekstur Qeza Sunscreen Cream Lightening
Dari tekstur krimnya sendiri krim ini sangat ringan jadi saat digunakan tidak terasa  seperti membebani kulit atau malah membuat wajah jadi berminyak karena klaimnya yang melembabkan. Banyak sunscreen yang saat diaplikasikan malah menyisakan kesan putih-putih di wajah dan membuat make up tidak bagus. Tapi setelah mengaplikasikannya ke wajah terasa menyerap ke kulit tapi juga melembabkan.

Saya menggunakan Qeza Sunscreen Cream Lightening setelah rutinitas mencuci wajah di pagi hari, lalu menyegarkan wajah dengan toner dan mulai mengaplikasikannya ke 5 titik wajah dengan sedikit-sedikit saja tapi merata. Tips dari saya adalah setelah mengaplikasikannya ke wajah tunggu beberapa saat hingga meresap ke wajah baru gunakan make up.

Hampir satu bulan saya memakai Qeza Sunscreen Cream Lightening dan rasanya memang tampak berbeda. Maaf saya tidak memotret before afternya karena saya forgot lah ya. Pokoknya dari saya yang khawatir banget mau ketemu oppa-oppa BTOB yang konser ke Indonesia jadi sampai bisa yakin sekarang sudah tidak apa-apa.

Saya tahu kalau pada dasarnya pigmen kulit saya berbeda dengan orang Korea ditambah lagi para artis pasti sangat-sangat jauh berbeda perawatannya dengan saya yang suka lupa-lupa ingat merawat kulit. Tapi setidaknya saya bisa menjaga warna asli kulit saya, mengjindari dari kekusaman dengan cara memakai tabir surya.  Qeza Sunscreen Cream Lightening semacam menjaga dan melindungi kulit agar tidak semakin gelap, sedangkan kulit kita setiap harinya terus berusaha untuk melahirkan sel-sel baru agar tetap sehat dan warnanya terjaga. Karena kalau wajah kita kusam, tidak akan bisa bagus hasil riasan pada wajah.

Hampir satu bulan menggunakan Qeza Sunscreen Cream Lightening saya sangat merasakan manfaatnya karena bikin saya makin betah beberapa detik saat bercermin. Kulit wajah saya tampak lebih cerah dan jauh dari kesan kusam karena cuaca di Surabaya yang terlalu akstrim Dan saya menjadi sangat siap untuk ketemu boy group favorit saya itu. Kalau hanya sekadar nonton konser sih saya tidak akan sengotot ini mau merawat wajah, tapi juga saya akan berfoto dengan mereka.
Saya Dan BTOB Lee Changsub

Setelah sekian lama menunggu hasil saya berfoto dengan bintang pop Korea ini saya jadi semakin bersyukur bertemu Qeza Sunscreen Cream Lightening di saat yang tepat. Wajah saya tidak terlihat kusam. Riasan tipis yang saya pakai juga bisa bagus banget hasilnya padahal saya sudah berdandan sejak siang dan baru berfoto dengan oppa malam hari. Setidaknya wajah saya tidak terlihat kusam saat foto bersama. Sunscreen-nya bekerja dengan baik untuk melindungi wajah saya yang sering terpapar ganasnya matahari di Surabaya dan mengjilangkan kekusaman di wajah. Selain itu tidak menimbulkan bekas aneh-aneh seperti putih-putih di wajah.

Sekian tulisan saya untuk berbagi tentang manfaat melindungi kulit dengan Qeza Sunscreen Cream Lightening. Semoga semuanya semakin sadar untuk menjaga kulit kita yang berharga.  


Info lebih lanjut tentang Qeza Aesthetic Center
Alamat: Jalan C. Simanjuntak YAP Square C-8, RT 019 RW 03, Terban Yogyakarta.
Telpon: 0274 882778
WA: 087794947500
Instagram: @qezaclinic dan @qezaskin

Tuesday, 9 October 2018

9 Oktober Diperingati Sebagai Hari Hangeul, Ini 5 Fakta Menarik Tentang Hangeul Yang Harus Kamu Tahu!



Annyeonghaseyo Yorobun! Siapa yang belum pernah mendengar Hangeul? Pasti sebagian besar dari kita terutama K-Lovers sudah mengenal abjad yang digunakan di Korea. Hari ini tanggal 9 Oktober di Korea Selatan diperingati sebagai Hari Hangeul atau hari penetapan Hangeul sebagai abjad Korea.

Dahulu para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Hari Hangeul jatuh pada 29 Oktober, namun setelah ditemukannya fakta-fakta baru akhirnya para ahli sejarah menyimpulkan bahwa Hangeul pertama kali dibuat tanggal 9 Oktober. Sejak tahun 2013, Hari Hangeul ditetapkan sebagai hari libur nasional.

Tapi tahukah kamu bahwa ada banyak fakta menarik di balik abjad Korea satu ini? Berikut saya sudah merangkumkan beberapa hal tentang Hangeul yang paling menarik perhatian saya.

Huruf Hangeul Diciptakan Oleh Raja Sejong

Pada mulanya Rakyat Korea menggunakan karakter Cina yang disebut Hanja dalam penulisan mereka. Sekitar 1000 tahun lebih Rakyat Korea menggunakan Hanja. Namun karakter Hanja sangat sulit untuk dipahami terlebih bagi rakyat dengan status sosial yang rendah dan sulit untuk mengakses pendidikan.  Oleh karena itu pada masa tersebut banyak rakyat yang buta huruf.

Melihat hal tersebut Raja Sejong yang merupakan Raja ke-4 Dinasti Joseon menciptakan Hangeul yang lebih sederhana untuk menggantikan Hanja. Raja Sejong mengumumkan Hangeul dalam Hunminjongeum (훈민정음) yang berarti “kata-kata yang benar untuk diajarkan pada rakyat”. Namun dalam penyebarluasan Hangeul sebagai abjad Korea menggantikan Hanja tidak lepas dari pertentangan. Para bangsawan khawatir timbul gejolak sosial jika rakyat dengan status sosial yang rendah menjadi berpendidikan.

Pada 2009 Patung The Great  King Sejong Di Plaza Gwanghwamun Dibuka Untuk Umum

Tahun 2009 saat hari jadi ke-563 penenemuan Huruf Hangeul, patung Raja Sejong di Gwanghwamun Square atau Gwanghwamun Plaza resmi dibuka untuk umum. Patung Raja Sejong Yang Agung tersebut terbuat dari perunggu setinggi 9,5 meter. Patung tersebut dibuat dengan menggambarkan Raja Sejong memegang buku yang terbuka di tangannya sambil tersenyum dengan lembut seolah bahagia atas cita-cita mulianya yang telah terwujud.

Selain itu di depan patung Raja Sejong terdapat bola langit, pengukur hujan, dan jam matahari yang semuanya diciptakan Raja Sejong selama masa pemerintahannya. Di bagian lorong bawah tanah terdapat gedung pameran Sejong’s Story. Tidak hanya itu, di ujung plaza juga terdapat “Waterway of History” sebuah sungai mengalir di atas ubin dengan sejarah Korea.

Di Korea Utara Diperingati Pada Tanggal 15 Januari

Korea Utara juga memperingati Hari Hangeul. Namun berbeda dengan di Korea Selatan yang memperingati Hari Hangeul setiap tanggal 9 Oktober, Korea Utara memperingatinya pada tanggal 15 Januari.

Di Korea Utara disebut dengan Hari Chosŏn'gŭl. Diperingati setiap tanggal 15 Januari yang merujuk pada tanggal 15 Januari 1444 (atau 1443 menurut kalender bulan) adalah tanggal pembuatan Hunminjongeum yang sebenarnya.

Mendapatkan Penghargaan Dari UNESCO

Hunminjongeum Haeryobon (buku panduan Bahasa Korea) mendapat pengakuan dari UNESCO pada tahun 1997 dalam Memory of The World Register. Penghargaan ini tidaklah suatu yang mengagetkan karena Hunminjongeum telah memberikan kontribusi yang sangat besar dalam memberantas buta huruf di Korea. Selain penghargaan tersebut UNESCO juga memberikan penghargaan kepada organisasi atau perseorangan yang membantu menurunkan buta huruf dengan memberikannya King Sejong Award.

Huruf Hangeul Juga Digunakan Oleh Salah Satu Suku Di Indonesia

Yang paling menarik adalah ternyata huruf Hangeul tidak hanya digunakan di Korea tapi juga di Indonesia. Salah satu suku di Indonesia menggunakan Hangeul sebagai abjad mereka untuk menuliskan bahasa daerah yang hampir punah.

Suku yang menggunakan Hangeul untuk berkomunikasi secara tertulis adalah Suku Cia-Cia. Sekitar 80.000 jiwa Suku Cia-Cia bermukim di Kampung Karya Baru, Pulau Buton, Sulawesi Tenggara. Meskipun menggunakan huruf Hangeul untuk komunikasi tertulis, namun bahasa yang digunakan tetaplah bahasa daerah mereka.

Hal tersebut bermula saat Wali Kota Baubau tergerak hatinya melihat bahasa daerah Suku Cia-Cia termasuk dalam bahasa yang hampir punah karena tidak memiliki aksaranya sendiri. Tidak seperti bahasa di suku lain masyarakat Buton yang bisa ditulis menggunakan huruf Arab, ternyata bunyi konsonan Cia-Cia tidak bisa ditulis menggunakan huruf  Arab.

Kemudian pemerintah Kota Baubau menggelar Simposium Internasional Penaskahan Nusantara dan berhasil menarik perhatian Profesor Chun Tae Hyun untuk meneliti bahasa Suku Cia-Cia yang memiliki pelafalan mirip dengan Bahasa Korea. Sejak saat itu pemerintah Kota Baubau dan Hunminjongeum Research Institute menyusun bahan ajar untuk kurikulim muatan lokas bahasa daerah Cia-Cia. Dan hasilnya seperti sekarang bahasa Cia-Cia tetap lestari dengan diabadikan melalui aksara Hangeul.

Jadi fakta terkait Hangeul mana yang paling kamu sukai? Saya pribadi suka dengan cita-cita mulia Raja Sejong.

Saturday, 6 October 2018

Review Sunday Street Food Yello Hotel Jemursari, Semuanya Enak!



Bagi saya makan adalah sebuah ritual khusus yang harus dijalankan dengan khusyuk dan tuma’ninah selain sholat. Saya tidak suka makan hanya jadi rutinitas memasukkan makanan ke mulut atau sekadar menghilangkan lapar. Makan dengan tenang selagi bisa dan menikmati betapa segar bahan bakunya lalu berterima kasih kepada juru masak karena telah meracik bumbu serta bahan menjadi makanan yang enak. Dengan catatan saat sedang tidak sibuk.

Seseorang pernah bilang kalau nanti punya anak akan berbeda, pokoknya bisa langsung menghabiskan makanan itu saja sudah bersyukur. Karena berbeda kondisi makan dengan anak kecil dan makan saat masih lajang. Ya kembali lagi ke catatan saya di atas, saat sedang tidak sibuk.


Beberapa waktu lalu saya menikmati makan-makan seru bersama beberapa orang teman yang juga mengagumi makanan. Tempatnya di Yello Hotel Jemursari Surabaya. Yello Hotel Jemursari punya banyak cara seru untuk menyaikan makanan mereka. Salah satu yang mereka punya adalah acara makan-makan seru di hari minggu yang namanya Sunday Street Food.

Yap, acara makan seru ini bisa kita nikmati setiap hari minggu pukul 11:00 hingga 15:00 di Yello Hotel Jemursari. Harga hidangannya bermacam-macam, mulai dari 15 ribu rupiah hingga 50 ribu rupiah. Promo ini tersedia hingga nanti akhir Januari tahun 2019, jadi masih banyak waktu jika kalian ingin menikmati jajan seru ala Yello Hotel ini.

Karena namanya Sunday Street Food pasti sudah terbayang makanan yang disajikan adalah semacam street food atau makanan yang lazim kita temui kalau jajan di pinggir jalan. Eitss... tapi jangan salah, menu Sunday Street Food dari Yello Hotel Jemursari tidak hanya makanan yang bisa kita temukan di Indonesia saja tapi juga street food dari beberapa negara.


Saya mencoba beberapa menu sekaligus yang juga saya share dengan teman-teman yang lain. Yang pertama saya coba adalah Bakso komplit dengan isian bakso, gorengan, mie putih dan kuning, dan tahu. Bahan pelengkap seperti bawang goreng, daun bawang, saus tomat, sambal dan kecap juga bisa kita tambahkan sendiri. Isian baksonya sendiri buat saya sudah bakso banget rasanya dan teksturnya. Gorengannya juga enak tidak alot kulit pangsitnya. Kaldunya sendiri buat saya rasanya sudah sangat pas, ngaldu banget lah istilahnya. Rasanya juga enak yang bukan rasa micin gitu, benar-benar rasa kaldu tapi kalau bisa dikurangin sedikit minyaknya karena menurut saya kuah kaldunya masih terlalu berminyak.



Selanjutnya di Pasta Station ada berbagai macam pasta, mulai dari spaghetti biasa yang lurus dan panjang itu, fettuccine, dan penne. Bumbunya juga beragam bisa pilih dari carbonara, aglio olio sampai saus bolognese. Jadi bisa pilih sesuka hati mau mix yang mana. Saya pribadi kurang begitu suka pasta jadi tidak bisa berkomentar aneh-aneh. Tapi kalau kamu suka dengan macam-macam pasta pasti suka punya Sunday Street Food Yello Hotel Jemursari ini.

Street Food lain yang saya coba adalah yang katanya Mongolian Food. Nah saya sendiri belum penah ke Mongolia nih tapi saya suka ini. Beragam sayuran seperti sayur kol, wortel, beberapa daging ikan, sosis, bakso dan masih banyak bahan lainnya ditumis oleh Chefnya dengan bumbu rahasia. Setelah itu bisa kita beri saus tambahan, seperti saus barbequ dan saus lada hitam. Cocok banget di lidah saya, mungkin karena simpel dan hampir mirip-mirip tumisan di masakan Cina ya.
Beralih ke menu Yello Hotel Jemursari yang behasil merebut tempat di hati saya dan ternyata dibawa juga ke menu Sunday Street Food. Menu ini adalah Kwetiau goreng yang masuk ke station aneka nasi goreng dan mie goreng. Kalau kamu ke Yello Hotel Jemursari saya rekomendasi dan wajib coba Kwetiau goreng punya mereka. Dijamin enggak kecewa karena enak banget dan beda banget.


Nah ada satu lagi yang saya coba dan ternyata rasanya melebihi ekspektasi saya! Soto Ayam Ambengan (katanya). Resepnya mirip-mirip lah... Biasanya suka meragukan soto kalau sudah dibawa menjadi menu hotel tapi kali ini benar-benar enggak boleh dilewatkan. Sotonya juara pake banget, dan saya nyesel hanya makan semangkuk berdua dengan teman saya. Lain kali kalau ke sini coba seporsi sendiri biar puas. Hahaha...





Selain menu-menu yang saya coba di atas ada menu lain yang juga laris manis sebelum saya sempat mencobanya. Ada nasi cumi yang jadi khas di Surabaya, ada rujak uleg dengan cingurnya yang sedap, ada rujak manis, tahu campur, terang bulan mini, aneka sambal dan juga buah potong yang bisa kita nikmati secara gratis. Minumannya juga macam-macam saya sampai enggak hapal. Hehe... Dan aneka kue yang cantik serta nikmat.

Makan di Sunday Street Food Yello Hotel Jemursari bisa masuk ke agenda kamu yang ingin makan enak dengan khusyu’ kayak saya. Kalau punya bocil alias anak juga gak khawatir karena ada playground. Jadi waktu santai minggu kita bisa senang, tenang, nyaman, dan anak juga riang.

Sekian celotehan impression saya ketika mencoba Sunday Street Food. Kalau kamu juga sudah cobain menu-menu di atas bisa cerita juga di bawah ya, sampai jumpa!


Yuk Rencanakan Kebutuhan Masa Depan Sejak Dini




Masih ingat tentang Quarter Life Crisis yang saya tulis sebelumnya? Kalau belum boleh dibaca dulu untuk modal merangkai masa depan bersama tulisan saya. Ehehe... siapa tau setelah baca ini bisa merangkai masa depan bersama dia yang terkasih.

Baca juga: Quarter Life Crisis Membawa Saya Berkenalan Dengan Reksa Dana

Setelah merenungi berbagai keresahan kaum usia dewasa muda, saya merasa harus lekas moving forward. Gak bisa nih terus begini, saya harus melakukan sesuatu untuk masa depan yang lebih baik. Kalau kamu merasa gini-gini aja, yuk kita move on bareng. Dan bagi kamu yang jauh lebih muda dari saya juga harus segera merencanakan masa depan dengan baik. Agar meskipun dihampiri Quarter Life Crisis, tidak terjadi di saat yang terlambat. Kalau bisa malah tidak perlu merasakannya.

Punya mimpi dan tujuan hidup itu perlu karena hidup ini lebih ganas bergelombang daripada lautan lepas. Dan sekali lagi saya jadi merasa beruntung karena beberapa waktu lalu mengikuti Kopdar Investarian MAMI yang kedua. Saat beberapa orang ditanya rencana mereka di masa depan dan apa yang sudah dipersiapkan, sekali lagi saya bagai disiram air sama emak agar segera bangun dari mimpi panjang di malam hari.

Mari Kita Rencanakan Masa Depan
Masa depan yang saya rencanakan bukan lagi sekadar mikirin apakah tahun depan masih bisa memenuhi kebutuhan makan bakso setiap bulan, karena saya sadar bahwa hidup lebih dari bakso. Kalau bakso saja terus mengalami inflasi bagaimana dengan soto ayam dan tongseng kambing, ya kan?

Kalau boleh berandai-andai nih, saya punya beberapa rencana hidup untuk beberapa tahun ke depan. Coba kita bahas impian saya sambil kamu juga merencanakan masa depan kamu. Secara garis besar dalam beberapa tahun ke depan saya ingin mengajukan kerja sama membuka salah satu kafe dessert di Singapura milik Seo Eunkwang (anggota BTOB) dan juga menikah kalau sudah ketemu jodoh. Sekali lagi ini rencana saya tapi tetap Tuhan yang bisa merestui.

Ternyata ada satu hal terlupa padahal ini adalah yang paling mendasar, yaitu dana darurat. Mudahnya dana darurat ini adalah dana yang bisa tiba-tiba saja kita butuhkan di luar semua kebutuhan sehari-hari kita dan juga semua yang sudah kita rencanakan di masa depan. Misalnya saja tiba-tiba jatuh sakit atau ada keadaan super genting yang bisa menjebol dompet beserta teman-temannya. Jadi kita tidak boleh melupakan ini, hukumnya wajib ain untuk memasukkan dana darurat ke perencanaan.

Setelah melakukan rencana untuk hidup kita ke depan, jangan lupa untuk memberikan jangka waktu pada rencana-rencana yang sudah kita buat. Contohnya nih misalkan dana darurat yang kita butuhkan sebesar 15 juta rupiah dalam satu tahun ke depan. Kemudian menikah bisa saya rencanakan dalam 2 tahun ke depan (dengan catatan ketemu pasangannya dulu). Pernikahan impian saya sederhana saja hanya keluarga dan teman dekat, boleh kan saya anggarkan 10 juta rupiah? Kemudian modal untuk membuka kafe beserta biaya waralabanya yang saya targetkan bisa dalam 2 tahun dengan modal paling sedikit 35 juta rupiah. Umroh yang kira-kira inginnya 3 tahun lagi, kalau berangkat sendiri sih bisa 25 Juta kok. Satu lagi, dalam 5 tahun ke depan seperti di tulisan sebelumnya saya berencana untuk bisa membeli saham salah satu agency artist di Korea. Hahaha...

Langkah Selanjutnya
Sudah punya rencana hidup beberapa tahun ke depan dan juga perkiraan biaya yang harus kita anggarkan, saatnya menuju ke tahap selanjutnya. Yaitu memikirkan berapa yang harus kita anggarkan tiap bulan dan cara agar mimpi-mimpi kita bisa tercapai. Ya mimpi cuma akan jadi mimpi kalau tidak ada rencana eksekusi. Jadi hidupkan mimpi menjadi cita-cita dengan cara mulai melangkah.

Dalam pikiran kita pasti berapa yang harus kita tabung untuk bisa mencapai itu semua? Sekali lagi seperti yang sudah pernah saya bahas, menabung saja tidak cukup untuk karena harga bakso tahun ini tidak akan sama dengan harga bakso tahun depan, apalagi soto ayam sebagai selingan. Jawabannya tentulah investasi. Beginilah perbedaan mendasar antara apa yang kita dapat dari menabung dan investasi.
Menabung:
  • Menyimpan uang
  • Mengamankan uang agar tidak dicuri
  • Tapi uang tersebut tidak tumbuh dan hanyak bisa untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari dan bulanan.

Investasi:
  • Menyimpan uang tentunya
  • Uang bisa tumbuh lebih besar dari inflasi
  • Tujuan masa depan bisa tercapai juga.

Uang yang disimpan dan terus tumbuh ini yang nantinya bisa kita gunakan sebagai dana darurat dan berbagai kebutuhan di masa depan. Tapi bukan berarti tidak perlu menabung dan hanya mengandalkan investasi. Menabung dan investasi sama-sama penting karena kebutuhan kita tidak hanya jauh di depan tapi juga setiap harinya kita butuh uang untuk hidup.

Kalau dilihat dari perencanaan saya sih nampaknya ada dua golongan Reksa Dana yang sesuai. Yaitu Reksa Dana Pasar Uang dan Reksa Dana Pendapatan tetap. Refresh ingatan bentar yuk:

  1. Reksa Dana Pasar Uang dengan jangka waktu investasi yang disarankan adalah satu tahun. Potensi hasil dan fluktuasi cenderung stabil dan dapat dicairkan kapan saja. Di Reksa Dana Pasar Uang ini kita bisa beli mulai dari 10ribu.
  2. Reksa Dana Pendapatan Tetap dengan minimal 80% obligasi. Memiliki potensi hasil dan fluktuasi rendah.
Gambaran Rencana Masa Depan Saya


Kalau dirangkum dalam sebuah tabel kira-kira seperti itu yang saya rencanakan dalam beberapa tahun ke depan. Dana darurat, buka usaha kafe, menikah, dengan rencana yang 1-2 tahun ke depan ada baiknya berinvestasi di Reksa Dana Pasar Uang. Karena Reksa Dana Pasar Uang  ini cenderung stabil, jangka waktunya satu tahun dan bisa dicairkan kapan saja. Pas sekali misal tiba-tiba ketemu jodoh, langsung bisa nikah tanpa nunggu Reksa Dana cair yang lama.

Rencana umroh nih karena masih 3 tahun lagi yang Insya Allah sudah ditemani suami bisa masuk ke Reksa Dana  Pendapatan Tetap. Fluktuasinya rendah dan potensi hasilnya kira-kira 8% jadi 3 tahun mendatang bisa umroh tanpa khawatir inflasi yang sudah pasti terjadi. Dan lebih jauh lagi bisa saja dalam 5 tahun benar-benar bisa beli saham management artist. Dan dengan semua rencana hidup yang saya tuliskan di atas, kira-kira dalam satu bulan nih kita perlu berinvestasi sebesar 3,6 juta rupiah.

Kalau sudah begini kan mimpi yang seperti tergantung di langit-langit kamar bisa ada ada bayangan seperti apa tangga yang harus dibangun. Jangan terjebak quarter life crisis, ayo move on, dan rencanakan masa depan kalau bisa sejak dini.